Can’t I? {Part 6}

Title : Can’t I

Main Cast :
* Cho Kyuhyun

* Choi Sooyoung
* Seo Joohyun

Other Cast :
*Choi Minho
*Choi Sulli
*Choi Siwon
*All SNSD Member
*Lee Donghae
*Yesung
*Eunhyuk
*Leeteuk

Type : Series

Genre : Romance, Friendship, Family

Rating : PG-15

~Sulli POV~
Kulihat eonni terdiam sejenak
“Maksudmu..Cho Kyuhyun?” tanyanya sambil menitikkan air mata
“Hanya dia yang bisa membuat seo bahagia. Kalau kau menyayangi seo, lepaskan dia demi seo” ujar eomma
Kulihat soo eonni terdiam
“Mianhaeyo, aku tidak bisa” ujar soo eonni
Aku tersentak mendengarnya. Keputusannya…di luar dugaanku. Kulihat eomma akan menamparnya dan dia menahannya
“Kau…”
“Sudah cukup, Nyonya Choi” ujarnya
Aku membelalakkan mata mendengarnya. Kulihat eonni melepaskan tangan eomma
“Aku benar-benar minta maaf” ujarnya
“Youngie..”
“Appa, apa aku salah kalau aku mempertahankan kebahagiaanku?”
Kulihat appa diam.
“Kenapa appa diam?” tanyanya
“Youngie, dalam hal ini kau egois” ujar appa
“Aku egois?” ujar soo eonni sambil menitikkan air mata
“Seo lebih membutuhkannya soo…” ujar appa
“Menurut appa cho kyuhyun itu apa? APA DIA BARANG YANG BISA DIOPER KE SIAPAPUN APPA? DIA PUNYA PERASAAN” ujar soo eonni
“Soo ah..”minho oppa mulai ikut bicara
“Baik, aku mengerti. Aku di pihak bersalah” ujar soo eonni
“Soo, kemungkinan seo hidup dan tidak itu 50% dan 50%” ujar appa
“Lalu kemungkinanku masih hidup sampai seo meninggal berapa appa? 100%?”ujar soo eonni
“Jaga bicaramu Choi Sooyoung” ujar appa pelan
“Waeyo? Aku serius appa. Tidak ada yang tahu kapan kita pergi. Memangnya appa bisa memastikan kalau aku akan meninggal setelah seohyun huh?”
“CHOI SOOYOUNG”
“APA KALIAN SEMUA PERNAH MEMIKIRKAN PERASAANKU! KENAPA KALIAN SEMUA SELALU MEMBELA SEOHYUN!” ujar soo eonni
“CHOI SOOYOUNG!”
Aku membelalakkan mata melihatnya. Appa…menampar eonni… Kulihat eonni memegang pipinya dan menitikkan air mata sedangkan appa melihat tangannya
“Youngie…”
“AKU BENCI KALIAN SEMUA!” ujar soo eonni lalu pergi
“Eonni!!” aku mengikutinya dengan Minho oppa

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Ke Sungai Han ahjeossi” ujarku pada supir taxi
“Ne agassi”
Kulihat ponselku bergetar. Itu dari Minho oppa dan Sulli. Aku terdiam dan tidak mengangkatnya. Aku menangis di dalam taxi sambil memegang pipiku yang memanas. Aku memang egois. Tapi aku juga tidak bisa memberikan Kyuppa pada seo. Memangnya dia benda mati yang bisa dioper ke manapun mereka mau? Kulihat cellphoneku bergetar lagi. Itu dari kyuhyun. Aku mengusap air mataku

~Kyuhyun POV~
Minho menghubungiku dan menceritakan semuanya. Aku berusaha menghubungi soo berkali-kali. Jebal soo…angkat teleponnya. Dan akhirnya dia mengangkat teleponku
“Yeobseyo?”
“Youngie eodiyo?” tanyaku dengan suara panik
“Gwaenchanhayo oppa..” ujarnya sambil terisak
“Youngie..”
“Oppa, bisakah kau katakan saranghae, sekali saja..”
Aku tersenyum mendengarnya
“Saranghae Choi Sooyoung” ujarku
“Nado saranghae Cho Kyu…kyaaaaa!!!”
“Youngie? Youngie?”
Tut..tut..tut..telepon terputus. Aku mulai panik dan menghubunginya. Dia kenapa… Tiba-tiba seseorang mengangkat telepon
“Apa anda mengenal pemilik telepon ini?” tanyanya
“Ne. Dimana dia?”
“Dia mengalami kecelakaan dan sekarang dibawa ke seohan hospital”
“A…arraseo, kamsamida”
Aku menutup teleponnya dan berlari ke mobil
“Ppaliwa Tuan Kim, kita ke Seohan Hospital sekarang!”
Tuhan…tolong selamatkan dia

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Minho POV~
Aku mematung melihat sosok yeodongsaengku kini di UGD terbaring lemah dengan banyak darah. Kulihat kyuhyun duduk di kursi ruang tunggu dan menitikkan air mata. Sulli terduduk lemas menangis. Youngie…bagaimana mungkin kau jadi seperti ini..

~Kyuhyun POV~
Kulihat sosok yeoja yang kucintai keluar dari UGD dan tetap tidak sadarkan diri dengan banyak selang di tubuhnya
Aku memegang tangannya. Youngie..kau harus kuat..

~Sulli POV~
Aku menangis sekeras-kerasnya sekarang
“Sulli ah..”
“Oppa…bagaimana kalau terjadi sesuatu pada eonni..”
“Kau jangan bilang begitu sulli ah..”
Aku benar-benar babo…seharusnya tadi aku ikut bersama eonni..setidaknya dia tidak sendiri di sana
“Eonni…”
“Apa ada bumonim Nona Choi?” tanya euisa
“Mereka..belum datang. Saya oppanya, euisa” ujar Min oppa
“Dia sudah sadar..”
Seketika aku merasa lega..Syukurlah..
“Tapi sejujurnya, saya perlu mengatakan kalau kondisinya kritis…”
“Bagaimana bisa…”
“Pendarahan yang dialaminya sangat hebat dan detak jantungnya semakin melemah..” ujar euisa
Aku menitikkan air mata
“Dan.. saya tidak yakin dia akan betahan sampai besok atau tidak..” ujar euisa
“Eonni..”
“Apa…operasi..”
“Operasi sangat riskan untuk Nona Choi. Resikonya terlalu besar karena dia mengalami pendarahan besar. Jika dia bertahan setidaknya sampai besok..mungkin sudah tergolong keajaiban..” ujar euisa
Aku menangis sangat keras sekarang. Eonni…aku belum siap kehilangan eonni..
“Apa saya boleh menemuinya?” tanya kyuhyun oppa
“Ne, mari ikut saya” ujar euisa.
Seketika aku berdiri dan menarik Minho oppa
“Kau mau kemana?” tanya minho oppa
Aku mengusap air mataku dan pergi ke kamar seohyun eonni. Aku membuka pintunya keras. Kulihat eomma sedang menyuapinya makan dan appa terduduk lemas di sofa.
“Di mana mannermu Choi Sulli?” tanya eomma
“Apa kalian tidak mau bertanya padaku dimana Choi Sooyoung, anak kalian?” tanyaku
Kulihat appa berdiri
“Kau sudah menemukannya?”
Aku terdiam
“Katakan Sulli ah, dia dimana?”
“Dia di ICU”
“Sulli ah, jangan bercanda pada appa.”
“Apa ini terlihat lucu untuk menjadi lelucon appa?” tanyaku. Air mataku menetes
“Sulli ah…”
“Euisa tidak yakin dia akan bertahan atau tidak sampai besok” ujarku
“Soo..”
“AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN KALIAN BERTIGA KALAU TERJADI SESUATU PADA EONNI!”

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Minho POV~
Kulihat appa terduduk lemas setelah melihat soo di ICU terbaring lemah dengan banyak selang
“Appa..”
Kulihat dia menitikkan air mata dan memukul tangannya ke kursi
“Appa..”
“Appa bukan appa yang baik..” ujarnya
“Appa…”
“Dia benar..appa tidak bisa menjamin dia akan….”
“Appa…”
“Appa benar-benar bodoh Min..”

~Kyuhyun POV~
“Annyeong..” ujarnya lembut
“Chagi..jangan banyak bicara dulu..” ujarku sambil mengusap kepalanya
“Gwaenchanha..” lirihnya
Aku menitikkan air mata dan dia mengusapnya
“Uljima..”ujarnya
Aku memegang tangannya dan menangis di sana
“Oppa…”
“Ne chagi?”
“Mianhae..kalau aku..tidak bisa memenuhi…janji kita” ujarnya lemah
“Sst..kau tidak boleh bilang begitu chagi..Kau sudah sadar sekarang. Sebentar lagi kau pasti sembuh.. “lirihku
Kulihat dia menggeleng
“Aku..tidak kuat lagi.oppa..” ujarnya
“Kau tidak boleh bilang begitu…” ujarku
“Oppa…kalau aku pergi..”
“Chagi, kau akan bertahan. Dan itu pasti” ujarku
“Tolong berikan semua surat di laciku untuk nama yang ada di sana..”
“Chagi..jebal…”
“Aku hanya minta kau mengingatku setiap tanggal 14, di hari jadi kita..” ujarnya
“Chagi, kau pasti akan bertahan..Dan aku akan mengingatmu setiap hari..” lirihku
“Oppa..tolong katakan saranghae sekali lagi untukku”
“Andwaeyo, aku akan mengatakannya setiap hari kalau kau bertahan. Makanya kau harus..”
“Once..please..” ujarnya sambil menitikkan air mata
“Jeongmal saranghaeyo, Choi Sooyoung” ujarku
“Nado saranghaeyo, Cho..Kyu..Hyun..”
Nit…………..
Kulihat sebuah garis panjang di pendeteksi jantung
“CHAGIYA!”
Aku pergi keluar
“EUISA!!!”
Aku menunggu di luar. Kulihat keluarganya menangis di sana. Kulihat seorang euisa keluar
“Bagaimana euisa?”

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Sulli POV~
Aku masuk ke kamarnya. Aku menitikkan air mata, mengingat kenangan-kenangan yang sudah berlalu.. Aku memeluk seragamnya. Mengingat hari pertama dia mengenakannya. Perlahan, aku membuka dan membaca surat itu
Untuk adikku yang terbaik, Choi Sulli
Annyeong Sulli ah ^^
Terima kasih telah menjadi yeodongsaeng yang setia menemaniku. Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik dalam hidupku. Terima kasih atas segala perhatianmu, cintamu, dan segalanya yang kau berikan untuk eonni. Eonni meminta maaf kalau eonni pernah bersalah padamu. Sulli ah, kalau eonni pergi nanti, eonni mau kau memperbaiki hubunganmu dengan eomma dan seohyun. Kau harus tetap menjadi sulli yang ceria arraseo? Kau harus menemukan namja yang mencintaimu dengan tulus. Eonni akan mendengar ceritamu dari atas sana tentang namja itu ^^! Jangan lupa bercerita ya!! Kau harus lebih dewasa dalam menangani masalahmu oke?  Sulli ah, meski eonni tidak benar-benar bisa ada di sampingmu, ketahuilah eonni akan selalu bersamamu. Di dalam hatimu. Selamanya, eonni akan mencintaimu. Eonnimu, Choi Sooyoung

~Siwon POV~
Aku menahan tangis, membuka surat itu perlahan
Untuk oppa terbaikku, Siwon oppa ^^
Oppa~ Bogoshipo! Terima kasih oppa telah menjadi oppa terbaik bagiku. Terima kasih telah mencintaiku dan menjagaku. Terima kasih telah memberiku kenangan yang tidak terlupakan. Oppa, setelah lulus kau harus sukses di karirmu! Kau harus menjadi Choi Siwon yang hebat. Carilah anae yang baik dan pengertian ^^. Mianhae aku belum sempat melihatnya. Oppa, saat aku menulis surat ini aku merasa sebentar lagi akan pulang. Mianhae kalau aku bersalah pada oppa. Tapi sungguh, aku sangat menyayangi oppa. Oppa, kau harus tetap semangat dan menjaga keluarga Choi dengan baik. Jadilah appa yang baik bagi anak-anak kalian. Nasehati Minho oppa, Seo,  dan Sulli ^^. Oppa harus tetap semangat setelah aku pergi. Aku ingin tenang oppa. Saranghaeyo oppa
Choi Sooyoung

~Minho POV~
Aku duduk di bangku taman bersama Yuri dan kami membuka surat itu bersama
Untuk oppa dan eonniku yang paling kusayang, Choi Minho dan Kwon Yuri
Oppa, Eonni annyeong ^^
Pasangan favoritku, MinYul. Terima kasih karena kalian berdua telah menjadi kakak yang selalu menenangkanku. Oppa, eonni, kuharap kalian dapat maju ke pelaminan ^^. Aku meminta maaf karena tidak bisa hadir di pesta pernikahan kalian berdua. Oppa, kau harus menjadi appa yang baik bagi anak-anakmu, begitu pula kau eonni jadilah eomma yang baik. Oppa, aku harap kau bisa memaafkan eomma demiku. Biar bagaimanapun juga, dia adalah eomma kita.  Perbaiki hubungan kalian semua dan seohyun. Dia tidak berslaah oppa.. Oppa, eonni, aku tidak akan memaafkan kalian kalau kalian sampai berpisah :p hehe. Kejarlah mimpi kalian, temukan kebahagiaan kalian dan pertahankan. Saranghae <3
Choi Sooyoung

~Soo appa POV~
Aku menahan air mataku dan membuka surat itu perlahan
Untuk appa terbaik sepanjang masa
Appa, mianhaeyo selama ini kami semua menyembunyikan semua masalah dari appa. Tapi itu kami lakukan karena tidak mau membuat appa khawatir. Appa, aku meminta maaf kalau aku bersalah pada appa, mengecewakan appa, membuat appa marah, dan menyedihkan hati appa. Tapi aku tidak pernah berniat melakukannya karena aku mencintai appa. Appa, ketahuilah aku tidak pernah marah pada appa ketika appa memarahiku. Mianhae kalau aku egois dan kekanak-kanankan. Mianhae kalau aku belum menjadi yang terbaik bagi appa. Appa, jika aku pergi nanti, appa harus melanjutkan hidup appa seperti biasa. Appa harus tetap menjadi appa yang mengayomi bagi semuanya. Kumohon ikhlaskan kepergianku appa, ini jalan terbaik bagi kita semua. Saranghae appa.
Youngie

~Taeyeon,Jessica,Tiffany,Sunny,Hyoyeon,Yoona POV~
Aku membuka surat itu perlahan
Dear, Taeyeon, Jessica, Tiffany, Sunny, Hyoyeon, Yoona
Sahabat-sahabat terbaikku di cheers!
Semuanya, Terima kasih telah menjadi sahabat yang setia menemaniku di saat suka duka dan senantiasa menghiburku. Terima kasih atas semua kenangan indah yang kita lalui bersama. Aku tidak tahu bagaimana jadinya kalau tidak ada kalian semua ^^. Taeyeon eonni, terima kasih telah menjadi eonni yang perhatian padaku, long last never last dengan leeteuk oppa!! Jessica, ice princess berhati hangat. Terima kasih telah menjadi sahabat yang paling mengertiku!! Tiffany, yang paling kusayang. Terima kasih telah menjadi sahabat yang paling mengertiku, kalau yesung membuatmu sedih laporkan padaku di atas sana ^^. Sunny, energy pill kau harus tetap ceria dengan atau tanpa aku arraseo! Hyoyeonie yang paling lucu, tetap semangat!! Yoong yang paling jahil tapi merindukan, berbahagialah dengan donghae oppa. Semuanya, tetaplah semangat latihan cheers meski tanpa aku. Cheers kita harus tetap menjadi yang terbaik arraseo? Aku akan menyemangati kalian latihan dari atas sana. Aku mencintai kalian semua. Choi Sooyoung ^^v

~Soo eomma POV~
Aku menitikkan air mata. Penyesalan bertubi-tubi datang padaku. Soo ah..mianhaeyo.. eomma..bukan eomma yang baik. Aku membuka surat itu dan membacanya
Untuk eomma terbaikku..
Eomma, aku meminta maaf karena aku tidak bisa menjadi putri yang baik bagimu. Aku meminta maaf karena aku sering melawanmu, membuatmu marah, membuatmu kecewa, dan membuat minho dan sulli malah ikut melawanmu. Aku benar-benar minta maaf eomma. Eomma, aku iri pada anak-anak lainnya. Aku iri melihat mereka pulang dengan eomma mereka. Aku iri melihat mereka pergi berjalan-jalan dengan eomma mereka, sesuatu yang tidak pernah kudapatkan. Aku berusaha mati-matian mencari perhatianmu tapi semuanya gagal. Dan aku akhirnya berhenti dan tidak kuat menahan emosiku.Mianhaeyo eomma
Eomma maafkan aku karena aku iri pada seohyun. Maafkan aku karena aku membentakmu. Tapi aku tidak pernah berniat melakukan semua itu. Karena bagaimanapun juga, kau adalah eommaku. Eomma kalau aku pergi nanti, kuharap eomma berkenan memaafkanku, minho oppa, siwon oppa, dan sulli atas kesalahan kami. Eomma, aku hanyalah anak yang menginginkan perhatian dari eommanya. Apa aku salah kalau aku meminta semua itu darimu? Aku meminta maaf eomma karena tidak bisa berkorban lagi demi seohyun. Mianhaeyo eomma aku banyak mengecewakanmu. Eomma, kalau aku pergi kuharap eomma tetap seperti biasa, tetap menjadi eomma yang tidak peduli ada atau tidaknya aku di rumah. Karena itu lebih baik daripada eomma menyesali apa yang sudah terjadi. Aku berharap eomma tidak mengulang hal yang sama lagi pada Minho oppa, Siwon oppa, dan Sulli. Eomma apapun yang kau lakukan padaku, kau tetaplah eomma terbaik bagiku. Terima kasih telah melahirkanku dan membuatku melihat dunia. Saranghae eomma. Youngie

~Seohyun POV~
Aku menyesal. Kesal pada diriku. Marah pada diriku. Soo ah… padahal dia begitu banyak berkorban bagiku..
“Seo..youngie…menitipkan ini untukmu” ujar eomma
Aku membukanya
Untuk kembaranku seohyun
Annyeong seo ^^ lama kita tidak mengobrol. Aku tidak tahu harus menulis dari mana. Seo.. aku meminta maaf padamu karena aku iri padamu atas perhatian eomma padamu. Seo, aku meminta maaf atas semua kesalahanku padamu. Aku menyayangimu seo. Tapi aku tidak bisa memungkiri kenyataan aku iri padamu. Mianhaeyo.. karena keegoisanku. Seo, aku ingin kau bertahan dan bahagia. Kau pasti bisa melalui penyakitmu. Kau pasti bisa seo, bertahanlah dan berjuanglah. Demi dirimu. Seo, carilah namja yang baik bagimu, yang bisa mencintaimu dengan tulus. Seo, aku ingin kau bahagia. Kalau aku pergi nanti, kau harus memperbaiki hubunganmu dengan Minho oppa, Siwon oppa, dan Sulli ^^. Seohyun ah.. terima kasih telah terlahir ke dunia bersamaku. Saranghaeyo
Youngie

~Kyuhyun POV~
Aku memandang foto yeoja yang ada di kamarku.  Yeoja yang kini takkan pernah kulihat lagi. Aku menitikkan air mata mengingat kenangan tentang kami dan kuusap air mataku. Aku mengeluarkan sebuah surat dari kantongku…
Dear, My Beloved Cho Kyuhyun
Annyeong oppa ^^
Di saat kau membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada di sampingmu lagi. Jeongmal gomawoyo oppa karena kau telah memberikanku kebahagiaan yang tidak dapat kuhitung jumlahnya selama aku hidup. gomawo karena telah mengenalkanku pada cinta. Oppa, sebelum bertemu denganmu aku merasa hidupku tidak ada artinya. Terima kasih atas pertemuan pertama kita, di saat oppa menolongku. Oppa, kau membuatku mengejar mimpi yang sempat kutinggal dulu. Terima kasih Cho Kyuhyunku.
Oppa, aku juga meminta maaf padamu karena melanggar janji kita. Melanggar janji kita untuk hidup bersama. Melanggar janji kita untuk mengantar anak-anak kita sekolah. Dan melanggar janji kita..untuk menikah..
Oppa, di dalam surat ini ada boneka beruang kecil buatanmu dan boneka beruang kecil buatanku yang memakai wedding dress. Aku memintamu menjaganya demiku. Kalau kau sedih, katakan padanya. Mereka adalah mimpi kita yang tidak bisa kuwujudkan..

Oppa, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku kalau kau berputus asa karenaku. Aku ingin kau bahagia oppa. Aku ingin kau menjalani masa depanmu dengan bahagia, dengan atau tanpa aku. Kejarlah mimpimu oppa.  Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu oppa.Termasuk kalau kau memutuskan mencari penggantiku. Jika itu memang jalan terbaik bagimu, aku akan mengikhlaskannya oppa, karena cinta bukan masalah memiliki. Tapi cinta adalah masalah untuk pergi atau ditinggal pergi.Oppa, meski ragaku sudah tidak ada di sampingmu ketahuilah oppa, kalau aku akan selalu hidup di hatimu. Jeongmal gomawo untuk Cho Kyuhyun yang membuatku mengenal cinta, mempercayai cinta, dan bahagia di saat terakhir hidupku. Kalau aku pergi, aku tidak minta banyak. Aku hanya minta kau mengingatku setiap tanggal 14, hari jadi kita. Oppa, ketahuilah selamanya aku, Choi Sooyoung akan selalu mencintaimu, Cho Kyuhyunku. Saranghae
Choi Sooyoung
Aku menitikkan air mata dan kupeluk frame itu
“Dan youngie..keputusanku adalah tetap mencintai seorang yeoja. Selamanya dia tidak akan tergantikan”

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Author POV~
7 tahun berlalu cepat.. Seorang namja berusia sekitar 24 tahun tengah duduk di kursi presiden direktur di usianya yang tergolong muda. Namja itu tersenyum melihat foto seorang yeoja yang terpajang di mejanya. Dia melihat tanggal yang terlingkar di kalendernya, tanggal 14.
“Kau sedang apa di sana chagi?” tanyanya pada foto itusambil mengelus 2 boneka beruang kecil seperti pasangan pengantin di mejanya.
“Sajangnim, pesta launching produk terbaru akan segera dilaksanakan” ujar seorang yeoja
“Ne”
Namja itu pergi ke area pesta dan menemui beberapa orang
“Wuah! Annyeong Min!” ujarnya
“Annyeong Kyu!”
“Annyeong Yul dan Yoogeun” ujarnya sambil melambaikan tangan pada seorang bayi yang digendong
“Siwon hyung dan sulli tidak bisa datang, dia ada dinas ke luar kota” ujar minho
“Ooh..arraseo..”
“Annyeong!!” sapa beberapa yeoja dan namja
“Annyeong tae, teuki,jessica,heechul,tiffany,yesung,sunny, sungmin, hyoyeon,eunhyuk,yoona,donghae!” ujar namja itu
“Chukkhae kyu!”
“Ne gomawo”
Tiba-tiba seorang yeoja datang
“Annyeong oppa!”
“Annyeong seohyun ah, yonghwa!” ujarku
“Wuah! Chukkhae! Kau membuat gebrakan besar!”
“Gomawo”
Namja itu tersenyum di tengah hatinya yang kosong

~Kyuhyun POV~
7 tahun berlalu sejak kepergian soo. Sekarang aku dan Minho duduk di taman kantor
“Kau masih belum bisa melupakannya?” tanyanya
“Selamanya aku tidak akan pernah melupakannya Min”
“Dia akan sedih di sana melihatmu begini kyu” ujarnya
Aku tersenyum
“Ini keputusanku Min. Tidak ada seorangpun yang bisa menggantikannya” ujarku
Kurasakan Minho merangkulku
“Aku tidak pernah merasa berlarut dalam kesedihan. Karena dia hidup di sini Min” ujarku sambil memegang jantungku
“Kau tahu 7 years of love?” tanya minho
“Ne.”
“Sudah 7 tahun dia pergi Kyu. Itu sudah cukup bagimu untuk tidak mencari penggantinya” ujar minho
Aku tersenyum
“Maka aku akan mengubah judulnya dari tahun dia pergi sampai tahun aku pergi, saat kami bisa bertemu lagi” ujarku
“Atas namanya, aku mengucapkan terima kasih telah mencintainya setulus ini” ujar minho
“Aku yang seharusnya berterima kasih padanya,karena dia telah mencintaiku sampai dia pergi”

——————————————————Can’t I———————————————————–

~Author POV~
50 tahun berlalu. Seorang kakek tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit
“Chagiya.. 57 tahun berlalu hari ini tanggal 14” ujarnya
Kakek itu tersenyum. Tiba-tiba seorang anak kecil masuk
“HARABEOJI!!!”
“Annyeong ye eun!” ujarnya pada seorang anak yang menuju ke arahnya
“Samchon” ujar salah seorang namja
“Yoogeun”
“Sudah baikan?”
Kakek itu diam dan memberikan sebuah amplop coklat
“Ini apa?”
“Samchon sudah menganggapmu sebagai anak samchon sendiri Yoogeun ah. Samchon minta, kau mengambil alih perusahaan samchon jika samchon pergi”
“Samchon pasti akan sehat..”
Kakek itu menggeleng
“Sebentar lagi aku akan menemuinya Yoogeun ah….” ujar kakek itu
“Maksud samchon Sooyoung imo?”
Dia mengangguk
“57 tahun.. ” gumamnya pelan
Ya, kakek itu tak lain adalah Cho Kyuhyun. Ia telah membuktikan kesetiaannya. 57 tahun sejak kepergian yeojachingunya, ia benar-benar tidak mencari penggantinya. Ia sudah berjanji pada dirinya. Selamanya..hanya ada Choi Sooyoung di hatinya..
“Yoogeun ah, sampaikan salamku pada Minho” ujarnya
“Ne samchon. Annyeonghaseyo..”
“Annyeonghaseyo”

~Kyuhyun POV~
Perlahan kupejamkan mataku. Aku melihat semuanya putih.. Kurasakan seorang yeoja memelukku dari belakang
“Gomawo oppa..”
Aku membalik. Kulihat dia.. Choi Sooyoung yang sama seperti 57 tahun lalu. Choi Sooyoung yang kucintai. Dan aku kembali ke 57 tahun lalu
“YOUNGIE!”
Aku memeluknya
“Bogoshipo” ujarnya
“Nado”ujarku
“Gomawoyo..”
“Untuk apa?” tanyaku
“Untuk setia padaku, selama 57 tahun” ujarnya sambil menitikkan air mata
Aku menciumnya lembut
“Kurasa aku tidak datang ke sini dengan wajah kakek-kakek berusia 74 tahun agar kau masih bisa mengenaliku” ujarku
Kudengar dia tertawa
“Dan kurasa aku tidak menjadi nenek-nenek berusia 73 tahun agar kau masih bisa mengenaliku hahaha” ujarnya
“Saranghae?” tanyanya
“Haruskah aku menjawabnya? Apa 57 tahun tidak membuktikan semuanya?” tanyaku
“Aku baru pernah mendengar 3 kali dari mulutmu”
“Mulai hari ini aku akan mengatakannya terus padamu” ujarku sambil memeluknya
“Saranghae Cho Sooyoung” ujarku
“Cho Sooyoung?” tanyanya
“Can’t I?”
“You can” ujarnya
“Malaikat bisa menikah?” tanyanya
“Hm…siapa yang tahu?” ujarnya
Lalu kami tertawa dan berjalan bersama ke sebuah taman yang indah.. Berdua…Dengan cinta yang sama. Dan dua boneka beruang itu…kini duduk di nisan yang bersebelahan. Karena mimpi itu sudah berakhir..dan menjadi nyata

——————————————————The End———————————————————–

87 thoughts on “Can’t I? {Part 6}

  1. sudah kuduga pasti soo eonnie meninggal, krna part nya sedikit, jadi aku sudah menduga ini bakal jadi ff sad ending yg memilukan.. kasihan soo eonnie berapa bnyak penderitaan yg dihadapinya.. tapi aku salut dengan kyuppa yg masih menjaga kesetiaannya selama 57 thn..

    chingu daebak.. ff nya benar2 menyentuh hati, apalagi pas baca surat2 yg soo eonnie kasih pada semuanya.. aku benar2 tidak bisa menahan air mataku hhe.. terus berkarya chingu, tapi jgn bnyak2 buat ff sad ending, kasian para readers menangis :D

  2. Hiks hiks, sedih banget hidupnya sooeon! Ibunya emang kejam!! Tapi untungnya kyu tetep setia sama soo sampe akhir hayatnya..sosweet:3 ditunggu ya karyanya yg lain!!^^
    Hwaiting!!!^^~

  3. Wah .. FF nya daebak Thor :D
    Sebenernya aku udh lama baca FF ini.

    Dan FF ini FF favoriteku.
    Tpi baru skrng bsa komen ..

    Kyuppa benar2 hebat :D
    Ditunggu karya lain nya Thor :D

  4. Soo meninggal…
    Nyesek baca Ώyå pas surat2 Чªπğ ϑϊ tulis soo pd smua Ώyå..
    Ending sad…
    Soo smpai akhir hayat Ώyå pertahanin kyuppa…
    Eomma Ώyå kejam… Lebih mentingin seo.. Tapi salut lht kyuppa… Ttp setia sα̩̩̩̩̥α̇̇̇̊ soo smpai akhir hayat J̶̲̅υ̲g̶̲̅ά̲..

  5. Part ini bikin nangis :'(
    eomma’a soo’eon kejam bnget … Tpi untung deh kyu ga sama seo… Hiks
    kyu romantis bnget

  6. Aigo.. Nyesek.
    Pd akirnya sooyoung lah yg hrs pergi terlebih dahulu, bukan seohyun.
    Huh… Pasti eommanya seo nyesel setengah mati. Dia mengabaikan segalanya dan hanya fokus pd seohyun yg di kira hidupnya tdk lama. Tp umur siapa yg tau? Tuhan lah yg memutuskan.
    Byk bgt pelajaran yg bs diambil dr sini.
    Ff nya keren!
    Gumawo chingu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s