Mine [Part 4]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Other Cast  :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship, Family

Rating                   : PG-15

~Yoona POV~
Kulihat siwon oppa pergi ditarik donghae oppa. Aish.. aku jadi tidak bisa makan bersamanya
“Tenang saja yoona. Lama kelamaan dia pasti akan menyukaimu”
“Ne eomma”
Aku makan bersama eomma akhirnya. Biarlah yang penting aku bersama eomma
“Kau tahu yoona. Sekarang yeoja itu berani menentangku”
“Maksud eomma sooyoung?”
“Aish. Jangan menyebut nama itu di depanku”
“Ne eomma”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku pulang ke rumah dan kulihat sebuah koper di dekat ruang keluarga. Kulihat seorang yang paling kurindukan duduk di sofa ruang keluarga.
“Bogoshipoyo appa”
Aku memeluknya dari belakang
“Na do! Oh ya appa membawa banyak oleh-oleh untukmu dan minho”
“Jinjja? Wuaah! Gomawoyo!!”

~Minho POV~
Kulihat noona mengeluarkan sebuah dress hitam yang bagus
“Itu untukmu youngie”
“Gomawo appa!”
“Coba pakai noona. Kurasa kau akan cocok memakainya”
“Jinjja?”
Aku mengangguk dan noona mencoba dress itu

“Bagaimana?”
“Noona neomu yeppo!” ujarku

~Sooyoung POV
Appa membelikan kami banyak hadiah. Mulai dari jaket, sepatu dan lainnya. Dia memberi jaket kulit yang bagus untuk minho
“Bagaimana noona?”
“Kau terlihat sangat dewaaa min haha”
“Aku kan tahun ini SMA noona”
“Ne. Adikku sudah besar sekarang haha”
“YA! Noona jangan meledekku”
Aku tertawa melihatnya. Sangat lucu meledeknya hehe

~Minho POV~
Aku sangat berharap noona tertawa begitu setiap hari. Kami banyak bercanda dan tiba-tiba eomma pulang
“Annyeong yeobo!!”
“Annyeong” ujar eomma lemas
“Yeobo! Aku membelikan ini untukmu”
“Gomawo. Apa saja yang kau beli?”
Eomma melihat isi koper itu dan mengambil dress hitam yang tadi dipakai soo noona
“Kau membeli ini untuk yoona kan?”
Seketika aku melihat senyuman di wajah soo noona hilang. Yoona lagi yoona lagi
“Eomma, bisakah eomma melupakan yoona noona sehari saja?” ujarku
“Tidak mungkin aku melupakan noonamu”
Appa merebut dress itu
“Yoona tidak akan cocok memakainya, dia tidak cukup tinggi untuk memakai mini dress ini. Kurang lebih di bawah lututnya”
“Kan bisa dipendekkan!”
“Ini punya anak kita. Bukan punya yeoja itu”
“YOONA ANAK KITA!”
“DIA BUKAN ANAK KITA!”
“KAU KETERLALUAN! SIAPA YANG HIDUP BERSAMA KITA SELAMA 15 TAHUN! YOONA! BERARTI DIA ANAK KITA”
“CUKUP!”

~Sooyoung POV~
Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Aku muak berada di rumah ini. Ini seperti neraka bagiku. Sekarang bumonimku bertengkar karenaku
“CUKUP!” ujarku
“Soo..”
“Aku akan pergi dari rumah ini.”
“ANDWE!” ujar minho
“Soo ah..”
Aku meneteskan air mata. Aku sudah tidak kuat di sini
“Appa, aku sudah banyak membuat masalah di keluarga ini. Sekarang kalian bertengkar karenaku! Aku…”
“Ada apa lagi ini!” ujar halmeoni
“Halmeoni..”
Dia menghampiriku dan menghapus air mataku.
“Gwaenchanhayo?”
Aku hanya diam
“JELASKAN PADAKU! APA YANG TERJADI!” ujarnya
Semuanya diam. Tiba-tiba Minho angkat bicara
“Eomma marah karena appa tidak membeli apapun untuk IM yoona”
Dia menekankan kata IM nya
“Apa benar?”
“Dia Choi Yoona!” ujar eomma
“Kau ingat kata-kataku sohee? Semua orang di rumah ini. Harus menghormati dan memperlakukan CHOI SOOYOUNG sebagaimana seharusnya”
Kulihat eomma hanya diam
“Sekali lagi nama IM YOONA disebut apalagi nama CHOI YOONA dan itu membuat Choi Sooyoung menangis, aku tidak akan segan-segan mengusir siapapun yang melakukannya. ARRASEO!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Baru kali ini aku melihat halmeoni semarah ini. Kulihat halmeoni membawa soo noona ke kamarnya, eomma pergi ke atas dan appa duduk lemas di sofa.
“Appa..”
“Min. Sampai kapan eommamu begitu”
“Molla”
“Dia terus saja menganggap yoona anaknya”
“Aku tidak mengerti kenapa appa. Padahal yoona noona begitu menyebalkan. Lagipula soo noona kan putri kandungnya”
“Molla”

~Sooyoung POV~
“Sudah berapa kali dia menamparmu?”
Aku tersentak mendengarnya
“Ne?”
“Tidak usah berbohong padaku. Aku sudah tahu semuanya”
Aku kaget mendengarnya. Halmeoni.. mengetahuinya dari siapa. Aku hanya diam. Tiba-tiba dia memelukku
“Menangislah kalau kau ingin menangis choi sooyoung”
Aku menangis di bahunya. Menangis sekerasnya.
“Kenapa eomma membenciku halmeoni. Kenapa dia tidak bisa menyayangiku seperti dia menyayangi yoona..”
“Gwaenchanhayo… halmeoni akan tetap membelamu. Apapun yang terjadi. Arraseo?”
“Ne arraseo”

———————————————————Mine———————————————————–

~Jessica POV~
Hari ini kami semua belajar bersama di rumah soo. Lusa ujian. Jadi kami harus bekerja ekstra! Setelah belajar kami ke kamarnya dan kulihat sebuah dress menggantung di sana
“Dressnya bagus sekali soo!” ujar yuri
“Tapi dress itu membawa masalah”
“MWO?”
“Kalian tahu, cuma gara-gara dress itu bumonimku bertengkar”
Aku langsung menenangkannya
“Aku sudah biasa sica”
“Aigo… apa ini ada hubungannya lagi dengan Im Yoona?” tanya yuri
“Aku malas mendengar nama yeoja itu lagi. Kajja. Kita makan kue di bawah”
“Ne..”
Yoona lagi. Yoona lagi. Aigo.

~Yuri POV~
Aku turun ke bawah dan kulihat minho pulang dengan seragamnya. Omo.. dia terlihat sangat keren memakai seragam
“annyeong noona, yuri noona”
“Annyeong min”
Kulihat soo memperhatikanku dan tersenyum
“Min kita makan kue yuk”
“Ne”
Kami pergi ke ruang makan dan kulihat soosica duduk bersebelahan
“Kalian berdua duduk di sana saja”
“MWO?”

~Minho POV~
Aigo… kenapa aku jadi berdebar begini duduk di sebelah yuri noona. Kulihat dia memotongkan kue untukku
“Gomawo noona”
“Ne”
Omo.. noona.. neomu yeppo

~Sooyoung POV~
Kulihat 2 orang ini saling curi pandang


“Sica, apa kau tidak merasa mereka cocok?”
“Ne! Justru itu yang mau aku tanyakan”
“Bagaimana kita dekatkan mereka?”
“IDE BAGUS!”
Kulihat minyul memperhatikan kami
“IDE BAGUS soo ya.. kita pergi setelah selesai ulangan! Nonton lagi! Bersama yuri dan minho juga!”
“Boleh juga!”
“Ne! Setuju!”
Untung sica membuat akal yang bagus.

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat tim cheers membuat formasi piramid lagi hari ini. Jujur setiap kali mereka membuat formasi ini aku khawatir sooyoung jatuh. Dia kan di paling atas..

~Yoona POV~
“Ayo semangat semuanya!!”
Aku kesal melihat yeoja ini. Sejak dia menjadi kapten aku serasa tidak diperhatikan banyak namja lagi. Aigo.. mukaku sekarang juga jadi kusam. Aish…
“Kita formasi piramid ya!!” ujarnya
Akupun jadi terpikir mengerjainya. Habis dia menyebalkan sekali. Biarkan saja dia jatuh. Jadi tidak ikut ulangan
“Aku mau mencoba di baris kedua!” ujarku
“Baiklah, ayo kita latihan di dekat lapangan. Kita kan tampil di sana” ujar yuri
YES! Rencanaku berhasil

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Kulihat dia mulai naik di kakiku. Aku memegangnya dan aku merencanakan misiku. Aku melepaskan tanganku
“KYA!!!!!!!!!!!!”

~Siwon POV~
Aku melihat cheers dengan cemas. Bagaimana kalau dia jatuh. Kulihat mereka mulai menyusun formasi. Soo mulai naik ke atas dan kakinya dipegang yuri dan yeoja aneh itu.. yoona namanya kalau tidak salah. Tiba-tiba kulihat yeoja aneh itu melepaskan tangannya
“KYA!!!!!!!!!”
Spontan aku berlari secepatnya ke sana dan menangkapnya. Untunglah aku tepat waktu dan berhasil menangkapnya. Kulihat badannya gemetaran
“YA! KAU KENAPA MELEPASKAN TANGANMU!” ujarku pada yeoja aneh itu
“Mianhae, tanganku tidak kuat menopangnya”
“KALAU BEGITU JANGAN MENGUSULKAN DIRI DI BARIS KEDUA DONG!” ujar yuri
“Aku kan tidak sengaja!”
“Gwaenchanhayo?”
“Ne..”
Aku menurunkannya dan kulihat dia menangis kesakitan. Aku memapahnya
“Gwaenchanhayo?”
“Appo….”
“Kakimu terkilir?”
“A..niya!”
Kulihat dia mencoba berjalan dan nyaris jatuh. Aku memegangnya
“Kurasa sebaiknya jangan memaksakan diri. Dimana mobilmu?”
“Di parkiran oppa”
“Sebaiknya kau pulang. Aku akan mengantarmu. Kau harus sembuh sebelum besok. Besok kan ujian. Arraseo?”
“Ne, gomawo oppa”
“Gwaenchanhayo. Semuanya aku mengantarnya dulu ya. Annyeong”
“Ne”

~Sooyoung POV~
“Mianhae semua” ujarku
“Gwaenchanhayo, ini bukan salahmu soo” ujar sica sambil memperhatikan yoona sinis.
“Annyeong”
“Ne annyeong”
Siwon oppa memapahku sampai ke mobil
“Gomawo oppa”
“Ne. Jangan banyak gerak. Kalau besok masih sakit, jangan memaksakan diri ujian.”
“Kurasa besok pasti sembuh. Annyeong. Gomawoyo”
“Ne”
Aku pun pulang ke rumah. Ini kedua kalinya siwon oppa menolongku saat kakiku terkilir. Tapi.. masa harus terkilir biar ditolong terus. Aigo!

———————————————————Mine———————————————————–

~Yuri POV~
Soo sudah pulang. Ternyata dugaanku benar. Dia pasti mau berbuat yang tidak-tidak pada soo. Kalau tidak untuk apa dia di baris kedua? Kan baris itu yang akan memegang kaki soo. Baiklah. Cukup sampai di sini permainannya
“Baiklah Im Yoona, kurasa sebaiknya kau keluar dari cheers” ujarku
“MWO?”
“Kau tidak profesional! Jangan melibatkan urusan pribadi ke sini!” ujar tiffany
“Ne” ujar semuanya setuju
“Aku kan tidak..”
“Kau sengaja” ujar yesung
“MWO?”
“Kami melihatnya! Kau sengaja menjatuhkan tanganmu!” ujar donghae
“Kalian.. menuduhku! Mana mungkin aku melakukannya!”
“Baiklah. Terlepas kau sengaja atau tidak kurasa kau tidak bisa lagi bergabung di tim ini” ujar seohyun
“WAEYO!”
“Kau sering bolos latihan! Kau seenaknya! Kau menjatuhkan kapten! kau itu ikut cheers 2 tahun! Bagaimana bisa kau tidak bisa menopangnya! Sungguh kebohongan yang bodoh” ujar sunny
“APA KATA…”
“Baiklah begini saja. Anggap kau tidak sengaja. Sudah 2 tahun di cheers tidak mampu memegang kaki orang di barisan pertama, lalu apa gunamu di sini! Apalagi kau di barisan terbawah! Kau menjatuhkan piramidnya! Bagaimana saat tampil begitu hah!” ujarku
“KENAPA KALIAN SEMUA MEMBELA CHOI SOOYOUNG! TIDAK SEORANGPUN MEMBELAKU DI SINI! KALIAN HANYA MEMIKIRKAN PERASAANNYA! BAGAIMANA DENGANKU! KALIAN MEMBUANGKU SETELAH DIA MENJADI KAPTEN!” ujarnya sambil menangis
“Kami tidak pernah membuangmu, kau duluan yang mulai tidak latihan!” ujar tiffany
“SEHARUSNYA KEMARIN KALIAN TIDAK TAMPIL KALAU TIDAK ADA AKU!”
“MWO? APA KAU GILA HAH!” ujarku
“KAU EGOIS IM YOONA!” ujar seohyun
“JANGAN PANGGIL AKU IM YOONA! AKU CHOI YOONA! SAMPAI KAPANPUN AKU CHOI YOONA! APA BAGUSNYA SI SOOYOUNG ITU!”
“Bagusnya sooyoung?” tanyaku
Dia mengangguk
“Kurasa kau lebih mengetahuinya daripada kami.” ujarku
“AKU TIDAK TAHU! AKU SANGAT MEMBENCINYA! JIKA DIA TIDAK MUNCUL DI HIDUPKU DAN KELUARGAKU MAKA AKU AKAN TETAP MENJADI KAPTEN DAN MENJADI CHOI YOONA!”
“Lihat! Kau egois Yoona!” ujar sunny
“Yoona, kau hanya berpikir dari sisimu. Pernahkah kau berpikir dari sisi sooyoung? Apa kau tahu perasaannya? SEHARUSNYA DIA TERLAHIR BAHAGIA! Seharusnya dia tumbuh di keluarga berpendidikan! Seharusnya dia mendapat kasih sayang selama 15 tahun di keluarga berkecukupan! Seharusnya dia diperlakukan terhormat! Apa kau tidak berpikir JUSTRU KAU YANG MEREBUT SEMUA MILIKNYA! Itu bukan milikmu! Itu milik Choi Sooyoung dan dia berhak mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya!” ujarku
Kulihat dia terdiam dan semua anggota yang lain ikut diam
“Aku muak melihat orang egois sepertimu!” aku pun pergi dan diikuti yang lainnya. Aku sudah tidak bisa menahannya. Yeoja ini benar-benar membuatku emosi

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Keesokan harinya aku masuk sekolah dan terpaksa memakai tongkat. Aku tidak mau ikut ujian susulan. Kulihat yulsic datang
“Soo ah!!!”
“Annyeong!!”
“Aigo soo ah! Kenapa kau memaksa masuk!”
“Aku tidak suka ujian susulan”
“Aigo… Lalu bagaimana caramu naik tangga!”
“Kurasa bisa pegangan”
“Kau bisa jatuh babo!”
“Tapi…”
“Dasar keras kepala. Sudah kubilang tidak usah masuk tetap saja kau masuk”
“Oppa?”

~Siwon POV~
Kulihat soo masuk dan memakai tongkat. Aigo.. anak itu benar-benar keras kepala
“Oppa?”
“Aku kan sudah bilang. Sebaiknya kau istirahat. Lihat kakimu bengkak begitu”
“Aku tidak mau ujian susulan!” ujarnya
“Lalu sekarang bagaimana caramu naik tangga?”
“Aku bisa pegangan”
Aku tertawa melihatnya. Semangatnya bagus juga.


“Naiklah”
“MWO?”
“Aku akan menggendongmu sampai ke atas. Setelah itu kau bisa jalan sendiri kan?”
“Apa tidak merepotkan?”
“Aniya.. Kau itu lebih ringan dari kapas”
“YA! Kan tidak segitunya!”
Aku tertawa melihatnya
“Cepat naik. Nanti keburu bel tidak ada yang mau menolongmu”
“Gomawo oppa”
“Ne”

~Yoona POV~
“OMO! Kau tahu tadi siwon oppa menggendong seorang yeoja!”
“MWO? Jinjja! Aigo!! Aku iri sekali”
“Ne! Katanya dia menggendong hoobae kita!”
“Kapten cheers itu ya?”
“Ne”
“Aigo.. kapten cheers memang dari dulu jadi pasangannya kapten basket ya!”
“Ne. Sangat serasi. Kuakui aku kalah dari yeoja itu! Sudah cantik, baik, pintar, kapten basket, keluarganya sangat kaya lagi!”
“Aigo.. hidupnya bahagia sekali”
Aku berlalu mendengarkan suara sunbaeku membicarakan dua orang itu lagi. Memangnya tidak ada romeo-juliet lain selain 2 orang itu. Aish! Siwon oppa harusnya denganku! Bukan dengan Choi Sooyoung! Ujian dilangsungkan. Aish.. soalnya susah sekali! Aku malas mengerjakannya. Soal apa ini! Kapan diajarinya! Bel selesai berbunyi! Aigo! Aku baru mengerjakan 20 dari 50 soal! Akupun dengan kesal keluar dari ruang ujian dan ini waktunya istirahat. Aku melihat seorang namja tinggi yang kukenal berdiri di depan pintu. Dia melambaikan tangan padaku dan aku membalasnya. Aigo.. mimpi apa aku! Choi Siwon melambaikan tangannya padaku! Tapi ternyata aku salah. Dia melambaikan tangan pada yeoja di sampingku. Choi Sooyoung. Mereka istirahat bersama dengan anak cheers dan basket lain sambil belajar ujian selanjutnya. Aish menyebalkan sekali

~Sooyoung POV~
Kulihat yoona melewati kami
“Mau makan dan belajar bersama yoong?” tanyaku
Dia membuang muka dan berlalu
“Aish! Kenapa kau mengajaknya!”
“Dia kan juga anggota cheers, biar bagaimanapun aku harus tetap memikirkan perasaannya seo” ujarku
“Biarkan saja dia soo! Ayo kita belajar lagi!”
Sebenarnya aku kasihan juga melihatnya. Tapi mau bagaimana lagi. Aku membuka kotak bekalku yang kumasak tadi pagi
“Omo! Itu sushi!” ujar yuri
“Ne! Kalian mau?”
“TENTU SAJA!”
Mereka semua menyerbu kotak bekal itu. Aku tertawa melihatnya. Yuri, donghae, dan sica berebutan seperti anak kecil
“Masih banyak tidak usah rebutan” ujarku
“YAH! Bilang dari tadi dong!”
Aku tertawa melihat mereka. Aku mengambil sebuah sushi dengan sumpit dan tiba-tiba siwon oppa memakannya
“YA! Kenapa kau memakan punyaku!”

~Seohyun POV~
“Aku lupa bawa sumpit hehe”
“Baiklah. Ini sebagai terima kasihku karena kau selalu menolongku oppa. Kau mau sushi yang mana lagi?”
“Yang unagi itu saja. Gomawo”
Aigo.. ini jadi seperti soo menyuapi siwon oppa. Akupun berniat mengerjainya. Kulihat soo mengambil sushi yang diminta siwon dengan sumpit itu dan aku menggerakan tangannya, memasukkan sumpit itu ke mulutnya

~Yuri POV~
KYAA!!!! Ini kan namanya ciuman tidak langsung. Kulihat muka soo sangat kaget dan seo terus tertawa melihatnya. Sedangkan siwon oppa dan anak basket lain bingung melihatnya. Ya… namja tidak akan mengerti hal ini!

~Sooyoung POV~
Aigoo!! Kenapa seo memasukkan sumpit itu ke mulutku! Ini kan sama saja ciuman tidak langsung! Aigo!! Seo!!! kulihat dia tertawa dan anak cheers lain juga. Anak basket melihatnya bingung
“Mereka kenapa?” tanya siwon oppa
“Molla”
Aku pun lanjut belajar dan pura-pura mengabaikannya. Sebenarnya jantungku jadi berdetak keras. Aigo… Seo bagaimana bisa menjadi seiseng ini!

~Yoona POV~
Apa-apaan mereka memakai satu sumpit berdua! Aish. Menyebalkan!

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Setelah ujian hari pertama selesai, aku tetap melihat latihan cheers. Meski tidak bisa ikut setidaknya aku merasa sudah hadir.

~Yuri POV~
“Istirahat saja soo!” ujarku
“Ne!” ujar yang lain
“Baiklah aku ke aula ya. Annyeong”
“Ne, annyeong”

~Siwon POV~
Setelah latihan basket, aku pergi ke ruang ganti melewati aula. Kulihat seorang yeoja duduk tertidur di kursi piano. Aku mendekatinya. Ternyata itu soo
“Soo?”
Dia tidak merespon sepertinya dia benar-benar tertidur. Aku memperhatikan wajahnya. Dia tetap cantik meski sedang tidur. Aku merapikan rambutnya.
“Oppa…”
Aku terkekeh. Dia mengigau? Tapi siapa yang dia panggil oppa?
“Saranghae..”
Tapi setelah mendengar dia berkata saranghae. Entah kenapa aku merasa jantungku berdetak kencang.  Merasa bahagia. Aku tersenyum dan menciumnya lembut.
“Na do saranghae”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Soo ah irreona!” ujar yulsic
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Ya ampun, aku tertidur di kursi piano
“Sudah selesai latihannya?”
“Ne, baru saja selesai.” ujar sica
“Ternyata kau tidur haha” ujar yuri
Aku tersenyum mendengarnya
“Kalian tahu, mimpiku sangat indah tadi”
“MWO? apa?”
Aku menjulurkan lidah dan pergi
“Rahasia!”
“YA! Dasar evil princess!”
“Baiklah aku pulang dulu ya annyeong!”
“Ne annyeong”
Aku pun pergi ke mobilku. Aku bermimpi sangat indah hari ini. Mimpi dicium siwon oppa!

~Minho POV~
Aku heran melihat noona senyum-senyum sendiri dan menaruh jempolnya di bibirnya
“Kau kenapa noona?”
“Aniya. Waeyo?”
Aku tersenyum melihatnya
“Jangan-jangan kau dicium namja ya!”
“ANIYA!”
Kulihat mukanya merah
“Jadi benar! Omo! Kau dicium siapa!”
“Aniya! kau ini ada-ada saja”
“Jangan-jangan dengan kapten basket kemarin itu yang kau peluk ya! Siapa namanya.. CHOI SIWON!”
“ANIYA!”
“Jadi dia namjachingumu ya noona!”
“Ani! Siwon oppa bukan..”
“Nah lihat! Kau memanggilnya ‘oppa’!”
“Sudah ah! Jangan bicara yang tidak-tidak”
Aku tertawa melihatnya. Sepertinya noonaku sedang jatuh cinta

TBC
RCL!! ^^

18 thoughts on “Mine [Part 4]

  1. Annyeong^^
    Tbc penggangguuuu!!! :O Lagi seru2nya juga..
    Semoga jalan Soo eonnie menuju kebahagiaan makin lancar Ya Allah. Amiin~ >o<"
    Oke deh.. Next part ditunggu yaa chingu. Gomawo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s