Autumn Tale {Part 3}

Title :Autumn Tale

Main Cast :
* Choi Sooyoung
* Cho Kyuhyun
* Choi Siwon

Other Cast :
*Seo Joo Hyun
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Choi Minho
*Lee Donghae

Cameo Part 3:
*Yonghwa
*Taeyeon
*Hyoyeon

Type : Series

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : PG-15

~Sooyoung POV~
Omona..bagaimana bisa aku mengatakannya. Babo sooyoungie.. Aku merutuki diriku sendiri. Sekesal apapun aku pada yeoja ini aku tidak boleh mengatakan hal ini. Kenapa otakku jadi eror begini saat sakit. Boboya!
“Mianhae..” lirihku pelan

~Siwon POV~
Aku terdiam mendengarnya. Memang cepat atau lambat.. Akhirnya..joohyun tahu semuanya..
“Jangan bicara aneh-aneh! Cepat pulang sana!” ujar joohyun
Kulihat dia berdiri
“A..arraseo. Mianhae kalau aku merepotkanmu” ujarnya
Aku menatapnya lirih sekarang.
“Youngie..”
“Aku..akan pulang se..”
“HENTIKAN SEMUA INI!” ujar eomma yang membuatku kaget

—————————————————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
“YA! JOOHYUN AH! KAU KENAPA?!” ujar taeyeon
Aku menatapnya. Seketika aku terdiam. Kulihat ke sekeliling kelas ini. Barulah sekarang aku memahami perasaannya. Perasaan, kau berada di antara semua orang yang berbeda status denganmu. Dimana mereka jauh di atasmu. Perasaan kau tidak memiliki yang mereka punya. Perasaan tiada kedudukan. Tiada kebanggaan, Tiada prestise.
“Taeyeon ah, Hyoyeonie, jika aku bukanlah aku yang sekarang apa kalian akan tetap berteman denganku?” tanyaku
“Ne?”
“Jika aku bukan Choi Joohyun. Apa kalian akan tetap berteman denganku?”
Kulihat mereka menepuk pundakku
“Tentu! Kita kan chinguya!” ujar mereka
Seketika aku meneteskan air mata
“Joohyun ah! Gwaenchanhayo?”
“Ne aku..”
Akhirnya aku menangis dan mereka bingung menenangkanku. Sekarang aku tahu sedikit..menjadi Seo Joohyun

~Sooyoung POV~
Aku terdiam sekarang. Masih merurutki diriku sendiri. Babo Sooyoung. Bagaimana bisa kau mengatakan hal seperti tadi pada Joohyun.
“Eomma..mianhaeyo” ujarku
“Waeyo?”
“Karena aku…joo…”
“Sudahlah youngie” ujar eomma
Kurasakan dia memegang wajahku
“Kau anak eomma, dan ini memang rumahmu. Dan tidak seorang pun berhak mengusirmu dari sini” ujar eomma
Aku tersenyum mendengarnya. Sekarang aku mengerti perasaanku. Kenapa aku merasa kesal pada Joohyun selama ini.. Apa mungkin karena firasatku..kalau dia telah mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku..selama 16 tahun

~Yoona POV~
Aku terus menatap bangkunya yang kosong
“Apa dia sakit?” tanyaku pada yul
“Molla, kita datangi saja rumahnya nanti” ujarku
Bel pulang sekolah berbunyi. Akhirnya kami memutuskan pergi ke rumahnya.
“Annyeonghaseyo ahjumma..kami..”
“Kalian mencari Seo Sooyoung? Dia sudah tidak ada di sini” ujarnya
“MWO?”
“Dia sudah kembali ke orang tua kandungnya! Jangan cari dia lagi di sini!” ujar seo ahjumma
“MWO?!”
Kami semakin bingung. Apa maksud semua ini
“Carilah dia di rumah keluarga Choi di English Village! Aku sibuk sana kalain pergi!”
Aku menatap Yul. Bermain dengan pikiran kami. Keluarga choi….English Village..itu…
“MWOYA?!”

~Sooyoung POV~
“Kau sudah boleh sekolah besok, panasmu sudah turun” ujar eomma
“Gomawo eomma!!” ujarku
Tiba-tiba aku terdiam menyadari satu hal
“Eomma..”
“Ne?”
“Semua bukuku…ada di rumah yang lama” ujarku
“Kau tenang saja, semuanya sudah ada di sini”
“Mwo? Kapan..”
“Kemarin appamu ke sana” ujar eomma
“Appa..”
“Dan dia sudah mengambil semua barang di kamarmu” ujar eomma
Seketika aku mengingat sebuah benda itu
“Pajangan.. Eomma, barang-barang itu dimana?”
“Di..ruang tamu. Waeyo?”
Aku keluar kamar dan mencari benda itu di kardus itu
“Youngie..”
“Sebentar eomma.. Aku harus memastikan benda itu ada”
Aku mencarinya di antara buku dan kulihat benda itu ada di sana, dengan keadaan utuh. Aku menghembuskan nafas lega. Kulihat sosok seorang namja berdiri di depanku. Dia adalah oppaku, siwon oppa
“Annyeong oppa” ujarku

~Siwon POV~
Aku sudah tidak bisa menahannya lagi untuk membenci yeoja ini. Semakin aku berusaha membencinya semakin aku membenci diriku sendiri. Apalagi melihatnya mencari benda dariku sampai sebegitu seriusnya. Youngie…
“Annyeong” ujarku sambil tersenyum
“Aigo..bagaimana bisa orang yang baru sembuh dari sakit berkeliaran di sini. Kau seharusnya istirahat” ujarku
“Hehehe, aku hanya ingin memastikan ini dibawa” ujarnya
Aku tersenyum padanya
“Soal kemarin..aku..”
“You’re forgiven” ujarnya sambil menaruh tangannya di atas kepalaku dan membuatku tersenyum

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Keesokkan harinya aku bersiap ke sekolah. Kami sarapan dan kulihat Joohyun turun dari tangga dan dia menatapku sangat sinis.
“Itu kursiku” ujarnya
Aku menatapnya
“Joohyun ah, masih banyak kursi lain” ujar appa
“AKU HARUS DUDUK DI SITU” ujarnya
Aku menatapnya bingung
“Joohyun ah..”
“Arraseo aku tidak sara..”
Aku berdiri dan memindahkan piringku di sebelah siwon oppa. Kulihat dia menatapku
“Aku sudah pindah, ppaliwa habiskan sarapanmu” ujarku

~Yoona POV~
Kulihat sosok yeoja yang aku dan yuri tunggu keluar dari sebuah mobil. Mobil itu.. mengangkutnya, siwon sunbae, dan joohyun
“YOUNGIE!!!!!!!!” ujarku
Kulihat dia menatapku kaget dan kami berdua menariknya

~Yuri POV~
“MWOYA?! CHOI..”
“Sst!!!” ujarnya
Aku menutup mulutku
“Pantas kemarin tuan puteri itu lesu” ujar yoona
“Sebenarnya aku kasihan juga padanya” ujar soo
“YA! ITU MEMANG MILIKMU!” ujarku
“Lalu setelah ini kau akan tinggal serumah dengan manusia itu?” tanya yoona
“Mollayo” ujarnya

~Kyuhyun POV~
Aku melihat sosok yeoja itu masuk ke ruang kesenian
“Annyeong~” ujarnya
“Annyeong” ujarku
Dia duduk di sampingku
“Jadi kemarin kemana hilangnya anak ini?” tanyaku
“Dia hujan-hujanan sampai sakit” ujarnya
“Mwo?”
“Tapi dia sudah sehat sekarang!” ujarnya sambil memegang lengannya
“Tidak ada ototnya” ujarku
“Jelas! Aku kan yeoja” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya. Kulihat sosok seorang namja masuk
“Youngie, ppali kita pulang. Eomma menunggu kita di rumah” ujar siwon sunbae
“Ne oppa!”
Aku bingung mendengarnya
“A..”
“Chankanam” ujarku
“Kenapa?”
“Kau dan siwon sunbae..”
“Ceritanya panjang..” ujarnya
“Besok aku akan menceritakannya padamu” ujarnya
“Arraseo. Annyeong!” ujarku
“Annyeong!!”

~Seohyun POV~
“Apa..youngie boleh tidur bersamamu, joohyun ah?” tanya eomma
“MALDO ANDWAE!” ujarku
“Tapi joohyun ah, kasihan dia. Kamar tamu kan..”
“EOMMA MAU MENCOBA MENGGANTIKAN POSISIKU SEKARANG!” ujarku
“JOOHYUN..”
“Eomma sudahlah” ujar sooyoung
“Youngie..”
“Joohyun ah, mianhaeyo.” ujarnya
“Syukurlah kalau kau sadar kau bersalah!” ujarku lalu membanting pintu

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
“GOMAWO EOMMA!!”
“Ne youngie”
Aku melihat ponsel itu gembira. Sekarang aku tidak lagi menjadi manusia purba di era globalisasi. Eomma memberiku sebuah ponsel. Kulihat siwon oppa menggeleng melihatku
“Lihat eomma! Betapa noraknya anak ini” ujarnya
“Oppa~”

~Seohyun POV~
Aku masuk ke kamarku dan bimbang. Galau. Berada di sekitar orang yang sekarang asing bagimu. Menjadi sendiri di antara mereka. Menjadi tiada arti di sini, seakan begitu. Aku mengamati kamar di sekelilingku, yang seharusnya tidak pernah menjadi milikku dan akhirnya aku ingin mencari tahu satu hal. Bagaimanapun juga, aku ingin melihat. Siapa orang tua kandungku

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Aku mendengarkannya dengan tenang dan aku merasa itu tidak mengagetkan. Karena sudah kukatakan. Muka mereka berdua mirip.
“Aku sudah curiga dari awal” ujarku
“Ne, kau memang jenius” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya. Dan sekarang yang kupertanyakan hanya satu. Firasatku takkan salah. Kalau siwon, menyukainya. Dia menyukai, adik kandungnya

~Sooyoung POV~
Kulihat namja itu melanjutkan melukis. Wajahnya pucat
“Kau sakit?” tanyaku
“ah..ani” ujarnya
“Mukamu pucat” ujarku
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk. Aku menempelkan tanganku di dahinya
“Agak demam. Sepertinya kau kelelahan” ujarku
“Ah..mungkin” ujarnya
“Jangan memaksakan diri kalau sudah lelah. Kau harus beristirahat” ujarku
“Gomawo” ujarnya
“Untuk?”
“Memperhatikanku” ujarnya sambil tersenyum
Seketika aku merasa jantungku berdetak keras. Ada apa denganku…

~Kyuhyun POV~
Aku merebahkan diriku di springbed ku. Menatap ke atas langit-langit
“Eomma..aku tidak ingin menyakitinya, seperti eomma menyakiti appa”
Aku kembali bermain dengan pikiranku, melihat barang-barang menyebalkan itu di samping tempat tidurku
“Apa yang harus kulakukan..eomma..”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
Aku berjalan melewati pasar. Daerah ini berantakan. Aku membayangkannya tinggal di daerah seperti ini, membandingkan dengan apa yang seharusnya dia miliki di English Village membuatku merasa bersalah. Aku melihat sosok seorang yeosong duduk sendiri di sebuah kedai. Menghela nafas. Dan aku tahu akan satu hal. Dia eommaku. Aku masuk ke kedai itu
“Selamat da…”
“Eomma..”

~Sooyoung POV~
Aku melihatnya penuh rasa bersalah sekarang. Dia sedang membereskan barang-barangnya. Dia akan tinggal dengan orang tua kandungnya. Di rumah itu. Yang kutempati 16 tahun
“Mianhae aku banyak merepotkan kalian” ujar joohyun
“Joohyun ah..”
“Mianhae sooyoungssi, aku telah merampas kamarmu 16 tahun” ujarnya
Aku hanya tersenyum sekilas
“Mianhae aku juga merampasnya darimu” ujarku
Dia memberi kelingking
“Kita baikan?” tanyanya
Aku tersenyum
“Baikan”
“Besok, aku akan pindah ke Busan” ujarnya
“Mwo?! Secepat ini?”
Dia mengangguk
“Kami akan memperbaiki semua dari awal, di kampung halaman eomma” ujarnya
Aku mengangguk mengerti, Busan memang kampung halaman eomma.. kampung yang indah
“Kuharap kau bahagia” ujarku
“Ne. Itu pasti.”

~Kyuhyun appa POV~
Aku masuk ke kamarnya. Kulihat dia tertidur. Aku mengelus kepalanya pelan dan menyelimutinya. Kulihat dia tidur memeluk sebuah bingkai foto. Aku menatapnya. Itu berisi foto eommanya. Aku mengambil foto itu dan menaruhnya di nakas. Aku melihatnya
“Appa akan mempertahankanmu kyuhyun ah.. Appa janji”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
Aku mulai terbiasa dengan kenyataan ini. Aku pulang ke rumah, membantu eomma di Busan. Dan hidup bahagia berdua bersama eomma. Hidup kami lebih baik sekarang. Kulihat seorang namja masuk ke kedai. Namja itu selalu datang setiap hari, membawa gitar dan selalu memesan menu berbeda setiap harinya

~Kyuhyun POV~
Aku bosan di rumah seharian. Kulihat jam sudah menunjukkan jam 2 siang, seharusnya dia sudah pulang sekolah. Kulihat ponselku bergetar. Aku mengambilnya dan membaca pesan
“Annyeong ^^. Kenapa kau tidak masuk?”
Aku tersenyum membacanya

~Sooyoung POV~
“Aku demam ^^. Gomawo sudah menanyakan kabarku. Oh ya, aku pinjam catatanmu ya hehe”
Seketika aku tersentak membacanya. Dia sakit?

~Kyuhyun POV~
“Cepat sembuh T_T “
Aku tersenyum membacanya

~Kyuhyun appa POV~
Aku masuk ke kamarnya. Kulihat dia tersenyum ceria melihat ponselnya
“Annyeong” ujarku
“Appa..”
Aku duduk di sampingnya
“Sudah baikan?”
Dia mengangguk
“Appa..”
“Ne?”
“Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan..” ujarnya
Aku menatapnya bingung
“Ada apa?” tanyaku
“Aku melakukan sebuah hal yang salah” ujarnya
Aku menatapnya
“Aku..jatuh cinta”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kulihat sosok namja itu datang bersama seorang namsong
“KYUHYUNIE!!!” ujarku
“YOUNGIE!!” ujarnya
“Bogoshipo! Kemana saja kau menghilang seminggu!” protesku
“Hehehe”
Kulihat namsong itu turun dari mobil
“Annyeonghaseyo ahjeossi” ujarku
“Ne annyeonghaseyo. Pasti kau yang bernama Choi Sooyoung”
Aku tersentak mendengarnya
“Ne, bagaimana..”
“Kyuhyun banyak bercerita tentangmu”
Aku tersenyum mendengarnya. Aigo..kenapa jantungku berdetak keras sekarang..
“Appa pergi dulu annyeong. Annyeong sooyoungssi” ujarnya
“Ne annyeonghaseyo ahjeossi” ujarku
“Annyeong appa”

~Kyuhyun POV~
Setelah mobil appa pergi yeoja itu menatapku
“Kau cerita apa pada appamu tentangku?” tanyanya
“Aku cerita ada yeoja bawel, menyebalkan, tidak bisa diam lalu..”
Kulihat dia menatapku kesal
“Hahaha aku bercanda” ujarku
“YA! Tadinya kukira serius!” ujarnya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Aku masuk ke kamarnya. Kulihat dia sudah tidur. Aku menatapnya. Aku tidak bisa membohongi perasaanku kalau aku mencintainya. Mencintai orang yang salah
“Kyuhyunie..”
Seketika aku merasa sakit mendengarnya memanggil nama namja itu. Meski dia tidak sadar. Youngie.. aku tahu perasaan ini salah. Dan selamanya. Dia salah

~Kyuhyun POV~
Aku melihatnya melukis dengan ceria. Aku mengamatinya. Mengingatnya. Aku ingin terus melihat wajahnya yang tersenyum. Dan itulah yang kutakutkan. Kalau senyuman itu..hilang
“Youngie..”
“Ne?”
“Aku ingin bertanya”
“Apa?”
“Jika ada seseorang yang sudah tahu jelas-jelas dia akan segera pergi dan menyatakan cinta pada seseorang yang dicintainya, apa dia egois?”
“Kenapa kau menanyakan hal seperti itu?” tanyanya
“Aku..hanya ingin tahu penilaianmu”
Kulihat dia tersenyum
“Mencintai dan menyatakan cinta adalah hak semua orang. Mau yang sehat, yang sakit, yang kaya, yang miskin, yang baik, dan yang jahat. Itu hak setiap orang” ujarnya
Aku menatapnya
“Waeyo?”
“Justru dari situlah, mereka bisa menilai cinta mereka” ujarnya dengan mata berbinar
“Menilai?”
“Ne, menilai seberapa mereka ada di saat dibutuhkan pasangannya. Menilai seberapa dalam cintanya.”
“Bukan egois?” tanyaku
“Setidaknya, di saat terakhirnya itu, dia melukis sebuah kenangan indah bagi pasangannya. Jika dia pergi sebelum menyatakan cinta,pasangannya juga akan menyesal karena tidak memiliki kenangan bersamanya” ujarnya sambil tersenyum
Aku tersenyum sekilas mendengarnya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat dia tersenyum sendiri di kursi mobil sambil memainkan ponselnya. Aku tersenyum lirih melihatnya.
“Kau…mencintainya?” tanyaku
“Ne?”
“Kau..mencintai..Cho Kyuhyun?”
Kulihat dia menatap ke arahku dengan ekspresi yang tidak bisa kutebak
“Kenapa oppa menanyakannya?” tanyanya
“Karena matamu berbinar” ujarku
“Seperti orang yang jatuh cinta” ujarku
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk pelan, tersenyum terpaksa
“Oppa.pernah merasakannya?”
Aku terdiam. Youngie, bahkan orang itu di depan mataku sekarang
“Ne” lirihku
“Wuah! Dia pasti yeoja yang beruntung!” ujarnya
Aku tersenyum sekilas
“Seperti apa dia? Dia pasti cantik” ujarnya
“Waeyo?”
“Karena banyak yeoja mengejarmu, semua kau tolak” ujarnya
“Kau benar-benar mau tahu dia seperti apa?” tanyaku
Dia mengangguk
“Dia jelek, tidak bisa ditebak, ceroboh, shiksin, bodoh, cuek, gaptek, selalu ketinggalan informasi, dan tidak bisa diam” ujarku
Kulihat dia terlihat bingung
“Banyak yeoja yang mengejarmu yang lebih baik, kenapa kau mencintai yeoja seperti itu”
“Ne bahkan dia sangat bodoh”
Kulihat dia berpikir sejenak dan tiba-tiba memukul lenganku
“Wae?!”
“Kau mengata-ngataiku ya!” ujarnya
Aku tertawa melihatnya
“Kau tersindir? Syukurlah” ujarku
“Oppa!!!”
Ne youngie, dan dia sangat bodoh. Karena tidak menyadari perasaanku..
Dan aku lebih bodoh..karena mencintai orang bodoh itu

~Seohyun POV~
Aku melihat namja itu bernyanyi. Namja si pelanggan setia. Suaranya merdu, membuatku begidik mendengarnya. Aku memandangnya dan kulihat dia melihatku lalu tersenyum. Aku mengalihkan pandanganku darinya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku dan kyuhyun sedang melukis di ruang kesenian, tempat favorit kami.
“Kau melukis apa?” tanyaku
“Melukis yeoja yang kucintai”
Aku tersentak mendengarnya
“Ne?”
“Kau mau lihat?” tanyanya
Aku terdiam mendengarnya
“Im my eyes, she’s perfect” ujarnya
Aku tetap diam mendengarnya. Kulihat dia membalikkan lukisannya. Aku pura-pura tidak melihatnya
“YA! Kau harus melihatnya!” ujarnya
“Aku..”
Aku tersentak melihat lukisan itu.. Itu…
“Aku tidak romantis untuk menyatakan cinta dan tidak punya ide melakukannya” ujarnya sambil menggaruk tengkuknya
Aku menahan tangis
“Kyuhyunie..bahkan ini sangat romantis” ujarku
“Tidak akan romantis kalau tidak ada jawabannya” ujarnya
“Saranghae?”
Aku memeluknya
“Nado saranghae”

~Siwon POV~
Aku merasakan perih melihatnya. Yeoja yang kucintai. Resmi. Menjadi milik seseorang. Ternyata bukan hanya cinta ini salah karena tertuju pada adikku sendiri. Tapi cinta ini salah.. karena aku mencintai seseorang yang sudah dimiliki

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Yoona POV~
“KYAAA! CHUKKHAE!!!” ujarku
“Gomawo!!!”
“Berarti kita bisa triple date sekarang!” ujar yuri
Kami tertawa bertiga
“Aku bisa membayangkannya, nanti rumah kita bersebelahan bertiga” ujarku
“Ne, kurasa itu menarik! Hahaha”

~Sooyoung POV~
Kami berdua melukis di atas sebuah kanvas bersamaan. Aku memegang tangannya. Hangat. Tapi lama kelamaan aku merasakan, tangannya agak panas. Aku memegang dahinya
“Kau sakit oppa?” tanyaku
“Ani, aku kelelahan” ujarnya
“Aigo oppa.. sudah mau ujian kau harus..”
Kulihat dia tertidur di pangkuanku
“Biarkan begini sebentar” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya dan mengusap kepalanya

~Minho POV~
Kulihat siwon melempar bola ke ring dengan sangat keras dan membuatku bingung melihatnya
“YA! Ada apa denganmu!”
Kulihat dia terduduk dan pandangannya terlihat serius, sekaligus frustasi
“Min, bagaimana kalau yuri mengatakan padamu kalau dia mencintai namja lain dan sudah jadian dengan namja itu”
“MWOYA!!!! MALDO ANDWAE!” ujarku
Kulihat dia terlihat frustasi
“Aku sangat bodoh” ujarnya
Seketika aku mengerti..dia membicarakan dirinya sendiri

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Siwon oppa sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan ujian kelulusan. Aku dan kyuhyun, sibuk membicarakan kemana kami akan first date
“Kurasa N Tower bagus” ujarnya
“Terlalu umum” ujarku
“Bagaimana Lotte World?” tanyaku
“Itu.. kurang cocok untuk date” ujarnya
Aku mengangguk setuju. Tempat apa yang bagus ya..

~Siwon POV~
Aku melihat mereka, lagi untuk kesekian kalinya. Dan kusadari, memang hanya kyuhyun yang bisa membuatnya tersenyum ceria. Aku harus mengikhlaskannya. Meski itu menyakitkan

~Kyuhyun POV~
Aku merasakan sesuatu yang tidak ingin dilihat olehnya
“Aku.. ke sana sebentar ya”
“Ne oppa”
Aku keluar dari ruangan, menuju satu tempat yang aman. Aku masuk ke pintu toilet dan membersihkan darah yang keluar dari hidungku dengan tissue. Tuhan..kumohon..aku belum siap memberi tahunya

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kulihat dia kembali
“Kau lama seka..”
Kulihat dia mengeluarkan sebuah kotak
“Itu..”
“Ayo kita makan bersama” ujarnya
“Wuaa! Gomawoyo! Ini kejutan?” tanyaku
Dia mengangguk

~Kyuhyun POV~
“a..”
Aku memakannya. Aku tersenyum melihatnya. Untung aku memiliki ide beralasan menutupinya. Setelah selesai makan, kulihat hujan turun lebat, seakan menahan kami di sana
“Kurasa kau tunggu hujannya agak reda, bahaya kalau kau pulang sekarang” ujarku
“Ne aku akan memberi tahun Pak Kim” ujarnya
Aku menahannya
“Waeyo oppa?” tanyanya
“Katakan padanya, aku akan mengantarmu pulang”
Kulihat dia tersenyum
“Yeobseyo. Pak Kim, jeongmal mianhamnida, aku akan pulang dengan..kyuhyun. Jadi bapak boleh pulang” ujarnya
“Ne kamsamida” ujarnya lalu menutup telepon
“Kenapa tidak bilang akan pulang dengan namjachingumu?” tanyaku
Kulihat pipinya memerah, membuatku gemas melihatnya. Kami mulai melukis di atas kanvas itu, hingga aku merasakan tubuhnya bersender ke arahku. Dia tertidur. Aku tersenyum melihatnya, melihat setiap inchi wajahnya. Perlahan, aku mendekatkan wajahku dan menciumnya lembut, di tengah suara rintik hujan di luar jendela
“Saranghae”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Gomawo oppa sudah mengantarku” ujarku
“Ne youngie”
Kulihat eomma keluar dari rumah
“Annyeonghaseyo ahjumma” ujarnya
“Annyeonghaseyo, kyuhyunssi, gomawo sudah mengantarkan youngie pulang” ujar eomma
“Gwaenchanhayo ahjumma” ujarnya
“Kau mau ikut makan?” tanya eomma
“A..mianhaeyo ahjumma, appa menungguku di rumah” ujarnya
“Hmm..baiklah! Lain kali kau harus ikut arraseo?”
“Ne ahjumma, kamsamida. Annyeonghaseyo”
“Ne annyeong” ujar eomma
“Annyeong oppa”
Setelah kyuhyun oppa pergi kulihat eomma menatapku penuh arti
“Kau pintar memilih namja” ujar eomma

~Kyuhyun appa POV~
Aku menatapnya prihatin sekarang. Kulihat wajahnya pucat dan selang oksigen terpasang di wajahnya
“Kyuhyun ah..appa rasa sebaiknya..kau..berhenti se…”
“Appa..jebal..biarkan aku mempertahankan kebahagiaanku” ujarnya
Aku menahan air mataku. Jujur, euisa mengatakan semakin lama kondisinya semakin buruk. Dan aku…takut..sangat takut kehilangannya. Hanya dia satu-satunya yang kupunya
“Kyuhyun ah, appa..”
“Appa..aku sudah berjanji akan berjuang asalkan appa membiarkanku tetap bersekolah di sana, tetap melukis, dan tetap mempertahankan kebahagiaanku. Aku sudah menaati persetujuan kita. Mengikuti terapi yang kubenci. Meminum obat yang tidak kusukai. Dan bahkan mau memakai benda menyebalkan ini. Dan itu semua hanya deminya” ujarnya
“Hanya dia..alasanku bertahan sampai sekarang appa..” lirihnya
Aku ikut lirih menatapnya. Memang benar. Anakku..sudah berubah…dan itu semua..berkat yeojachingunya..

Flashback
Sejak aku tahu tentang penyakitnya, aku memutuskan kembali ke Seoul, dengan harapan setidaknya dia bisa merasa lebih tenang dibanding di Amerika. Ternyata aku salah, dia tetap sama. Kulihat dia hanya diam, tatapannya kosong, dan  tidak punya semangat
“Kyuhyun ah..besok kita pergi ke..”
“AKU TIDAK MAU LAGI MENGIKUTI TERAPI DAN MEMINUM OBAT KONYOL ITU APPA!” ujarnya
Aku tersentak mendengarnya
“Aku lelah appa! Aku lelah menahan rasa sakitku! Aku lelah diperlakukan seperti orang retorded yang harus diawasi setiap menit! Cepat atau lambat aku pasti mati appa!” ujarnya
Aku menahan air mataku
“Kyuhyun ah..appa mengerti..perasaanmu.. Tapi kau harus..”
“Aku harus semangat? Aku harus berjuang?” kulihat dia menitikkan air mata. Sesuatu yang tidak pernah kulihat seumur hidupku..
“Kyuhyun ah..apa kau tidak memikirkan perasaan appa?” tanyaku
Kulihat dia menatapku
“Appa sudah kehilangan eomma, dan hanya kau yang kupunya.. Jebal kyuhyun ah.. appa mohon..” ujarku
“Mianhaeyo..” lirihnya
“Aku tidak siap appa..”ujarnya
Aku memeluknya
“Appa berjanji akan mempertahankanmu kyuhyun ah. Appa janji
Flashback End

Dan sejak mengenal Choi Sooyoung, hidupnya lebih ceria. Dia mulai optimis, semangat, dan mengikuti semuanya..meski aku tahu itu melelahkan.. Tapi dia mau bertahan dan berjuang..untuk mempertahankan kebahagiaannya..satu-satunya alasannya bertahan.. Yeojachingunya
“Kyuhyun ah… tadi dokter mengatakan sesuatu pada appa..”
“Apa appa?”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
Bangkunya kosong. Aku menghela nafas melihatnya. Dia kemana.. Apa dia sakit? Selama jam pelajaran lagi-lagi aku tidak bisa konsentrasi memikirkannya. Aku mengirimnya pesan, tidak dibalas. Bel pulang sekolah berbunyi. Saat akan pulang, kulihat sesosok namsong berdiri di sana. Namsong yang kukenal
“Cho ahjeosssi Annyeonghaseyo” ujarku
“Ah sooyoungssi.. Apa kau sibuk?” tanyanya
“Ani ahjeossi” ujarku
“Bisakah..kita membicarakan sesuatu..”

~Kyuhyun appa POV~
Aku mengajaknya ke sebuah restoran ramen. Kulihat dia terlihat bingung. Aku menarik nafas panjang. Hanya ini cara yang bisa membuat kyuhyun mau melakukannya
“Ada yang ingin..ahjeossi katakan..”
“Ada apa ahjeossi?” tanyanya
“Mengenai.. kyuhyun”
Kulihat wajahnya menjadi serius
“Ada apa..dengan kyuhyun ahjeossi”

~Sooyoung POV~
Entah kenapa jantungku berdetak kencang sekarang. Jujur, aku merasa ini adalah kabar buruk, melihat ekspresi appanya
“Dia..”
“Memiliki penyakit jantung yang serius” ujar appanya
Seketika aku menitikkan air mata. Ini pasti hanya mimpi…
“Dan hidupnya.. tidak akan lama lagi” ujar appanya
Seketika aku tidak bisa lagi menahan air mataku.. Kyuhyunku… selama ini menanggung beban seberat itu..sendirian..
Yeojachingu macam apa aku.. bahkan aku tidak tahu soal ini semua.. Bahkan aku tidak menanggung beban bersamanyanya
“Selama ini, dia tidak memiliki semangat hidup. Sampai dia bertemu denganmu”
Aku menitikkan air mata. Seketika mengingat pertanyaannya waktu itu.. jadi..saat itu..dia..membicarakan..dirinya sendiri?
“Dia akan marah padaku..kalau tahu aku memberi tahumu. Tapi aku tidak punya pilihan lain..sooyoungssi” ujarnya
Aku menatapnya
“Euisa bilang..hanya ada satu solusi..yaitu operasi pencangkokan” ujar appanya
“Tapi kyuhyun tidak mau melakukannya” ujar appanya
“Wae..yo?”
“Karena dia bilang.. operasi itu juga belum tentu berhasil. Dan malah menimbulkan harapan palsu bagiku..dan baginya”
Aku menitikkan air mata. Kulihat appanya memegang tanganku
“Sooyoungssi. Hanya kau..alasannya bertahan sampai sekarang. Dan hanya demimu dia mau berjuang, melakukan apa yang dibencinya, menjalani semuanya meski berat.. Hanya demimu” ujar appanya
“Dan kurasa hanya kau..satu-satunya yang bisa kuharapkan..untuk mempertahankannya..Kumohon..”
“Apa yang bisa kulakukan ahjeossi? Apapun itu, akan kulakukan..untuknya..”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Kudengar pintu kamar diketuk
“Masuklah” ujarku
Aku tersentak melihat siapa yang masuk. Kulihat yeoja itu membawakan senampan makanan untukku
“Annyeong oppa!!”
Aku masih terdiam melihatnya

~Sooyoung POV~
“Ini kejutan?” tanyanya
Aku mengangguk
“Aku datang ke sini untuk menjengukmu.” ujarku
Kulihat dia terdiam
“Sepertinya kau tidak senang aku ke sini. Baiklah aku pulang” candaku
“A! Aniyo! Aku sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata” ujarnya
Aku tersenyum dan duduk di sampingnya
“Aku menerima laporan kau tidak mau makan” ujarku
Kulihat dia terkekeh mendengarnya
“Aku bosan” ujarnya
“Makanya kau harus makan, lihat mukamu pucat” ujarku
“Jinjjayo?”
“A..”
Kulihat dia memakan makanan itu. Aku tersenyum sekilas melihatnya. Oppa…. aku tidak akan pernah siap ditinggal olehmu..apalagi di waktu yang sangat singkat..

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Aku tersenyum pilu memandang kalenderku. Terlingkar tanggal di sana, hari minggu, tanggal 3. Hari ini tepat 1 bulan hari jadi kyuyoung. Aku keluar dari kamarku, aku masuk ke kamarnya, berniat mengucapkan. Kulihat kamarnya kosong.
“Yeodongsaengmu sudah pergi 1 jam yang lalu” ujar eomma
Aku tersenyum sekilas. Aku masuk ke kamarnya. Kamar ini tidak berubah, tapi sekarang diisi barang-barang youngie. Kulihat di sana banyak frame foto. Ada dia dan teman-temannya. Dia dan eomma. Dan yang ada di salah satu bingkai terindah adalah..dia dan kyuhyun. Aku memandangnya pilu. Ya, aku masih belum bisa melupakannya. Ternyata melupakan seseorang yang terlanjur kau cintai sangat sulit. Kulihat buku-buku di atas mejanya berantakan. Aku menggelengkan kepala. Aku membereskannya dan kulihat sebuah buku yang menarik perhatianku. Buku bergambar menara eiffel. Aku membukanya dan membaca halaman demi halaman. Di sana banyak foto dan tulisannya yang indah. Ini buku diary. Aku tersenyum pahit melihat fotonya dan kyuhyun. Kau harus ikhlas siwon. Kebahagiaannya…memang hanya ada di tangan cho kyuhyun.. Aku membuka lembaran terakhir yang ditulisnya. Kulihat ada tulisan memudar sedikit, seperti terkena air mata. Aku membacanya

Aku membacanya..
“Tuhan.. Aku takut kehilangannya. Aku ingin menggantikan semua rasa sakitnya, kalau kubisa, aku akan melakukannya. Selamanya, aku akan mencintaimu, Kyuhyun oppa. Kyuhyun oppa, aku ingin semua rasa sakitmu datang kepadaku. Aku takut kehilangan Cho Kyuhyunku karena hal itu. Aku takut kehilangan kita, oppa”
Apa maksud semua ini..

——————————-———————TBC———————————————————–

34 thoughts on “Autumn Tale {Part 3}

  1. waah smkn daebak thor, smoga ini bkn angst, dan happy ending u/ smua trmasuk siwon oppa dan seororo unnie. Wish kyu oppa get transplantation surgery soon, and live happily w syoung unnie. Siwon oppa can move on & find his true love. Seo unnie with the guitarist namja, yonghwa oppakah? Please author yg baik, happy ending u/ smua. Kamsha~. SooWon is real! Guardians jjang! KyuYoung jjang! Knights jjang! Author hwaiting! Dtunggu next part.ny*

  2. tuu kan bener..
    Kyu emang sakit.
    Mana penyakitnya parah lagi :(
    ga mau Kyu meninggal T.T
    mudah-mudahan sikyu mau dioperasi.
    Amin :)

    next part ama fated part2nya asap ^^

  3. Wuaaah untung deh seohyun engga jahat2 banget ampe mau ngerampas lagi malah dia rela pindah ke busan sampe ketemu namja baru *yonghwa kah?
    Jebal author bikin kyuyoung bahagia kasiaan..
    Siwon oppa juga kasian sih tai kalo kyu meninggal soo unnie sama siapa dong

  4. Wuaaah untung deh seohyun engga jahat2 banget ampe mau ngerampas lagi malah dia rela pindah ke busan sampe ketemu namja baru *yonghwa kah?
    Jebal author bikin kyuyoung bahagia kasiaan..
    Siwon oppa juga kasian sih tapi kalo kyu meninggal soo unnie sama siapa dong

  5. Kyuyoung romantis bnget sii..
    Happy end donk jgn sad end lagi…
    Kn kasian soo eonnie..
    Endingnya haruzz kyuyoung loo thor,..#reader maksa..

  6. Bertahanlah kyu, demi soo, appa, dan dirimu sendiri.. *Eh? Knight jg ding :-P
    wah! Imajinasi yoona sdkit merepotkan. Ketiganya kelak bertetangga?! Bakal gosip mulu ntar ibu2 komplek :-P

  7. author ini sedih bangt ..
    miris di hati
    author mungkin agak sdikit bikin happy biarin gak terlalu miris banget
    author lanjut yaaa jangan lama2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s