Ooh La La! (After Story)

Title              : Ooh La La!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Kim Hyoyeon
  • Cho Kyuhyun
  • Victoria Song
  • Lee Hyuk Jae

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship

Rating                   : PG-17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9-End

~Siwon POV~
“Hiks hiks..” isak yeoja di sebelahku
Aku menatapnya heran. Kami sedang berada di tempat pemberkatan pernikahan eunhyuk dan hyoyeon. Tapi daritadi dia terus terisak
“Yeobo, jebal  berhentilah menangis nanti mereka kira aku yang membuatmu menangis..” ujarku
“Hyoyeonie akhirnya menikah siwonie..”
“Ne aku sudah tahu youngie.”
“Hyoyeonie tumbuh cepat sekali siwonie..Kemarin dia masih kecil, sekarang dia sudah menikah”
“Youngie, seharusnya kan eommanya yang bilang begitu. Bukan kau” ujarku
Kulihat dia memicingkan matanya
“Waeyo? Benarkan?”
“Tidak mengerti perasaan yeoja” ujarnya
Aku terkekeh mendengarnya

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Youngie…” ujar hyo dan kami berpelukan. Kulihat dia hampir menangis
“Hyoyeonie.. jangan menangis..”
“Ne aku akan..”
“Nanti maskaramu luntur” ujarku
Dia memukul pundakku
“YA! Apa yang kau lakukan!”
“Seharusnya kan kau bilang jangan menangis, kau sudah bahagia. Tapi malah yang kau pikirkan maskaraku!” ujarnya
“Aku kan hanya bercanda hyoyeonie~CHUKKHAE!! Sekarang kau sudah menjadi LEE hyoyeon” ujarku memeluknya
“Gomawo youngie~”

~Siwon POV~
Resepsi Hyoyeon dan Eunhyuk diselenggarakan di Pulau Jeju. Setelah pemberkatan, kami menaiki penerbangan ke sana dan pergi ke hotel tempat kami menginap yang dekat dengan tempat resepsinya. Mereka melangsungkan pernikahan garden party. Aku mengendarai mobil dan kulihat soo memandangi pemandangan Pulau Jeju
“Wuah… indah sekali” ujarnya
“Kau menyukainya?”
Kulihat dia mengangguk
“Romantis sekali mereka, menikah di Pulau Jeju” ujarnya
“Waeyo? Kita lebih romantis, setiap hari bisa datang ke tempat pernikahan kita” ujarku
“Maksudmu cafe?” tanyanya sambil tertawa
“Aku serius yeobo. Kita bisa mengingat memori itu setiap hari”
“Ne kau benar”
“Saranghae?” ujarku
“Apa aku perlu menjawabnya? Kurasa kau sudah tahu jawabannya” ujarnya
Aku tersenyum “ne”

~Sooyoung POV~
Aku pergi ke kamar pengantin hyoyeon dan kulihat hyoyeon mengenakan wedding dress panjang
“Wuah! Neomu yeppo!” ujarku
“Gomawo” ujarnya
“Kurasa eunhyuk akan ternganga melihatmu”
Kulihat dia tertawa
“Kau sendiri cepat bersiap, resepsinya 2 jam lagi dan kau harus duduk di paling depan!” ujarnya
“Ne, arraseo nyonya lee”
“YA! Jangan menggodaku!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Aku duduk di balkon dan kulihat soo datang dengan muka sumringah
“Kau senang sekali”
“Cepat yeobo kita harus duduk di paling depan!” ujarnya sambil berlari masuk kamar mandi
Aku tersenyum dan menggelengkan kepala melihatnya

~Hyoyeon POV~
Aku sangat grogi sekarang
“Tenang saja chagi” ujar eunhyuk oppa
“Ne”
Aku menarik nafas dan menghembuskannya.  Pintu terbuka dan aku melangkahkan kaki bersama eunhyuk. Para undangan bersorak-sorak. Kulihat soo memberi tanda ‘hwaiting’ padaku. Aku tersenyum dan lega melihatnya

~Sooyoung POV~
“Hwaiting hyoyeonie!” ujarku padanya sampai dia tersenyum ke arahku
“Kenapa kau berbicara sendiri?” tanya siwon padaku
“Aku menyemangatinya!” ujarku
Kulihat dia tersenyum dan menggeleng. Aish menyebalkan

~Siwon POV~
Kulihat dia cembetut melihatku
“Kau terlihat cantik kalau begitu yeobo” ujarku sambil merangkulnya
“Kajja kita menyelamati mereka” ujarku

~Hyoyeon POV~
“Youngie!!!!”
“Hyoyeonie!!”
Kami berpelukan.
“Chukkhae!!!”
“Gomawo!!”

~Eunhyuk POV~
“Kenapa 2 yeoja itu?” tanyanya
“Molla. haha. Chukhhae hyuk!”
“Gomawo won!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Sebulan berlalu sejak pesta pernikahan hyoyeon dan eunhyuk. Kulihat kedua sejoli itu makan siang bersama dengan kue sebulan pernikahan mereka
“Memangnya pernikahan mereka bayi, 1 bulan dipestakan” ujar soo
Aku tertawa mendengarnya
“Kau iri melihatnya?”
“Aniya. Hanya heran. Sedikit” ujarnya sambil meneruskan makan kiwi
Sejak hyohyuk menikah, setiap makan siang eunhyuk makan di cafeku bersama hyoyeon. Kulihat soo memakan kiwi lagi. Sudah seminggu ini dia selalu makan kiwi dan membuatku bingung
“Dari kemarin kau makan kiwi terus” ujarku
“Waeyo? Ini sangat enak” ujarnya
“Ne, tapi apa kau tidak bosan?”
“Aniya.” ujarnya
“Kau mau makan apa?” tanyaku
“Aku malas makan siang” ujarnya
“Aigo… nanti kau sakit yeobo. Kubuatkan sushi bagaimana?” tanyaku
“Baiklah, ayo kita buat bersama!” ujarnya sambil menarikku ke dapur. Aku tersenyum melihatnya. Sampai kapanpun, dia tetap choi sooyoung yang sama. Kami sampai di dapur
“Mau sashimi?” tanyaku
“Ne! Itu harus!” ujarnya
Aku mengeluarkan salmon dari kulkas dan tiba-tiba kulihat dia menutup mulutnya lalu pergi. Aku menyusulnya
“Gwaenchanhayo?”

~Sooyoung POV~
Entah kenapa aku merasa sangat mual mencium bau ikan itu. Aku merasa pusing
“Gwaenchanhayo?” tanya siwon
“Nae gwaenchanhayo” ujarku
“Omo! Mukamu pucat sekali yeobo” ujarnya
“Jinjja?”
“Ne, sepertinya kau sakit. Sebaiknya kita ke euisa” ujarnya
“Aniya… Aku tidak apa-apa!” ujarku

~Siwon POV~
“aniya… Aku tidak apa-apa!” ujarnya
Kulihat dia berjalan dan kehilangan keseimbangan. Aku menahannya
“Sebaiknya kita ke euisa yeobo” ujarku
“Aniya. Aku tidak mau ke sana!” ujarnya
“Baiklah..”
Aku menggendongnya
“kyaaa!!!! turunkan aku!” ujarnya
“Kalau kuturunkan, nanti kau kabur” ujarku
“Memangnya aku anak usia 5 tahun yang kalau ke dokter akan kabur!” ujarnya
“Ya, mungkin bisa dibilang begitu” ujarku
“Kyaaa!! turunkan!!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Mau tidak mau akhirnya aku pergi ke rumah sakit. Aish. menyebalkan sekali. Dari dulu aku paling malas ke sini. Tempat putih. bau obat. menyebalkan.
“Apa keluhanmu?” tanya euisa itu
“Aku pusing dan mual” ujarku
Dia memeriksaku dan menanyakan beberapa pertanyaan aneh.

~Siwon POV~
Kulihat soo keluar dari ruang periksa bersama euisa itu
“Bagaimana keadaannya euisa?” tanyaku
“Chukhhae, kalian akan menjadi orang tua. Istrimu hamil 1 bulan” ujarnya
“MWO?” ujar kami berdua
“Jangan kelelahan, jangan stress,  jangan makan makanan mentah, nanas, dan banyaklah beristirahat dan olahraga ringan.”
“Gomawo yeobo!!!” ujarku sambil menggendongnya
“Kyaaaa!! Turunkan siwonie!!”

~Seohyun POV~
“JINJJA? KYAAAA!!! CHUKHHAE!!!” ujarku
“Ne gomawo seohyun ah!! Tolong beritahu appa dan harabeoji” ujar siwon oppa
“Ne oppa. Annyeong”
Aku mematikan telepon
“APPA!!! HARABEOJI!!!!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat soo duduk di sofa dan menghela nafas. Dia kenapa sebenarnya
“Waeyo?”
“Aku masih bingung” ujarnya
“Apa yang kau bingungkan?” tanyaku
“Menjaganya, merawatnya, dan membesarkannya. Bagaimana caranya?” tanyanya
Aku merangkulnya
“Aku jadi merindukan eomma. Seharusnya dia di sini dan mengajariku caranya” ujarnya
Aku megusap kepalanya
“Kau tahu youngie, semua orang tua begitu awalnya. Mereka tidak tahu bagaimana caranya. Tapi seiring berjalannya waktu kita akan mengerti” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Kurasa kau benar. Gomawo” ujarnya sambil memelukku
“ne yeobo”

~Hyoyeon POV~
“KYAAAAAAA!!!!! CHUKKHAE YOUNGIE!! SIWON!” ujarku sambil memeluknya
“Ne gomawo hyoyeonie!!”
Aku sangat senang mendengarnya. Akan ada seorang malaikat kecil di sini!

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
“Ayo makan youngie”
“Sebentar yeobo”
Aku memandangnya heran. Sudah 6 bulan usia kandungannya. Tapi sejak bulan keenam, dia susah makan
“Mainnya nanti saja. Sekarang makan dulu”ujarku
“Aku tidak lapar” ujarnya
“Tapi dia lapar youngie”
“Dia juga tidak lapar”
Aku menghela nafas terpaksa aku menyuapinya
“Aaa..”
Dia memakan beberapa suap hingga dia menaruh ipadnya
“Kau mau kemana?”
“Aku sudah kenyang” ujarnya
“Tapi kau baru makan beberapa suap yeobo” ujarku
“Aku sedang tidak mood makan. Annyeong” ujarnya sambil mencium pipiku.
Aigo.. bagaimana kalau dia terus begini Eottokhe!!

~Sooyoung POV~
“Kau harus banyak makan youngie” ujar hyo padaku
“Waeyo?”
“Kau harus memberi makan 2 orang! Pertama bayimu kedua dirimu! Bagaimana bisa kau bertanya waeyo?” ujarnya
“Aku tidak mood makan hyoyeonie” ujarku
“Apa ada sesuatu yang ingin kau makan?” tanyanya
Aku berpikir sebentar
“Kurasa tidak ada” ujarku
“YA! Seharusnya kan ada!” ujarnya
“YA! Kenapa kau jadi memaksaku!”

~Seohyun POV~
Hari ini aku datang ke cafe untuk menjenguk eonni.Kalau tidak salah kandungannya sudah 6 bulan. Appa memintaku mengantarkan makanan. Akupun mencarinya ke dapur

~Siwon POV~
Aku memutuskan pergi ke dapur dan melihat apa yang dilakukan soo. Aku sangat kaget melihatnya memanjat tangga
“OMO YOUNGIE!”
“Annyeong siwonie”
“APA YANG KAU LAKUKAN!”
“Aku mengambil gula. Waeyo?” ujarnya sambil menuruni anak tangga dengan santai
Aku menghembuskan nafas lega. Untung dia tidak jatuh
“Youngie, kau kan bisa minta tolong pada yang lain untuk mengambilkannya” ujarku
“Kalau bisa kuambil sendiri kenapa harus minta tolong” ujarnya santai
“Youngie.. kau kan sedang hamil. Bagaimana kalau kau jatuh?” ujarku
“Kya!!! Kenapa kau menakut-nakutiku!”
“Ada apa ini?” tanya seohyun
“Siwonie menakut-nakutiku seo!” ujarnya
Aku terkekeh melihatnya, kenapa dia seperti mengadu ke eommanya
“Memang apa yang kau bilang oppa?” tanya seohyun
“Aku bilang, bagaimana kalau dia jatuh kalau naik tangga. Dia malah bilang aku menakut-nakutinya” ujarku
“Astaga. Apa yang kau lakukan eonni!”
Kulihat dia cemberut lalu pergi. Seperti anak kecil. Aku tersenyum melihatnya
“Sudah berapa lama dia begitu?” tanya seohyun
“Baru akhir-akhir ini. Dia jadi sangat sensitif” ujarku
Kulihat seo menggeleng heran

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kulihat siwon sudah tertidur. Sudah 5 jam berlalu. Aku masih belum bisa tidur. Sejak kandunganku berusia 6 bulan aku jadi susah tidur. Tidak bisa melompat ke kasur, tidak bisa tidur tengkurap, apalagi tidur berguling-guling. Aku bosan dan lapar. Akhirnya aku membangunkannya

~Siwon POV~
“Siwonie.. irreona”
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Kulihat jam masih menunjukkan pukul 1 pagi
“Ini masih pagi youngie…”
“Ayo kita buat kue” ujarnya sambil mengguncang-guncangkanku
“Nanti saja di cafe. Aku masih ngantuk.” ujarku
“Lihat! Appamu menyebalkan sekali! Baiklah aku akan membuatnya sendiri!”
“Ne ne, arraseo. Aku bangun”
“Yeay! Kajja!”
Aku memasak dan dia duduk di kursi meja makan. Aku membuat cheesecake. Akhirnya cheesecakenya matang

“Taraaaa…”
Kulihat dia tertidur pulas. Aku menggelengkan kepala. Youngie.. youngie. Padahal dia yang membangunkanku tapi malah dia yang tertidur. Kulihat wajahnya terlihat lelah. Benar juga, bangun sepagi ini belum seberapa dibanding dengannya. Dia pasti sulit bergerak dengan perut sebesar itu dan pasti kesal karena tidak bisa melakukan banyak hal. Aku menggendongnya ke kamar dan menyelimutinya.
“Saranghae”

~Sooyoung POV~
Aku terbangun dan kulihat siwon tertidur pulas di sampingku. Aku baru ingat tadi pagi aku membangunkannya. Aku jadi merasa bersalah.
“Mau sampai kapan kau memandangiku begitu” ujarnya
“Kau sudah bangun?”
“Ne”
“Mianhae aku membangunkanmu terlalu pagi..” ujarku
Dia memelukku
“Mianhae juga karena aku menyadari perasaanmu” ujarnya
Aku tersenyum
“Ne”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
“Aa..”
Kulihat dia makan dengan lahap. Untunglah sejak hari itu, dia tidak susah makan lagi.

~Sooyoung POV~
Tiba-tiba kurasakan dia menendang perutku
“Yeobo! Dia bergerak”
“Jinjja?”
Dia memegang perutku
“Ne, kau benar”
“Kurasa dia namja” ujarku
“Kalau aku mau tahu, kenapa kau menyuruh dokter merahasiakannya” ujarnya
“Biar menjadi kejutan” ujarku
kurasakan dia menendang lagi
“Dia anak yang sangat aktif yeobo” ujarnya
“Ne. Kurasa begitu”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Cepatlah pulang. Aku bosan ^^
Sooyoungie
Aku tersenyum membacanya. Sejak kandungannya berusia 7 bulan aku melarangnya pergi ke cafe. Sejak itulah kami tinggal di rumah orang tuanya agar dia tidak sendiri di rumah.
Ne arraseo nyonya choi ^^
balasku. Aku membuka pintu cafe dan aku kaget melihat siapa yang berdiri di depanku
“Tiffany?”

~Tiffany POV~
“Tiffany?”
Aku menangis dan memeluknya
“Ada apa?” tanyanya
“Siwon oppa…”

~Sooyoung POV~
Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 6. Kenapa dia belum pulang. Aku mengambil kunci mobil diam-diam. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
“OMO! EONNI KAU MAU KEMANA!” ujar seo
Aku cepat-cepat menstarter mobilku dan pergi. Mianhae, aku penasaran. Kemana siwon sebenarnya

~Seohyun POV~
Aku mencari nomor siwon oppa. Aku berusaha menghubunginya tapi cellphonenya mati. Ooh la la…. eottokhe!!

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
“Donghae memutuskanmu!”
Dia mengangguk. Sejak dia tahu aku dan soo menikah, tak lama kemudian dia jadian dengan donghae, teman duetnya

Flashback Siwon POV
Tiffany mengirimku pesan untuk bertemu di lotte mall. Aku menurutinya dan pergi ke sana
“Kenapa kau memanggilku?” tanyaku
“Aku minta maaf karena pernah mengusikmu oppa.. Saat terakhir bertemu aku pergi tidak baik-baik” ujarnya
“Ne, aku sudah memaafkanmu. Aku juga yang salah karena tidak memberitahumu” ujarku
“Oppa, kau tenang saja. Aku tidak akan mengusikmu lagi. Kini aku sudah memiliki namjachingu” ujarnya
“Jinjja?”
Dia mengangguk
“Wuah chukkhae! Nuguya?” tanyaku
“Kau tahu donghae, teman duetku?”
“Ne. Kau jadian dengannya?”
“Ne, baru saja. Makanya kau harus menjadi orang pertama yang tahu. Tapi oppa, bisakah aku tetap bercerita padamu?” ujarnya
“Tentu saja. Kau kan dongsaengku fany. arraseo?”
“Ne oppa. Gomawo”
Flashback end

“Aku ingin go public oppa. Tapi haeppa tidak pernah mau dan akhirnya dia memutuskanku. Apa yang harus kulakukan” ujarnya
“Kurasa kau harus mencoba bertanya padanya apa alasannya. Kurasa dia punya alasan yang membuatnya tidak mau go public” ujarku
“Kurasa begitu. Gomawo oppa..” ujarnya sambil memelukku
“Ne”
“PRANG!”
Tiba-tiba kudengar suara vas bunga yang mengagetkanku. Kulihat seorang yeoja berlari
“YOUNGIE!”

~Sooyoung POV~
Aku sampai di cafe dan kulihat mobil siwon masih di sana. Aku masuk ke dalam cafe dan kulihat sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan mataku. Jadi, karena ini dia melarangku ke cafe? Agar bisa bersama dengan tiffany? Ternyata mereka masih bertemu di belakangku? Aku meneteskan air mata. Kau kuat youngie, ini mungkin saja tidak seperti apa yang kau pikirkan. Tapi…bukankah semuanya sudah jelas? Aku mencoba menghindari kenyataan dan aku tidak sengaja menyenggol vas bunga
“PRANG!”
Aku berlari keluar dan kulihat siwon mengejarku
“YOUNGIE!”
Aku masuk ke mobilku
“YOUNGIE! Dengar penjelasanku! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!” ujarnya sambil mengetok kaca
Aku menstarter mobilku dan pergi. Siwonie.. aku juga ingin mempercayai hal itu tapi apa yang kulihat itu.. bukankah sudah jelas?

~Siwon POV~
“Mianhae oppa..” ujar fany
“Gwaenchanhayo. Mianhae aku harus menyusulnya annyeong”
“Ne oppa”
Aku menstarter mobilku dan mengikuti mobilnya. Kulihat dia menambah kecepatan dan mobilnya melaju semakin kencang. Tuhan.. tolong lindungi dia. Jangan sampai terjadi sesuatu padanya. Kulihat mobilnya terus melaju dan warna lampu menjadi merah. Mobilku pun berhenti. Aigo.. youngie.. mau kemana dia malam-malam begini

~Hyoyeon POV~
Kudengar bel pintu berbunyi. Aku membukakan pintu dan betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang ada di sana
“Youngie?”
“Hyoyeonie…”
Dia memelukku dan menangis
“Aigo.. youngie kau kenapa!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat di daftar panggilan tak terjawab ada panggilan dari seohyun. Aku menelponnya
“OPPA! Kenapa kau baru mengangkat teleponku!”
“Ne, mianhaeyo seo. Waeyo?”
“Eonni pergi menyetir oppa!”
“Ne aku sudah tahu..”
“Dia ke cafe? Dia sudah bersamamu?”
“Aku tidak tahu dia dimana sekarang seo. Apa kau tahu dia kemana kalau ada masalah?”
“Dia selalu kabur kalau ada masalah. Tapi aku tidak tahu kemana”
“Seo, jangan bilang pada appa dan harabeoji. Kalau mereka menanyakannya, bilang saja dia menginap di rumahku”
“Ne oppa. Tolong temukan dia..”
“Itu pasti seo”
“Annyeong”
“Ne annyeong”

~Hyoyeon POV~
Kulihat dia sudah tertidur pulas. Matanya bengkak. Padahal dia sedang hamil, bagaimana bisa dia menyetir ke sini. Youngie.. Aku sudah memutuskan apa yang harus kulakukan. Besok aku akan menghubungi siwon. Masalah ini harus diselesaikan kalian berdua.

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Sudah seharian aku mencarinya ke semua tempat. Sungai Han, cafe, dan lainnya. Tapi aku tidak menemukannya. Youngie… kau dimana.
Handphoneku berbunyi, aku cepat-cepat melihatnya. Ternyata itu hyoyeon
“Yeobseoyo?”
“Siwon, soo ada di rumahku”
“JINJJA?”
“Ne, cepat ke sini. Dan selesaikan masalah kalian”
“Ne, gomawo”

~Hyoyeon POV~
“Kau habis menelpon siapa?” tanya soo
“Eunhyuk” bohongku
“Oo..”
Mianhae soo, tapi kali ini aku tidak bisa membiarkanmu lari dari masalahmu seperti dulu. Kau harus menyelesaikannya

~Siwon POV~
Aku menekan bel pintu dan hyoyeon membukakan pintu
“Masuklah dan selesaikan masalah ini baik-baik. Ingat bicaralah yang tenang dia sedang hamil” ujarnya
“Ne, gomawo”
Aku masuk ke dalam dan kulihat dia sedang duduk di sofa. Aku memeluknya dari belakang
“Mianhaeyo…”

~Sooyoung POV~
Aku meneteskan air mata mendengar suaranya
“Itu semua tidak seperti yang kau bayangkan. Fany bercerita padaku dia putus dan dia meminta solusi padaku. Itu tidak lebih dari pelukan seorang oppa ke dongsaengnya. Jebal, kalau kau mencintaiku, maka percayalah padaku youngie..” ujarnya
Aku membalikkan badan.Aku kaget melihatnya sangat kacau. Rambutnya berantakan, mukanya pucat, matanya bengkak, dan pakaiannya berantakan. Aku memeluknya
“Kau tidak perlu menyiksa dirimu sendiri untuk membuatku mempercayaimu” ujarku
“Mianhae.. membuatmu salah paham” ujarnya
“Mianhae..aku sangat childis” ujarku
“Gwaenchanhayo”
Tiba-tiba kudengar perutku berbunyi
“Omo! Kau tidak memberinya makan?” tanyanya
“Hehe, belum”
“Kajja kita makan!” ujarnya sambil menggendongku
“KYAA!! Turunkan aku siwonie!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Hari ini hari minggu. Kulihat youngie memakan banyak jeruk
“Apa perutmu tidak sakit memakan jeruk sebanyak itu?” tanyaku
“Tidak”
Sekarang kandungannya sudah 9 bulan. Aku duduk di sampingnya dan memegang perutnya
“Kenapa dia tidak menendangku?”
Kulihat dia hanya diam
“Youngie? Gwaenchanhayo?”
Kulihat dia memegang perutnya
“Appo..” ujarnya
“Gwaenchanhayo?”
“Appo siwonie..”
“OMO! Sooyoung ah gwaenchanhayo?” tanya appanya dan harabeojinya
“Eonni?”
“Mungkin ini karena kau makan jeruk terlalu banyak” ujarku
“Kyaaaaaaaa!! Appo siwonie!”
“Cepat bawa dia ke rumah sakit” kata harabeoji
Aku cepat-cepat menggendongnya ke mobil. Appa menyetir mobilnya
“APPO!!!!!!” ujarnya
“Youngie, kau makan jeruk berapa banyak sampai perutmu sakit?” tanyaku
“Molla…”
Kami sampai di rumah sakit dan euisa menanganinya lalu membawanya ke ruang bersalin
“Istri anda akan melahirkan hari ini” ujarnya
“MWO?”
Aku memegang tangannya dan menemaninya ke ruang bersalin

“Tarik nafas, hembuskan” ujar euisa
“Kyaaaaaaa!!!!! Appo siwonie…” ujarnya
“Tenang youngie, ini tidak akan sakit” ujarku
“Jelas-jelas ini sakit babo!”
“Ne ne, kau bisa yeobo!”
Aku hanya bisa memegang tangannya. Memang benar pasti sangat sakit
“Aku tidak kuat siwonie..” ujarnya
“Kau kuat youngie!”
“Kyaaaa!!!”

~Seohyun POV~
Aku menunggu di luar dengan cemas. Kudengar suara eonni dari luar. Aigo.. eonni…

~Sooyoung POV~
Kudengar suara tangis bayi membahana di ruang bersalin. Aku menghembuskan nafas lega dan menitikkan. Seketika semua rasa sakit itu seolah hilang
“Chukkhae bayimu namja” ujarnya
“Wuah! Aku benar yeobo” ujarku
“Ne. Gomawo yeobo” ujarnya sambil mencium keningku
“Dia mirip denganmu” ujarku
“Jinjja?”
Aku mengangguk
“Saranghae Choi Wooyoung” ujarnya
“Kurasa akan ada yang mengalahkan ke cool an seorang choi siwon” ujarku
“Ne, ne arraseo. Tapi nanti juga akan ada yang mengalahkan mu” ujarnya
“MWO?”
“Choi Wooyoung ingin yeodongsaeng kan?”
“Andwe! dia mau namdongsaeng”
“Jinjja? Dia tidak bilang begitu”
“Dia akan bilang begitu nanti yeobo. Hahaha”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Hyoyeon POV~
“Kyaa!! Chukhhae!!!” ujarku sambil memeluk soo
“Gomawo hyoyeonie..”
“Kau harus lebih dewasa sekarang. Ingat! Sudah ada yang memanggilmu eomma!” ujarku
“Ne, aku tidak akan kabur lagi ke rumahmu. Haha”

~Sooyoung POV~
Kulihat hyoyeon memegang kepalanya
“Kau sakit?” tanyaku
“Molla. Aku merasa pusing dan mual akhir-akhir ini”
“OOH LA LA! KAU HAMIL!”

End
Mianhae afterstorynya lama, ide ceritanya lama soalnya readers hehe
RCL ^^

6 thoughts on “Ooh La La! (After Story)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s