Mine [Part 3]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Other Cast  :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship, Family

Rating                   : PG-15

~Sooyoung POV~
Aku pulang ke rumah dan kulihat eomma mendatangi kamarku. Aku merasa senang. Dia.. mau menemuiku?
“Eomma..”
“jangan panggil aku eomma”
Seketika rasa senangku tertiup rasanya
“Dengar ya! Di sini kau mungkin menang karena halmeoni membelamu. Tapi ingat. Aku akan membela yoona. Dan jangan pernah memanggilku eomma. Kau merebut segalanya dari yoona!”
“Apa yang kurebut dari dia memangnya?”
“Kau merebut appanya, namdongsaengnya, halmeoninya, keluarga choi darinya, status pewaris tunggal darinya, kepopulerannya di sekolah, posisinya dari kapten cheers juga kau ambil darinya! Kau benar-benar keterlaluan! Tapi ingat! Kau tidak akan pernah bisa merebutku darinya!”
Aku meneteskan air mata. Kenapa eomma segininya membenciku
“Jadi dia mengadu padamu? Benar-benar sok dramatis.” ujarku
“JAGA BICARAMU! KAU MEREBUT SEGALANYA DARI CHOI YOONA!”
“AKU TIDAK MEREBUTNYA! Ini semua memang milikku! Dia yang merebutnya! Dia yang merebutnya selama 15 tahun dariku!”
PLAK!
“DENGAR BAIK-BAIK! Sekalipun kau menangis aku tidak akan membelamu! Yoona anakku! Bukan kamu!”
Dia membanting pintu. Sakit. Rasanya sangat sakit. Aku biasa ditampar ahjeossi, appa yoona dulu. Tapi ditampar ibumu sendiri.. dibilang bukan anaknya… ternyata sangat menyakitkan

———————————————————Mine———————————————————–

~Yuri POV~
Aku melihat soo datang ke sekolah dengan mata bengkak. Seperti habis menangis. Bagaimana bisa dia menangis lagi
“Dia kenapa?” tanya sunny
“Molla. Kita tanyakan saja”
Kami, semua anak cheers mendatanginya
“Kau kenapa soo?” tanyaku
“Kalian tahu, satu hal yang tidak bisa kumenangkan dari yoona. Eomma”
“MWO?”
“Aku cape. Di rumah lama, mereka tidak menyayangiku. Di rumah baru, eomma membenciku. Serba salah”


Aku kasihan melihatnya.
“Apa aku salah kalau menginginkan perhatian eomma kandungku? Yoona yang merebut kebahagiaanku selama 15 tahun! Bagaimana bisa eomma bilang aku yang merebut kebahagiaannya!”
“Soo ah..”
Kami menenangkannya. Akupun terpikir akan sebuah ide menyenangkannya
“Ah! Bagaimana kita pajama party di rumahmu!”
“Mwo?”
“Ah! Ide bagus! Besok kita menginap di rumahmu! Besok kan sabtu! Minggunya kita jalan-jalan! bagaimana!”
Kulihat dia tersenyum
“Boleh kan kita menginap?” tanyaku
“Ne. Aku akan menanyakannya pada halmeoni”
“Wuaaa!! gomawo!!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Halmeoni. apa teman-temanku boleh menginap di sini? semalam saja..”
“Tentu boleh youngie! Ini kan rumahmu juga! Rumah ini terbuka bagi semua teman-temanmu juga! Arraseo?”
“Gomawo halmeoni”

~Yoona POV~
Aku duduk dan mengutek kukuku. Tiba-tiba seorang namja datang ke kedaiku dalam keadaan mabuk
“Tokonya sudah tutup! Hush hush pulang sana!”
“Pulang? Hahahaa! Aku pemilik rumah ini! Kau siapa?”
“Yeobo kau mabuk lagi!”
“DIAM KAU!”
PLAK! Dia menampar eommaku
“APA KAU LIAT-LIAT!” ujarnya padaku. Dia memegang tanganku
“Kyaaa!! Kau merusak kukuku!” ujarku
“MWO KAU MEMBANTAHKU!”
PLAK! Dia menamparku. Ini pertama kalinya aku ditampar dalam hidupku
“KAU BERANI MENAMPARKU! KAU TIDAK TAHU AKU SIAPA!”
“Kau.. kau anakku bodoh!”
Dia menjatuhkanku ke lantai
“Appo..”
“Gwaenchanhayo yoona?” tanya ahjumma itu
“Jangan sentuh aku!”
Kulihat namja itu akan menamparku dan ahjumma itu melindungiku. Dia yang kena tamparannya
“PERGI KAU! AKU MUAK MELIHATMU!”
“Dasar istri tidak berguna! Dan kau! Begitu saja menangis! Sooyoung kutampar setiap hari saja tidak kenapa-kenapa hahahhaa!”
Aku tersentak mendengarnya. Jadi… ini yang dialami sooyoung selama 15 tahun hidupnya. Tapi dia kan sudah biasa! Sedangkan aku… Dia membuatku merasakan ini semua! Keesokan harinya aku menemui eomma. Aku menceritakan semua padanya
“Seharusnya sooyoung yang merasakan ini! Bukan aku eomma!”
“Ne, yoona..”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku membawa teman-temanku ke rumah. Semuanya. Jessica, yuri, tiffany, sunny, dan seohyun.
“annyeonghaseyo halmeoni” sapa kami semua
“Ne annyeong! Ayo kita makan bersama!”
Kami makan bersama dan banyak bercerita
“Jadi, bulan depan kalian ujian kenaikan kelas ke kelas XI?”
“Ne halmeoni!”
“Kau sudah belajar youngie?”
“Dia mah tidak usah belajar juga pasti pintar halmeoni!” ujar yuri
Halmeoni tertawa
“Aigo.. tetap harus belajar” ujarku
“Kalau choi siwon pasti tidak belajar dan mendapat peringkat satu lagi tahun ini!” ujar jessica
“Siapa choi siwon?” tanya halmeoni
“Calon namjachingunya sooyoung!” ujar seohyun
“Uhuk..”
“Lihat dia tersedak! Artinya iya!” ujar tiffany
“Cie!!!”
“Kalian, sudah makan dulu” ujarku mengalihkan pembicaraan
“Halmeoni, dia dulu peringkat satu untuk beasiswa, sekarang dia peringkat satu agar sama dengan siwon oppa!” ujar sunny
“YA! Kalian!”
Halmeoni tertawa bahagia
“Kalian tahu, aku tidak pernah tertawa sebahagia ini. Haha. Masa SMA memang menyenangkan!”
“Ne” ujar kami serempak
“Kapan-kapan bawa siwon oppa itu ke sini!” ujar halmeoni
“Halmeoni… kenapa jadi ikutan meledekku”
“Aniya..”
Kami tertawa bersama lagi

~Jessica POV~
Aku tercengang memasuki kamar sooyoung
“Omo.. soo ah.. kamarmu… bagus sekali”
Kulihat dia tersenyum. Meski dia sudah menjadi choi sooyoung, dia tetap tidak berubah, tetap sooyoung yang baik dan rendah hati
“Aniya.. ini punya halmeoni bukan punyaku”
Kami mengobrol bersama dan aku mengusulkan permainan
“Kita main petak umpet saja bagaimana!”
“Memangnya kalian anak kecil?” ujar soo
“Waeyo? Seru juga! Banyak tempat untuk bersembunyi di sini” ujar seohyun
“Ne!”
“Lihat semuanya setuju! Kau cari kami soo kalau begitu!”
“Baiklah.. aku hitung sampai 10 ya..1…2..3…4…5”
Aku dan yuri bersembunyi di balik gorden. sunny, seohyun, dan tiffany di bawah ranjang

~Sooyoung POV~
10! Aku membuka mataku dan mencari mereka.  Aku membuka lemari dan tidak ada orang di sana, tiba-tiba suara pintu terbuka dan aku kaget melihat sosok yeoja di sana menatapku penuh amarah
PLAK!

~Yuri POV~
Aku kaget melihat sooyoung ditampar eommanya dari balik tirai. Aku melihat jessica berkata “Oh my God”.
“KAU SUDAH TAHU YOONA AKAN DISIKSA DI SANA! KENAPA KAU TIDAK MENCEGAT APPA DAN HALMEONI MENGUSIRNYA! KAU MAU MEMBALAS DENDAM PADANYA! KAU MAU MEMBIARKANNYA DISIKSA DI SANA HAH!”
Kulihat soo menghapus air matanya
“Lalu kenapa eomma menamparku?”
“KAU HARUS MERASAKAN YANG YOONA RASAKAN DI SANA!”
“APA KAU BETULAN EOMMA KANDUNGKU! KAU MENGANDUNGKU 9 BULAN DAN KAU MEMBENCIKU! KAU TERUS-TERUSAN MEMBELA IM YOONA!”
“Dia Choi Yoona!”
“Dia Im Yoona. Selamanya dia Im Yoona! Harusnya aku yang marah karena dia mengambilmu dariku!”
“Dengar ini baik-baik! Aku bukan eommamu!”
Eommanya keluar dan membanting pintu. Setelah itu kami semua keluar dari persembunyian kami dan menenangkannya
“Soo.. gwaenchanhayo?” tanyaku
“Nae gwaenchanhayo”
Kami memeluknya. Aku tahu perasaannya. Bagaimana bisa ada eomma sekejam itu. Tidak punya perasaan!

~Tiffany POV~
Aku kasihan melihat soo. Bagaimana rasanya dibilang begitu oleh eommanya sendiri
“Mianhae kalian jadi melihatnya”
“Aigo.. kau tidak boleh bilang begitu. Kitakan sahabat. Arraseo?” ujarku
“Ne!” ujar semuanya
“Gomawo”

———————————————————Mine———————————————————–

~Seohyun POV~
Kami makan malam bersama keluarga soo dan kulihat eommanya sekarang berpura-pura baik depan kami
“Kalian kenal yoona? Kenapa yoona tidak ikut menginap di sini?” tanyanya
“Kami mengenalnya. Tapi kami bukan temannya” ujarku
“Waeyo?” tanya halmeoni
“Dia menyebalkan” ujar kami serempak
“Jinjja?”
“Ne!”

~Sooyoung POV~
Habislah aku. Eomma melirikku tajam. Aku mengerti maksud lirikannya. Pasti dia menganggap aku menjelek-jelekkan yoona depan teman-temanku.. Dia selalu menganggapku negatif di matanya. Eomma… kenapa kau sejahat ini padaku. Apa ini salahku menginginkan setidaknya sedikit saja kau mengkhawatirkanku?

~Sunny POV~
Sekarang kami perang bantal di kamar soo dan bererita bersama. Setidaknya kurasa ini untuk menyenangkannya. Kami harus sering menginap di sini. Agar eommanya tidak memperlakukannya begitu lagi

———————————————————Mine———————————————————–

~Yuri POV~
Aku bangun di tengah malam karena haus. Aku turun ke bawah dan mencari dispenser. Tiba-tiba seseorang berteriak “KYAAAAA! HANTU!!!”

~Minho POV~
“KYAAAAA! HANTU!!”
“KYAAAAAAAAAAA!!!!!!” teriak hantu itu
Aku pun mendekatinya
“Kau.. sahabatnya soo noona ya?”
“Ne”
“Mianhae, aku… namdongsaengnya”
“Gwaenchanhayo”
“Choi Minho imnida”
“Kwon Yuri imnida”
“Kau mau mengambil air?”
“Ne”
Aku mengambilkan air hangat untuknya
“Tidak baik minum air dingin malam-malam. Oh ya, jangan pakai daster putih begitu, kalau halmeoni keluar bisa-bisa dia kaget melihatmu. Annyeong”

~Yuri POV~
Omo.. ternyata namdongsaengnya baik sekali. Aku meminum segelas air penuh cinta itu, aigo… ternyata namdongsaengnya sangat tampan. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kami berjalan-jalan ke Lotte hari ini. Kami memberi dress kembar. Benar-benar menyenangkan. Kami sekarang makan bersama di cafe dan merancang baju cheers yang baru
“Aku suka desainmu soo! Ini sangat cerah!” ujar sunny
“Seperti namamu sunny haha” ujar tiffany
Tiba-tiba kulihat seorang namja yang kukenal datang
“Si..won oppa?”

~Siwon POV~
Aku dan anak-anak basket pergi ke cafe. Seminggu lagi kami bertanding. Kami harus menang! Sekolah kami tuan rumahnya. Bagaimana bisa kami kalah
“Si…won oppa?”
Aku menengok ke arah suara itu
“Sooyoungie? Wuah annyeong semuanya!”
“Annyeong oppadeul”
“Kalian sedang apa?”
“Merancang baju cheers untuk pertandingan! kalian?”
“Kami mendiskusikan pertandingan juga haha! Bagaimana kita bergabung makannya!”
“Ne!”

~Jessica POV~
Kami makan bersama dan seohyun membisikkanku
“Ayo kita main truth or dare”
Aku mengangguk
“SEMUANYA! KITA MAIN TRUTH OR DARE BAGAIMANA!”
“Wuah! Ide bagus!”

~Seohyun POV~
Aku memutar pen dan yang aku memperkirakan putaran agar yang kena siwon oppa. Dan bingo! Aku berhasil mengenainya!
“Dare” ujarnya
“Pura-puralah menjadi sepasang kekasih di Lotte dept store ini dengan kapten cheers kita selama sehari dan belilah kaus couple!”
“MWO?”

~Siwon POV~
“Kau tidak berani?” ujar donghae
“Aniya! Aku berani! kajja!”
Aku menggandeng tangan sooyoungie, kapten cheers
“Aigo! Ingat ya! Kami mengikuti kalian dari belakang! Beraktinglah yang benar!”
“NE, NE! Arraseo”
Aku merangkulnya
“Panggil dia chagi!!!” ujar yesung


“Baiklah. Chagi, kita harus beli kaus couple saja kan misinya?”
“KYAAAAAAAAAAA!!!!!!!!” teriak mereka semua

~Sooyoung POV~
Aku merasa sangat malu sebenarnya. Tapi.. tidak bisa kupungkiri aku juga sangat senang.
“Kajja”
Aku merangkul tangannya. Tuhan.. apa aku bermimpi? Mimpiku akhir-akhir ini indah semua

~Siwon POV~
“Lihat pasangan itu serasi sekali”
“Sepertinya anak SMA”
“Ne, masa SMA memang menyenangkan ya”
Tak bisa kupungkiri aku senang mendengarnya. Aish! Siwon ingat ini hanya pura-pura! Kami masuk ke toko kaos couple dan kulihat anak cheers dan anak basket terus berbisik-bisik. Aigo.. mereka iseng sekali. harusnya aku jawab truth tadi. Kami membeli kaos couple dan kulihat mereka tertawa semua
“Mission succesed!” ujar yesung
Kulihat mereka semua lari
“YA! Kalian belum kena!!!”
“Tidak tahu! kami mau nonton!!!”
“YA!”

~Yuri POV~
Aku punya misi selanjutnya. Sebenarnya kami, tim cheers dan basket sudah bekerjasama menjodohkan kapten kami masing-masing. Dari dulu kan kapten cheers itu biasanya pacarnya kapten basket; Ya.. kali ini pun harus. Makanya kami menyuruh yoona mengundurkan diri. Tabiat ini tidak boleh selesai.
“Soo, siwon tolong belikan popcorn. Kami antri tiket biar selesainya samaan” ujar yesung
“Baiklah”
Kami membeli tiket sederet dan sengaja memisahkan mereka berdua

~Jessica POV~
Soo datang dengan siwon sambil membawa popcorn
“Tiketnya ada sederet, yang 2 terpisah” ujarku
“MWO?”
“Terlalu ramai sih”
“Lalu bagaimana?”
“Hm.. kita suit saja menentukan siapa yang duduk di 2 tempat itu”
Kami suit dan semuanya mengeluarkan kertas kecuali soo dan siwon. Ini memang sudah disengaja
“Berarti kalian berdua yang terpisah”
“MWO?”

~Sooyoung POV~
Kami menonton film action katanya. Tapi aku bingung kenapa nadanya horor begini
“Oppa. Kita menonton apa sih?”
“Molla.”
Film ini seperti rumah hantu begitu. Aku mulai takut

~Siwon POV~
Dia memegang tanganku. Dia gemetaran. Dia kedinginan? Aku melepas jaketku dan memberinya padanya
“Pakailah. Sepertinya kau kedinginan”
“Gomawo..”
“Ne”
Tiba-tiba di film itu seorang yeoja jatuh dan menggantung diri
“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”
Dia memelukku. Omo kenapa aku merasa jantungku berdetak kencang
“Mi..mianhae”
“Ne.”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku pulang ke rumah dan eomma sudah menungguku di kamar
“Kau menjelek-jelekan yoona depan mereka?”
“Aniya dia sudah jelek dari sananya”
“Apa katamu!”
Kulihat dia akan menamparku dan aku menahan tangannya
“Sudah 3 kali kau menamparku. Kurasa kau sudah puas”
“Apa katamu!”
“Kau tahu, aku tidak akan membiarkanmu menamparku lagi”
“MWO?”

~Minho POV~
Aku mengintip kamar noona. MWO? Eomma menamparnya 3 kali? Kulihat eomma keluar dan aku bersembunyi di balik pintu. Aku masuk ke kamar noona dan dia terlihat kaget
“Min..”
“Noona, kau hebat”
Kulihat di tersenyum. Aku memeluknya
“Noona, sampai kapanpun aku akan membelamu. Arraseo?”
“Gomawo min”
“Ne”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Eomma datang ke kedai dan menemuiku
“Eomma!”
“Yoona!! Kau mau shopping?”
“Ne!”
Tiba-tiba ahjumma itu mencegatku
“Kau mau kemana?”
“Pergi shopping. Annyeong”
Aku pergi shopping dengan eomma. Aku mengambil beberapa dress. Ini sangat membahagiakan. Tiba-tiba saat membayar eomma mengeluarkan cardnya
“Mianhaeyo nyonya, ini tidak bisa dipakai”
“MWO?”
Dia memberi semua kartunya dan satupun tidak terpakai. Eomma menelpon appa
“Aku memang memblokkirnya” ujar appa yang terdengar olehku
“MWO?”
“Kau belanja untuk yoona kan? Dia bukan anak kita, aku tidak akan membiarkanmu memakai uangku sewon pun untuk anak itu. Annyeong”
Aku menghampiri eomma
“Bagaimana eomma?”
“Dia memblokkirnya. Mianhae sayang eomma tidak bisa memberimu”
“Gwaenchanhayo”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku sedang di perpustakaan dan mengambil buku. Tinggi sekali. Tiba-tiba seorang namja mengambilkannya
“Gomawo siwon oppa”
“Ne, seharusnya minta tolong diambilkan saja”
“Hehe”
“Kau baca bisnis?”
“Ne”
Kulihat dia tersenyum.
“Bisakah kau mengajariku oppa?” tanyaku
“Ne, kenapa tidak?”
Aku tersenyum mendengarnya
“Gomawo”

~Siwon POV~
Karena penasaran dengan yeoja ini aku mengikutinya sampai ke perpustakaan dan dia memintaku mengajarinya
“Oh ya, how’s life?”
“Buruk”
“Waeyo?”
Kulihat dia menghela nafas
“Kau tahu oppa, eomma kandungku membenciku”
“MWOYA?”
Dia menceritakan kasusnya dan gadis bernama Im Yoona. Aku turut prihatin mendengarnya
“Aku merasa mengambil semua miliknya”
“Aniya! Kurasa itu memang sudah seharusnya menjadi milikmu”
“Kau tahu oppa, aku lebih ingin hidup tenang seperti dulu. Meski ahjeossi itu sering menyiksaku”
“Jangan, aku tidak mau kau terluka”
“MWO?”
Aish.. aku salah bicara
“Maksudku… kau terlalu baik untuk dilukai”
Dia tersenyum.
“Besok pertandingan, hwaiting! Kau harus menang karena aku menyemangatimu!” ujarnya
“Ne, aku pasti menang”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini kami latihan cheers, tanpa yoona. Dia sudah seminggu tidak ikut latihan. Sibuk pergi dengan eommaku
“Anak itu tidak datang lagi ya?”
“Ne”
Aku hanya menghela nafas
“Tidak ada dia juga tidak masalah. Semangat! Besok pertandingannya!”
Kami berlatih keras dan kulihat handphoneku bergetar

‘Semangat ya!! ^^ – Siwon oppa’

“KYAAAA!!!!!”
“Kenapa soo?”
Aku menunjukkan sms dari siwon oppa dan mereka semua melompat kegirangan
“Kurasa kau maju 10 langkah!” ujar yuri
“Hope so”

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Hari pertandingan tiba. Kami sedang pemanasan. Kulihat segerombol anak cheers datang memakai seragam putih merah dan berpompom warna metalik
“Semangat oppadeul!!!”
“Gomawo”


Kulihat sosok yeoja yang sangat kukenal berpompom silver dan memakai pita
“Ingat oppa! Kau harus menang agar formasi piramid kami tidak sia-sia! Arraseo?”
“Ne, aku akan menang untukmu” ujarku

~Sooyoung POV~
“Ne, aku akan menang untukmu” ujarnya
Anak basket pergi ke ruang registrasi dan para anak cheers melirikku
“Ehm.. sepertinya kemenangan kali ini akan diberikan ke ketua cheers kita” ujar seohyun
“Aish.. kalian. Ayo kita juga pemanasan”
“YA! Jangan mengalihkan pembicaraan!”

~Yoona POV~
Aku sengaja tidak mau ikut tampil agar gerakan cheers rusak. pasti semuanya kacau karena aku tidak mau ikutan. Aku mendatangi mereka
“Mianhae, aku tidak bisa tampil hari ini”
“Gwaenchanhayo.” ujar mereka semua
MWO? Kenapa reaksi mereka begitu?

~Yuri POV~
Ternyata dugaan sooyoung tepat

Flashback
Daritadi kami hanya pemanasan saja. Latihan cuma sekali. Yoona pulang dan soo baru meminta kami latihan sungguh-sungguh
“Soo ah! Kenapa tidak daritadi saja”
“Percuma, yoona tidak akan ikut tampil. Aku yakin 100%”
“MWO?”
“Percuma latihan formasi dengannya, dia tidak akan ikut tampil. Jadi kita latihan serius setelah dia pulang saja”

“Kau hebat soo ah” ujarku
“Dari awal aku sudah tahu.”
Tiba-tiba aku melihat sosok namja yang kukenal datang
“Minho!!!” sapa soo
“Noona!”
“Annyeong” sapaku
“Ne annyeong yuri noona”
“Kau ingat namaku?”
Dia mengangguk.
“Kau menonton?”
“Ne, tahun depan kan aku masuk sekolah ini”
Aku mengangguk mengerti. Yes! berarti tahun depan aku satu sekolah dengannya!!

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
21:10
Itu skor sekarang. Kami memenangkan pertandingan ini mutlak. Setelah pertandingan selesai aku dan timku bertos ria dan anak cheers membentuk formasi piramid. Yeoja yang kukagumi berdiri di paling atas
“WE WIN!”
Dia turun dengan salto yang indah. Setelah itu mereka menghampiri kami dan ikut bertos ria
“Chukkhae oppa!!” ujarnya memelukku
Omo!

~Sooyoung POV~
OMO! Kenapa aku memeluknya! Babo!! Aku melepaskannya
“Chukkhae!”
“Gomawo. Ini berkatmu” ujarnya
“Aniya”

~Yoona POV~
Apa-apaan yeoja itu memeluk siwon oppa! Kenapa dia berhasil membuat formasi yang bagus! Aish.. Kulihat eomma datang ke sini
“Eomma?”
“Annyeong~”
“Eomma menonton juga?”
“Tadinya eomma pikir kau tampil”
Baiklah soo, aku akan membalasmu
“Sooyoung tidak memberiku seragamnya jadi aku tidak bisa tampil”
“MWO? Aish.. anak itu benar-benar!”
Kau boleh mengambil semuanya, kecuali eomma dan siwon oppa. Akan kupastikan. Siwon oppa menjadi milikku

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat yeoja aneg itu dan seorang yeosong menghampiriku
“Eomma?” sapa sooyoung
“Annyeonghaseyo ahjumma” sapaku membungkuk. Jadi itu eomma soo?
“Annyeong kau bermain hebat”
“Gomawo ahjumma”
“Kau hebat oppa!” ujar yeoja aneh itu
Aku hanya tersenyum
“Kau mengenalnya yoona?”
“Ne eomma”
“Mau makan bersama siwonssi?” ujar ahjumma itu
“Apa tidak merepotkan?”
“Tentu tidak”
“Gomawo ahjumma”
Aku sangat senang. Tapi..
“Kau pulang dengan minho naik taksi. Aku, yoona, dan siwon makan bersama”
Aku kaget mendengarnya. Sooyoung tidak ikut? Aku jadi tidak mengerti.

~Sooyoung POV~
“Ayo oppa!”
Yoona menggandeng siwon meninggalkanku dengan eomma… Eomma.. apa setidaknya tidak bisa kau mengajakku sekali saja.. makan bersamamu

~Jessica POV~
Aish.. eomma soo pasti merencanakan yang bukan-bukan. Dia mau membuat siwon yoona ngedate? Tidak akan kubiarkan
“Donghae oppa! bantu aku!”
“Apa?”
Aku mengatakannya pada donghae dan dia punya ide
“Tunggu sini, sica, aku akan membawa siwon ke sini!”
Donghae berlari ke arah siwon

~Siwon POV~
Aish! Kenapa yeoja aneh ini menggandengku dan menyandarkan kepalanya di bahuku! Aku berusaha melepaskan gandengannya. Apa-apaan dia! Seseorang tolong aku!!! Kenapa aku harus ngedate bersama yeoja aneh ini dan eomma soo yang tidak kalah anehnya!

~Donghae POV~
Aku berhasil mengejar siwon
“CHOI SIWON!!”
Kulihat yoona, eomma sooyoung dan siwon menengok
“YA! Kau lupa ada makan-makan dengan tim setelah ini!” ujarku sambil memberi kedipan
“Oh… iya! Aku lupa”
“Aigo!! Choi Siwon!!”
“Mianhae ahjumma, dan..”
“yoona!”
“Ne aku harus kembali. Annyeong”
“Kajja! Ppali!”
Aku menariknya ke dalam sambil berlari
“Gomawo hae!”
“Ne. YA! Bagaimana bisa kau pergi dengan ahjumma dan yeoja aneh itu!”
“Molla. Tadinya kupikir itu eomma soo dan mengajakku makan dengannya dan soo. Ternyata malah sama siapa aku lupa nama yeoja aneh itu?”
“Yoona”
“Ne!”
“Jadi kau menyukai choi sooyoung?”
Kulihat dia berdiri dan pergi
“YA! KAU BELUM MENJAWABNYA CHOI SIWON!”

TBC
RCL ^^

17 thoughts on “Mine [Part 3]

  1. omma kandungnya soo unnie sama yoona jahat bgt kan kasian soo unnie..
    Waaah wonpa kayanya suka sama soo unnie..

    Lanjut chingu bikin penasaran

  2. Annyeong..
    Eomma Soo kejam sekali=o=” Kasian kan Soo eonnie. Harusnya ikatan batin seorang ibu kepada anaknya kan lebih kuat. Aigoo.. Yuni mau baca part selanjutnya dulu yaa. Annyeong~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s