Mine [Part 6]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Other Cast  :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship, Family

Rating                   : PG-15

~Yoona POV~
Aku berjalan di sepanjang lorong dan kudengar banyak orang berbisik-bisik
“Kalian tahu! Katanya siwon oppa jadian!”
“Oh ya katanya dia jadian dengan hoobae kita, Choi Sooyoung!”
“JINJJA? Putri Choi Group yang kapten cheers itu?”
“Ne!”
“Aigo.. kalau begitu aku merelakannya! Bagaimana bisa aku mengalahkan yeoja sesempurna Choi Sooyoung”
“Na do! Dia bahkan sangat pintar, baik, cantik, kapten cheers, dan putri Choi Group. Siwon oppa juga! Bedanya dia kapten basket”
“Ne. Aigo.. aku iri melihatnya”
Aku semakin kesal mendengar pembicaraan mereka dan kulihat salah satu dari dua orang yang dibicarakan itu sedang mengobrol dengan teman-temannya di dekat jendela kelas. Lihat saja Choi Sooyoung, takkan kubiarkan kau merebut segalanya dariku. Tidak akan. Kulihat dia sedang tertawa dengan teman-temannya. Lihat saja Sooyoung, hari ini juga tawamu akan hilang. Aku segera menelpon seseorang
“Yeobseyo?”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Chukkhae soo!! Siwon oppa!” ujar fany
“Chukkhae youngie!!” ujar seo
“KYAAAA!! tak kusangka kalian akan jadian!” ujar yuri
“Seharusnya kalian melihatnya kemarin!” ujar sica
“Lihat apa?” tanya fany
“Melihat siwon oppa menciumnya di mall! Benar-benar romantis!” ujar yuri
“JINJJA?”
“YA! Kenapa kau memberi tahu mereka!”

~Siwon POV~
“Chukkhae won! Tadinya kupikir dia akan mendiamkanmu sampai lulus haha” ujar yesung
“Aig0.. itu tidak mungkin!” ujarku
“Oh ya adiknya masuk sekolah kita ya bulan depan” ujar donghae
“Ne”
“Wuah! Berarti kau akan dekat dengan calon adik iparmu!”
Aku tertawa mendengarnya
“Kuharap begitu. Kau sendiri bagaimana dengan jessica hae?” tanya yesung
“YA! Memangnya kau menyukai jessica! Kenapa kau tidak memberi tahuku!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku menuruni anak tangga dan kulihat seseorang yang kukenal berdiri di depan pintu mobil
“Eo…eomma?”

~Yoona POV~
Aku melihat eomma dan menghampirinya
“Annyeong eomma!! Bogoshipo!!”
“Na do!!”
Kami berpelukan dan kulihat soo datang. Aku memulai rencanaku. Aku menghampirinya
“Aku tidak akan membiarkanmu menang kali ini choi sooyoung”
Dan aku pura-pura terjatuh
“Appo….”
“Yoona?”
Eomma menghampiriku
“Appo.. eomma..”
“Kau kenapa?” tanya eomma
“Dia mendorongku! ujarku
Aku menunjuknya dan kulihat dia terlihat kaget
“ANIYA! YA! Kau sendiri yang menjatuhkan dirimu!” ujarnya
“Appo eomma…”
Kulihat lututku berdarah. Sakit memang tapi ini tidak sebanding dengan dampak besar bagimu nanti. Lihat saja choi sooyoung, soal eomma. Kau tidak akan menang. Dan soal siwon, kau akan kalah
“Aigo! Sampai berdarah begini. KAU KETERLALUAN SOOYOUNGSSI!”
“AKU TIDAK MENDORONGNYA DAN KENAPA EOMMA SELALU MEMPERLAKUKANKU SEOLAH AKU ORANG ASING BAGIMU! KENAPA DI PIKIRANMU HANYA YOONA! KAU BAHKAN MEMANGGILKU DENGAN SEBUTAN SSI! APA MAKSUDMU!” ujar sooyoung sambil meneteskan air mata.
“Appo eomma..” ujarku
“Lihat! Dia berdarah karenamu!” ujar eomma
“Im Yoona, rencana busuk apa lagi yang kau rencanakan?” tanyanya
Aku memulai aktingku
“Aku bahkan sengaja menelpon eomma agar kita pergi bersama, agar eomma belajar menyukaimu. tapi kau malah menuduhku begini” bohongku
“MWO? YA! Kau tidak usah berakting baik di depanku dan mencari perhatian eomma! Aku muak melihatnya! AKU MEMBENCIMU IM YOONA!”
PLAK!
Oops… akhirnya yang kutunggu tiba juga
“KAU KETERLALUAN! Bagaimana bisa kau mengatakan kau membencinya setelah dia mencoba menolongmu agar aku menyukaimu Choi Sooyoung!”

~Sooyoung POV~
Aku menteskan air mata. Kulihat banyak siswa memperhatikan kami. Aku merasa sangat sakit… Bagaimana bisa eomma tidak tahu yeoja itu hanya berakting. Kenapa dia hanya membela yoona yang jelas bukan siapa-siapanya. Kenapa dia menamparku? Kenapa eomma memperlakukanku seolah aku tidak berarti apa-apa di matanya
“SEHARUSNYA AKULAH YANG BILANG! KAU ADALAH IBU YANG SANGAT KETERLALUAN! BAGAIMANA BISA KAU MENAMPAR ANAKMU SENDIRI DEMI YEOJA YANG BUKAN SIAPA-SIAPAMU!” ujarku
“Apa katamu?”
“DI OTAKMU HANYA ADA IM YOONA IM YOONA SAJA! APA SETIDAKNYA NAMAKU PERNAH TERLINTAS DI PIKIRANMU! AKU JUGA INGIN DISAYANG OLEHMU! AKU JUGA INGIN DIPERHATIKAN OLEHMU! AKU JUGA INGIN KAU PERLAKUKAN SEPERTI ANAKMU! AKU INGIN KAU BAHAGIA DENGANKU APA AKU BERLEBIHAN JIKA AKU HANYA MEMINTA ITU EOMMA!”
“Ya. Kau terlalu berlebihan karena sampai kapanpun, anakku hanya 2. Yoona dan Minho”
Aku merasa sangat sakit mendengarnya
“Baik. Mianhaeyo. Annyeonghaseyo. AHJUMMA”
Aku berlari meninggalkannya di sana. Dia sangat keterlaluan. Apa aku salah jika aku menginginkan perhatiannya atau setidaknya 1 kali saja dia memikirkanku. Tiba-tiba aku menabrak seorang yeoja
“Mianhaeyo..”
“Soo..young?”
“Im ahjumma?”

~Yuri POV~
“Aigo… kasihan sekali dia”
“Ne, bagaimana bisa eommanya mengatakan hal itu padanya?”
bisik beberapa yeoja yang berkerumun. Aku menyusup ke kerumunan itu bersama sica, fany, dan seo dan kami kaget melihat youngie ditampar eommanya. Ini kedua kalinya aku melihatnya. Eommanya keterlaluan, menamparnya di tempat umum begini.. kasihan dia..

~Seohyun POV~
Dasar yeoja menyebalkan. Ini pasti gara-gara si Im Yoona. Kulihat soo berlari dan fany ingin mengejarnya aku menahan tangannya
“Waeyo?”
“Dia butuh waktu sendiri. Semua orang begitu”
“Ne. Kau benar”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
“Appo..”
“Tahan ya yoona..”
Eomma mengobati lukaku. ya.. meski harus sakit tidak masalah bagiku. Takkan kubiarkan sooyoung bahagia di atas penderitaanku. Eomma adalah milikku. Dan siwon oppa, aku pasti akan merebutnya darimu choi sooyoung
“Yeoja itu keterlaluan sekali” ujar eomma
“Ne eomma”
“Seharusnya kau jangan berbaik hati padanya. Sampai kapanpun aku takkan menyukainya”
Aku tersenyum mendengarnya
“Gomawo eomma”

~Sooyoung POV~
Kami berdua makan di kedai ramen dekat rumah lamaku
“Kau ingat, dulu kita sering makan di sini” ujarnya
“Ne”
Aku menghela nafas
“Lebih baik aku hidup menjadi Im Sooyoung”
“Waeyo?”
“Lebih baik punya eomma sepertimu daripada seperti nyonya choi soohee”
“Youngie.. dengarkan aku”
Dia memelukku. Aku merasa sangat hangat
“Kau harus memanggilku ahjumma sekarang. Tapi ingat pesanku. Suatu saat nanti, eommamu pasti akan menyukaimu”
“Ne.. ahjumma”
Aku tersenyum dan merasa agak lega.
“Bagaimana dengan yoona?” tanyaku
“Dia masih belum bisa menerima kenyataan. Tapi aku yakin suatu saat dia pasti bisa”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku pulang ke rumah. Minho membukakan pintunya
“Omo! Noona kenapa kau pulang semalam ini”
“Aku….kerja kelompok. Sudah ya Min noona ngantuk. Jalja..”
Tiba-tiba dia memegang wajahku
“Waeyo?”
“Kau menangis noona?”
“MWO? Aniya..”
“Jangan berbohong padaku”
Aku hanya tersenyum
“Aku hanya kecapean. Aku tidak bohong. Jaljayo”
Noona tidak bohong Min. Noona memang kecapean. Cape diperlakukan asing oleh eomma..

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
“Yeobseoyo?”
“Siwon oppa! Ini Yuri. Ini Tiffany. Ini Sica. Ini Seohyun”
“Kenapa kalian menelpon malam-malam?”
“Kami mau minta tolong”
“Apa?”
“Soo sedang dalam masalah dengan eommanya”
Mereka menceritakan kronologisnya. Aigo… kenapa dia harus merasakan hal sesakit itu…. Dia terlalu banyak menderita
“Gomawo sudah memberi tahuku”
“Ne oppa”

~Sooyoung POV~

Kulihat ada panggilan
“Yeobseoyo?”
“Youngie!! Lihat ke jendela!!”
Aku melihat ke jendela dan aku sangat kaget melihat seseorang di depan pagar. Siwon oppa

~Siwon POV~
Kulihat dia sangat kaget
“Apa yang kau lakukan?” tanyanya
“Bukakan pintunya makanya”
Dia mematikan telepon. Kulihat dia membukakan pintu
“Jjang~ Chocomint!”
Aku mengeluarkan sekotak es krim chocomint
“Kyaa!!!! Gomawo!!”
Aku menaikkan kotaknya dan dia melompat-lompat
“Oppa!! Berikan”
“Besok kan ambil rapot. Kalau kau ranking 1 baru kuberikan”
“Kalau begitu kenapa kau bawa sekarang!”
“Agar kau melihat calon hadiahmu”
“Oppa.. berikan sesuaaapp saja ya!”
“Gunakan aegyeo dulu baru aku berikan”
“ANDWE!”
“Ya sudah kumakan sendiri”
“Ne, ne ne. Oppa~ Berikan sesuaaaapp saja pada sooyoungie ya, ya?”
“Ne. Aaaaa”
Kulihat dia makan dengan bahagia
“Enak?”
“Mashita”
“Aku yang membuatnya loh”
Kulihat dia tertawa
“Aku tahu..”
Aku mulai tersenyum
“Aku tahu itu tidak mungkin terjadi!”
Dia menjulurkan lidah padaku dan tertawa. Syukurlah dia sudah kembali bahagia. Aku mencium keningnya
“Jaljayo. Sudah malam. Tidurlah nanti halmeoni mencarimu”
“Ne. Annyeong~ Jangan lupa ice cream nya!!!”
“Ne annyeong~”
Kulihat dia menutup pintu dan tersenyum. Youngie.. aku berjanji akan selalu membuatmu tersenyum. Dan itu akan kupastikan

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini hari pengambilan rapot. Aku duduk bersama eomma di mobil. Kami lebih banyak diam. Akhirnya kami sampai di sekolah. Kulihat yoona digandeng soojin ahjumma dan eomma menatapnya terus. Aku lebih banyak diam
“Berjalanlah di belakangku” ujarnya
“Ne eomma..”
Aku memgikutinya dari belakang. Kami masuk ke aula dan dia langsung pergi ke tempat duduk orang tua. Aku menunggu teman-temanku di dekat pintu

~Siwon POV~
Aku pergi bersama appaku hari ini. Kulihat sosok yeoja yang kucintai berdiri di pojok aula. Aku mendatanginya
“Annyeong oppa!” sapanya
“Annyeong youngie~”
“Annyeonghaseyo ahjeossi. Joneun Choi Sooyoung imnida” dia membungkuk pada appaku
“Ne, annyeong sooyoungie. Jadi kau yeojachingunya siwon?”
Kulihat dia tersenyum
“Ne ahjeossi”
“Hm… berarti sekitar 10 tahun lagi kau akan memanggilku appa”
Kulihat mukanya jadi merah
“Yasudah appa duduk dulu ya. Annyeong sooyoungie”
“Ne ahjeossi”
Appa duduk di kursi orang tua dan aku merangkulnya
“Jjang ice creamnya!!”
“Wuah! Kau membawanya”

~Yoona POV~
Terpaksa aku harus pergi dengan ahjumma ini. Dia terus menggandengku dan aku hanya bisa mengikutinya
“Bukankah itu putri choi group?”
“Aish kau tak tahu? Kata anakku, dia bukan putri choi group. Dia beruntung tertukar di rumah sakit dengan putri choi group!”
“Jinjja?”
“Ne! Katanya yang tertukar dengannya juara satu di sekolah ini sedangkan dia hampir peringkat terakhir”
“Aigo..”
“Berarti benar mereka tertukar”
“Beruntung sekali dia bisa sampat masuk ke keluarga choi”
Kupingku panas mendengar semua omongan itu dan kulihat im ahjumma yang katanya eommaku itu mendatangi mereka
“Mianhaeyo. Apa salah kalau dia anakku? Kalian benar-benar tidak bermoral membicarakan orang lain seperti itu! Jangan membicarakan Im Yoona arraseo!”
Dia menarikku meninggalkan ibu-ibu itu

~Sooyoung POV~
“Juara 1 kelas XI, Choi Siwon!”
Aku bertepuk tangan, semua temannya bersorak dan kulihat dia maju dengan appanya ke depan menerima piala.
“Dan juara 1 kelas X, Choi Sooyoung!”
Aku tersenyum ceria mendengarnya dan maju ke depan. Kulihat eomma tetap saja duduk di sana. Aku hanya tersenyum melihatnya. Sonsaengnim memberiku piala dan kulihat teman-temanku bersorak-sorak.  Kami turun dari panggung dan acara selesai.
“Chukkhae chagi”
“Gomawo oppa”
Dia memberiku kotak es krimnya
“Makanlah”
“Yeay!!!”
Aku memakannya dan tiba-tiba saat menyendoknya aku merasakan sesuatu yang keras. Aku mengambilnya. Omo!
“Oppa.. ini..”
“Itu cincin couple. Lihat aku sudah memakainya!”
Kulihat dia memakai cincin berinisial SS
“Artinya Siwon-Sooyoung” ujarnya
Aku memakainya juga.
“Gomawo oppa!”
“Ne”
Tiba-tiba dia merebut es krimku dan membawanya kabur
“YA! OPPA ITU KAN PUNYAKU!!”

TBC
^^ RCL!

7 thoughts on “Mine [Part 6]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s