Mine [Part 8]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

 

Other Cast  :

 

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung

 

Type                      : Series

 

Genre                    : Romance, Friendship, Family

 

Rating                   : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

~Yuri POV~
Kulihat Minho mengintip dari jendela kelasku.
“Aku keluar sebentar ya” ujarku
Aku pergi ke luar kelas dan menepuk pundaknya
“Noona?”
“Untuk apa kau mengintip begitu!”
“Aku hanya ingin melihat soo noona.”
“Dia baik-baik saja. Oh ya rahasiakan hal ini dari anak basket terutama siwon” ujarku
“Waeyo?”
“Noonamu yang memintanya aku juga tidak tahu kenapa”
“Ne.. arraseo”

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Besok soo ulang tahun. Aku bingung mau memberikan apa untuknya
“Menurutmu aku harus memberikan apa padanya min?” tanyaku sambil bermain basket
“Molla noona tidak pernah bilang dia ingin apapun” ujarnya
“Aigo… susah sekali sih membeli hadiah ulang tahun bagi yeoja” ujarku
“Berikan saja dia boneka!” ujar donghae
“Terlalu biasa!” ujarku
“Kalau begitu beri dia bunga” ujar yesung
“Aku bukan tipe cowok sok romantis pemberi bunga!” ujarku
“YA! Kau mengataiku sok romantis!”
“Mungkin”
“Aish. Choi Siwon”
Aku memasukkan bola ke ring
“Kurasa aku tahu..”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini kami semua menginap di rumah Tiffany.Aku beralasan pada siwon aku menginap dan pulang saat pagi. Kami mengobrol banyak dan tiba-tiba cellphoneku berbunyi
“Yeobseoyo?”
“Keluarlah atau kau akan menyesal”
Aku tertawa mendengarnya
“Kau mengancamku oppa?”
“Ani. Aku serius cepat turun aku di depan rumah tiffany”
Aku menutup teleponnya
“Sebentar ya” ujarku
Aku turun ke bawah dan membuka pintu. Kulihat siwon berdiri di sana sambil melihat jam
“Oppa apa yang kau la..”
“3….2…1! Saengil chukkhae chagiya!!”


Dia mengeluarkan sebuah kue berlilin 16.
“Omo.. oppa..”
“Aku yang membuatnya. Tulisannya SS. Aku harus menjadi orang pertama yang mengucapkan saengil chukkhae padamu dan kau harus jadi orang pertama yang mencoba kue buatanku. Kau harus keluar agar kau tidak menyesal! Karena aku akan memakan kuenya kalau kau tidak keluar sebelum jam 12 malam.”
Aku terharu mendengarnya
“Cepat buat permohonan”
Aku pun membuat permohonan

Semoga eomma bisa menerimaku dan kebahagiaan ini tidak pernah berakhir

Aku meniup lilin itu dan memeluknya
“Gomawo oppa”
“Ne”
Kami tertawa dan dia menciumku lembut. Tiba-tiba suara tepuk tangan mengagetkan kami
“KYAAAA!!!!” teriakku
“SAENGIL CHUKKHAE!!!” ujar mereka semua sambil melemparkan confetti
“Gomawo semua”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku menuruni anak tangga. Hari ini aku berulang tahun ke-16. Kulihat im ahjumma duduk di kursi dan di depannya ada sepotong kue kecil berangka 16
“Sae..”
“Jangan mengucapkan itu padaku! Eomma harus selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan saengil chukkhae saat aku ulang tahun”
Aku keluar dari rumah dan kudengar dia berteriak
“SAENGIL CHUKKHAE ANAKKU! EOMMA SUDAH MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENGUCAPKANNYA! FIGHTING!”
Aku kesal mendengarnya. Aish.. Aku mengabaikannya dan kulihat eomma berdiri di depan mobil dengan sebuah kue tiramisu
“Saengil chukhhae yoona!”
“Ne eomma. Gomawo!!”
“Tiup lilinnya”
Aku meniup lilinnya

~Sooyoung POV~
Di sekolah aku menerima banyak ucapan saengil chukkhamnida. Aku sangat senang ini pertama kalinya saat aku berulang tahun banyak orang mengucapkannya. Dan pertama kalinya aku merayakannya bersama teman-temanku.

~Yoona POV~
Aku berjalan menyusuri lorong. Ini pertama kalinya dalam seumur hidupku tidak seorangpun mengucapkan saengil chukkhamnida padaku. Ini pertama kalinya aku tidak mendapat satupun hadiah. Mataku memanas melihat sebuah pemandangan menyebalkan. Choi Sooyoung menggantikan posisiku di sekolah ini. Dia menerima banyak hadiah, ucapan selamat, bahkan dari siswa kategori B sekalipun. Kenapa dia harus merebut kebahagiaan yang satu ini dariku!

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Bel pulang sekolah berbunyi. Kulihat sesosok namsong yang kukenali berdiri membawa sebuah boneka
“A…appa?”
Dia menghampiriku dan memelukku
“Youngie… bogoshipo”
“Nado appa”
“Saengil chukkhae!”
Aku tersenyum
“Gomawo appa”
“Ini hadiah untukmu!”
“Wuaaa gomawo appa!”
Aku memeluk boneka itu
“Kau suka?”
“Ne appa”
“Kapan kau pulang ke rumah?”
Aku tersentak mendengarnya. Aku berusaha tersenyum
“Molla appa. Tolong biarkan aku memikirkannya”
“Ne, tapi appa mohon. Pulanglah. Halmeoni terus menanyakanmu. Appa lelah menutupi ini darinya. Arra?”
“ne appa”
Kulihat appa pulang dan siwon oppa datang
“Kenapa appamu memberi hadiah di..”
“Aku mau mengambil tas di kelas ya oppa”  ujarku
Aku tidak tahu harus menjawab apa kalau dia tanya kenapa appa memberiku hadiah di sini. Padahal tasku bisa kuambil sepulang latihan cheers tapi aku harus menghindari pertanyaannya
“Baiklah” dia mendekatkan wajahnya padaku dan ternyata dia mencium boneka dari appa
“Oppa!!!”
“Sudah cepat sana ambil barangnya. Latihan cheers mau dimulai”
Aish.. iseng sekali orang ini

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Saat pulang sekolah sebuah pemandangan menyakitkan mataku. Appa memberi hadiah ke yeoja itu! Kenapa appa menyayanginya! Kenapa appa tidak membelaku! Yeoja ini benar-benar merebut kebahagiaanku! Kulihat siwon oppa mendatanginya dan mendekatkan wajahnya ke yeoja itu. Aku membalik badanku. Pasti mereka berciuman
“Oppa!!!”ujarnya dengan aegyeo.
Aish! Menyebalkan sekali! Kenapa siwon oppa harus menyukai yeoja seperti itu! Kulihat dia pergi ke atas dan aku mengikutinya. Aku sudah tidak bisa menahan kekesalanku. Kulihat dia keluar dari kelasnya membawa tas dan aku menahan tangannya
“Apa yang kau lakukan!” ujarnya
“KENAPA KAU SELALU MEREBUT KEBAHAGIAANKU SOOYOUNGSSI!”
“Apa yang kau bicarakan?” tanyanya
“Jangan pura-pura tidak tahu! Kau merebut appa dariku! Kau merebut keluarga Choi dariku! Kau merebut siwon oppa dariku!”
“AKU TIDAK MEREBUTNYA! ITU SEMUA TIDAK PERNAH MENJADI MILIKMU!”
“ITU MILIKKU!”
“HARUSNYA AKULAH YANG MARAH! KAU MEREBUT HAKKU 15 TAHUN!”
“DIAM KAU CHOI SOOYOUNG!”
“LEPASKAN AKU DASAR YEOJA SINTING!”
“MWO?”
Aku mendorongnya ke tembok dan menahannya
“KAU MARAH KARENA KAU TAKUT IM YOONA!” ujarnya
“BERHENTI MEMANGGILKU BEGITU! AKU CHOI YOONA!”
“TERIMALAH KENYATAAN! IM AHJUMMA SANGAT BAIK PADAMU!”
“Apa katamu!”
Tiba-tiba sebuah pemandangan menyakitkan mataku ada di jarinya. Dia memakai sebuah cincin bertuliskan SS. Aku ingin menariknya dan dia menahannya
“SEHARUSNYA AKU MEMAKAI INI DENGAN SIWON OPPA!” ujarku
“LEPASKAN!” ujarnya
“ANDWE! AKU AKAN MENDAPATKAN CINCIN INI!”
Dia terus menarik cincin itu begitu pula aku
“Kau bisa mengambil eomma dariku. Tapi kau tidak akan bisa mengambil Siwon oppa dariku!” ujarnya
Aku merasa sangat panas mendengarnya
“SIWON OPPA MILIKKU!”ujarku

~Sooyoung POV~
Aku mendorongnya dan berhasil melepaskan diri. Aku berlari ke bawah dan dia terus mengejarku. Tiba-tiba dia menarik bajuku dan aku kehilangan keseimbangan
“KYAAAAAA!!!!!!!!”

~Yoona POV~
Aku cepat-cepat melepaskan tanganku dan kulihat dia terguling dari tangga lantai 3 ke lantai 2. Aigo!! Eottokhe!! Akupun melarikan diri ke pintu darurat. Bisa gawat kalau ketahuan aku yang menjatuhkannya

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Aku melempar bola ke ring dan tiba-tiba kudengar suara cincin. Ternyata cincinku lepas dari jariku. Entah kenapa firasatku jadi buruk. Aku memakainya dan kulihat anak cheers datang
“Siwon oppa apa kau melihat soo?” tanya yuri
“MWO? Dia belum kembali?” tanyaku
Kulihat mereka semua mengangguk. Akupun jadi khawatir.
“Kajja kita ke kelas. Terakhir dia bilang dia mau mengambil tasnya”
“Ne”
“Sebentar ya!” ujarku pada anak basket
Aku pun berlari ke atas lewat tangga. Aku sangat kaget melihat cairan berwarna merah di lantai 2. Kulihat seorang yeoja terbaring di sana. Aku membalik tubuhnya dan aku sangat kaget melihat yeoja itu
“CHAGIYA!!”
Kulihat darah menetes dari kepalanya. Akupun menggendongnya dan membawanya turun ke bawah. Youngie… kenapa bisa jadi begini.

~Jessica,Tiffany,Sunny,Yuri,Seohyun POV~
Aku sangat kaget melihat siwon oppa turun menggendong soo dengan darah di seragamnya
“OMO YOUNGIE!!!”

~Minho POV~
“OMO YOUNGIE!!!”
Aku menghampiri sumber suara dan aku sangat kaget melihat siwon hyung menggendong noona dengan darah di bajunya
“NOONA!”
“Cepat telepon bumonimmu Minho!”
“Ne hyung”
Noona… kenapa bisa jadi begini!

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
“Tolong cepat Pak”
“Ne tuan muda”
Aku menepuk pipinya
“Youngie..irreona!!”
Kulihat dia tidak merespon dan kurasakan dari pergelangan tangannya nadinya semakin lemah. Akhirnya kami sampai di rumah sakit dan aku segera membawanya ke UGD. Tuhan..tolong selamatkan dia…

~Donghae POV~
Kami semua akhirnya menyusul ke rumah sakit. Di perjalanan kulihat jessica terus menangis.
“Tenang Sica..”
“BAGAIMANA AKU BISA TENANG OPPA!”
Aku membiarkannya menyandar di bahuku
“Bagaimana terjadi sesuatu dengannya”
“Tenanglah..”

~Minho POV~
Aku menelpon appa
“Yeobseoyo…”
“APPA! Cepatlah ke Seoul Hospital. Noona..noona jatuh dari tangga appa”
“MWO?”
“Cepatlah ke sana”
“Ne Min Annyeong”
Kulihat Yuri,tiffany, dan seohyun noona terus menangis. Aku dan yesung hyung bingung melihatnya
“Bagaimana terjadi sesuatu padanya Min..” ujar yuri noona
“Noona jangan berpikir yang tidak-tidak kita doakan saja dia selamat”
Walau aku bilang begitu sebenarnya aku juga sangat panik.Noona… kenapa kau harus mengalami hal ini di hari ulang tahunmu… Akupun terpikir akan seseorang yang belum kuhubungi. Aku menghubungi eomma tapi direject. Eomma..apa yang kau lakukan!

~Yoona POV~
Aku sedang makan bersama eomma. Aku masih takut memikirkannya. Tenang yoona…tidak seorangpun tahu kau yang mendorongnya. Tiba-tiba kudengar cellphone eomma berbunyi
“Nuguya?” tanyaku
“Minho. Sudahlah pasti tidak penting”
Akupun mulai khawatir. Apa telepon itu ada hubungannya dengan sooyoung? Tenang yoona… tidak seorangpun tahu kau penyebabnya..

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat donghae dan jessica datang. Disusul minho,yuri,yesung,tiffany,dan seohyun.
“Bagaimana keadaannya?” tanya mereka
“Dia masih di dalam”
Kulihat mereka terus menangis. Aku melihat dari pintu UGD. Youngie… cepatlah sadar. Kulihat seorang namsong datang. Dia adalah appa soo
“Di mana noonamu Min?” ujarnya terengah-engah
“Di dalam appa”
Kulihat appanya terduduk lemas. Tiba-tiba seorang euisa keluar
“Apa ada orang tua Nona Choi?”
“Saya appanya euisa”
“Benturan di kepalanya sangat keras dan dia mengalami pendarahan otak. Dia harus dipindahkan ke ruang ICU”
Kulihat appanya terduduk lemas. Dan teman-temannya menangis. Kulihat sosok yeoja yang kucintai terbaring lemah di atas ranjang dengan banyak selang. Aku memegang tangannya. Youngie… apa kau sedang menghukumku?

~Minho POV~
Aku terus menghubungi eomma tapi tidak aktif
“Eommamu belum mengangkatnya Min?”
“Ne appa”
Kulihat yuri noona masih terus menangis
“Noona…”
“Sooyoung ah…”
“Tenang noona… Jebal jangan menangis begini”

~Sooyoung eomma POV~
Setelah mengantar yoona pulang aku membuka cellphoneku. Omo! Panggilannya ada 30? Kulihat semuanya dari Minho dan nampyeonku. Sebenarnya ada apa? Kulihat sebuah panggilan dari Minho masuk. Akupun mengangkatnya
“Yeobseoyo?”
“KENAPA EOMMA BARU MENGANGKAT TELEPONKU!”
“Mianhaeyo eomma sedang sibuk tadi. Waeyo?”
“Cepat ke Seoul Hospital eomma! Soo noona kritis!”
Aku tersentak mendengarnya
“Jangan bercanda Choi Minho!” ujarku
“Aku serius eomma! Dia di ICU sekarang! Cepat ke sini!”
Aku menjatuhkan cellphoneku. Tidak mungkin. Dia pasti bercanda. Mungkin ini hanya trik mereka agar aku menyayanginya. Ya.. mereka pasti bohong. Akupun sampai di sana dan kulihat Minho, suamiku, Siwon, dan teman-teman sooyoung di sana.

~Minho POV~
Kulihat eomma datang
“Eomma…”
“Trik macam apa lagi ini?” tanyanya
Aku kaget mendengarnya
“Trik?”
“Ya, trik agar aku bersimpati pada anak itu” ujarnya
“KAU KETERLALUAN AHJUMMA!” ujar sica noona
“Sica..”
Kulihat sica noona menarik tangan eomma ke depan ruang ICU
“KAU LIHAT AHJUMMA! KAU PUAS MELIHATNYA!”
Kulihat eomma terdiam dan meneteskan air mata
“KAU SENANG MELIHATNYA DI SANA AHJUMMA! SELAMA INI ITU KAN YANG KAU HARAPKAN HAH!”
“Tenang sica…”
“APA SETIDAKNYA KAU PERNAH MEMIKIRKANNYA! APA KAU PERNAH MEMIKIRKAN PERASAANNYA! DIA HANYA INGIN KAU SAYANG! DIA HANYA INGIN KAU PERHATIKAN! DIA HANYA INGIN KAU MENERIMANYA! APA TERLALU SULIT BAGIMU MENGABULKAN PERMINTAANNYA AHJUMMA!” ujar sica noona sambil menangis
Kulihat eomma mulai menitikkan setetes demi setetes air mata
“Dia tidak pernah merebut kebahagiaan yoona. Yoona lah yang selalu merebut kebahagiannya” ujar fany noona
“Selama 15 tahun dia hidup di keluarga Im. Dia tidak diperhitungkan di sana. Dia masuk karena beasiswa. Dia belajar mati-matian untuk itu. Dan saat dia tahu siapa orang tua kandungnya dia tetap belajar mati-matian untuk mendapat perhatianmu dan ternyata itu tidak cukup”  ujar yuri noona
“Apa kau tidak memikirkannya saat kabur dari rumah 2 hari lalu karena perkataanmu? Dia hujan-hujanan di halte. Jika saat itu aku tidak menemukannya apa kau tidak membayangkan apa jadinya dia ahjumma” ujar seohyun noona
“Soo adalah orang yang terlalu baik untuk kau sakiti hanya itu yang bisa kusampaikan. Annyeonghaseyo” ujar jessica
Kulihat mereka semua pulang ke rumahnya. Siwon hyung menemaniku di rumah sakit. Appa duduk di sebelahku dan eomma terus menangis dalam diam.
“Ini sudah larut. Ahjeossi, ahjumma, Min sebaiknya kalian pulang. Besok sekolah libur jadi biar aku yang menjaganya di sini.”
“Ne, gomawoyo siwonssi”
“Ne ahjeossi”

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Aku masuk ke ruang ICU dengan baju khusus dan duduk di sebelahnya. Kulihat dia masih tertidur. Aku kembali mengingat memori tentangnya…

Dia membuatku menggendong seorang yeoja untuk pertama kalinya dalam hidupku…
“Ne. Oh ya namamu siapa?”

“Choi Sooyoung”

Pertama kalinya, aku membeli kaos couple dengan seorang yeoja…
“Pura-puralah menjadi sepasang kekasih di Lotte dept store ini dengan kapten cheers kita selama sehari dan belilah kaus couple!”

Dia membuatku melepaskan jaketku untuk seorang yeoja… dan dia menjadi yeoja pertama yang memelukku
“Pakailah. Sepertinya kau kedinginan”
“Gomawo..”
“Ne”

Dia membuatku penasaran dengan dirinya
“Ne, seharusnya minta tolong diambilkan saja”
“Hehe”

Dia membuatku mengirim pesan pada yeoja . Dan memikirkan apa yang harus kutulis selama 1 jam untuk 1 kata
‘Semangat ya!! ^^ “

Dia membuatku berciuman tidak langsung dengan seorang yeoja
“Baiklah. Ini sebagai terima kasihku karena kau selalu menolongku oppa. Kau mau sushi yang mana lagi?”
“Yang unagi itu saja. Gomawo”

Dia membuatku menciumnya di piano
“Na do saranghae”

Dia membuatku mencari sosoknya
“Kalau berjalan lebih lama daripada siput begitu mau sampai kapan kau sampai di ruang ujian!”
“Aku bisa jalan sendiri turunkan aku! Malu dilihat banyak orang”

Dia membuatku bahagia.. saat tahu perasaan kami sama
“Saranghae”
“Na do…saranghae oppa”

Dia yang menunjukkan aegyeonya padaku…
“Ne, ne ne. Oppa~ Berikan sesuaaaapp saja pada sooyoungie ya, ya?”
“Ne. Aaaaa”

Dia yang membuatku memasangkan cincin di jarinya
“Artinya Siwon-Sooyoung”

Dia yang selalu memberikan masakan pertamanya untukku dan selalu tersenyum
“Kurasa kita harus telat seperti mereka biar diumumkan” ujarku
“MWO?”

Dia yang selalu menyemangatiku
“Fighting oppa!!!!!”

Dia yang membuatku keluar tengah malam dan memberi kue pertamaku
“Aku yang membuatnya. Tulisannya SS. Aku harus menjadi orang pertama yang mengucapkan saengil chukkhae padamu dan kau harus jadi orang pertama yang mencoba kue buatanku. Kau harus keluar agar kau tidak menyesal! Karena aku akan memakan kuenya kalau kau tidak keluar sebelum jam 12 malam.”

Dia adalah Choi Sooyoung.. yeoja yang membuatku menciumnya dan berteriak “KYAAAA!!!!”  saat teman-temannya melihatnya

Aku mencium tangannya lembut dan meneteskan air mata
“Saranghae Choi Sooyoung…”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung eomma POV~
Aku memasuki kamarnya dan kulihat beberapa fotonya terpajang di sana.

Aku meneteskan air mata… mengingat kata-kata kasar yang kulontarkan padanya..Dan semua perlakuan kasarku padanya…

Di saat pertama kali aku bertemu dengannya dan dia dengan takut memanggilku eomma….aku menamparnya
“SEHARUSNYA KAU TIDAK USAL MUNCUL DI SINI! KAU! AMBIL SAJA ANAK INI! AKU HANYA BUTUH YOONA! DAN JANGAN SEKALI-KALI KAU MEMANGGILKU EOMMA!”

“Aku bingung dengan eomma. Bagaimana bisa eomma membela yoona yang bukan siapa-siapamu dan membenci soo noona yang jelas-jelas anak kandung eomma”
“DIAM KAMU MINHO!”
“Kau merebut appanya, namdongsaengnya, halmeoninya, keluarga choi darinya, status pewaris tunggal darinya, kepopulerannya di sekolah, posisinya dari kapten cheers juga kau ambil darinya! Kau benar-benar keterlaluan! Tapi ingat! Kau tidak akan pernah bisa merebutku darinya!”

Di saat aku menamparnya dan membuatnya kembali merasakan penderitaannya di rumah itu. Di saat aku melihatnya menangis untuk pertama kalinya..
“KAU HARUS MERASAKAN YANG YOONA RASAKAN DI SANA!”
“APA KAU BETULAN EOMMA KANDUNGKU! KAU MENGANDUNGKU 9 BULAN DAN KAU MEMBENCIKU! KAU TERUS-TERUSAN MEMBELA IM YOONA!”

Di saat aku meninggalkannya sendirian dan mengajak siwon makan bersama yoona
“Kau pulang dengan minho naik taksi. Aku, yoona, dan siwon makan bersama”

Di saat aku bertengkar hanya karena sebuah dress…
“Aku akan pergi dari rumah ini.” ujarnya

Di saat aku menyuruhnya duduk di sebelah supir..
“Kau duduk di depan.”

Di saat aku berusaha merenggut kebahagiaannya bersama orang yang dia cintai.. dia memilihku padahal aku membohonginya..
“Pilihlah sekarang sooyoung. Jika kau mau memanggilku eomma dan kita mulai semua dari awal, lupakan siwon.”

Di saat dia lebih memilih orang yang dia cintai daripadaku…
“Kalau aku memilih siwon, berarti kau tidak akan memperlakukanku selayaknya anakmu. Begitu kan?”
“Maksudmu?”
“Aku memilih Choi Siwon”

Di saat yoona jatuh dan aku menyalahkannya…
“AKU TIDAK MENDORONGNYA DAN KENAPA EOMMA SELALU MEMPERLAKUKANKU SEOLAH AKU ORANG ASING BAGIMU! KENAPA DI PIKIRANMU HANYA YOONA! KAU BAHKAN MEMANGGILKU DENGAN SEBUTAN SSI! APA MAKSUDMU!” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Di saat aku menamparnya…di depan semua siswa di sekolahnya…
“SEHARUSNYA AKULAH YANG BILANG! KAU ADALAH IBU YANG SANGAT KETERLALUAN! BAGAIMANA BISA KAU MENAMPAR ANAKMU SENDIRI DEMI YEOJA YANG BUKAN SIAPA-SIAPAMU!” ujarnya
“Apa katamu?”
“DI OTAKMU HANYA ADA IM YOONA IM YOONA SAJA! APA SETIDAKNYA NAMAKU PERNAH TERLINTAS DI PIKIRANMU! AKU JUGA INGIN DISAYANG OLEHMU! AKU JUGA INGIN DIPERHATIKAN OLEHMU! AKU JUGA INGIN KAU PERLAKUKAN SEPERTI ANAKMU! AKU INGIN KAU BAHAGIA DENGANKU APA AKU BERLEBIHAN JIKA AKU HANYA MEMINTA ITU EOMMA!”
“Ya. Kau terlalu berlebihan karena sampai kapanpun, anakku hanya 2. Yoona dan Minho”
“Baik. Mianhaeyo. Annyeonghaseyo. AHJUMMA”

Di saat dia menangis dan memutuskan pergi dari rumah….
“TIDAK ADA GUNANYA AKU DI SINI DAN MEMBUAT BANYAK MASALAH DI SINI! KALIAN PIKIR AKU TIDAK LELAH DENGAN SEMUA INI! AKU LELAH MENDENGAR SETIAP HARI TERJADI PERTENGKARAN DI SINI! AKU LELAH MELIHAT NYONYA CHOI MEMBENCIKU! AKU TIDAK TAHAN DI SINI! INI LEBIH DARI NERAKA BAGIKU! DAN SEKARANG KALIAN MAU BERPISAH KARENAKU. APA KALIAN TAHU PERASAANKU! Biarkan aku pergi dari rumah ini dan Choi Yoona kembali ke sini.” ujarnya
“Baguslah kalau kau sadar. Ini memang bukan tempatmu. Ini rumah Yoona!”

Di saat teman-temannya… lebih mengertinya daripada aku…
“APA SETIDAKNYA KAU PERNAH MEMIKIRKANNYA! APA KAU PERNAH MEMIKIRKAN PERASAANNYA! DIA HANYA INGIN KAU SAYANG! DIA HANYA INGIN KAU PERHATIKAN! DIA HANYA INGIN KAU MENERIMANYA! APA TERLALU SULIT BAGIMU MENGABULKAN PERMINTAANNYA AHJUMMA!”

Aku menitikkan air mata. Tuhan..apa yang kulakukan pada anakku sendiri…. Aku membuka lemari pakaiannya dan kulihat tak satupun di antara pakaian itu yang kuberikan padanya… Aku membuka nakasnya. Kulihat sebuah buku di sana. Aku membukanya dan membacanya. Halaman demi halaman

Semangat Im Sooyoung! Kau pasti bisa melewati ini semua! Tamparan appa tidak sebanding dengan rintanganmu nanti

Aku membacanya dan mengerti satu hal tentangnya. Dia adalah yeoja yang tegar. Hingga di pertengahan kulihat sebuah tulisan tentangku

Eomma… apa aku berlebihan kalau aku meminta perhatianmu? Sedetik saja…
Hidup sebagai Choi Sooyoung lebih berat daripada hidup sebagai Im Sooyoung
Eomma tidak salah…akulah yang salah karena memasuki kehidupanmu..

Aku menitikkan air mata membacanya.. Tuhan… dosaku sangat besar…aku…membuat anakku sendiri menderita..

Eomma…apa besaku dengan yoona…kenapa kau tidak bisa menyayangiku seperti kau menyayangi yoona. Apa salahku eomma?
Eomma… tamparanmu tidak sesakit tamparan im ahjeossi. Tapi kenapa hatiku lebih sakit menerimanya…

Aku menitikkan air mata. Choi Sooyoung, anakku… maafkan eomma.. Aku membaca halaman demi halaman. Ternyata rasa sakit yang dipendam di balik senyumannya membuatnya sangat menderita. Sooyoung… bagaimana caraku menebusnya…
Aku membaca halaman terakhir yang ditulisnya..

Tuhan… kalaupun aku harus meninggalkan dunia agar eomma menyayangiku… aku akan mengikhlaskannya… Kalaupun dia hanya akan menyayangiku di detik terakhir hidupku… aku akan melakukannya.. setidaknya dia akan memberiku beberapa detik kebahagiaan yang tidak akan pernah aku lupakan…

“ANDWE!”
Aku mengemasi barang-barangku dan pergi ke mobil
“Kau mau ke mana yeobo?”
“Eomma mau kemana?”
“Aku tidak akan membiarkannya meninggalkanku!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat sesosok yeosong berlari masuk ke ruang ICU dan memegang tangan sooyoung
“Ahjumma?”
“Mianhaeyo youngie… Eomma me..nyesal. Jebal… tolong… jangan.. tinggalkan eomma. Eomma tidak akan bisa memaafkan diri eomma seumur hidup kalau kau meninggalkan eomma. Eomma berjanji akan menyayangimu kalau kau bertahan. Eomma mohon.. youngie… jebal jangan tinggalkan eomma…”
Kulihat eommanya menangis dan terduduk di lantai. Aku menenangkannya
“Ahjumma…”
“Dosaku sangat besar padanya siwonssi…”
“Youngie tidak pernah mengatakan hal itu ahjumma…”
Eommanya terus menangis dan aku menenangkannya. Tiba-tiba kudengar bunyi dari mesin pendeteksi jantungnya. Aku kaget melihat garis lurus panjang di sana
“CHAGIYA!”
“YOUNGIE IRREONA!!”
Aku keluar dan memanggil euisa. Tak lama kemudian euisa datang dan menyuruh kami keluar. Kami menunggu di luar ruangan dan eommanya terus berdoa. Kulihat sebuah garis lurus tetap di sana. Tuhan… tolong selamatkan dia…

~Sooyoung eomma POV~
Tuhan.. aku belum menebus semua dosaku padanya. Aku belum membuatnya bahagia. Aku menyakitinya. Aku belum menebusnya. Tolong.. biarkan aku memberinya kebahagiaan…. Aku menelpon Minho
“Yeobseoyo”
“MIN AH! CEPAT KE SINI! Noonamu..”
“Ne eomma aku akan ke sana!”
Sooyoungie… selama 16 tahun kau hidup eomma belum pernah membahagiakanmu.. Ppali irreona… Eomma belum memberi apa yang sudah seharusnya menjadi hakmu

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Euisa keluar dari ruangan dan dia menghela nafas
“Kami sudah berusaha maksimal tapi…”
“ANDWE!!”
Kulihat eommanya berlari masuk dan memompa jantungnya
“CHOI SOOYOUNG IRREONA!!”
“Ahjumma..”
“ANDWE! DIA BELUM MENINGGAL! DIA MASIH HIDUP!”
Tiba-tiba kulihat eommanya pingsan
“Ahjumma!”
Suster membawanya ke UGD dan aku memegang tangan soo.
“Youngie.. eommamu pingsan..irreona..jebal”
“Mianhaeyo tuan kami harus melepas semua selang dan..”
“Euisa.. bisakah biarkan dia begini sebentar.”
“Ne. Permisi”
Kulihat garis lurus tetap berbunyi dan tangannya diam. Aku meneteskan air mata
“Choi Siwon….maukah… kamu menerima.. choi sooyoung.. dalam keadaan sakit maupun sehat.. dalam keadaan..suka… maupun duka.. dalam keadaan kaya..maupun miskin. Dalam keadaan.. susah..maupun senang?Dan..mencintainya selama-lamanya…hingga maut..memisahkan kalian?”
Aku menitikkan air mata
“Ne saya bersedia..”
“Dan.. apa kau bersedia…choi sooyoung?”
Kulihat dia hanya diam
“Jawab chagi…”
Kulihat dia tetap diam dan garis lurus tetap di sana. Aku tersenyum dan menitikkan air mata. Mencoba menerima kenyataan.  Kenyataan bahwa orang yang kucintai sudah tiada. Kenyataan dia sudah berpulang. Dan kenyataan dia sudah terbebas dari penderitaannya.
“Meski kau tidak menjawabnya aku tahu kau sudah mencintaiku sampai maut memisahkan kita. Dan selamanya aku hanya akan mencintai seorang yeoja yaitu Choi Sooyoung, aku tidak akan mencari penggantimu jadi tenang saja. Arraseo?”
Aku menciumnya lembut dan memegang tangannya
“Jeongmal Saranghae Choi Sooyoung…”
Tiba-tiba kulihat sebuah garis naik turun ada di pendeteksi jantungnya
“YOUNGIE?”
Aku menitikkan air mata. Youngie…
“Euisa!!”
Dokter datang dan mulai membangkitkan detak jantungnya. Aku menunggu di luar dan melihat orang yang kucintai. Tuhan… tolong beri aku kesempatan… membahagiakannya..Kulihat euisa keluar
“Sungguh menakjubkan. Bisa dibilang ini mujizat. Saya rasa dia sangat beruntung memiliki namjachingu sepertimu”
Aku tersenyum


“ani, akulah yang sangat beruntung. Memiliki yeojachingu sepertinya”

——————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Aku datang ke rumah sakit
“Bagaimana siwon hyung?”
“Dia melalui masa kritisnya.”
Aku lega mendengarnya
“Di mana eomma?”
“Dia pingsan dan di UGD sekarang”
Aku pergi ke UGD dengan appa dan kulihat eomma bertengkar dengan suster di sana
“Biarkan saya keluar!” ujar eomma
“Andwe, nyonya harus di sini”
“SAYA HARUS MELIHAT KEADAAN ANAK SAYA SUSTER!”
“Tapi..”
“Dia baik-baik saja eomma” ujarku
“Jinjja?”
aku mengangguk
“Syukurlah..”
Eomma meneteskan air mata bahagia. Noona… cepatlah sadar

TBC
RCL ^^

18 thoughts on “Mine [Part 8]

  1. ahhhh,, akirnya eomma soo sadar…
    aku ampe nangis nih bacanya….
    soo unnie kau harus sadar!!!
    next partnya ditunggu!!

  2. so many tears drops here,,
    yoonA unnie, tanggung jawab!
    Soo unnie~ & siwon oppa, aaww such a very romantic couple. Soowon jjang~!

  3. this is really good fanfiction! But, really, author tlng buat choi ahjumma mrasakan skt hhuhu! Hehe, mian ksh saran gak mutu ya author, aku bru dlm dunia ff, gak suka kalau soo unnie tersakiti, ~

  4. Kyaa DAEBAK thor
    Fellnya dapet banget aq sampai nangis
    Akhirnya eommanya sadar
    Buat kejahatannya Yoona kebongkar dong
    Semoga soo eonni cepat sadar
    Ditunggu next partnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s