Way for Us {Part 3}

Title : Way for Us

 

Main Cast :

 

* Cho Kyuhyun
* Choi Sooyoung
* Seo Joohyun

 

Other Cast :

 

*Yesung
*Tiffany

 

Type : Series

 

Genre : Romance, Friendship, Family

 

Rating : PG-17

~Author POV~
Kring!!!!!!!!
Bel pulang sekolah berbunyi. Anak-anak keluar dari gerbang sekolah. Seorang yeoja tinggi dengan rambut panjang keriting lepas membuat banyak orang menatapnya. Seorang namja keluar dari gerbang
“Eomma!!!!!”
“Soo hyun ah!”
Keduanya berpelukan
“Aku dapat seratus!”
“Wuah!! Pintar!!”
“Eomma menjemputku?”
Yeoja itu mengangguk
“Eomma menang tender soohyun ah. Kajja kita piknik!”
“Asyik!!!!”

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Makannya pelan-pelan soohyun ah”
“Makanan buatan eomma enak sih”
Aku tersenyum mendengarnya
6 tahun berlalu, kini usia soohyun 7 tahun. Tak terasa dia sudah duduk di bangku 3 SD sekarang. Dan wajahnya.. benar-benar mirip kyuhyun
“Eomma”
“Ne?”
“Kapan appa ikut piknik bersama kita?”
Aku terdiam mendengarnya
“Appa sangat sibuk ya eomma sampai tidak pernah melihat soohyun?”
“Soohyun ah, bisakah kita tidak membicarakan appa di sini”
“Mianhae eomma..”
Aku memeluknya
“Mianhae soohyun ah..”

~Kyuhyun POV~
“Ini berkas yang perlu ditandatangani, sajangnim”
“Ne, kamsamida”
Pintu tertutup. Aku mengusap wajahku. kurang lebih 7 sampai 8 tahun berlalu. Banyak perubahan terjadi. Kota ini, hidup ini, perusahaan ini. Tapi satu perubahan yang tidak terjadi, hati ini masih menjadi milik orang yang sama
“Chagiya, kau sedang apa sekarang?”

~Sooyoung POV~
“Kyaahahahaha. Soohyun ah! Eomma akan membalasmu!”
“Kejar aku eomma!!!!!”
Aku bermain di pantai dengan Soohyun. Dia iseng, sama seperti kyuhyun. Soal kyuhyun.. aku kembali teringat.. seperti apa dia sekarang. Kyuhyun ah, kota ini berubah, hidupku berubah, aku sudah menjadi seorang eomma, perusahaanku sudah maju sekarang, tapi satu hal yang kucoba ubah tapi tak pernah bisa.. hati ini, perasaan ini, cinta ini, dan kenyataan kalau soohyun adalah anak kita

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Seohyun POV~
“Kau sudah pulang”
“Ne”
Dia masuk ke dalam kamar. Aku menghela nafas. 7 tahun berlalu, kami masih berdua. Tepatnya karena kami memang tidak melakukan apa-apa setelah hari itu. Aku bingung sebenarnya apa yang membuat kyuhyun tetap tertutup padaku. Bahkan sampai 7 tahun ini

~Kyuhyun POV~
Sekretaris Kim masuk dengan muka khawatir
“Ada apa?” tanyaku
“Sajangnim, tender kali ini dimenangkan ChoiAd”
“MWO?”
Aku tersentak mendengarnya. Tidak mungkin bagaimana bisa
“Cari tahu informasi mengenai ChoiAd”
“Ne sajangnim”
Mustahil.. perusahaan apa itu

~Sooyoung POV~
Hari ini aku menjemput soohyun lagi di sekolah
“Eomma, chinguku membicarakan eomma”
“Membicarakan apa?”
“Katanya eommaku yeoppo”
Aku tersenyum mendengarnya
“Eomma, appa pasti tampan”
Aku hanya diam mendengarnya
“Apa appa kapten tim basket eomma?”
“Dia kapten tim voli”
“Wuah!! Jadi appa bisa main voli!”
Aigo.. kenapa aku bisa kelepasan..
“Ne”
“Eomma! suruh appa cepat pulang, memangnya dia tidak kangen sama soohyun”
Dia bahkan tidak tahu kamu hidup, soohyun ah
“Minta appa mengajari soohyun main voli eomma!”
“soohyun ah, apa kau segitunya ingin ketemu appa?” tanyaku
“Ne! Memangnya eomma tidak kangen sama appa?”
Aku lagi-lagi terdiam. Soohyun ah, eomma juga sangat rindu dengannya. Tapi eomma tidak mungkin menemui suami orang, dan cinta ini juga sudah salah

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Tiffany POV~
“Imo!!!!”
“Wuah!! Soohyun ah annyeong!!”
“Imo, aku mau bertanya”
“Tanya apa?”
“Appaku dimana sih?”
Aku terdiam mendengarnya
“Dia sibuk soohyun ah..Jadi tidak sempat menemuimu”
“Kan aku tidak sibuk imo, jadi aku yang akan menemuinya”
Aku tetap terdiam. Soohyun ah…
“Soohyun ah.. imo minta kau sabar ya”
“Imo besok aku studytour”
“Oh ya kemana?”
“Ke Korea”
Aku tertawa mendengarnya
“Ini kan di Korea, Soohyun”

~Kyuhyun POV~
Aku duduk di ayunan itu sendirian. Mengingat masa itu. 7 sampai 8 tahun berlalu. Dia dimana sekarang. Apa dia sudah menikah. Apa dia sudah hidup bahagia. Apa dia sudah melupakanku. Apa dia sudah punya anak. Apa dia sudah mencintai orang lain. Semua pertanyaan itu tak luput dari benakku.

“Slrp..slrp”
Aku menengok ke suara itu. Kulihat seorang anak, berusia sekitar 7 tahun memakan es krim chocomint di sebelahku dengan lahapnya
“Ahjeossi mau?” tanya anak itu padaku
“Ah, tidak. Aku hanya heran. Kenapa kau suka es krim chocomint?”
“Waeyo? Ini enak”
Aku merasa seperti dejavu..
“Maksud ahjeossi kenapa kau suka chocomint? Semua orang lebih suka coklat, strawberry, vanilla daripada chocomint”
“Chocomint itu surganya es krim”
Aku tersentak mendengarnya. Kata-kata yang diucapkan anak ini… sama seperti kata-kata yang diucapkan sooyoung dulu.

Flashback
Kulihat soo makan es krim chocomint di ayunan. Aku menggeleng melihatnya
“Kau seperti anak berusia 7 tahun”
“Waeyo? Ini enak”
“Kenapa kau suka chocomint sih”
“Waeyo?”
“Semua orang suka coklat, strawberry, vanilla. Kau chcoomint”
“Chocomint itu surganya es krim”
Aku tertawa melihatnya
Flashback end

“Ahjeossi umur berapa?” tanyanya membuyarkan lamunanku
“Ah ne?”
“Umur ahjeossi berapa?”
“32 tahun”
“Wuah, beda 1 tahun dengan eomma” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Kau ke sini sendirian? Mana eommamu?” tanyaku
“Aku study tour ke sini”
“Dengan sekolah?”
Dia mengangguk
“Gurumu mana?”
Kulihat anak itu melihat ke sekitar
“Aigo.. mereka tersesat” ujarnya
Aku menahan tawa mendengarnya
“Kajja, ahjeossi bantu mencari mereka”
Aku menggangdeng tangannya. Entah kenapa aku merasa hangat. Merasa seperti seorang appa menuntun anaknya. Aku melihat ke sekitar, tidak ada bus sekolahnya
“Aigo.. mereka benar-benar tersesat”
“Kau punya nomor telepon sekolah?” tanyaku
“Ah! Ada di agendaku!”
Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah agenda
“Ini telepon Kim sonsaengnim”
Aku menghubungi nomor itu
“Yeobseyo?”
“Maaf, ada seorang anak Seoul Elementary School di taman ini”
“Ah! Itu pasti Soohyun!”
Aku tersentak mendengarnya Soohyun..
“Jeongmal kamsamida! Kami sangat panik mencarinya.”
“Ne sonsaengnim”
Aku mematikan telepon
“Ahjeossi”
“Ne?”
“Aku tidak mau studytour dengan sekolah. Kenapa tidak studytour dengan ahjeossi saja?”
Aku tersenyum mendengarnya dan berlutut untuk mensejajarkan tinggiku dengannya
“Soohyun ah, nanti eommamu bingung mencarimu”
“Eomma lagi sibuk akhir-akhir ini, dia tidak akan tahu”
“Nanti appamu yang mencarimu bagaimana?” tanyaku
“Appa lebih sibuk lagi! Dia bahkan tidak pernah menemuiku”
Aku tersentak mendengarnya
“Tidak pernah menemuimu?”
“Ne! Aku tidak tahu appa seperti apa” ujarnya
Kulihat bus sekolahnya datang dan seorang guru keluar
“Jeongmal mianhaeyo. Kamsamida” ujar guru itu
“Ne”
“Soohyun ah, kau harus bilang apa?”
“Gomawo ahjeossi” ujarnya
Aku tersenyum melihatnya. Senyumnya.. seperti seseorang
“Ne. Lain kali jangan berpencar ya soohyun ah” ujarku
“Ayo soohyun ah..” ujar gurunya
Kulihat soohyun memeluk kakiku
“Aku mau studytour dengan ahjeossi saja sonsaengnim” ujarnya
“Kau tidak boleh begitu soohyun ah kau akan merepotkannya” ujar gurunya
“Tapi aku..”
“Choi Soohyun..”
Aku tersentak mendengarnya namanya… Choi Soohyun?
“Namamu Soohyun?” tanyaku
“Ne ahjeossi”
Nama itu… adalah nama yang akan aku dan sooyoung berikan pada anak kami jika dia namja…
“Ayo soohyun” ujar gurunya
“Sonsaengnim, apa akan merepotkan kalau saya ikut studytour” ujarku
“Ne?”
“Asyik! Boleh ya sonsaengnim” ujar soohyun
“Ne, baiklah.”
Aku menggendongnya
“Kajja!!!”

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Kyuhyun POV~
“Wuah!! Jerapah itu tinggi sekali ahjeossi!!”
“Ne soohyun ah”
“Yang itu hipopotamus!”
Aku tersenyum melihatnya. Entah kenapa aku merasa ingin waktu berhenti. Padahal aku baru mengenal anak ini. Setelah berkeliling Seoul Zoo, kami kembali ke bus dan pulang ke sekolah. Kulihat di bus itu ada orang tua dan anaknya.
“Soohyun ah, memangnya orang tua seharusnya ikut?”
“Ne, harusnya” ujarnya sambil memakan snack
“Kenapa eomma atau appamu tidak ikut? Sesibuk apapun seharusnya mereka meluangkan waktu atau meminta tolong orang lain menemanimu”

“Eomma tidak tahu hari ini seharusnya orang tua ikut”
“Jinjja?”
Dia mengangguk
“Waeyo? Kenapa kau tidak memberi tahunya?”
“Aku tidak memberikan surat undangannya” ujarnya
“Aigo.. kau tidak boleh begitu soohyun ah” ujarku
“Habisnya eomma sibuk, kalau aku bilang nanti eomma pasti menyempatkan lalu lembur sampai malam. kasihan eomma” ujarnya
Aku kagum mendengarnya. Anak ini, meski berusia 7 tahun pikirannya sangat dewasa
“Appamu?”
“Appa melihatku saja tidak pernah, orangnya seperti apa saja soohyun tidak tahu, bagaimana bisa memberikan suratnya” jelasnya
Aku mengelus kepalanya dan merangkulnya
“Ahjeossi”
“Ne?”
“Aku mau appaku seperti ahjeossi” ujarnya
Aku tersenyum mendengarnya
“Kata eomma, appa mukanya mirip denganku. Kalau appa mukanya mirip ahjeossi, berarti mukaku seperti ahjeossi berarti aku tampan” ujarnya. Aku tersenyum mendengarnya
“Lalu kata eomma, appa mantan kapten voli!”
“Jinjjayo? Ahjeossi dulu juga kapten voli” ujarku
“Wuah! Ahjeossi jago main voli?”
Aku mengangguk
“Ahjeossi mau tidak mengajari Soohyun main?” tanyanya
“Ne!”
“Wuah!!! Gomawo!!!”
Aku tersenyum melihatnya dan mengelus rambutnya
“Tidurlah, sepertinya kau lelah”
Kulihat dia bersandar di lenganku dan tidur. Kuperhatikan wajahnya dari dekat. Dia terlihat tenang. Entah kenapa aku merasa wajahnya mirip denganku. Atau..perasaanku saja..

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Bus sampai di sekolahnya. Kulihat soohyun masih tertidur. Semua orang tua dan anaknya sudah keluar dari bus, tinggal kami berdua. Kulihat di sana tidak ada orang tuanya
“Jogi..” ujar gurunya
“Ah ne?”
“Mianhae dia banyak merepotkan anda hari ini. Biarkan saja saya menemani dia di sini sampai orang tuanya datang” ujar gurunya
“Ah, gwaenchanhayo. Dia masih tidur, Kasihan kalau dibangunkan”
“Tapi..”
“Gwaenchanhayo sonsaengnim” ujarku
“Jeongmal gomawo. Kamsamida”
“Ne”
Aku membiarkannya tertidur bersandar di lenganku. Aku benar-benar merasa nyaman. Anak ini.. entah kenapa membuatku merasa menyayanginya. Aku mengambil tasnya dan mencari nomor telepon yang bisa kuhubungi di sana. Kulihat di sana ada sebuah handphone. Ternyata anak zaman sekarang sudah maju, mereka bahkan sudah punya handphone. Aku mencari nama ‘Eomma’ di sana dan aku menemukannya. Aku mengirimnya pesan lewat handphone soohyun berisi minta dijemput

~Sooyoung POV~
Kudengar handphoneku berbunyi. Aku membukanya. Ada sebuah pesan dari Soohyun
“Eomma, tolong jemput aku di sekolah. Saranghae ^^”
Aku tersenyum membacanya. Sejak kapan dia bisa mengirim pesan dengan akhiran saranghae di sana. Aku mengambil tas J.Estinaku dan menstarter mobil ke sekolahnya

~Kyuhyun POV~
Jam sudah menunjukkan pukul 17.30 KST. Kulihat sebuah mobil berwarna merah datang dan memarkirkan diri di dekat bus. Kulihat soohyun terbangun dan melihat ke jendela
“Eomma..” ujarnya
“Soohyun ah, kau sudah bangun?” tanyaku
“Ne, kajja ahjeossi”
Kulihat dia keluar dari bus dan aku mengikutinya. Kulihat seorang yeoja tinggi berambut panjang keriting lepas keluar dari pintu mobil dengan baju pink dan celana pendek putih

“Eomma!!!!!”
“Soohyun ah!”
Dia berbalik dan memeluk soohyun. Dan aku masih berdiri mematung melihat siapa yang keluar dari mobil itu
“Soo…youngie…”

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Soo…youngie..”
Aku menoleh ke sumber suara. Aku tercengang. Air mataku kutahan. Sekarang dia berdiri di depanku. Dia… Cho Kyuhyun..
“Eomma!Hari ini ahjeossi itu menemaniku studytour!” ujar soohyun
Aku menahan air mataku. Aku sebenarnya ingin sekali memeluknya sekarang. 7 tahun lebih kami tidak bertemu. Dan sekarang dia ada di depan mataku. Dan sekarang kami, Aku, dia, dan soohyun bertemu
“Oppa…” lirihku
“eomma mengenalnya?” tanya soohyun
Aku menahan air mata
“Ne”
“Itu eommamu soohyun?” tanya kyuhyun oppa
“Ne. Cantik kan ahjeossi!”
“Soohyun ah…”
“Ne. Dia semakin cantik dari terakhir kami bertemu soohyun ah”
Aku tersentak mendengarnya. Kyuhyun oppa.. kenapa kau malah membuatku semakin sulit melepaskanmu
“Eomma aku lapar!” ujar soohyun
“Ne, kajja kita makan!” ujarku berusaha mencarikan suasana. Ini bisa menjadi alasan untuk berpamitan
“Annyeong, gomawo sudah mengantarnya. Mianhae dia merepotkanmu” ujarku
“Gwaenchanhayo” ujarnya
“Ahjeossi ikut kami makan yuk!” ujar soohyun
Soohyun.. kau mau menghancurkan dinding eomma?
“Tapi..”
“Ayo!!” ujar soohyun menariknya ke mobil dan menyuruhnya yang menyetir. Aku tadinya mau duduk di belakang dan soohyun malah mendorongku ke depan. Akhirnya aku terjebak sekarang. Aku di depan, dengan kyuhyun yang menyetir, dan soohyun di belakang

~Kyuhyun POV~
Aku menstarter mobil dan pergi ke restoran yang soohyun tunjukkan. Kami makan jjangmyeon di sana. Restoran ini…mencatat sebuah kisah bagi kami

Flashback
Setelah menyatakan cinta dan diterima, dia mengajakku makan dan katanya dia mentraktirku karena aku menang
“Kenapa kau mengajakku makan di sini?” tanyaku padanya
“Kau tahu ini hari apa?”
“Apa?”
“Black Day”
“Apa itu?”
“Hari disaat orang yang single makan jjangmyeon!” ujarnya
Aku tertawa mendengarnya
“Kita kan sudah jadian barusan”
“Makanya itu ini blackday terakhirku dan kamu” ujarnya
Flashback End

Kulihat soohyun makan dengan lahap. Sedangkan kami masih dalam diam. Kulihat di jarinya tidak ada cincin pernikahan

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kulihat di jarinya tidak ada cincin pernikahan. Aneh
“Cincinmu mana?” tanyaku
“Aku tidak memakainya”
“Wae?” tanyaku
“Sudah kubuang” ujarnya
“MWO?”
Dia meneruskan memakan jjangmyeonya
“Waeyo?” tanyaku
“Aku sudah berusaha mencintainya, tapi tidak bisa” ujarnya sambil menatapku dengan tatapan yang paling kubenci. Tatapan itu sama dengan saat dia memutuskan hubungan kami
“Bagaimana dengan anak kalian?”
“Kami tidak punya anak, dan tidak akan pernah” ujarnya
“Mianhae” lirihku
“Gwaenchanhayo” ujarnya
Soohyun meneruskan makan jjangmyeonnya. Kulihat kyuhyun terus menatapnya. Aku melanjutkan makan
“Katanya ayahnya mantan kapten voli”
“Uhuk…”
“Gwaenchanhayo eomma?’ tanya soohyun
“Nae gwaenchanhayo” ujarku
“Kau tidak memakai cincin?” tanyanya
Aku terdiam
“Kau bertemu appanya soohyun dimana?” tanyanya
Aku tetap diam. Aku berusaha sangat keras menahan air mata ini. Dinding yang sudah kubangun 7 tahun untuk melupakannya ternyata tetap saja bisa dihancurkan

~Kyuhyun POV~
Kulihat sooyoung lebih banyak diam. 7 tahun lebih tidak bertemu dengannya… dia masih sooyoung yang sama. Sooyoung yang lebih memilih diam kalau tidak bisa menjawab. Tapi kenapa dia tidak bisa menjawabnya…. Kami selesai makan jjangmyeon dan kulihat dia bersiap pulang
“Annyeong oppa” ujarnya
“Annyeong ahjeossi!!” ujar soohyun
“Ne annyeong!!!”
Kulihat mereka masuk ke mobil dan pergi. Soo ah… akhirnya aku menemukanmu..

——————————————————Way for Us———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke mobil dan kulihat kyuhyun pulang dengan taksi. Seketika air mata jatuh dari pelupuk mataku. Air mata yang kutahan selama bertemu dengannya sampai di restoran
“Soohyun ah~” ujarku sambil menangis memeluknya
“eomma gwaenchanhayo!”
“Soohyun ah~”
Dan hari itu kami berdua menangis sepuasnya di mobil merah yang terparkir di restoran. Oppa aku menemukanmu dan anak kita menukan appanya

~Seohyun POV~
Kulihat kyuhyun pulang sangat malam
“Kau darimana saja?” tanyaku
“Bertemu orang yang sangat penting” ujarya dingin dan masuk ke kamarnya
Aku terduduk lemas. Pernikahan seperti apa ini. Aku meneteskan air mata. Kami menikah memang cinta bertepuk sebelah tangan dan karena keegoisanku. Tapi… kenapa dia tidak bisa berusaha mencintaiku

~Kyuhyun POV~

Aku terduduk di kasurku lemas. Kenangan tentang sooyoung kembali bermain dalam pikiranku. Dan kini ditambah tentang seohyun. Ditambah lagi misteri soohyun.
“Arrghhh!!!!”
Aku merebahkan diri di kasur. Seketika aku berpikir sesuatu..
Seperti apa appanya soohyun…Dia mantan kapten voli. Tunggu dulu..
“Katanya appanya mantan kapten voli”
“Uhuk…”

“Choi Soohyun..”

“Kata eomma, appa mukanya mirip denganku”

Usianya 7 tahun…

“Apa yang mau kau katakan?
“Tidak ada gunanya untuk kau tahu. Selamat tinggal. Semoga kau bahagia”

Seketika bayang-bayang hari itu muncul di pikiranku

“Saranghae” ujarku
“Haruskah aku menjawabnya?”
“Ne”
“Nado”

Dan hari itu, hari dimana aku memutuskan meninggalkan kehidupanku dan bersamanya. Hari itu.. kami….


Flashback
“Nado” ujarnya
Aku masuk ke dalam dan menutup pintu. Aku memeluknya lembut dan menciumnya. Dia membalasnya. Hari itu kami benar-benar merasakan lega dan bebas untuk saling mencintai
“Trust me?” tanyaku
“Ne”
Aku menggendongnya ke kamarnya dan merebahkannya. Kami berdua tersenyum, seolah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Hari itu aku merasa sangat bahagia, terbebas dari keputusan appa dan perjodohan konyol itu
“kyaa.. appo oppa” lirihnya sambil menitikkan air mata
Aku menghapus air matanya dan menciumnya lembut

“Thanks for giving me the first”
“Ne”
Flashback end

Bukan tidak mungkin kalau hari itu….. Aish.. pikiran ini menghantuiku sekarang. Raut mukanya yang takut dan gugup saat itu saat akan mengatakan sesuatu. Tangisannya saat itu. Tidak jadinya dia mengatakan apa yang ingin dia katakan sebelumnya. Choi Soohyun. kapten tim voli. Appa soohyun yang tidak pernah melihatnya. Jari sooyoung yang tidak bercincin. Wajah soohyun yang mirip denganku.Mimpi di hari pernikahanku dan seohyun. Semuanya seolah mengatakan padaku secara tidak langsung kalau aku… adalah appa soohyun

——————————————————TBC———————————————————–

34 thoughts on “Way for Us {Part 3}

  1. Hueeeee akhirnya mereka bertiga (soo eonni, soohyun, kyu oppa) ketemu juga..
    Udahlah kyu oppa ceraikan saja seohyun trus kejar anakmu dan orang yg kau cintai

  2. Haaiiii,, maap ya aku koment’a sekalian disini dari part 1-3..

    Hikzzz kisah cinta yg penuh liku dan perjuangan,, tapi pas baca’a semua terasa nyata..

    Baguss bgt :D

  3. daebak deh, makin bagus aja,
    akhirnya mereka bertiga ketemu, dan kyuppa sadar kalo soohyun anaknya,
    udah ceraiin aja si seo ntu, dripada semuanya menderita, hehehe
    Lanjut part 4

  4. adch kyuyoungnya kletemu…………………………………….

    seo kk ga’ nyearh2 ya pdhl 7 thn didiemin kyuppa…………………………..

  5. Kyaa,,, akhir Ώyå kyuppa ketemu ma soo └ǻ9!…
    Setelah 8 th berpisah…
    Soohyun…
    Dy Чªπğ pertemukan soo dan kyuppa…
    Üϑάн seo jgn egois deh…
    Tersiksa jadi Ώyå kan?
    Lepasin ajja kyuppa…
    Biar dy bahagia dg org Чªπğ ϑϊ cintai Ώyå..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s