Autumn Tale {Part 1}

Title :Autumn Tale

Main Cast :
* Choi Sooyoung
* Cho Kyuhyun
* Choi Siwon

Other Cast :
*Seo Joo Hyun
*Im Yoona
*Kwon Yuri
*Choi Minho
*Lee Donghae

Cameo Part 1:
*Victoria
*Krystal
*Taeyeon
*Hyoyeon

Type : Series

Genre : Romance, Family, Friendship

Rating : PG-15

~Author POV~
“Lihat itu yeodongsaengmu” ujar salah seorang yeosong yang memakai baju perawat sambil menggendong seorang namja berusia sekitar 2 tahun
“Yeodongsaeng” ujar namja itu pelan
“Dia cantik kan? Dia akan bermain denganmu nanti kalau sudah besar”
Namja itu mengangguk.
“Kajja kita ke eomma dan appamu” ujar suster itu padanya
“Tapi aku masih mau melihat yeodongsaegku” ujarnya
“Baiklah.. Kalau begitu kau duduk di sini ya siwonie. Jangan kemana-mana. Suster mau pergi ke toilet di sana sebentar” ujar suster itu sambil menunjuk sebuah toilet dekat ruang bayi itu
“Arraseo” ujar namja itu sambil mengangguk
Setelah susternya tak terlihat, namja itu berdiri di kursinya dan melihat ke arah jendela kamar bayi, tersenyum melihat yeodongsaengnya yang tertidur di sana
“Sa..rang”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Author POV~
Seorang namja tengah melukis di salah satu ruangan di sekolahnya. Ia memandang lukisannya dan sekilas tersenyum melihatnya. Tak lama kemudian ia mendengar seseorang bergumam
“Choi Siwon.. Nappeun namja” ujar salah seorang yeoja
Namja itu menoleh ke arahnya
“Kau bilang apa?” tanyanya dengan suara tenang dan tersenyum
“A..ani..aku..Aku kesal! Kenapa kau membuang benda itu ke tempat sampah!” protes yeoja itu
“Karena aku tidak tahu itu dari siapa. Apa itu darimu?” ujar namja itu
Yeoja itu mengangguk pelan
“Mianhaeyo, aku tidak tahu.” ujar namja itu dengan senyuman
Yeoja itu hanya menggerutu dan meninggalkan ruangan itu
“Yeoja aneh” gumam namja itu pelan lalu melanjutkan melukis
Tiba-tiba seorang yeoja masuk ke ruangan itu
“Oppa”
Namja itu menoleh ke arah pintu
“Joohyunie, masuklah” ujarnya
Yeoja bernama Joohyun itupun masuk ke ruangan itu dan menyerahkan beberapa surat kepada oppanya, yang tak lain adalah Choi Siwon. Namja itu melihat surat itu dan menghela nafas
“Joohyunie, oppa kan sudah bilang ja..”
“Para sunbae memaksaku memberi ini pada oppa! Aku juga malas memberinya padamu! Memangnya aku pengantar surat?” ujar yeoja itu. Namja itu hanya tersenyum dan melihat surat itu
“Tidak ada nama pengirim. Misterius” ujar namja itu
Yeoja itu melihat oppanya penuh harap, berharap ada salah satu dari surat itu yang dibacanya. Tapi ternyata ia salah. Namja itu membuang surat itu ke ember berisi air cucian kuasnya
“Oppa!!”
“Aku ada kegiatan basket sore ini jadi kau boleh pulang duluan kalau mau. Mulai besok kan liburan musim panas 2 minggu jadi eomma pasti memperbolehkanku bermain. Annyeong” ujar namja itu lalu berlalu meninggalkannya
Tak lama kemudian, beberapa orang yeoja masuk ke dalam ruangan mendatangi yeoja itu
“Bagaimana joohyun ah?”
Yeoja itu menunjuk ember dan para yeoja itu melihatnya bingung
“Apa maksudnya?”
Dia hanya menghela nafas. Para yeoja yang tak lain adalah sunbaenya menyadari isi ember itu akhirnya
“JADI ITU MILIK KAMI?”
Yeoja itu mengangguk
“Aaaa!! Choi Siwon benar-benar kejam. Bagaimana bisa dia menyatukan perasaanku dengan air cucian kuas!” protes seorang sunbae yang membuat yeoja bernama seohyun itu tertawa

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Aku benar-benar lelah dengan yeoja-yeoja itu. mereka tak ada henti-hentinya memberiku surat tidak jelas nama pengirimnya, tidak jelas tujuannya, dan menggerutu sendiri. Seo juga tak ada henti-hentinya menjadi pengirim surat itu untukku
“Berapa surat yang kau dapat lagi hari ini?” tanya minho
“Aku tidak tahu” ujarku
“Aish..kau itu benar-benar membuang apa yang ada di depan matamu Choi Siwon! Jelas-jelas banyak yeoja cantik yang mengejarmu. Mulai dari Victoria, Krystal,sampai..”
“Aku tidak tertarik dengan mereka” ujarku memotong penjelasan donghae
“Wae?” tanya donghae
Seketika aku melihat sosok yeoja itu lewat di depan mataku
“Karena seumur hidupku, baru satu yeoja unik yang kutemukan”

Flashback
Aku berjalan ke arah ruang kesenian, tempat favoritku. membawa kuas, cat, dan alat lainnya. Kulihat seorang yeoja sudah duduk di sana, di tempat favoritku, dekat jendela. Aish..bagaimana bisa yeoja itu duduk di sana. Aku menghampirinya
“Mianhae itu tempatku” ujarku
Yeoja itu sibuk dengan lukisannya dan tidak menghiraukanku.
“MIANHAE, itu tempatku” ujarku tersenyum dengan suara agak keras
Yeoja itu tetap tidak mempedulikanku. Aish…Ige mwoya? Apa-apaan ini. Aku menepuk pundaknya dan akhirnya dia menoleh
“Kau bicara denganku?” tanyanya
Seketika aku menarik nafas dalam. Dia bahkan tidak sadar daritadi aku bicara dengannya
“Apa ada orang lain lagi di sini?” tanyaku
Kulihat yeoja itu melihat ke sekeliling
“Eobso” ujarnya polos
“Berarti aku bicara pada siapa?” tanyaku
“Kalau kau tahu di sini tidak ada orang lain, banyak tempat kosong” ujar yeoja itu lalu melanjutkan melukis
“Ini tempatku. Kau bahkan melukis di atas kanvasku” ujarku
“Jinjjayo?”
Kulihat yeoja itu berdiri dan melihat nama di belakang kanvas itu
“Tidak ada namanya” ujarnya
“Jelas tidak ada. Kanvas itu kan belum kulukis” ujarku sambil menahan kekesalanku pada yeoja ini.
“Memang kau yang membelinya?” tanya yeoja itu
“Aku membayar iuran tiap bulan untuk kegiatan melukis dan kanvas itu milikku” ujarku
“Jinjjayo? Aku juga” ujar yeoja itu
Baik. yeoja ini adalah makhluk pertama yang mengabaikanku separah ini
“Aku tidak bisa melukis di tempat lain kalau bukan di tempat itu” ujarku
“Kalau begitu tunggu aku selesai melukis di sini” ujarnya santai
Aku melihat lukisannya yang masih kosong 4 per 5 bagian
“YA! Menunggumu mau sampai kapan?” tanyaku
“Kenapa kau tidak mencoba melukis di tempatku saja di sana” ujarnya sambil menunjuk kanvas di dekat lemari kumpulan kanvas
“Di sana gelap” ujarku
“Ne, makanya aku pindah. Kau tahu inilah keadilan. Kemarin aku di sana, sekarang kau di sana” ujarnya
Aku memainkan kuasku sambil tersenyum menyindir ke yeoja itu. Apa maksudnya sebenarnya. Akhirnya aku mendapat ide. Aku mengambil kanvas itu dan duduk di sebelahnya
“YA! Apa yang..”
“Kau melukis apa?” tanyaku memulai topik pembicaraan
“Naturalis” ujarnya
“Aku juga tahu, maksudku kau melukis apa?”
“Perkebunan” ujarnya
“Hm..kurasa lebih bagus kalau ada sedikit warna merahnya” ujarku
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk
“Kenapa aku tidak terpikir ya..” ujarnya
“Kau murid baru?” tanyaku
Dia mengangguk. Pantas yeoja ini tidak mengenalku
“Berarti kau harus memanggilku sunbae” ujarku
“A! Mianhaeyo sunbae” ujarnya sambil membungkuk
Seketika aku bingung melihatnya
“Aku tidak tahu kau sunbaeku. Kukira kau seangkatan denganku. Mianhae aku tidak sopan” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya. Ternyata yeoja ini tidak semenyebalkan yang kukira
“Gwaenchanhayo” ujarku
Setelah itu kami mengobrol banyak soal sekolah, guru, seni, dan lainnya. Sampai akhirnya dia mengatakan satu hal
“Sunbae mengenal namja bernama choi siwon?” tanya yeoja itu
Aku terdiam mendengarnya
“Ne, memangnya kenapa?” tanyaku
“Dia sangat terkenal di angkatan kami.” ujar yeoja itu
“Jinjjayo?” tanyaku
“Ne. Banyak temanku yang memberi surat padanya. Tapi namja itu selalu membuang surat mereka katanya. Benar-benar dingin” ujar yeoja itu
Aku tersenyum sekilas mendengarnya. Bahkan yeoja ini adalah yeoja pertama yang mengatakan terang-terangan di depanku kalau aku dingin.
“Oh ya?” tanyaku
“Ne. Katanya bahkan dia menolak victoria sunbae yang terkenal cantik” ujar yeoja itu sambil melukis
“Itu karena Choi Siwon tidak melihat yeoja dari kecantikannya” ujarku
“Kau benar-benar mengenalnya ya?” tanya yeoja itu sambil tersenyum dan melukis
“Ne, benar-benar mengenalnya” ujarku. bahkan dia itu aku
“Jadi apa alasan Choi Siwon melakukan semua itu?” tanya yeoja itu
“Dia hanya ingin satu yeoja mengisi hatinya” ujarku
Kulihat yeoja itu mengangguk mengerti. Tak lama kemudian kudengar lonceng berbunyi, menandakan sudah pukul 3 sore. Kulihat yeoja itu membereskan barang-barangnya
“Mianhaeyo sunbae aku harus pulang. Annyeonghaseyo” ujarnya sambil membungkuk lalu langsung berlari pergi. Aku bahkan belum membalas sapaannya. Yeoja yang unik. Yeoja pertama yang tidak berpura-pura manis di depanku. Tidak manja dan berisik seperti yeoja lainnya. Aku tersenyum sekilas melihatnya berlari dari jendela ruang kesenian. Aku melihat lukisannya di kanvas. Lukisannya masih setengah lagi. Aku memutuskan meneruskannya. Tiba-tiba pandanganku tertuju pada sebuah kuas yang terjatuh di dekat kanvas dan di kanvas itu tertempel sebuah label nama. Aku membacanya
“SS”
Flashback End

“Ya! Choi Siwon! Kapan kau berangkat berlibur ke Paris?” tanya Minho yang membuyarkan lamunanku
“Lusa” ujarku
“Aku menitip foto menara eiffel. mudah kan?” tanya Minho
Aku tersenyum sekilas
“Ne kau tenang saja”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
“Hana Dul Set!”
Siwon oppa memencet polaroid dan seketika kulihat fotoku dan eomma berdiri di depan menara eiffel tercetak. Aku mengamatinya
“eomma cantik” ujarku
“Berarti kau juga seohyun ah, kau kan anak eomma” ujar eomma sambil tersenyum
“Tapi eomma…”
“Ne?”
“Aku merasa tidak mirip eomma sedikitpun. Eomma cantik, mata eomma bulat dan bercahaya, sedangkan aku tidak” ujarku
“Aish..seohyun ah kau ini ada-ada saja hahaha”
Aku tersenyum
“Mungkin aku gabungan muka eomma appa hahaha”

~Sooyoung POV~
“Agassi es serut 2!”
“Ne ahjeossi!!”
Hari ini musim panas. Syukurlah kedai eomma ramai hari ini. Selama liburan  ini aku membantu eomma di kedainya. Meski lelah, setidaknya aku bisa membantu eomma
“Agassi apa menu yang enak di sini?”
“Semuanya enak ahjeossi!”

~Yoona POV~
Kulihat kedai itu sangat ramai. Aku tersenyum sekilas melihatnya. Kulihat sosok yeoja yang tak lain adalah sahabarku sibuk di dalam melayani banyak orang. Aku menengok ke arah yuri, dan yuri seakan mengerti maksudnya
“Agassi, kami mau memberi bantuan gratis” ujarku
Kulihat dia menoleh
“Ah annyeong!!” ujarnya
“Kau repot sekali” ujar yuri
“Ne, hari ini sangat ramai” ujar soo
“Baiklah..”
Aku mengikat kepalaku dengan bandana
“Kami akan menjadi pelayan magang di sini selama liburan!” ujarku
“MWO?”
“Sebagai imbalannya, minggu depan kami akan menculikmu ke pantai !” ujar yuri
“Kyaaa!!!!! Gomawoyo!!!!” ujarnya sambil memeluk kami
“Agassi! Ppaliwa!” ujar seorang pelanggan
“Ne ahjeossi!!!” ujar kami bertiga serempak

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
Aku berputar ke toko pajangan. Kulihat sebuah pajangan menara eiffel yang sangat cantik..

Sepertinya ini bagus jika kutaruh di kamarku. Aku ingin membelinya namun seseorang mengambilnya duluan
“YA! Aku yang duluan meli..”
Kulihat siwon oppa menjulurkan lidah dan membelinya duluan. Aish..menyebalkan! Padahal aku yang melihatnya duluan! Tapi…dia mau memberikan itu untuk siapa?

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Yuri POV~
“Kyaaaaahahhahaahha!!”
Kami bertiga kembali ke masa kecil, dimana 3 orang anak kecil bermain mencipratkan air laut ke temannya. Kami saling tidak mau kalah membasahkan baju satu dan yang lain. Kami tertawa, benar-benar bahagia.

~Seohyun POV~
Aku melihat oleh-oleh yang kubeli untuk Taeyeon dan Hyoyeon di pesawat. Mereka pasti akan senang menerima ini semua.
“Tae pasti akan menyukai ini eomma” ujarku pada eomma
“Ne joohyun ah” ujar eomma
“Kau sendiri membeli apa untuk dirimu sendiri?” tanya appa
Aku melirik tajam siwon oppa
“Tadinya aku mau membeli pajangan! Tapi diambil siwon oppa!” ujarku
“Ya! Siwon apa itu benar?” tanya appa
Kulihat siwon oppa hanya tersenyum dan menggelengkan kepala
“Appa, salahnya sendiri melihat terlalu lama. Ya aku ambil” ujarnya santai
“Memangnya mau kau berikan untuk siapa?” tanya eomma
“Untukku” ujar siwon oppa
“Bohong!” ujarku
“Serius” ujar siwon oppa memberi 2 jarinya
Aish..aku tahu pasti untuk yeoja. Tapi tidak mungkin juga ya…siwon oppa kan dingin pada yeoja. Ada yang tidak kuketahui di sini

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Sooyoung POV~
“OMONAAAAAA!!! JEONGMAL GOMAWO!!!!”
Aish..menyebalkan. Pagi-pagi suara berisik itu sudah memenuhi seisi kelas. Aku menatap sumber keributan itu. Siapa lagi kalau bukan Joo Hyun dan teman-temannya. Kulihat Joohyun mengeluarkan pajangan-pajangan dari Paris untuk teman-temannya. Senang sih senang. Tapi sepertinya agak, bukan, tapi sangat berlebihan kalau sampai teriak-teriak begitu.
“Ini dari Paris” ujar Joohyun. Entah kenapa melihatnya membuatku kesal. Ada apa denganku?

~Siwon POV~
Aku sedang melukis di ruang kesenian, tiba-tiba kudengar seseorang berkata
“Sepertinya ada yang takut tempatnya diambil lagi dan datang lebih pagi” ujar yeoja itu
Aku menatapnya dan tersenyum
“annyeong” ujarku
“Annyeong sunbae” ujarnya berjalan ke arahku
“Melukis apa?” tanyanya
“Hm..belum ada inspirasi” ujarku
Kulihat dia duduk di sebelahku. Aku mengeluarkan pajangan yang kubeli di Paris waktu itu, yang kurebut dari joohyun. Aku memberikan kotak itu padanya, kotak berisi pajangan itu
“Apa ini?” tanyanya
“Buka saja” ujarku
Kulihat dia membuka kotak itu pelan-pelan
“Ini…”
“Itu untukmu” ujarku
“Ne?”
“Sebagai imbalannya kau harus melukis pajangan itu dan lukisanmu harus dipajang di salah satu ruangan di sekolah ini” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Gomawo sunbae” ujarnya
“Ne.”
Aku melanjutkan melukis dan mataku tertuju pada satu benda
“Oh ya, apa ini kuasmu?” tanyaku
“Ah ne! Itu kuasku!” ujarnya
“Kau meninggalkannya kemarin di sini.” ujarku
“Jeongmal gomawoyo” ujarnya sambil tersenyum
“Oh ya, dari kemarin kita belum berkenalan. Siapa namamu?” tanyaku
“Sooyoung imnida” ujarnya
Ternyata namanya Sooyoung..
“Sunbae?”
Aku tersenyum mendengarnya. Mengingat dulu dia pernah mengatakan choi siwon dingin di depan orangnya sendiri
“Kau sudah tahu namaku” ujarku
“Ne?”
“Annyeonghaseyo, joneun Choi Siwon imnida”
“MWO?!”
Aku menahan tawa melihatnya
“Sun..sunbae mianhae aku mengatakan di depanmu kalau…”
“Gwaenchanhayo” ujarku
“Justru aku berterima kasih karena kau memberi tahuku pendapat orang tentangku” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Tapi kurasa perkataan mereka salah. Kurasa kau orang yang baik dan hangat” ujar yeoja itu
“Kau yang pertama”
“Ne?”
“Kau yeoja pertama selain keluargaku yang mengatakan itu padaku” ujarku
“Itu karena sunbae selalu membuang surat itu” ujarnya
“Lalu apa yang seharusnya kulakukan? Membacanya? Memberi harapan palsu?” tanyaku
“Hm… kurasa kalaupun dibuang setidaknya jangan di tempat sampah itu” ujarnya sambil menunjuk ember cucian kuas di sampingku yang membuatku terkekeh
“Bukannya sama saja dengan membuangnya di rumah?” tanyaku
“Setidaknya tulisannya tidak luntur karena air cucian kuas”
“Begitu?”
“Ne, begitu”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Yuri POV~
“Jangan berebut! Semua pasti kebagian!” ujar yeoja itu yang tak lain adalah Seohyun
Kemarin, dia terpilih menjadi ketua kelas yang baru dan hari ini, dia merayakannya dengan membagi coklat ke semua orang di kelas. Aku melihat soo yang tertidur di kelas.
“Jadi ketua kelas saja begini apalagi dia berulang tahun ke-17?” tanya yoona
“Ne, kurasa pestanya everlasting, tidak akan berakhir”

~Sooyoung POV~
Aku malas melihat yeoja itu memamerkan apa yang bisa dia beli untuk menyogok anak-anak di kelas agar menyukainya. Tapi sebenarnya aku bingung pada diriku sendiri. Kenapa aku hanya membencinya? Banyak orang yang melakukannya. Ada apa denganku? Aku pergi ke luar kelas untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka aku memperhatikan wajahku di cermin
“Ada apa denganmu?” tanyaku pada bayanganku sendiri. Aku pergi ke luar toilet dan kulihat seorang namja tinggi melihat ke kanan kiri seperti orang tersasar. Kulihat namja itu mendatangiku dan bertanya
“Jogi..”
“Ah ne?”
“Ruang kepala sekolah.. dimana ya?”

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
Setelah selesai membagikan coklat, kulihat sonsaengnim masuk. Aku mengetok meja memberi aba-aba
“Sonsaengnimkke Insahabsida” ujarku karena aku ketua kelas di sini
“Sonsaengnim annyeonghaseyo”
“Ne annyeonghaseyo anjuseyo”
Kami semua duduk.
“Hari ini kita kedatangan murid baru di kelas ini” ujarnya
Aku menatap ke arah pintu. Aku terpana melihat seorang namja tinggi, putih, dan..tampan masuk ke dalam kelas
“annyeonghaseyo joneun cho kyuhyun imnida” ujarnya

~Kyuhyun POV~
Aku melihat ke sekeliling kelasku dan kulihat yeoja yang tadi menolongku duduk di kursi dekat jendela dan membaca buku, seolah tidak peduli dengan kedatanganku. Aku tersenyum sekilas melihatnya
“Kau boleh duduk di kursi itu” ujar sonsaengnim sambil menunjuk kursi kosong di belakang yeoja itu. Aku berjalan ke sana dan tersenyum ke arahnya. Ternyata kami sekelas

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Seohyun POV~
Bel istirahat berbunyi. Aku mendatangi namja itu
“Annyeong” sapaku
Kulihat namja itu tidak menoleh. Aku menyodorkan tanganku
“Joohyun imnida.” ujarku
“Kyuhyun imnida” ujarnya
Aku menatapnya kesal. Padahal seharusnya dia merasa terhormat aku menyodorkan tanganku padanya tapi dia malah tidak membalasnya
“Kalau kau menemukan kesulitan..kau bisa tanya padaku. Aku ketua kelas di kelas ini” ujarku
“Jinjjayo?”
Aku mengangguk
“Kalau begitu aku punya kesulitan di sejarah. Apa kau bisa membantuku” ujarnya singkat yang membuatku menggaruk tengkukku
“Kalau soal itu..aku tidak mahir” ujarku
Kulihat namja itu hanya tersenyum sekilas
“Kalau begitu kau tidak bisa membantu kesulitanku. Annyeong” ujarnya lalu pergi
Apa-apaan namja itu!

~Kyuhyun POV~
Sekarang pikiranku antara 2. Pertama semua yeoja seperti dia kecuali yeoja yang menolongku tadi. Kedua semua yeoja seperti yeoja yang menolongku tadi kecuali yeoja itu. Kulihat beberapa yeoja datang ke arahku
“A..annyeong”
Baik sekarang aku tahu. Pikiran pertama yang benar

——————————-———————Autumn Tale———————————————————–

~Siwon POV~
Aku melukis bersamanya, seperti biasa kami berbicara dan tertawa. Tiba-tiba dia mengatakan satu hal yang membuatku bingung
“Di sekolah ini banyak orang kaya yang hobinya pamer. Tapi kenapa yang kukesalkan hanya satu orang?” tanyanya
“Hm..mungkin karena dia paling menonjol?” tanyaku
“Aku bingung sebenarnya. Aku jadi lebih seperti membencinya tanpa sebab yang jelas” ujarnya
“Nuguya?”
“Teman sekelasku. Apalagi sekarang dia menjadi ketua kelas. Tambah menjadi-jadilah dia” ujarnya
Aku berpikir sejenak
“Kau kelas..berapa?” tanyaku
“1-1” ujarnya
Seketika aku tahu yang dibicarakannya. Ketua kelas 1-1. Tak lain adalah yeodongsaengku. Joohyun
“Apa Joohyun suka pamer?” tanyaku
“Bagaimana…sunbae tahu namanya?” tanyanya

——————————-———————TBC———————————————————–

39 thoughts on “Autumn Tale {Part 1}

  1. kayaknya..
    Seohyun bkan anak kandung keluarga choi deh,
    tros mlah kayaknya syoo anak kandung mereka.
    #sotoy

    eeeiii..
    Itu kyu ama siwon kyaknya suka ama syoo deh ;)
    beruntungnya dirimu syoo :D

    next part ama fated part2nya asap ^^

  2. Mwoo… Soo unnie itu polos atau emang engga peduli apapun deh hahaha masa iya ngomongin orang di depan orangnya sendiri atau kakak orang yg diomongin hahaha..
    Kyu oppa disini jadi anak baru ya haha

  3. kirain tdi Fated thor…
    Crtinya misterius, aku uda mulai bnyak hipotesis nih, #LEBBAYY
    smoga ini SooWon’ happy ending, tpi kalau hipo ku bnr, KyuYoung jg gpp. SooWon is real! KyuYoung jjang! Guardians jjang! Knights jjang! Author hwaiting!

  4. ini kyk autumn in my heart alias endless love y :D
    bedanya soo gk jahat :D

    endingnya kyuyoung yak *puppy eyes*

    next part d tnggu y :)

  5. aigoo…. soo ngomong tnpa tau siapa yg di ajak bicara hahahha.
    ink knp feelingku klo soo-seo ketuker ya? gara2 seo ngomong dia ngerasa gak mirip sm ortunya
    soo direbutin dua cowok nih XD

  6. kekeke ,,
    soo eonnie sebenarnya ngadu atau memang gak tau klu seo itu adik dari siwon oppa .. tpi disini aku merasa kyaknya soo eonnie ke tukar deh sama seo ,,

    ciee ,, yg lagi dekat sama 2 namja yang tampan ..
    lanjut ne thor ^^

  7. Seohyun bukan anak kandung keluarga choi ya? Sombong amat si joo hyun,aku ngakak pas baca “Jadi ketua kelas saja begini apalagi dia berulang tahun ke-17?” tanya yoona
    “Ne, kurasa pestanya everlasting, tidak akan berakhir”

  8. Anag ketuker aja songong lu seo,soo kasian,soowon pasti saudaraan,and endingnya kyuyoung ..#reader sotoy,,..
    Tpi endingnya kyuyoung y thor,

  9. Annyeong..
    Jadi curiga nih :o Jangan2… Ah liat next part aja lah :D
    Jadi ini pairingnya sapa? Kyuyoung atau Soowon?
    Aaah.. Aku mau baca next partnya aja deh. Gomawo yaa

  10. cerita’a kaya endless love ya tp sifat soo dan seo disini beda ga kaya di film…tp kasihan nih ama siwon kalo nanti dia tau kalo yeoja yg disukai’a itu ga tau’a adik kandung’a sendiri…kyuyoung jjang

  11. ahhh si seo sombong bener, baru jadi ketua kelas aja udah belagu,
    kyuppa kayaknya suka deh sama soo eonnie, trus apa wonppa juga suka sama soo eonnie??
    d tunggu lanjutannya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s