Mine [Part 7]

Title              : Mine

Main Cast    :

 

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

 

Other Cast  :

 

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung
  • Hyoyeon
  • Taeyeon

 

Type                      : Series

 

Genre                    : Romance, Friendship, Family

 

Rating                   : PG-15
~Yoona POV~
Setelah pertemuan orang tua, Kim sonsaengnim guru matematika sekaligus ketua yayasan memanggilku dan im ahjumma ke ruangannya
“Ada apa sonsaengnim?” tanyaku
“Mianhaeyo saya harus menyampaikan masalah ini”
“Masalah apa?” tanya im ahjumma itu
“Mianhaeyo, saya harus menahan rapotnya sampai Ibu Im membayar tunggakan uang sekolah selama 3 bulan yoona” ujarnya
“MWO? Bukankah uang sekolahnya gratis?” tanya im ahjumma
“Uang sekolah gratis hanya diberikan pada siswa peringkat pertama dengan syarat dia peringkat pertama di semua bidang mulai dari pelajaran, bahasa asing, dan keterampilan. Keringanan uang sekolah sebesar 90% hanya diberikan pada siswa peringkat 5 besar, dengan syarat dia menjadi 5 besar di semua bidang” jelasnya
“Lalu siapa yang mendapatkannya? Apa yoona mendapatkannya?” tanya im ahjumma
“Mianhaeyo, yang mendapatkan uang sekolah gratis adalah Choi Sooyoung, teman sekelasnya. Dan biaya 90% diberikan pada Jessica Jung dan Kwon Yuri.” jelasnya
Aish. Aku sangat benci mendengar namanya apalagi yang pertama disebutkan!
“Apa tidak bisa disusul pembayarannya nanti sonsaengnim?” tanyanya
“Mianhaeyo tapi ini sudah menjadi peraturan sekolah. Kami membiarkan yoona ikut ujian tapi kami akan menahan rapotnya” ujarnya
“Berapa biaya yang harus saya bayar?” tanyanya
“Totalnya 1.500.000 won”
“MWO? Sebanyak itu?!”
“Ne, per bulannya 500.000 won”
“Untuk apa saja uang sebanyak itu!”
“Untuk biaya pelajaran, pembelajaran tambahan bahasa asing mulai dari inggris, jerman, perancis, jepang, dan mandarin. Lalu kegiatan di luar sekolah, fasilitas kolam renang, perpustakaan, dan perawatan sekolah. Setelah itu pembelajaran keterampilan make up, merajut, manner, menjahit, memasak, dan lainnya” jelas sonsaengnim
“Apa beasiswa tidak bisa dipertimbangkan sonsaengnim?” tanya im ahjumma
“Beasiswa hanya diberikan kepada siswa berprestasi”
“Tapi saya banyak memenangkan lomba cheers” kataku
“Tapi sekarang, yoona bukan kapten cheers, jadi soal prestasi itu tidak bisa kami pertimbangkan lagi”
Ini semua karena Choi Sooyoung! Kenapa sekarang dia menyulitkanku!
“Kalau boleh tahu berapa peringkat yoona sonsaengnim?” tanya im ahjumma
“Total siswa 150. Yoona… dari pelajaran dia peringkat ke-140. Dari bahasa asing dia peringkat ke-145. Dari manner dia peringkat ke-146. Dari menjahit dan memasak dia peringkat ke-148. Dari make up dia peringkat ke-10.”
“MWO? Bagaimana bisa peringkatku turun sedrastis itu!” belaku
“Tapi ini benar” ujarnya
“Tapi terakhir aku peringkat ke 100!”
“Tapi ini sungguhan. Nilai ujian akhirmu buruk semua”
Aku hanya terdiam.
“Tolong beri saya waktu sonsaengnim. Saya mohon..” ujarnya sambil berlutut
“Mianhaeyo, tolong jangan berlutut padaku”
“Saya akan berdiri jika diberi keringanan” ujarnya
Dia mempermalukanku!
“Baiklah.Kalau begitu saya putihkan tunggakan ini dan ibu memindahkan yoona di kategori B.”
“Andwe!” ujarku
Bagaimana bisa dia memindahkanku ke kategori B
“Apa maksudnya sonsaengnim?”
“Yoona dimasukkan oleh ibu Choi ke kategori A. Biayanya 500.000 per bulan karena murid kategori A mendapat ruang belajar khusus, guru senior, bahasa asing, keterampilan, manner, dan semua fasilitas di sekolah ini. Gedungnya di tempat ini dan mendapat fasilitas lift dan ber AC. Sedangkan kategori B letaknya di seberang gedung ini. Tenaga pengajarnya masih baru, tidak mendapat bahasa asing, tidak mendapat keterampilan, dan tidak mendapat pembelajaran manner. Ruangannya memang tidak ber-AC tapi memiliki kipas angin. Kategori B biaya uang sekolahnya 10.000 per bulan karena kami membuka kelas ini untuk membantu yang berkekurangan. Muridnya sekarang 30 orang.” jelasnya
“Baiklah. Bisakah yoona dimasukkan ke sana?” tanyanya
“Andwe! Bagaimana bisa aku ke sana!” ujarku
“Yoona, ini lebih baik daripada kau tidak sekolah” ujarnya
Sonsaengnim memberi seragam kategori B pada eomma. Aish. Bagaimana bisa aku memakai seragam butut itu dan melepaskan seragamku yang bagus ini!
“Kelasnya dimulai besok karena sekolah ini diliburkan saat musim panas sekitar sebulan lagi”
“Ne, sonsaengnim”
Aish.. menyebalkan sekali! Bagaimana bisa aku, Choi Yoona putri di sekolah ini pindah ke kategori B? ANDWEEEE

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Sepulang dari sekolah aku berjalan-jalan dengan halmeoni dan minho ke dept store. Dia membelikan banyak dress untukku
“Halmeoni, sudahlah bajuku sudah banyak” ujarku
“Ini hadiah juara 1 mu youngie”
“Itu benar noona”
“Tapi halmeoni..”
“Sudah diamlah youngie. Halmeoni sangat senang!”


“Ne halmeoni”
Kulihat dia tersenyum ceria
“Oh ya besok Minho masuk sekolahmu kan! Kajja kita mencari sepatu!!”
Halmeoni sangat gembira hari ini. Aku ikut bahagia melihatnya

~Minho POV~
Setelah belanja kami pulang ke rumah dan noona langsung tidur di kamarnya. Aku pergi ke kamarku dan melihat sebuah seragam menggantung di sana. Aku tidak sabar bertemu seseorang besok.
“Annyeong yuri noona. Kita satu sekolah!”
Aish! Itu terlalu kuno!
“Wuah! Annyeong noona! Masih ingat aku?”
Aish! Kenapa jadi aneh begitu? Bagaimana kalau dia tidak mengingatku
“Annyeong noona! Bogoshipo!!”
Aish! Kenapa jadi sok kenal begitu. Aigo!!!!!!!!!

~Yuri POV~
Aku memandang seragamku. Kira-kira dia seperti apa ya memakai versi cowoknya seragam ini besok?
“Annyeong! Kita satu sekolah sekarang!”
Andwe! Andwe! Nanti dia kira aku menunggunya!
“Wuah! Annyeong min! Masih ingat aku? Aku yuri chingunya noonamu”
Omo! Bagaimana kalau dia tidak mengingatku?
“Aku si hantu itu? Kau tidak ingat?”
AIsh! kenapa aku jadi menjelek-jelekkan diriku!
“Annyeong Minho ya! Bogoshipo!!”
Aigo! Nanti dia kira aku menyukainya. Tunggu. Aku memang menyukainya sih. Aigo! Kenapa aku jadi bingung begini. Eottokhe!!!!

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Aku melihat diriku dengan seragam baru ini depan cermin.
“Wuah! Kau lebih keren daripada siwon dengan seragam itu!”
“Noona?”
“Kajja kita berangkat. Aku tidak mau kau telat di hari pertamamu”
“Ne noona”
Aku masuk ke mobil dengannya dan aku masih memikirkan salam untuk yuri noona nanti. Aku bergumam dan berlatih mengucapkannya “Annyeong yuri noona!”

~Sooyoung POV~
Kulihat Minho bergumam sendiri di sebelahku
“Daritadi kau bergumam terus” ujarku
“A..aniya!”
Kulihat mukanya merah
“Ehm.. kurasa ada yang mau bertemu seseorang nanti”
“A.. apa maksudmu..noona! Aku tidak mengerti”
Kulihat mukanya jadi merah
“Sudah katakan saja annyeong yuri noona. Kudoakan kelasmu bersebelahan dengannya jadi kau bisa bilang ‘Wuah kelas kita bersebelahan. Kurasa kita akan sering bertemu’ ”
“MWO? Dari mana kau..”
“Jadi benar daritadi kau bergumam begitu! Kyaaa!!! Daebak!!”
“Aniya!!!”



Ternyata adikku sedang jatuh cinta

~Yoona POV~
Aku memakai seragam ini dengan kesal. Aish! Aku terlihat sangat jelek memakainya! Bagaimana bisa aku menanggalkan jasku dan memakai seragam aneh ini ke sekolah! Aku terpaksa berangkat dan memasuki gerbang sekolah

~Tiffany POV~
Pagi-pagi banyak siswa berkumpul di depan jendela. Aku menerobos ke sana dengan seohyun dan melihat apa yang mereka lihat. Omo! Itu!

~Seohyun POV~
Aku kaget melihat Yoona memakai seragam kategori B dari jendela gedung kategori A. Kudengar banyak orang berbisik
“Bukankah itu Choi Yoona?”
“Bukan! Itu Im Yoona kau tak tahu gossipnya! Dia tertukar di rumah sakit dengan Choi Sooyoung!”
“Ne aku tahu tapi… bagaimana bisa mantan tuan puteri sekolah ini masuk kategori B!”
“Molla”
“Katanya dia tidak mampu membayar uang sekolah jadi ketua yayasan memindahkannya ke kategori B!”
“Aigo.. kasihan sekali”
“Tapi dia kan menyebalkan! Biarkan saja!”
“Ne kau benar”
Aku masih bingung memandangnya. Terlihat aneh dia dengan seragam itu. Tiba-tiba kulihat segerombol yeoja yang memakai seragam yang sama dengannya mendatanginya dan mereka mulai jambak-jambakan
“OMO! Mereka bertengkar!”

~Sooyoung POV~
Aku turun dari mobil. Minho langsung masuk karena dia harus upacara terlebih dahulu. Kulihat sesosok yeoja yang menarik perhatianku. Kenapa dia memakai seragam kategori B?
“Wuah wuah, mantan tuan puteri sekarang di kategori B ternyata” ujar seorang yang tidak kukenal padanya
Kulihat dia mengabaikannya dan pergi
“Eits, jangan pergi. Kau tidak mau membiarkan kami mendengar alasannya?”
“Diamlah” ujar yoona
“Wuah wuah, ternyata ada tuan puteri baru di kelasku nanti” ujar seorang yeoja yang memakai seragam kategori B
“Diam atau kurobek mulutmu” ujar yoona
“Eits, jangan mengancamku. Aku lah yang akan merobek mulutmu nanti!”
“Aku malas berurusan dengan yeoja sepertimu”
“MWO? Ingat kau.. Im Yoona! Bukan Choi Yoona lagi. Aku tidak takut padamu IM. YOON. A”
“Apa katamu?!”
Kulihat mereka mulai jambak-jambakan dan para siswa memperhatikannya. Aku kaget melihatnya dan mencoba memisahkan mereka
“Stop!” kataku
“Diamlah!” ujar yeoja yang tidak kukenal itu
“Berhentilah bertengkar! Apa kalian tidak malu!” ujarku
“Jangan campuri urusanku!” ujar yeoja yang tidak kukenal itu dan dia mendorongku sampai jatuh
“Hei! Apa yang kau lakukan!” ujar salah seorang di antara mereka
“Kau akan mati sebentar lagi Hyoyeon” ujar seorang di antara mereka
“Waeyo?”
“Kau tidak tahu! Kau mendorong putri Choi Group!”
“MWO?”
Aku berdiri dan kulihat orang yang bernama Hyoyeon itu melepaskan jambakannya dari yoona. Sedangkan yoona langsung berlari
“Gwaenchanhayo?” tanyanya
“Nae gwaenchanhayo” ujarku
“Mianhaeyo… aku.. kumohon tolong jangan keluarkan aku dari sekolah ini. Kumohon jangan menghancurkan usaha orang tuaku. Kumohon agassi. Aku benar-benar minta maaf”
Aku bingung mendengar ucapannya
“Aku tidak mengerti maksudmu” ujarku
“Kumohon agassi. Aku minta maaf telah mendorongmu sampai jatuh. Aku tahu kau putri Choi Group yang bisa saja menghancurkanku kapan saja kau mau kumohon.. aku tidak tahu aku mendorong siapa aku minta maaf”
“Kumohon jangan keluarkan temanku.” ujar beberapa yeoja lain
“Apa yang kalian katakan? Aku tidak akan menghancurkan hidup siapapun hanya karena didorong. Lagipula tidak ada luka sama sekali” ujarku
“Jinjja?”
Aku mengangguk
“Kyaaa!!!! Gomawoyo agassi”
Mereka membungkuk aku tersenyum dan menjulurkan tanganku
“Choi Sooyoung imnida panggil saja sooyoung”
Mereka membalasnya
“Kim Hyoyeon imnida panggil saja hyoyeon”
“Kim Taeyeon imnida panggil saja taeyeon”
“Semoga kita betemu lagi!!” ujarku
“Ne. Gomawo”
“Oh ya, maafkan yoona ya”
“Ne”
“Annyeong!!”
“Annyeong!!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yuri POV~
Aku pergi ke papan pengumuman dan kulihat kelasku sama dengan yang dulu. Kulihat soo datang
“Youngie!!! Kelasnya tidak diacak!!”
“Jinjja?”
Aku mengangguk
“Kyaaa!!!! Berarti kita akan bersama 3 tahun!” ujarnya
“Ne!!”
“Mana yang lain?” tanyanya
“Kurasa mereka…”
“OMO! Youngie gwaenchanhayo?” tanya sunny, seo, dan tiffany

~Tiffany POV~
“Ne. Kenapa memangnya?” tanyanya santai
“Tadi kau didorong yeoja itu kan?”tanyaku
“Tenang saja. Dia tidak sengaja. Dia baik. Namanya hyoyeon dan taeyeon” ujarnya
Aku menggeleng
“Kau bahkan malah berkenalan dengan mereka?’ tanyaku
“Ne. Mereka baik. Mereka lucu masa mereka meminta padaku tidak menghancurkan hidup mereka. Mana bisa aku menghancurkan hidup seseorang hanya karena jatuh” ujarnya
“Soo.. kau memang sangat berbeda dengan yoona. Kau tahu, dia pernah mengeluarkan seseorang dari sekolah ini karena kakinya tidak sengaja terinjak” ujar seo
“MWO?”
“Ne, makanya kami takut dengannya” ujar sunny
“Aku tidak tahu kasus itu” ujarnya
“Kau kebanyakan belajar!” ujar yuri
“Aniya!” belanya

~Jessica POV~
Aku terlambat datang ke sekolah karena telat bangun. Aigo eottokhe!!
“Kau telat?” sebuah suara mengagetkanku
“Donghae oppa?”
“Na do!”
“Eottokhe oppa!!”
“Ayo kita lewat pintu belakang”
Kami pun pergi ke pintu belakang. Dia membantuku memanjat dan kami berhasil melompati pagar.

~Donghae POV~
“HEY! Kalian berhenti!!”
Seorang sonsaengnim mengejar kami
“Kabur Sica!”
Kami berdua berlari dan kulihat dia terengah-engah
“Aku cape oppa!” ujarnya
“Bagaimana bisa kau masuk cheers kalau lari begini saja cape!” ujarku
“Tidak berlari meski telat, itu prinsipku!” ujarnya
“Lupakan prinsip itu!” ujarku
“Aku cape oppa”
Aku langsung menggendongnya
“KYAAAA!! Apa yang kau lakukan!!”
“Daripada kita berdua tertangkap lebih baik aku lari menggendongmu!” ujarku
“HEY KALIAN BERHENTI!” ujar sonsaengnim itu
Akhirnya kami dekat dengan gerbang dan ternyata di sana seorang sonsaengnim sudah berdiri menahan kami.
“Kalian berdua! Orang sedang belajar kalian malah pacaran!”
“MWO?”
“Apa-apaan ini! Digendong lagi!”
Aku cepat-cepat menurunkannya
“Mi..mianhaeyo sonsaengnim kami telat. Tapi kami tidak pacaran!” ujar kami
“Kalau begitu kalian berdua mendapat hukuman!”

~Jessica POV~
Hukuman macam apa yang kudapat,…
“Katakan di mikrofon! Umumkan kalian berdua pacaran!” ujarnya
“MWO?”
Kami dibawa ke ruang kontrol mikrofon.Sebenarnya aku senang disuruh mengumumkan begini. Apa harus begini. Tiba-tiba donghae memegang tanganku
“Sebelum kita mengumumkannya aku ingin menyampaikan ini padamu” ujarnya
“Apa?”
“Saranghae”
“MWO?”
“Sebenarnya aku sudah lama menyukaimu. Tapi aku tidak berani mengungkapkannya. Saranghaeyo jessica jung”
Aku tersenyum dan memeluknya
“Babo! Seharusnya kau katakan dari dulu! Nado saranghae hae oppa”
“JINJJA?”

~Sunny POV~
Tiba-tiba suara mikrofon berbunyi
“Annyeonghaseyo yorobeun. Saya Lee Donghae”
“Saya Jessica Jung”
Aku kaget mendengarnya
“Kami berdua ingin mengumumkan kalau kami sudah pacaran!” ujar donghae
“Tepatnya hari ini!” ujar jessica
“Annyeong!!”
“Saranghae sica!!”
“Na do oppa!!”
Seluruh kelas menjadi riuh dan saat jessica masuk semuanya menggodanya. Kulihat pipinya merah
“YA! Kenapa kau tidak bercerita pada kami!” ujarku
Dia menjelaskan semua kejadiannya dan kami semua tertawa
“Pernyataan macam apa itu! Hahaha” tawa tiffany
“Itu romantis!” ujar yuri
“Ne!” ujar soo
“Kalau begitu kau! Yuri kau telat saja berdua dengan Minho dan kau soo! Telat juga sana dengan siwon biar diumumkan sekalian!”
“MWO?”

~Yuri POV~
Bel istirahat berbunyi dan kulihat sesosok namja yang kukenali keluar dari kelas di sebelahku. Kulihat dia menengok ke arahku. Omo! Dia keren sekali memakai seragam itu
“Wuah! Annyeong yuri noona!”
“Annyeong Minho!!”
“Kau mengingatku?” tanyanya
Aku mengangguk
“Kau juga mengingatku?” tanyaku
Dia mengangguk
“Kelasmu di sini?” tanyanya
“Ne!”
“Wuah! kalau begitu kita akan sering bertemu! Kelasku di sebelahmu” ujarnya
“Jinjja?”
“Ne.Oh ya noona nanti ada audisi tim reguler basket”
“Kau ikut?”
“Ne!”
“Baiklah! Kau harus diterima karena aku akan menyemangatimu nanti arraseo?” ujarku
“Ne noona. Aku akan menang demimu. Annyeong”
Aku sangat senang mendengarnya. Dia berjuang…untukku?

~Siwon POV~
Kulihat sesosok yeoja yang kukenal membawa sekotak makanan dari kelas dapur sekolah
“Pancake Kimchi” ujarnya sambil tersenyum
Aku mengambilnya
“Enak?”
“Mashita” ujarku
Kulihat dia tersenyum
“Kau tahu oppa Minho dan yuri kelasnya sebelahan”
“Wuah daebak!” ujarku
“Donghae dan sica juga jadian!”
“Aku sudah tahu itu. Semua orang juga tahu soo. Bahkan saat donghae masuk kelas semuanya melempar dia dengan kertas” tawaku
“Jinjja?”
Aku mengangguk
“Kurasa kita harus telat seperti mereka biar diumumkan” ujarku
“MWO?”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku pulang dari sekolah dan kulihat eomma kaget melihatku
“Omo! Yoona kenapa seragammu begini!”
“Eomma! Masa aku dimasukkan ke kategori B!”
“MWO?”
“Ayo kita pergi eomma! Aku ceritakan semuanya!”
“Ne”
Eomma membawaku ke sebuah cafe dan memakan cheesecake. Aku menceritakan kronologisnya
“Aigo… yoona..”
“Aku ingin masuk kategori A eomma! Ini semua karena sooyoung! Harusnya dia menjadi Im Sooyoung saja! Dia bisa tetap sekolah di kategori A! Sedangkan aku..”
“Tenang yoona.. eomma akan memikirkan cara membantumu. Eomma akan mencoba membantumu ke kategori A. Arraseo?”
“Ne eomma”

~Sooyoung POV~
Sepulang sekolah kami mulai berlatih cheers. Kulihat Minho sedang diaudisi masuk tim reguler.
“Go Minho!!! Kau pasti bisa!!” ujar yuri
Kami semua berniat mengerjainya. Kami semua duduk sedangkan dia berdiri sendiri di depan kami sambil melompat lompat
“Dia kenapa?’ tanya fany
“Itu namanya penyakit gila karena jatuh cinta” ujar sunny
“Kurasa begitu” ujar seo
Aku tertawa mendengarnya. Kulihat donghae masuk ke lapangan dan sica malah berdiri
“Kyaaa!!!!! Semangat donghae oppa!!”
Kami semua melihatnya bingung
“Dia aneh” ujar fany
“Ne” ujarku

~Seohyun POV~
Kulihat siwon oppa masuk ke lapangan dan soo malah ikut berdiri
“Fighting oppa!!!!!”
Kami bertiga tertawa
“Hahahaa kau bilang jessica aneh kau sendiri sama anehnya!” ujar sunny
“Tapi aku tidak berteriak ‘kya’ setidaknya” belanya
Aku menggeleng melihatnya. Tiga temanku sedang jatuh cinta

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
“Chukkhae! Seragam ini jadi punyamu” ujar siwon hyung
“Gomawo hyung!” ujarnya
“Chukkhae minho!!!” ujar yuri noona
“Gomawo noona”
Dan selangkah lagi. Aku akan sering bertemu denganmu. Yuri noona

~Sooyoung POV~
Aku dan Minho pulang ke rumah. Kami membuka pintu rumah dan kudengar suara ribut-ribut di dalam
“Kenapa kau tidak pernah mendengar keputusanku! Kenapa kau terus membela anak itu! Dia bukan anak kita!”
“Dia anak kita! Selamanya anak kita!”
“Apa kau gila! Kau menelantarkan anakmu sendiri dan menyayangi anak orang lain!”
Aku dan Minho segera pergi ke sumber suara dan ternyata itu…suara appa dan eomma
“Apa salah hanya membiayai sekolahnya? Anggap saja kita membantu orang susah!” ujar eomma
“Membantu? 1.500.000 won kau bilang membantu! Apa kau gila! Pikirkan biaya uang sekolahnya 2 tahun ke depan! Kau menghabiskan 12.000.000 won untuk orang lain apa kau gila!” ujar appa
“Apa salahnya! Anggap saja kau membayar uang sekolah anakmu! Sooyoung dan Minho kan tidak membayar uang sekolah!” bela eomma
“Untuk apa aku mengjabiskan 12 juta won untuk anak orang lain yang tidak akan belajar! Kau kan tahu nilainya rendah!” ujar appa
“Makanya untuk membantu agar nilainya tinggi babo!” ujar eomma
“Kau bahkan mengatai suamimu babo karena anak itu! Dia bukan siapa-siapa!” ujar appa
“Setelah sooyoung ke sini kenapa kau melupakan yoona yeobo! Dia juga anak kita!”kata eomma sambil menangis
“Dia bukan anak kita!” ujar appa
“Lihat! Ini semua karena Sooyoung datang ke rumah ini! Jika tidak kau akan tetap menyayangi yoona seperti dulu!” bela eomma
“Ini bukan salahnya! Dia memang anak kita! Jadi dia berhak mendapat semua haknya! Apa kau tidak pernah memikirkan perasaannya! Kau hanya memikirkan yoona soohee!” ujar appa
“Ya! Karena yoona anakku! Dan sooyoung bukan siapa-siapaku!”ujar eomma
Aku merasa sangat sakit mendengarnya dan aku melarang Minho berbicara
“Kau gila! Dia anak biologismu! DIA ANAK KITA! Bagaimana bisa kau memperlakukannya seperti itu soohee!” ujar appa
“KARENA DIA SELALU MEREBUT KEBAHAGIAAN YOONA! Dia merebut orang yang dicintai yoona, dia merebutmu dari yoona, dia merebut minho dari yoona, dia merebut teman-teman yoona, dia merebut kapten cheers dari yoona, dia merebut keluarga Choi dari yoona, dia merebut perhatian semua orang dari yoona, dan dia menjauhkanku dari yoona!” ujar eomma
Aku meneteskan air mata dan aku masih melaran minho bicara.
“CUKUP SOOHEE!” ujar appa
“Kenapa? AKU BENAR JUNG NAM!”
“YOONA LAH YANG MEREBUT KEBAHAGIAANNYA! Selama 15 tahun dia disiksa di keluarga Im, selama 15 tahun dia harus hidup susah, yoona merebut kebahagiaannya, merebut apa yang seharusnya menjadi haknya! Dia tidak merasakan kasih sayang orang tuanya selama 15 tahun! YOONA YANG MEREBUTNYA!” ujar appa
“CUKUP JUNG NAM!” ujar eomma
“KAU KETERLALUAN! BAGAIMANA BISA KAU MENYAKITI ANAKMU SENDIRI!” ujar appa
“KAU YANG KETERLALUAN! APA SALAHKU MENYEKOLAHKAN ANAKKU DI KATEGORI A!” ujar eomma
“DIA TETAP SEKOLAH KAN? HANYA BEDA KATEGORI LALU KENAPA!” ujar appa
“DIA TIDAK BISA HIDUP DI DUNIA KERAS!”
“DIA HARUS BISA!” ujar appa
“Kalau kau tidak mau menyekolahkan yoona, lebih baik kita cerai!” ujar eomma
Aku tersentak mendengarnya
“Lihat! Karena yoona kau berkata begitu padaku!” ujar appa
“INI KARENA IM SOOYOUNG BUKAN CHOI YOONA!”ujar eomma
“INI KARENA IM YOONA BUKAN CHOI SOOYOUNG!”ujar appa
Aku sudah tidak bisa menahannya
“CUKUP!” ujarku

~Minho POV~
Kulihat appa dan eomma kaget melihat kami.
“Sooyoungie…” appa terlihat sedih melihatnya
“Kurasa aku terlalu banyak membuat masalah di keluarga ini” ujar noona sambil menangis
“Noona…”
“Gwaenchanhayo. Kurasa lebih baik aku pergi dari rumah ini dan choi yoona kembali ke rumah ini”
“Noona!”
“CHOI SOOYOUNG JAGA BICARAMU!”
“TIDAK ADA GUNANYA AKU DI SINI DAN MEMBUAT BANYAK MASALAH DI SINI! KALIAN PIKIR AKU TIDAK LELAH DENGAN SEMUA INI! AKU LELAH MENDENGAR SETIAP HARI TERJADI PERTENGKARAN DI SINI! AKU LELAH MELIHAT NYONYA CHOI MEMBENCIKU! AKU TIDAK TAHAN DI SINI! INI LEBIH DARI NERAKA BAGIKU! DAN SEKARANG KALIAN MAU BERPISAH KARENAKU. APA KALIAN TAHU PERASAANKU!”
“Noona..”
“Youngie..”
“Biarkan aku pergi dari rumah ini dan Choi Yoona kembali ke sini.” ujarnya
“Baguslah kalau kau sadar. Ini memang bukan tempatmu. Ini rumah Yoona!” ujar eomma
“SOOHEE!”
“EOMMA!”
“Ne, aku seharusnya sadar. Aku memang tidak akan pernah pantas berada di sini. Annyeong semuanya.”
Kulihat noona berlari pergi
“Noona!”
Aku mengejarnya dan dia sudah pergi. Noona… kenapa harus seperti ini. Mau kemana noona di hari semalam ini…

———————————————————Mine———————————————————–

~Yuri POV~
Aku melihat ponselku berbunyi. Itu dari sooyoung
“Yeobseoyo?”
“Noona, ini Minho. Apa soo noona di rumahmu?” nada bicaranya panik. Sebenarnya ada apa
“Aniya waeyo?”
“Dia kabur dari rumah.”
“MWO?”
Dia menceritakan padaku kronologisnya. Soo… kenapa hidupmu harus seperti ini?
“Kalau soo noona ke rumahmu tolong beri tahu aku ya.”
“Ne”
“Gomawo. Annyeong”
“Ne annyeong”
Aku menutup telepon dan menceri nomor yang lain. Aigo..kemana kau soo…

~Jessica POV~
“Yeobseoyo?”
“SICA INI YURI!”
“Ne aku juga tahu! Kenapa kau teriak-teriak!”
“Soo… kabur dari rumah”
“MWO?”
“Tadi Minho menelponku dia menanyakan soo. Kalau dia ke rumahmu tolong beri tahu aku ya”
“Ne, ne. Annyeong”
Aigo…soo kau kemana malam-malam begini

~Tiffany POV~
Hujan turun deras. Tiba-tiba ada panggilan masuk
“Yeobseoyo?”
“Fany! Ini Sica”
“Ne, waeyo?”
“Apa soo di rumahmu?”
“Aniya. Waeyo?”
Dia.. kabur dari rumah”
“MWO? Malam-malam dan hujan-hujan begini!”
“Ne. Makanya eottokhe!!”
Soo.. pasti kedinginan di luar. Kau dimana?

~Seohyun POV~
Eomma tega sekali menyuruhku keluar malam-malam dan hujan begini untuk membeli ramen. Tiba-tiba kulihat seorang yeoja yang kukenal duduk di pinggir halte bus dalam keadaan basah kuyup
“YOUNGIE?”

~Sooyoung POV~
Kulihat seohyun menghampiriku
“Youngie apa yang kau..”
Aku memeluknya dan menangis. Aku menceritakan semua kejadiannya dan dia menenangkanku
“Kalau begitu menginaplah di rumahku malam ini.”
“Apa tidak merepotkan?”
“Tentu tidak! Kitakan sahabat. Arraseo?”
“Gomawo seo”
“Ne”

~Sunny POV~
Tiffany memberi tahuku kronologisnya. Omo soo.. kau nekat sekali kabur dari rumah malam-malam begini. Aku mencari nomor seo dan menelponnya
“Yeobseoyo?”
“Seohyun ah! Apa soo di rumahmu?”
“Ne.”
Aku lega mendengarnya
“Aku sudah tahu masalahnya”  ujarnya
“Baiklah aku akan ke sana dengan yang lainnya”
“Ne”

~Jessica POV~
Sekarang kami, aku, yuri,sunny,tiffany sedang menuju ke rumah seohyun. Kami sampai di sana dan kami memeluknya
“Kau membuat kami khawatir!” ujarku
“Mianhaeyo..”
“Bagaimana terjadi apa-apa padamu! Jantungku serasa copot mendengarmu kabur” ujar fany
“Mianhae..”
“Gwaenchanhayo”
Kami semua memeluknya. Dia menangis dan kami menenangkannya
“Baiklah, kita sleepover di rumah seo hari ini!” usulku
“Setuju!” ujar yang lain
“Gomawo”
“Gwaenchanhayo kita kan sahabat. Arraseo?”
“Ne arraseo”

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Kulihat cellphone soo noona berbunyi
“Yeobseoyo?”
“Aku sudah menemukannya. Sekarang aku bersamanya”
Aku lega mendengarnya
“Gomawo noona”
“Ne. Tapi kurasa sebaiknya jangan katakan pada bumonimmu dulu. Dia butuh waktu sendiri”
“Ne noona.”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku keluar dari rumah bobrok itu dan kulihat sebuah mobil menungguku
“EOMMA!”
Aku masuk ke mobil itu dan memeluknya
“Bogoshipo eomma!”
“Na do”
“Tumben eomma menjemputku?”
“Eomma ingin memberi tahu kabar bahagia bagimu”
“Apa?”
“Sooyoung pergi dari rumah kita”
“Jinjja?”
Kulihat dia mengangguk
“KYAAAA!!!! Aku sangat senang”

~Sooyoung POV~
Aku pergi ke sekolah dan kulihat sebuah pemandangan manyakitkan bagiku. Eomma mencium kening yoona dan melambaikan tangan padanya. Jessica menepuk pundakku
“Gwaenchanhayo”
Kami pun pergi ke kelas bersama.
“Tolong rahasiakan ini dari siwon” ujarku
“Waeyo?” tanya mereka
Aku hanya tersenyum

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku berjalan dengan bangganya ke kelasku. Kulihat banyak yang memperhatikanku
“Kalau aku jadi dia aku akan tahu diri.” ujar salah seorang yeoja yang kukenal. namanya Hyoyeon dia menjambakku saat itu
“Kenapa kau tidak senang?” tanyaku
“Aku sudah tahu ceritanya. Kau gila. Benar-benar gila. Apa kau tahu dia bahkan meminta maaf pada kami atas namamu tapi kau malah menyakitinya. Kau mengadu domba dia dan eommanya” ujar hyoyeon itu
“APA KATAMU?”
“Kau. Tidak Punya. Perasaan.” ujar hyoyeon
“Bukan. Dia tidak punya otak” ujar taeyeon
“MWO? APA KATAMU!”
Aku ingin menamparnya dan dia menahan tanganku dan membantingnya
“Appo..”
“Begitu saja sakit! Dasar manja!” ujar taeyeon itu
“Kalau aku jadi kau, aku akan membiarkan eommanya dekat dengannya dan menerima kenyataan. Masih bagus 15 tahun aku sempat merasakan hidup enak. Mungkin dengan kata lain, aku menebus kesalahnku padanya” ujar hyoyeon
“Itu namanya bodoh!” ujarku
“Memang bodoh. Tapi setidaknya lebih baik daripada hidup penuh kebencian. Annyeong”
Aku melihat mereka pergi. Bagaimana bisa mereka membela Choi Sooyoung! Apa bagusnya yeoja itu!

TBC
RCL!! ^^
Don’t be siders!

19 thoughts on “Mine [Part 7]

  1. Eommanya soo eonni jahat banget kapan sadarnya
    Oh iya thor helmoni mana???munculin aja helmoninya soo eonni
    Di tunggu next partnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s