Hatred [Soowon FF-Part 1]

Title : Hatred

Rating : PG-17

Category : Romance, Family, Revenge

Main Cast :
*Choi Sooyoung
*Choi Siwon
*Cho Kyuhyun

Other Cast :
*Victoria Song

Annyeong readers!! ^^ Author comeback dengan SOOWON FF! Mian kalau postnya bisa agak lama, soalnya authornya lagi sibuk ulangan. Wish author luck!! RCL ^^

~Author POV~
Seorang yeoja tengah berjalan di tengah hujan, menyembunyikan air mata yang menetes dari pelupuk matanya. Bunyi petir yang menggelegar membuatnya bergidik ngeri dan berteduh di bawah sebuah halte bus. Ia menggigil, merasa ketakutan. Kini ia sendiri, di tengah ramainya kota Seoul yang ditinggalinya.
“Sekarang aku harus bagaimana..”

—————————Hatred—————————

~Sooyoung POV~
Hujan ini telah menutupi air mata yang menetes dari pelupuk mataku. Sekarang aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kebodohan terbesar dalam hidupku adalah mencintainya. Dan kesalahan terbesar dalam hidupku adalah mempercayainya. Aku tidak akan pernah lupa dengan sikap kasar keluarganya.. Dan kini aku sendiri, ditinggalkan semuanya.. Ditinggal mimpiku, cintaku, dan bahkan keluargaku..

Flashback
PLAK!
Aku memegang pipiku yang memanas
“KAU BENAR-BENAR TIDAK TAHU DIRI HAH! SAMPAI MATI PUN KAU TIDAK AKAN PERNAH PANTAS UNTUK ANAKKU!”
“EOMMA!”
“DIAM KAU CHO KYUHYUN!” ujar appanya
“APPA, TAPI AKU TIDAK SUKA KALAU..”
“TUTUP MULUTMU! APA KAU TIDAK DENGAR HAH!”
“APA YANG KAU INGINKAN DARI ANAKKU HAH? HARTANYA?”
Aku menitikkan air mata mendengarnya
“Ahjumma..bahkan aku tidak pernah sekalipun..”
“Kau tidak perlu munafik!”
“Ani ahjumma. Aku..mencintainya. Dan itu..”
“Tulus? Baik kalau kau tulus. Cho Kyuhyun kalau begitu sekarang kau pergi dari rumah ini dengan yeoja ini dan lupakan kami!” ujar eommanya
Kulihat dia terdiam
“Eomma..”
“PILIH CHO KYUHYUN! KAU PILIH DIA ATAU BUMONIMMU!”
Aku menatapnya. Kulihat dia hanya diam
“Kau lihat, dia diam. Berarti dia memilihku. Arraseo?”
“Oppa..”
“Mianhaeyo chagi..aku..tidak bisa berbuat apa-apa..” ujarnya pelan
Aku menamparnya
“KAU KETERLALUAN OPPA!”
“KAU YANG KETERLALUAN! BERANINYA KAU MENAMPAR PUTRAKU!” ujar eommanya
“BAGAIMANA PERASAANMU AHJUMMA JIKA KAU DI POSISIKU?”
Kulihat dia mengeluarkan sebuah amplop tebal
“Isinya 10 juta won. Jauhi putraku, pergilah jauh dari Seoul, dan gugurkan”
Seketika mataku memanas mendengarnya. Aku melempar amplop itu ke namja itu
“Kau dengar baik-baik Cho Kyuhyun, aku akan bertahan tanpa bantuan sedikitpun darimu. Dan kupastikan kau menyesal atas perbuatanmu.Annyeonghigyeseyo”
Flashback End

Aku menghangatkan tubuhku yang dingin. Seketika aku bukan merasa kasihan pada diriku sendiri. Tapi padanya. Aku mengelusnya
“Mianhaeyo..” lirihku lalu menitikkan air mata. Seketika kejadian buruk lain mulai terbayang di ingatanku

Flashback
“MULAI DETIK INI KAU BUKAN ANAKKU!”
“Eomma..jebal…”
“Yeobo..kasihan dia..” ujar appa
“BIARKAN SAJA. MULAI SEKARANG URUSI HIDUPMU SENDIRI! EOMMA TIDAK PERNAH MEMBESARKAN ANAK SEPERTIMU!”
Flashback End

Aku kembali menangis. Semuanya sudah pergi.. Eomma.. Oppa.. dan bahkan mimpiku..Tapi dia lebih penting bagiku. Meski karenanya aku kehilangan segalanya. meski karenanya aku menangis sekarang. Dan meski karenanya aku membenci appanya.. Aku tidak akan membunuhnya yang tidak tahu apa-apa.
“Kau tenang saja, arraseo?Kita pasti menemukan jalan keluarnya

—————————Hatred—————————

~Kyuhyun POV~
Aku menghela nafas panjang. Seketika aku menitikkan air mata. Mianhaeyo chagi.. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.. Aku belum cukup dewasa untuk menghidupi kita.. Kulihat hujan deras dari jendela. Tuhan..tolong lindungi mereka..

~Sooyoung POV~
Aku terbangun. Aku tertidur di halte bus. Kulihat matahari mulai cerah. Aku hanya terduduk. Aku bingung. Apa yang harus kulakukan sekarang. Kurasakan perutku lapar. Sebenarnya aku tidak masalah dengan diriku. Tapi bagaimana dengannya.. Kulihat seorang namsong yang duduk di sampingku pergi dan meninggalkan korannya. Aku cepat-cepat membuka koran itu. Mencari lowongan pekerjaan. Kulihat ada sebuah lowongan pekerjaan yang cocok dengan pendidikanku. Sebenarnya aku sedang kuliah. Tapi..aku berhenti. Sebenarnya aku masuk kuliah karena beasiswa, dan sebelum pihak universitas mengetahui kondisiku..aku mengundurkan diri duluan dengan alasan ingin membantu orang tua bekerja. Aku tersenyum sekilas melihat lowongan itu
“I think we found the solution dear”

~Siwon POV~
Aku  menarik nafas panjang. Sekarang aku di Seoul, kembali dari Swiss setelah kuliah perhotelan. Aku akan meneruskan perusahaan bumonimku di sini
“Annyeonghaseyo tuan muda. Sajangnim sudah menunggu anda di Palace Hotel” ujar supir Kim
“Ne, kaja”

~Sooyoung POV~
Aku memandang gedung itu takjub. Aku memasuki ruang interview dan mulai tes masuk
“Kenapa kau berhenti kuliah?” tanya orang yang mewawancaraiku
“Karena..aku ingin membantu bumonimku” ujarku
“Aigo..padahal prestasimu sangat bagus. Sayang sekali kalau dilepas”
Aku hanya tersenyum sekilas
“Sebenarnya selain pelayan, kami membutuhkan tenaga kerja manager karena manager yang lama akan pensiun” ujarnya
“Ne?”
“Tinggal 6 bulan lagi kau lulus. Sayang kan kalau kau lepas begitu saja?”
Ne, jujur sangat..
“Tapi..”
“Kau tunggu di sini sebentar ya”
Kulihat orang itu pergi dan meninggalkanku sendiri

~Siwon POV~
“APPA!”
“Wuah! Bogoshipoyo siwonie!!”
“nado appa” ujarku
“Chukkhae kau telah lulus terbaik!” ujar appa
“Gomawo appa” ujarku
“Kau bisa mulai kerja besok” ujar appa
“Bagaimana kalau hari ini?” tanyaku
“JINJJAYO?”
Aku mengangguk. Kulihat seorang pegawai masuk
“Permisi sajangnim, saya ingin menyampaikan sesuatu”
Aku mendengar pegawai itu bercerita kalau ada seorang yeoja yang melamar kerja menjadi pelayan padahal 6 bulan lagi dia lulus menjadi sarjana perhotelan dan berpotensi menjadi manager hotel.
“Kurasa ini tugas pertamamu, sajangnim” ujar appa yang membuatku tersenyum
“Baiklah sonsaengnim” ujarku

~Sooyoung POV~
Kulihat seorang namja masuk ke ruangan
“Annyeonghaseyo” ujarku sambil membungkuk
“Ne annyeonghaseyo, anjuseyo” ujarnya
Aku duduk
“Apa benar kau sedang kuliah perhotelan?”
Aku mengangguk
“Baik, kita buktikan” ujarnya yang membuatku bingung

~Siwon POV~
Aku menanyakannya banyak pertanyaan dalam bahasa asing dan dia dapat menjawab dengan lancar
“You’re so talented” ujarku
“Thank you” ujarnya
“So what do you think if I pay for all of your school fee?”
“Pardon?”
Aku tersenyum
“Kau terlalu berpotensi jika hanya dijadikan pelayan. Aku ingin kau melanjutkan kuliah perhotelanmu.” ujarku
Kulihat dia terdiam
“Selama kau kuliah aku akan tetap menggajimu”
“Ne?”
“Setelah pulang kuliah, kau harus magang di sini. Dan terikat kontrak, setelah lulus kau harus bekerja di sini. Bagaimana?” tanyaku
Kulihat dia masih diam
“Ayolah, ini kesempatan emas.” ujarku
“Sebenarnya..aku juga ingin kuliah” ujarnya
“Lalu apa yang kau ragukan?” tanyaku
“A..aku..takut kelelahan” ujarnya
Aku tersenyum sekilas
“Kau tenang saja. Aku akan memberimu jam istimewa. Kau boleh pulang jam 8” ujarku
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk. Kulihat dia berdiri dan membungkuk
“Jeongmal gomawoyo sajangnim!!” ujarnya
“Ne. Oh ya ireumi mwoyeyo?” tanyaku
“Joneun Choi Sooyoung imnida” ujarnya
“Marga kita sama haha. Joneun Choi Siwon imnida” ujarku
“Mannaseo panggapseumnida” ujarnya
“Ne”

—————————Hatred—————————

~Sooyoung POV~
Aku benar-benar bersyukur. Sekarang aku bisa kembali kuliah, bahkan di universitas yang lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih Tuhan. Setelah selesai kuliah, aku melangkahkan kakiku keluar universitas. Seketika sebuah makanan terlintas di kepalaku
“Kau mau makan itu?” tanyaku sambil mengelusnya yang masih datar.
“Baiklah! Kaja!”
Aku melangkahkan kakiku ke luar gerbang, kulihat sesosok namja yang kukenal ada di tempat parkir
“Annyeonghaseyo sajangnim” ujarku
“Akhirnya kau pulang juga.” ujarnya
Aku menatapnya bingung
“Ne?”
“Aku ke sini menjemputmu”
Aku terdiam mendengarnya. Dia..menjemputku?
“Apa..kau sudah makan?”
Aku menggeleng
“Kaja kita makan jjangmyeon” ujarnya
“Ne?”
“Kau tidak suka jjangmyeon?”
“Ani! Aku baru ingin memakannya haha” ujarku
“Aku tahu restoran jjangmyeon yang enak di dekat sini”
“Gomawoyo sajang..”
“Kau boleh memanggilku siwonssi. Aku tidak suka panggilan sajangnim dari orang seusiaku, terkesan aku sangat tua” ujarnya yang membuatku tertawa kecil
“Gomawo siwonssi”

~Siwon POV~
Aku memperhatikan sosok yeoja itu yang mengatur sebuah pernikahan di hotel dengan piawainya.
“Dia benar-benar berbakat” ujar appa
Aku tersenyum
“Entah kenapa aku seperti melihat eomma di sosoknya. Dan itulah yang membuatku penasaran” ujarku
Kulihat appa tersenyum
“Ne, dia seperti eommamu, pekerja keras yang pintar” ujar appa
Aku kembali menatapnya. Kalau diperhatikan. Yeoja itu sangat menawan. Dia pintar, baik, berbakat, tinggi, membawa suasana cerah di hotel ini, dan cantik..

~Sooyoung POV~
“HATCHI!!”
Aigo..bagaimana bisa aku flu di saat seperti ini. Aku merasa tersiksa. Meski kandunganku baru berusia 4 minggu, aku tetap saja tidak boleh minum obat sembarangan. Kulihat namja itu menepuk pundakku
“Gwaenchanhayo?” tanyanya
“Nae gwaenchanhayo” ujarku
“Kau sakit?”
“Ah..ani!” ujarku
Kulihat dia memegang dahiku
“Kau agak demam” ujarnya
“Jinjjayo?”
Aku memegang dahiku. Memang terasa panas
“Kau sudah minum obat?”
“Be..Sudah!” ujarku bohong
“Kalau begitu kurasa sebaiknya kau ke dokter” ujarnya
“ah ani! Tidak u..”
Seketika aku merasa perutku mual. Aigo… bagaimana ini

~Siwon POV~
Kulihat dia diam
“Sooyoungssi gwaenchanha?”
Kulihat dia diam dan menutup mulutnya
“Gwaenchanha?”
Kulihat dia berlari ke arah toilet.Aku mengikutinya dan dari luar aku mendengar suaranya, dan tahu apa yang dilakukannya

~Sooyoung POV~
Setelah keluar dari toilet, kulihat namja itu sudah berdiri di depanku dan menggandeng tanganku
“Kau harus ke dokter sekarang” ujarnya
“Gwaenchanhayo siwonssi” ujarku
“Kau demam, flu, dan bahkan mual. Itu berarti kau masuk angin” ujarnya
“Gwaenchanhayo..”
“Aku tidak akan membiarkanmu sakit. Kau sangat diperlukan di sini. Dan..aku..mengkhawatirkanmu” ujarnya
Seketika perkataannya membuatku kaget. Sekarang aku terjebak di mobilnya, ke rumah sakit. Aigo..eottokhe..

—————————Hatred—————————

~Siwon POV~
Setelah selesai diperiksa euisa, kulihat dia hanya menunduk. Aku menatapnya bingung
“Bagaimana keadaannya euisa?” tanyaku
“Anda harus memastikan istri beristirahat cukup, makan teratur, dan memakai pakaian hangat apalagi ini musim gugur. Anda harus memastikannya minum air, vitamin yang saya berikan, dan tidak banyak pikiran. Saya tidak berani memberinya obat mengingat dia sedang hamil jadi..”
Aku tersentak mendengarnya
“Ha..hamil?”
“Ne, memangnya anda tidak tahu istri anda hamil?”
Aku menatapnya bingung. Kulihat dia hanya menunduk

~Sooyoung POV~
Diam. Itulah yang terjadi sekarang. Setelah pemeriksaan itu kulihat dia hanya diam dan akupun tidak berani berkata apa-apa
“Kau membohongi statusmu?”
Aku menatapnya
“Kau sudah menikah?”
Aku hanya menunduk. Menitikkan air mata, hanya itu yang bisa kulakukan

~Siwon POV~
Kulihat dia menangis. Aku cepat-cepat menghentikan mobilku
“Sooyoungssi, mianhaeyo aku..”
“Huwee….”
Aku bingung sekarang apa yang harus kulakukan. Aku sangat tidak pandai menenangkan yeoja, apalagi yang menangis begini
“Sooyoungssi, kau tenang saja aku tidak akan memberi tahu appa dan..”
“Huwee…” tangisnya makin keras
“Mianhaeyo..jebal..berhentilah menangis…” ujarku sambil memohon padanya
“Huweeee….”
Aku memeluknya dan menenangkannya
“Jebal..jangan menangis..”
“Eottokhe..” gumamnya pelan yang kudengar

—————————Hatred—————————

~Sooyoung POV~
Mataku bengkak. Aku memakai concealer untuk menutupinya. Sekarang aku pasrah. Siwon sudah tahu kenyataannya dan sebagai atasan, mungkin saja dia memecatku segera. Aku pergi ke luar rumah dan kulihat namja itu berdiri di depan pintu
“Annyeong~” ujarnya

~Siwon POV~
Kami sedang makan di restoran bulgogi. Kulihat dia hanya diam memandang makanannya. Aku menyuapinya
“Buka mulutmu.. a…”
“Siwonssi..”
“Kau harus makan, kasihan dia pasti lapar” ujarku
Kulihat dia tersenyum sekilas dan membuka mulutnya. Kami makan bersama dan kudengar dia mulai bicara
“Jadi..setelah ini..apa yang akan kau lakukan?”
Aku menatapnya bingung
“Apa yang akan..kulakukan?”
Dia mengangguk
“Kau akan memecatku?” tanyanya
Aku tersenyum
“Aku bukan tipe orang seperti itu. Bagaimana pun juga, aku sahabatmu” ujarku
“Sahabat?”
Aku mengangguk
“Kecuali kalau aku bertepuk sebelah tangan” ujarku
Kulihat dia tertawa kecil
“Kenapa kau begitu baik padaku siwonssi?” tanyanya
Aku tersenyum sekilas
“Karena kau sangat mirip eommaku” ujarku

~Sooyoung POV~
“Ne?”
“Eommaku sepertimu. Wajahnya, sifatnya, semangatnya, senyumnya, bahkan tangisannya sama sepertimu. Dan kau mengingatkanku padanya” ujarnya
“Dia..”
“Dia sudah meninggal.” ujarnya
“Mianhaeyo..”
“Gwaenchanha.” ujarnya
“Oh ya, nanti kau pulang jam berapa?” tanyanya
“Jam 1. Waeyo?”
“Aku akan menjemputmu”
“NE?”
“Waeyo? Kau tidak senang?” tanyanya sambil menunjukkan aegyeo yang membuatku ingin tertawa
“Ani..tapi bagaimana dengan..”
“Itu kan jam makan siang, jadi kita makan siang bersama. Bagaimana?”
Seketika aku merasa hangat. Bagaimana bisa ada orang sebaiknya. Apa dia..malaikat?

—————————Hatred—————————

~Kyuhyun POV~
Aku menatap cincin di jari manisku. Ingin rasanya cincin ini kubuang jauh-jauh. Cincin tunangan ini. Dengan orang yang tidak kucintai. Aku menatap fotonya
“Kau dimana chagi..”

~Siwon POV~
Kulihat dia memakan Seolleongtang dengan lahapnya. Aku tersenyum menatapnya
“Kenapa melihatmu memakannya sepertinya enak sekali? Padahal saat kumakan biasa saja”
Kulihat dia tersenyum
“Aku berbakat menjadi bintang CF makanan” ujarnya
Kami tertawa kecil dan mulai bercerita tentang banyak hal..kecuali masalah relationship

~Sooyoung POV~
Aku membuang foto itu beserta framenya. Aku tidak mau lagi mengingat kenangan tentang namja itu.
“Selamat tinggal oppa”
Aku merebahkan diriku di sofa. Mengingat kenangan yang kualami sebulan ini
“Apa aku menjadi bodoh lagi?”

—————————Hatred—————————

~Siwon POV~
Hari demi hari berlalu. Sekarang kandungannya 6 minggu dan perutnya masih datar. Hari ini aku menemaninya mengecek kandungannya. Kudengar beberapa yeoja di belakangku berbisik
“Aigo..serasi sekali pasangan itu. Pasti anak mereka tampan dan cantik”
“Ne, lihat saja eommanya cantik dan appanya tampan. pasti anaknya menurun” ujarnya
Seketika aku tersenyum mendengarnya. Ada apa denganku..kenapa aku berharap dia adalah istriku dan anak itu adalah anakku. Aneh..

~Sooyoung POV~
“Mianhaeyo oppa..kau disangka..”
Kurasakan dia merangkulku
“Gwaenchanha” ujarnya sambil tersenyum
Aigo..kenapa jantungku berdetak kencang begini. Eottokhe..

~Siwon POV~
Aku mendiskusikan hal ini dengan appa. Kulihat appa tersenyum
“Aku akan membiarkanmu memilih kebahagiaanmu siwonie” ujarnya
“Appa..”
“Justru appa sangat bangga padamu” ujarnya
Aku tersenyum
“Gomawo appa terbaikku”
“Ne, anak terbaikku”

—————————Hatred—————————

~Sooyoung POV~
Setelah selesai jam kuliah, kulihat namja itu sudah menunggu di parkiran dan berjalan ke arahku. Kurasakan dia merangkulku
“Jadi, kita wisata kuliner apa hari ini?” tanyanya
“Hm..aku sedang tidak ingin makan apapun”
“Aigo..jangan begitu” ujarnya
Kulihat beberapa teman sekelasku lewat
“annyeong” sapa mereka
“Annyeong” ujarku
“Sooyoungssi, itu namjachingumu?” tanya salah seorang dari mereka
“Ah, dia..”
“Aku tunangannya” ujarnya
“MWO?” ujar temanku dan aku juga kaget sebenarnya. Bagaimana bisa dia..mengatakan aku tunangannya

~Siwon POV~
“Kita mau kemana?” tanyanya yang duduk di sampingku
“Ke suatu tempat” ujarku
Aku membawanya ke sebuah gereja. Dimana appa melamar eomma. Dimana aku bermimpi sejak kecil. Menikah di sini… Kami sampai dan kulihat dia memandang takjub
“Aku baru pertama kali ke sini” ujarnya
“Indah bukan?”
“Ne” dia mengangguk
Aku menggandeng tangannya
“Kita mau ke mana?”
“Ke yang lebih indah dari pemandangannya”
“Ne?”
Aku membawanya ke depan altar. Kulihat dia menatapku bingung. Aku memegang tangannya
“Choi Sooyoung, narang kyeorhonhae jullae?”

~Sooyoung POV~
Aku membelalakkan mata mendengarnya. Mustahil.. Dia..
Dia, seorang Choi Siwon. Namja yang sempurna, tanpa cela, digilai banyak yeoja, pintar, tampan, baik, dan …hampir tidak punya kekurangan. Menyatakan…cinta padaku..yang bahkan jauh dari kata sempurna
“Haruskah aku mengulangnya?” tanyanya
Aku hanya terdiam
“Tapi…aku..”
“I love you, just the way you are.” ujarnya yang membuatku menitikkan air mata
“kau terlalu baik untukku oppa” ujarku
“Sst..” ujarnya sambil menghapus air mataku
“You’re perfect in my eyes” ujarnya
Aku menitikkan air mata. Apa aku akan melakukan kebodohan yang sama..
“Aku berjanji di sini, aku tidak akan menyakitimu” ujarnya yang membuatku hanya bisa diam
“Dan aku berjanji di sini, akan menjagamu, termasuk perasaanmu” ujarnya
“Tapi..”
“Dan aku berjanji akan mencintainya, dan dia anak kita” ujarnya
Aku menitikkan air mata dan memeluknya.
“Saranghae?” tanyanya
Aku mengangguk
“Bagaimana dengan a..”
“Appaku mendukung kita” ujarnya yang membuatku menghembuskan nafas lega
“And I’ve told him I’ll marry you 2 weeks later” ujarnya
“That fast?”
Dia mengangguk
“Before our baby grown bigger” ujarnya sambil memegang perutku, membuatku tersenyum kecil
“I’ll protect you and our family, i promise” ujarnya sambil memberi kelingking
Aku melingkarkan kelingkingku

—————————Hatred—————————

~Kyuhyun POV~
Aku memandang diriku di cermin. Aku mengenakan tuxedo hitam. Dan hari ini aku menikah dengan yeoja yang tidak kucintai. Yeoja pilihan appa dan eomma. Tapi bukan pilihanku
“Kyuhyun ah! Ppaliwa!”
Aku menghela nafas panjang. Kalau bisa aku tidak ingin menikah dengan yeoja seperti itu. Aku memandang foto yeoja yang kucintai
“Apa posisiku sudah terganti..chagi?”

~Siwon POV~
“Yeobo!!” ujarnya sambil memelukku
“Annyeong” ujarku sambil mencium keningnya
“Bagaimana sidangmu?”
Kulihat dia menunjukkan tulisan A+ di sana. Aku mengelus perutnya yang membesar sekarang. Kandungannya sudah berusia 7 bulan. Aku tidak sabar dia segera hadir di tengah kami
“Eomma hebat ya!” ujarku
Kulihat dia tersenyum. Kurasakan dia menendang dari sana
“Yeobo! Dia menendangku” ujarnya
“Ne, aku merasakannya” ujarku
Kurasakan dia menendang lagi
“Aigo..kau tidak boleh menendang eomma begini. Kasihan dia” ujarku
“Gwaenchanha. Itu artinya dia minta makan! Kaja!” ujarnya menarik tanganku
“Dia atau kau yang minta makan?” tanyaku
“Hm..dua-duanya” ujarnya

—————————Hatred—————————

~Victoria POV~
“Yeobo makanlah aku sudah memasakkan..”
“Mianhae vict, aku harus berangkat ke kantor. Annyeong” ujarnya lalu menutup pintu
Aku menghela nafas panjang. Kyuhyunie..sampai kapan kau bersikap begitu padaku?

~Siwon POV~
Kami sedang menonton film. Kurasakan dia tertidur di rangkulanku. Aku tersenyum menatapnya. Aku mematikan televisi dan menggendongnya lalu menyelimutinya. Aku mencium keningnya dan mengelus perutnya pelan
“Kapan kau lahir? Appa sudah tidak sabar melihatmu”

—————————Hatred—————————

~Kyuhyun POV~
“Yeobo..apa kau ingat ini hari apa?” tanyanya yang membuatku berpikir
Aku melihat kalender. Kulihat tanggal 11 Juni. Seketika aku berpikir.. Sekarang sudah bulan Juni… Aku mengingat sesuatu. Chagi..jika anak kita bertahan..mungkin sebentar lagi dia lahir
“Hari ini peringatan pernikahan kita ke 2 bulan” ujarnya

~Victoria POV~
Kulihat dia hanya diam. Tidak bereaksi. Apa dia tidak tahu.. aku berusaha keras membuatnya mencintaiku. Selama 8 bulan lebih..

~Siwon POV~
“SIWONIE..APPO..”
“Kau pasti bisa yeobo!” ujarku
“Siwonie..”
Aku memegang tangannya kuat. Sekarang aku berada di ruang bersalin. Kulihat keringat mengucur deras dari kepalanya. Membuatku khawatir
“Ayo youngie!! Kau pasti bisa!”

~Sooyoung POV~
Seketika kudengar suara tangisan bayi yang membuatku menitikkan air mata bahagia
“Chukkhae, bayi pertama kalian namja yang sehat”
Aku tersenyum dan menggendongnya
“Gomawo yeobo” ujarnya sambil mencium keningku
Aku menatapnya.. Wajahnya..benar-benar mirip Kyuhyun Oppa..
“Jadi..kita namai dia siapa?” tanyaku
“Choi Kyungsan” ujarnya
“Selamat datang Choi Kyungsan” ujarku sambil mencium keningnya

TBC

35 thoughts on “Hatred [Soowon FF-Part 1]

  1. Aigooo kyu oppa apa yg kau lakukan ke soo unnie.. Kan kasian soo unnienya tau untung udah ada siwon oppa yg nerima soo unnie apa adanya..
    Author bikin ff ini endingnya soowon yah.. jebalyo

  2. DAEBAKK! Siwon oppa, truly angel! Syoung unnie, daebak yeoja! Hehe. Kyuhyun oppa, so mean ):. Dtunggu chap 3 ny thor. Happy ending u/ SooWon dan Kyung-Eun Choi. SooWon is real! Guardians jjang! Author hwaiting!

  3. wuahh ada ff soowon lagi :)
    aiss kyuppa kok gitu sih ama soo eonnie, lebih milih soo eonnie sama wonppa aja d sini, hehehe
    Lanjut k part 2 :)

  4. appa sama eomma Kyu jahat bnget ya……..
    Kyu oppa juga, langsung ninggalin Soo…kasihan bnget……T_T
    Untung Soo ketemu orang sebaik Siwon oppa….
    mereka memang jodoh….

  5. ish hdup soo sdih bgt. kyu cemen bgt pdhl klw laki2 nekad jg bs tnp restu ortu krn smua kputusam ada ditngan dy bkn ky cew yg sgala hal akhrny ada ditangan wali nya. sedih ih ≧﹏≦
    siwon bnr2 hero bg soo dan anaknya!
    sumpah kyu bkal nyesel bgt tuh…next izin bc y…gomawo (*^﹏^*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s