Mine [Part 2]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Other Cast  :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae
  • Seo Joohyun
  • Sunny
  • Yesung

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship, Family

Rating                   : PG-15

~Sooyoung POV~
Aku merasa asing memasuki rumah ini.
“Mulai sekarang ini rumahmu, Choi Sooyoung”
“A..ppa…”
“Soo… appa akan menggantikan 15 tahun yang sudah seharusnya menjadi milikmu. Arraseo?”
“Ne, appa”
Appa mengantarku ke sebuah kamar. Kamar yang sangat indah. Kamar ini berwallpaper pink dengan ranjang bertirai, sebuah balkon, dan de desain seperti kamar seorang putri
“Mulai sekarang, ini kamarmu”
Aku tercengang melihat kamar ini. Ini… benar-benar kamarku?
“ANDWE! BAGAIMANA BISA KAU MEMBERIKAN KAMAR YOONA PADANYA!”
Aku menengok ke arah suara itu. Itu… eomma kandungku
“Yeobo. Ini bukan milik yoona. Ini sudah sepantasnya menjadi milik anak kandung kita. Ingat. Aku sudah membuat keputusan. Kita anggap yoona tidak pernah menjadi bagian di keluarga ini. Arraseo?”
“KAU!”
“ADA APA INI!”
Aku melihat seorang halmeoni berdiri di ambang pintu.
“Halmeoni..”
“Aku sudah mendengar semuanya dari Jung Nam. Soohee kau keterlaluan! Dia anak kandungmu bukan yoona. Dan aku sudah memutuskan. Dia adalah pewaris tunggal Choi Group. ARRASEO!”
“Tapi.. eomma..”
“INI KEPUTUSANKU! Dan mulai sekarang peraturan ini berlaku. Tidak ada yang boleh menentangnya! Choi Sooyoung adalah pewaris tunggal Choi Group yang harus dihormati dan diperlakukan sebagaimana seharusnya.”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku memasuki rumah ini dengan kesal. Apa dia serius? Jangan bercanda bagaimana bisa aku tinggal di rumah sebobrok ini?

Flashback
Aku mengerjapkan mataku dan kulihat seorang ahjumma duduk di sebelahku
“Kau siapa?”
“Yoona..”
Dia memelukku
“LEPASKAN! SIAPA KAU!”
“Aku eommamu sayang”
“MWO?”
Dia menceritakan semuanya. Aku tidak mempercayainya bagaimana bisa aku tertukar dengan Im Sooyoung!
“Kau jangan bercanda!”
“Kau Im Yoona, anakku. Dan sudah seharusnya kita mengembalikan apa yang menjadi hak Choi Sooyoung. Itu semua bukan milikmu.”
“ANDWE!”

“Ini kamarmu Yoona..”
“MWO? Bagaimana bisa aku tinggal di rumah seperti ini. Dengarkan aku ahjumma, kau pasti bercanda”
“Mungkin sulit bagimu menerimanya. Tapi… aku eommamu yoona”
“ANDWE! Aku akan pulang ke rumahku!”
Aku pergi ke rumah lamaku. Rumah yang kutinggali selama 15 tahun. Mana mungkin aku, Choi Yoona, pewaris tunggal Choi Group mendapat perlakuan seperti ini! Kulihat satpam membukakan pintu
“Aku mau masuk!”
“Mianhae agassi. Halmeoni melarang saya mengizinkan anda masuk”
“MWO? INI RUMAHKU!”
“Mianhaeyo. Ini bukan rumahmu”
Kulihat halmeoni berdiri di ambang pintu
“Halmeoni?”
“Ini. adalah. rumahku. Arra?”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini aku makan pagi bersama seluruh keluarga ini. Halmeoni membuatkan roti selai coklat untukku
“Gomawo halmeoni”
“Ne youngie”
Kulihat eomma menatapku kesal. Eomma…. sebenarnya apa yang membuatmu tidak bisa menyukaiku?

~Minho POV~
Supir mengantar aku dan sooyoung noona ke sekolah. Kami banyak bercerita. Dia bercerita tentang kehidupan rumah lamanya. Ternyata dia sangat kuat. Aku kasihan padanya, apa rasanya 15 tahun hidup di keluarga seperti itu. Sooyoung noona sangat berbeda dengan yoona noona. Dia sangat baik.
“Jangan memikirkan eomma. Aku yakin lama-kelamaan dia akan menyukaimu” ujarku
“Molla. Kurasa sebaiknya aku pergi dari rumah itu. Aku kasihan pada yoona, bagaimana bisa dia hidup di rumah separah itu. Kalau aku kan sudah biasa”
“JANGAN! Kau itu noonaku, aku tidak mau punya noona seperti yoona! Arraseo?”
Kulihat dia tersenyum
“Gomawo”
Tenang saja noona. Aku akan membelamu. Aku akan membuat kau mendapatkan apa yang sudah seharusnya menjadi milikmu

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku memasuki ruang kelas dan kulihat para siswa memperhatikanku. Mereka kenapa. Aku duduk di samping jendela dan kulihat jessica dan yuri masuk terengah-engah
“SOOYOUNG AH!!”
“Waeyo?”
“Apa benar kau… KAU PUTRI KELUARGA CHOI!”
Aku menghembuskan nafas
“Darimana kalian tahu berita itu?”
“Satu sekolah ini sudah tahu Soo!”
“MWO?”

~Yoona POV~
Aku memasuki sekolah dengan malas. Ini pertama kali dalam seumur hidupku aku jalan kaki.
“Semangat ya yoona..”
Aku mengabaikannya dan meninggalkan ahjumma itu. Aish.. kenapa dia harus menjadi eommaku! Kenapa hidupku berputar sejauh ini! Kulihat para siswa mulai membisik-bisik dan melihatku
“Kau tahu, katanya dia bukan putri choi group”
“Jinjja? Aigo..”
Aku masuk kelas dan bergabung bersama teman-temanku
“Hai!”
“Wah, mantan tuan putri datang” ujar tiffany
“Apa maksud kalian?”
“Apa maksud kami? Jelas. Kami berteman denganmu karena kami takut memusuhimu yang notabenenya putri choi group. Ternyata bukan, jadi… untuk apa kami takut memusuhimu?” ujar sunny
“MWO? APA KALIAN TAHU BERBICARA DENGAN SIAPA!”
“Kami bicara dengan Choi.. ah… mianhae… Im Yoona!” ujar seohyun
“Kalian!”
Aku ingin menamparnya dan dia menahan tanganku.
“Dengar Im Yoona, kami sebenarnya sudah sejak lama membencimu! Kau sangat sombong dan menyebalkan! Permisi” ujar mereka
Tidak mungkin… mereka… AISH! Aku kehilangan segalanya? Karena… CHOI SOOYOUNG

~Sooyoung POV~
Aku pulang sekolah dan kulihat halmeoni menjemputku.
“Annyeonghaeyo halmeoni”
Aku membungkuk padanya
“Annyeong youngie. Kajja aku ingin mengajakmu pergi”
“Bagaimana dengan min..”
“Minho dijemput supir. Kajja”
Halmeoni membawaku ke sebuah salon kecantikan
“Untuk apa kita ke sini halmeoni?”
“Untuk memberikan apa yang sudah sepantasnya menjadi milikmu”
“Ne?”

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Bel pintu berbunyi. Kulihat halmeoni datang
“Annyeong halmeoni.”
“Annyeong min”
“Annyeong Min ah..”
Aku tercengang melihatnya
“Soo…young..noona!”

~Sooyoung POV~


Aku melihat wajahku di cermin dan mencoba beberapa baju yang dibeli halmeoni. Omo… ini cantik sekali. Apa aku sedang bermimpi. Tuhan.. kalau ini mimpi aku tidak mau bangun! Terima kasih telah memberiku berkat dari kesabaranku…
“Kau menyukainya?”
“Gomawoyo halmeoni~”
“Ne, oh ya jangan lupa. Nanti malam ada acara keluarga”
“Ne, halmeoni”

~Yoona POV~
Aku sedang mengutek kukuku dan ahjumma itu memanggilku
“Yoona, bisakah kau bantu eomma”
“Aku malas”
“MWO?”
“Kau tidak lihat! Nanti kukuku rusak!”

~Sooyoung POV~
Aku memasuki sebuah restoran megah. Ini pertama kali dalam seumur hidupku. Aku hanya bersama halmeoni ke sini. Appa ke luar negeri, eomma dan minho di rumah.
“Annyeonghaseyo yorobeun”
“Annyeonghaeyo halmeoni”
“Kenalkan. Ini adalah pewaris tunggal keluarga choi, Choi Sooyoung”
“Annyeonghaseyo” aku membungkuk
Mereka bertepuk tangan dan aku duduk di samping halmeoni. Aku makan bersama mereka dan halmeoni memperhatikanku
“Table mannermu baik. Kau tahu fungsi semua sendok, garpu, dan pisau itu”
“Aku belajar di sekolah halmeoni”
“Tapi yoona bahkan tidak memiliki table manner baik”
Aku hanya tersenyum mendengarnya
“Ngomong-ngomong soal anak itu. Dari awal aku tidak tahu kenapa aku tidak menyukainya. Ternyata dia bukan bagian keluarga ini”
“Na do”
“Oh ya soo ah, kau peringkat berapa di sekolah?”
“1, sachon”
“Wuah! Lihat! Itu baru keluarga Choi!”
Aku tersenyum mendengarnya. Sepertinya seluruh keluarga besar ini membelaku.. kecuali eomma

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Kulihat eomma mengganti saluran televisi dengan kesal
“Waeyo eomma?”
“Apa kau menyukai yeoja itu!”
“Maksud eomma..sooyoung noona?”
“Ne! Jangan memanggilnya noona! Dia bukan noonamu”
“Eomma… kurasa eomma harus mencoba menerima kenyataan ini. Lagipula sooyoung noona sangat jauh lebih baik dari yoona noona”
“KENAPA KAU MEMBELANYA”
“Karena dia noonaku eomma. Dia baik, sangat baik. Dia juga pintar. Dia jauh lebih sempurna dari yoona noona. Bagaimana bisa eomma tidak menyukainya?”
“DIA MEMBUAT YOONA MENINGGALKAN RUMAH INI!”
“Kalau itu.. yang membuatnya kan halmeoni dan appa. Bukan soo noona”
“EOMMA MALAS BICARA DENGANMU!”
“Aku bingung dengan eomma. Bagaimana bisa eomma membela yoona yang bukan siapa-siapamu dan membenci soo noona yang jelas-jelas anak kandung eomma”
“DIAM KAMU MINHO!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Author POV~
Para siswa memperhatikan seorang yeoja tinggi dengan tubuh layaknya model berjalan ke arah kelasnya. Cantik. Mengagumkan. Anggun. Itu berada di pikiran mereka. Siapa yeoja itu?

~Sooyoung POV~
Aku memasuki lorong kelas dan aku sangat bingung. Kenapa semua orang memperhatikanku? Aku duduk di dekat jendela, tempat favoritku dan lagi-lagi yulsic masuk sambil berteriak
“OMO SOO AH!”
Mereka memegang wajahku
“Waeyo?”
“NEOMU YEPPO!”
Aku tersenyum mendengarnya
“Gomawo”
“Kau tahu soo ah! Para namja membicarakanmu sekarang”
“Jinjja?”
Mereka mengangguk
“Aku tidak tertarik”
“bagaimana kalau siwon oppa yang mengatakannya?”
Aku tersenyum
“Lihat! Mukanya merah”
“YA! Berhenti menggodaku!”

~Yoona POV~
“Kau lihat yeoja itu? Cantik sekali!”
“Ne, katanya dia putri choi group dan juara 1 di sekolah ini!”
“MWO? Ada orang sesempurna itu?”
Aku memasuki kelas dan melihat siapa yeoja yang mereka bicarakan. Bagaimana bisa dia… menjadi secantik itu? Bagaimana bisa Choi Sooyoung menggantikan posisiku juga sebagai yeoja tercantik di sekolah ini? ANDWEE!! Aku mengikuti pelajaran dengan malas dan  pulang dari sekolah dengan kesal tapi kulihat sosok yeoja yang paling kusayang di sana
“EOMMA!!”
Aku memeluknya
“Bogoshipo yoona~”
“Nado eomma”
“Kajja kita jalan-jalan!”
“Bagaimana kalau ketahuan appa atau halmeoni?”
“Aish.. mereka tidak akan tahu”
“Aku ada latihan cheers eomma”
“Kan bisa ditunda. Kajja”
Aku sangat senang. Eomma masih menyayangiku
“Kau tahu yoona. Eomma sangat membenci sooyoung itu. Dia merebut milikmu!”
“Ne eomma. Aku juga”

~Sooyoung POV~
Tidak bisa kupungkiri. Aku iri melihat yoona dipeluk eomma. Eomma adalah eomma kandungku. Tapi kenapa yang eomma sayang adalah yoona bukan aku.
“Itu eommamu soo?” tanya seohyun
“Ne”
“Aish. Kenapa dia menyayangi yoona sih! Dia kan menyebalkan” ujar sunny
“Molla. Aku salah di matanya. Dia membenciku”
“Aigo… jelas-jelas kau lebih baik!” ujar tiffany
Aku tersenyum mendengarnya.
“Ayo kita latihan!” ujarku
“Mana yoona?”
“Pulang kan?” ujar yuri
“aish menyebalkan! Dia tidak pantas jadi ketua!”
Tiba-tiba aku melihat sosok namja yang sudah lama kukagumi memasukkan bola ke ring basket. Omo.. dia memang keren sekali
“Kau menyukai siwon oppa?” tanya seohyun
“MWO? A..”
“Mengaku sajalah pada kami…” ujar yuri
“Kalau kau menjawabnya aku akan memberi tahu sebuah rahasia penting bagimu” ujar seohyun
“Jinjja?”
“Ne”
Mereka memperhatikanku
“Percaya pada kami, kami akan membantumu kalau kau menyukainya.” ujar tiffany
“Ne..”
“Kyaaa!!!!!!!!!!!!”
Aku memperhatikan mereka bingung kenapa mereka sebahagia itu
“Kalau begitu apa rahasianya?” tanyaku
“Dengarkan ini baik-baik. Yoona juga menyukainya”
“MWO?”
“Apa kau rela siwon oppa direbut olehnya? Cukup eommamu saja yang direbut soo!” ujar sunny
“Lalu aku harus apa?”
“Gantikan posisi yoona sebagai ketua cheers, maka kami akan membantumu”
“MWO? Tapi…kalau begitu aku berarti mengambil semuanya dari dia”
“Ayolah soo! Dia kan sudah punya eommamu. Bukankah itu lebih dari cukup?”
Aku memikirkannya. Benar juga..
“Kami tidak mau dipimpin ketua seperti itu! Ayolah..”
“Lagipula kau lebih pantas jadi ketua!” ujar yulsic
Mereka memperhatikanku dengan tatapan memelas
“Baiklah”
“Yeay!!!”
“Nah.. sekarang aku akan memberi tahumu ini cara mendekati siwon oppa..” ujar sunny
“KYAAA!!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Siwon POV~
“KYAAA!!”
Aku menengok ke arah sumber suara Itu dari tim cheers
“Tolong!!”
Aku dan tim basket lain menatangi mereka
“Appo..” ringis seorang yeoja


“Ada apa?” tanyaku
“Soo keseleo oppa”
Aku menghampirinya
“Appo..”
“Kau kenapa?”
“Aku..”
“Dia jatuh oppa”
“Kau bisa berdiri?”
“Ne.. aku.. ouch.. appo..”
Kulihat dia memegang pergelangan kakinya. Aku berjongkok di depannya
“Naiklah”
“MWO?”
“Kau tidak akan bisa berjalan! Sebentar lagi kompetisi sekolah. Kau harus sembuh sebelum itu
“Gomawo..”
“Ne”
Aku menggendongnya dan menurunkannya di ruang kesehatan.
“Tolong ambilkan es batu”
“Ne”
Seorang anak cheers mengambilkan es batu dan aku menolongnya
“Gomawo sunbae”
“Ne. Oh ya namamu siapa?”
“Choi Sooyoung”
Aku melihatnya. Jadi.. dia anak yang dibicarakan banyak namja tadi pagi. Kuakui. Dia memang sangat cantik
“Sunbae?”
“Choi Siwon. Marga kita sama-sama Choi. Haha”
“Ne.”
Kulihat dia tersenyum. Dia memang sangat cantik

~Sooyoung POV~
“Cepat sembuh ya, annyeong”
“Gomawo siwonssi”
“Panggil oppa saja”
“Gomawo.. oppa”
“Ne, annyeong”
Aku melihatnya pergi dan kulihat anak-anak cheers datang
“Kyaaa!!!!! Gomawo” ujarku
“Omo! Kau tahu, aku tak menyangka dia akan menggendongmu soo ah!”
“Na do!”
“Mianhae, sakit tidak kakimu?”
“tidak apa-apa hahaha”
“Aish. kau membuatku panik!”
Aku tertawa mendengarnya. Ini hari terindah dalam hidupku. Digendong siwon oppa!

~Siwon POV~
“Wuah!! Kau beruntung sekali bisa mengendong Choi Sooyoung, won!” ujar donghae
“ne!” ujar anak basket lainnya
“Waeyo?”
“Dia cantik kan?”
Aku tersenyum mendengarnya
“Sudah akui saja!”
“Biasa saja” bohongku
“Lihat! Ini pertama kalinya dia bilang yeoja biasa saja! Biasanya dia pasti bilang jelek!” ujar yesung
“Ne! Tapi aku yakin dalam hatinya siwon itu ‘cantik, benar-benar cantik’ hahah”
“Aish. Diamlah kalian!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
“Kau tahu! Kemarin siwon oppa menggendong seorang yeoja!”
“Katanya choi sooyoung ya?”
“Ne! Tapi kurasa memang serasi. Mereka sama-sama sempurna!”
Aku kesal mendengarnya.
“Justru, mereka tidak akan saling melengkapi!” ujarku
“Waeyo? Kau sirik ya? Hahhaa”
Aku masuk ke kelas dan kesal melihatnya. Choi Sooyoung tidak hanya merampas kebahagiaanku tapi juga popularitasku dan.. siwon oppa. Tidak akan kubiarkan dia mendapatkannya. Tidak akan!

~Siwon POV~
“aduh!”
Aku melihat seorang yeoja sibuk merapikan kertas-kertasnya yang jatuh. Akupun membantunya
“Gomawo siwon oppa”
Aku kaget mendengarnya. Dia memanggilku siwon oppa?
“Kau tahu namaku?”
“Ne. Aku yoona, ketua cheers”
“ooh. Tapi aku tidak bertanya”
Aku meninggalkannya. Yeoja aneh, memanggil orang oppa padahal aku tidak mengenalnya. Mengenalkan diri padahal tidak diminta.

~Yoona POV~
Aish. Bagaimana bisa dia memperlakukanku seperti itu! Menyebalkan sekali! Aku akhirnya latihan cheers dan berniat mengerjai choi sooyoung. Bagaimana bisa siwon oppa menggendongnya sedangkan dia memperlakukanku begitu
“Berlari keliling lapangan ini sampai kusuruh berhenti!” ujarku
“MWO?”

~Sooyoung POV~
Apa-apaan yeoja ini memerintahku
‘ikuti saja aturan mainnya. arra?’ ujar yuri
“Ne”
“Cepat!”
Aku berlari keliling lapangan. Aku menurut saja

~Siwon POV~
“Cepat!”
Aku menengok ke arah cheers. Kulihat yeoja bernama Choi Sooyoung berlari mengelilingi lapangan.Apa salahnya?”

~Lee Donghae~
Kulihat siwon memperhatikan yeoja bernama sooyoung itu.
“Jadi benar, kau menyukainya?”
“MWO?”
“Aish.. mengaku saja won”
“Aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama”
“Tapi ada suka pada pandangan pertama”
“Whatever”
Dia memasukkan bola ke ring
“10 : 0”
“YA! KAN BELUM ADA ABA-ABA!”

~Yoona POV~
Aku kesal melihat siwon oppa memperhatikannya. Menyebalkan sekali
“Yoona, kapan aku berhenti, aku cape” ujarnya
“LARI ATAU AKU KELUARKAN KAU DARI CHEERS!”
“Kau keterlaluan Yoona!” ujar jessica
“Ini perintah! Aku ketuanya! Kalian melamggar, kalian semua keluar!” ujarku
“Baik, kami semua keluar!” ujar yuri
Aku kaget mendengarnya
“Jangan bercanda…” ujarku
“Kami tidak bercanda, sekarang ini pertanyaannya. Kau berhenti jadi kapten atau kami semua keluar dari cheers!” ujar tiffany
“Ne!” ujar semua
“Jangan bercanda lalu siapa yang jadi kaptennya!”
“CHOI SOOYOUNG”
“MWO?”
“Kau tidak suka? Baik. Keluar dari tim ini! Peranmu tidak penting! Dulu kami memilihmu jadi kapten karena kau.. Choi Yoona yang populer, paling cantik, dan idaman banyak namja. Itu image kapten cheers kan?  Sayangnya sekarang kau Im Yoona yang menyebalkan dan sombong. Jadi berhentilah jadi kapten atau keluar dari cheers?” ujar seohyun
“Kalian..”
“Berarti kami keluar?” tanya sunny
“Bukan sunny, dia yang keluar kalau tidak mau menuruti keputusan kita!” ujar jessica
“Baik. Aku berhenti jadi kapten”
“Memang sudah sepantasnya begitu” ujar mereka
Aku menatap tajam Choi Sooyoung. Sekarang. Dia mengambil posisi kapten dariku!

~Sooyoung POV~
Kulihat yoona pulang dan aku merasa agak bersalah
“Aku merasa bersalah”
“tidak perlu soo! Ini sudah sepantasnya menjadi milikmu! Kan kau yang sering menciptakan gerakan. arraseo?”
“Ne..”

~Siwon POV~
Semua anak basket menengok ke anak cheers yang bertengkar. Yeoja aneh tadi siang pulang dan berhenti jadi kapten karena choi sooyoung.
“Memang dari awal, harusnya kaptennya soo” ujar yesung
“Mwo?”
“Kau tidak tahu? Gerakan cheers mayoritas ciptaannya bukan im yoona. Tapi karena dulu yoona populer, keluarganya kuat, dan dia paling cantik, dialah yang terpilih. Padahal dia sombong dan menyebalkan. Setelah itu ada berita mengagetkan yang mengatakan ternyata yoona dan sooyoung tertukar di rumah sakit.”
“MWO?”
“Dan ya.. sejak itulah semua orang yang membenci yoona berani stand out karena dia tidak punya kekuatan lagi.”
“Aku tidak tahu kasus ini” ujarku
“Kau kebanyakan belajar choi siwon!” ujar donghae
“YA! Aniya! Aku tidak tahu! Ceritakan aku penasaran!”
“Jadi, dulu mereka tertukar saat masih bayi di rumah sakit. Yang satu orang ketiga terkaya di korea, pewaris tunggal keluarga choi. yang satu pemilik kedai, bermarga Im. Yoona menjadi Choi Yoona dan sooyoung menjadi Im Sooyoung. Setelah kecelakaan yoona, orang tuanya baru tahu bayinya tertukar dan menemukan sooyoung. Dan sejak itulah hidup mereka berdua berubah” ujar yesung
“Dari mana kau mendapat info itu?”
“Satu sekolah juga sudah tahu babo!” ujar donghae
“YA! Kenapa kau mengataiku babo!”

TBC
RCL ^^

18 thoughts on “Mine [Part 2]

  1. Annyeong..
    Hueeee.. Seruu>o<"
    Daebak nae chingu^o^"
    Gak bisa berkata2 lagi *lebay..
    Oke dah, yuni mau baca next partnya yaa. Gomawo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s