Mine [Part 1]

Title              : Mine

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Im Yoona

Other Cast  :

  • Kwon Yuri
  • Choi Minho
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang
  • Lee Donghae

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship, Family

Rating                   : PG-15

~Author POV~
Sebuah gempa bumi terjadi. Kepanikan terjadi dimana-mana, termasuk di sebuah rumah sakit. Seoul Hospital. Para suster sibuk menyelamatkan pasien termasuk bayi-bayi yang dilahirkan. Saat itu, adalah saat di mana untuk pertama kalinya sebuah kejadian fatal terjadi di rumah sakit itu. Kejadian.. yang mengubah masa depan 2 orang yeoja

———————————————————Mine———————————————————–

~Author POV~
15 tahun kemudian berlalu cepat. Tepat 10 Februari, dimana hal yang sama terjadi di dua tempat berbeda namun dengan kondisi yang berbeda.
Di sebuah kediaman mewah, seorang yeoja tengah berbahagia merayakan ulang tahunnya
“Saengil chukkhamnida! Saengil chukkhamnida! Saranghae uri yoona! Saengil chukkhamnida!!”
Yeoja bernama yoona meniup lilin dengan bahagia
“Saengil chukkhae. Saranghae”
“Gomawo eomma, appa, saeng”
Sedangkan di kediaman lain. Terjadi hal yang sama dengan kondisi berbeda
“Saengil chukkhamnida! Saengil chukkhamnida saranghae sooyoungie, saengil chukkhamnida”
Yeoja bernama sooyoung itu meniup lilin di cupcake berangka 15. Sendirian. Karena tak seorangpun mengingatnya. Bukan. Tak seorangpun menganggapnya penting.
“YA! Cepat bantu eomma babo!”
“Ne eomma”
Yeoja bernama sooyoung itu membantu orang yang dipanggilnya eomma. Tiba-tiba sesosok namja pulang membawa sebotol soju
“Kau mabuk!”
“Diamlah kau berisik”
“Appa.. jebal.. mau sampai kapan appa begini”
“Kau berisik sekali!”
PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipinya. Tapi dia tetap mencoba tersenyum meski menyakitkan. Ini memang sudah menjadi kesehariannya…

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku mencoba tersenyum. Semangat sooyoung! Ini hanya mimpi buruk, kau akan segera terbangun. Ya, segera terbangun. Eommaku adalah pemilik kedai di dekat pasar, sedangkan appaku…. dia tidak bekerja. Dia menjadi parasit di keluarga ini. Menghabiskan uang untuk judi dan mabuk-mabukkan. Mungkin, ini hadiah ulang tahunnya untukku. Sebuah tamparan yang paling menyakitkan

~Yoona POV~
“Gomawo eomma!!”
“Ne yoona”
Aku sangat senang melihat sebuah dress yang eomma berikan padaku. Ini cantik sekali dan hidupku sesempurna ini. Punya bumonim baik, adik yang baik, keluarga bahagia, rumah besar, dan sangat berkecukupan selama 15 tahun ini

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku masuk ke gedung sekolahku. Sekolah yang membuatku bisa terus belajar dan berprestasi. Bumonim tidak mau menyekolahkanku, kata mereka aku membuang uang mereka. Jadi aku masuk ke sini berkat beasiswa. Dan hanya itu satu-satunya caraku mengubah masa depanku. Aku ingin mewujudkan cita-citaku menjadi orang sukses. Menjadi presdir seperti di drama, yang bijaksana dan sukses.
“Annyeong sica, yul!!”
“Annyeong soo! Saengil chukkhae!!”
“Gomawo”
Tiba-tiba mereka memegang wajahku
“Waeyo?”
“Dia menamparmu lagi?”
Aku hanya tersenyum
“Aigo.. soo. Sebaiknya suruh eommamu menceraikan appamu saja!”
“Aku tidak tahu yul.. Sudah biasa”
“Aigo…”
Mereka menepuk pundakku dan aku merasa lebih tenang
“Gomawo”
“Oh ya! Hari ini pengumuman ketua cheers ya? Kurasa kau akan menang!”
“Ne!” ujar yuri
“Kurasa tidak mungkin.”
“Waeyo? Kau cantik dan mayoritas gerakannya kan kau yang membuatnya”


“Tapi aku tidak akan bisa mengalahkan Choi Yoona”
“Aish. Menyebalkan sekali! Coba saja kalau kau terlahir di keluarga Choi Yoona, aku yakin kau akan terpilih Im Sooyoung!”
Aku hanya tersenyum mendengarnya
“Menjadi ketua atau tidak bukan masalah bagiku. Lagipula kalau aku terlahir di keluarga Choi yang seperti itu mungkin sekarang aku tidak mengenal kalian. Kurasa lebih baik dekat dengan kalian. Arraseo?”
“Aku terharu mendengarnya”
Kami tertawa bersama

~Yoona POV~
Hari ini adalah pengumuman ketua cheers dan kulihat akulah yang terpilih. Bukankah memang sudah jelas aku pasti terpilih?
“Chukkhae yoong!”
“Ne”
“Choi Yoona memang pasti menang!” ujar beberapa siswa
Aku tersenyum mendengarnya. tentu saja aku menang.
“Kukira kau akan kalah dari Im Sooyoung!” ujar tiffany
“Maksudmu yeoja miskin itu? Dengarkan aku tiffany, aku tidak mungkin dikalahkan oleh yeoja sepertinya”
“Tapi dia lebih hebat menciptakan gerakan daripadamu”
“Ya.. memang tapi dia tidak bisa menyaingiku. Annyeong”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Semuanya ayo pemanasan!” ujar yoona
Kamipun mulai pemanasan dan aku melihat sesosok namja yang selama ini kulihat. Choi Siwon, kakak kelasku. Dia kapten tim basket. Karenanyalah aku masuk cheers. Karena dia pernah menjadi penyelamatku..

Flashback
Eottokhe!! Aku tidak membawa jas lab. Bagaimana ini! Aku tidak bisa ikut kelas kimia!! Aigo…. Akupun pergi ke ruang kimia dengan pasrah dan kulihat seorang namja datang padaku
“Kenapa kau disini?”
“Aku.. ingin melapor. Aku.. lupa membawa jas lab sunbae”
Kulihat dia melepas jas labnya dan memberinya padaku
“Pakai ini saja”
“MWO?”
“Aish.. daripada kau dihukum. Kelasku barusan praktikum. Kau pakai saja jas labku. Oh ya! Kembalikannya ke lapangan basket pulang sekolah ya. Aku ada latihan tim di sana hari ini. Annyeong”
“Gomawo sunbae”
“Ne”

Setelah itu aku hanya bisa mengaguminya. Aku masuk cheers agar bisa melihatnya latihan. Tapi.. aku tidak berani mendekatinya. Aku tak pantas untuknya. Dia terlalu sempurna. Sedangkan aku…. sangat jauh dari kata sempurna

~Yoona POV~
Kulihat siwon oppa memasukkan bola ke ring
“Kyaa!!! Siwon oppa semangat!!!” teriakku

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Aku melihat noonaku pulang dengan bahagia
“Kau kenapa noona?”
“Aku sangat senang min! Kyaaaa!!”
“Yoona noona aneh”
“Memang~”
Kulihat dia masuk ke kamarnya. Noonaku sudah 15 tahun kelakuannya seperti anak-anak

~Yoona POV~
Kulihat halmeoni masuk ke kamarku
“Annyeong halmeoni!!”
Kulihat dia mengabaikanku dan masuk begitu saja. Dari dulu halmeoni selalu begini padaku. Sebenarnya apa salahku padanya?

~Minho POV~
Kulihat halmeoni membuka pintu kamar yoona noona dan mengabaikan sapaannya
“Sebenarnya kenapa halmeoni mengabaikannya begitu sih? Kan kasihan noona” tanyaku
“Molla. halmeoni juga tidak tahu. Entah kenapa halmeoni tidak menyukainya”
“Waeyo?”
“Molla. Halmeoni mau jalan-jalan ya. Annyeong”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku sedang berlari pulang ke rumah. Aigo.. kalau terlambat pulang eomma bisa memarahiku lagi!
“Appo.. Tolong aku”
Aku menengok ke sumber suara. Omo! Itu seorang nenek-nenek jatuh di jalan!
“Gwaenchanhayo halmeoni?” tanyaku
“Appo…”
Aku memapahnya
“Di mana rumah halmeoni?”
“Di jalan xx”
“Baiklah aku akan membantumu pulang ke rumah. Kajja”
Aku memapahnya dan mengantarnya pulang ke rumahnya. Kulihat rumahnya sangat besar dan megah. Apa ini rumah? Ini bahkan seperti istana. Kulihat seorang namja keluar dari rumah
“OMO! Halmeoni kenapa?”
“Halmeoni jatuh min. Dia menolong halmeoni”
“Jeongmal gomawoyo agassi”
“Ne. Jaga halmeonimu baik-baik ya. Lain kali kau harus menemaninya kalau pergi. Arra?”
“Ne, gomawo”
“gomawo. Siapa namamu?”
“Sooyoung halmeoni”
“Ne, gomawo sooyoungssi”
“Ne halmeoni.”
Aku melihat jam tanganku
“OMO! Halmeoni, mianhae aku harus pulang, nanti eommaku marah. Annyeong”
“Ne annyeong. Kapan-kapan kau ke sini ya! Aku harus membalas budi padamu”
“Gwaenchanhayo. Kita harus saling membantu annyeong~”
“Ne”
Aku berlari sekencang-kencangnya ke rumah bisa gawat! Aku sampai di rumah dan eomma menungguku di luar rumah
“Mianhae eomma aku..”
PLAK! Dia memukul bahuku
“Appo…”
“MASA DIPUKUL BEGITU SAJA SAKIT! DASAR ANAK MANJA!”
“Mianhae eomma tadi aku menolong seorang halmeoni yang jatuh..”
“KAU MENGARANG LAGI! Aish.. DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI!”
“Mianhae eomma…”
“Eomma capek membereskan toko sendirian! Cepat masuk ke dalam!”
“Gomawo eomma”

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Hari ini aku berkumpul bersama semua anggota keluarga besarku. Kami merayakan ulang tahun halmeoni. Dia berulang tahun 2 hari setelahku
“Saengil chukkhamnida halmeoni!!”
“Ne yorobeun”
Kami makan bersama dan tiba-tiba halmeoni mulai bicara
“Kalian tahu, kemarin aku jatuh di jalan. Untung ada seorang yeoja yang menolongku.”
“Aigo.. baik sekali”
“Ne. Berbeda dengan seseorang”
Aku merasa tersindir. Tapi ini sudah kebiasaan bagiku. Entah kenapa aku merasa semua orang di keluarga ini tidak menyukaiku kecuali eomma.
“Gwaenchanhayo sayang” ujar eomma
“Ne eomma”
Setelah pulang dari restoran, aku mandi bersama eomma. Ini kebiasaan kami untuk saling menenangkan
“Eomma.. terkadang aku berpikir apa aku betulan bagian keluarga ini” ujarku
“Waeyo?”
“Sepertinya semuanya tidak menyukaiku”
“Tidak yoona, itu hanya perasaanmu”
“Ne eomma. Oh ya besok ada undangan pertemuan orang tua”
“ne eomma pasti datang”

~Sooyoung POV~
Aku mendapat undangan pertemuan orang tua dari sekolah.
“Eomma.. besok ada pertemuan..”
“Aku tidak bisa. Aku sibuk. Suruh appamu saja!”
Aku menghirup nafas panjang. Aku pun terpaksa menunggu appa pulang. Kulihat appa pulang dalam keadaan mabuk
“Appa… apa besok appa bisa datang ke sekolah.. ada.. pertemuan”
“MWO? Kau ingin aku datang?”
“Ne..”
“Im Sooyoung! Dengar. Appamu tidak mau datang”
“Tapi appa…. eomma tidak bisa. Appa kan punya waktu luang jadi..”
PLAK!
“KAU MENGHINAKU KARENA AKU PENGANGGURAN! ITU MAKSUDMU HAH?”
“Mianhae appa aku..”
Dia menjambakku
“Appo appa….”
“Dengar! Sudah bagus kau dilahirkan tadinya kau mau kubunuh dalam kandungan!”
Aku menangis mendengarnya. Mengetahui tidak diinginkannya dirimu sangat menyakitkan
“Mianhae appa”
Dia melepaskannya dan pergi. Tuhan… tolong kuatkan aku dalam cobaan berat ini…

———————————————————Mine———————————————————–

~Yoona POV~
Aku menggandeng eommaku dengan bangga ke sekolah. Semua orang memperhatikan kami
“Itu istri presdir choi orang terkaya ketiga di korea kan?”
“Ne katanya begitu”
“Aigo.. anaknya beruntung sekali”
“Ne”

~Sooyoung POV~
“Sonsaengnim mianhae bumonimku tidak bisa datang. Mereka tidak sempat”


“Aigo.. soo ah. Kau itu murid berprestasi. Kau pasti mendapat piala hari ini. Bagaimana bisa mereka tidak datang”
Aku tersenyum mendengarnya
“Gwaenchanhayo sonsaengnim”

~Yoona POV~
Pertemuan dimulai dan guru-guru memberi sambutan. Hingga bagian yang paling kubenci
“Juara 1 tahun ini… Im Sooyoung!”
Kulihat yeoja yang paling tidak kusukai itu maju ke depan menerima piala. Aish.. melihatnya saja membuatku muak
“Kau mengenalnya?” tanya eomma”
“Ne. Dia Im Sooyoung. Musuhku. Kau tahu eomma. Dia nyaris mengancamku menjadi ketua cheers.”
“Aigo tapi dia tidak mungkin mengalahkanmu sayang”
“Aku tahu eomma. Tidak mungkin dia mengalahkanku”
Setelah itu aku pulang ke rumah dengan eomma dan harus melewati bagian yang paling kubenci
“Jadi. Kau tidak juara lagi pasti tahun ini. Apa setidaknya masuk 50 besar?” tanya halmeoni
“Tidak. Wae?” ujarku
“Tidak sopan! Kau tahu, di sejarah keluarga choi, semuanya ranking 1! Ranking 2 saja tidak ada! Cuma kau, satu-satunya yang bahkan tidak amsuk 50 besar”
“Aku tidak ada waktu meladeni halmeoni. Annyeong”
“Tidak sopan kau Yoona!”
Aku meninggalkannya begitu saja. Malas mendengarnya. Aku mengambil kunci mobil
“Kau mau kemana!”
“Jalan-jalan. Waeyo?”
“YA! Kau baru 15 tahun!”
Aku tidak mempedulikannya dan menyetir keluar rumah. Cuma ini caranya kabur dari omongan halmeoni. Aku menyetir dan menelpon teman-temanku
“Guys jalan yuk”
“Mianhae tidak bisa yoong”
“Aish.. kalian menyebalkan!”
Aku mematikan teleponnya dan tiba-tiba kulihat seseorang menyebrang. Akupun membanting stir dan menabrak tiang. Setelah itu aku merasa semuanya gelap..

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
“Yeobseoyo..”
“Apa ini rumah Choi Yoona?”
“Ne. Waeyo?”
“Dia kecelakaan. Sekarang dia di rumah sakit Seoul Hospital”
“MWO?”
“Cepat kemari!”
Telepon dimatikan
“Eomma!! Appa!!”
“Waeyo?”
“Noona… noona kecelakaan!”
“MWO?”
Kami semua segera ke rumah sakit. Aigo.. noona.. lagi-lagi membuat masalah. Kulihat eomma menangis. Aigo.. apa yang kau lakukan noona! Kami tiba di rumah sakit dan berlari ke UGD
“Anda keluarganya?”
“Ne”
“Dia kehilangan darah. Ada yang bergolongan darah B?”
“MWO?”
Aku kaget mendengarnya. B?
“Golongan darah anak saya O dok” ujar eomma
“Tapi dia B”
“Dok, saya ibunya saya O, suami saya O. Tidak mungkin dia B”
“Tapi golongan darah anak ibu betulan B. Berarti apa dia bukan anak kandung ibu?”
“MWO?”
Kulihat eomma pingsan
“Eomma? Eomma!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Eomma dibawa ke UGD. Kulihat appa memasang muka serius.
“Appa..”
“Kita ke ruang kepala rumah sakit ini. Yoona lahir di sini. Kita harus meminta penjelasan”
Appa menarikku ke sana. Kami memasuki ruangan kepala rumah sakit dan kulihat appa memasang wajah serius. Appa menceritakan kejadiannya dan kulihat kepala rumah sakit itu terus menunduk
“BERI SAYA PENJELASAN EUISA!”
“Mianhae Pak. Saya rasa, ada kesalahan teknis di rumah sakit ini..”
“MWO? APA KATAMU? KESALAHAN TEKNIS! INI MASALAH 2 BAYI EUISA! INI MASALAH SERIUS!”
“Di hari itu terjadi gempa bumi. Mungkin.. ada kesalahan teknis yang membuat bayinya… tertukar”
“MWO? YA! BAGAIMANA BISA!”
“Tenang appa..”
“BAGAIMANA AKU BISA TENANG! KALAU YOONA BUKAN ANAKKU LALU SIAPA?”
Kulihat euisa itu membuka folder data bayi
“Di catatan bayi, anak anda terlahir bergolongan darah O”
“Berarti… yoona.. bukan anakku?”
Berarti.. dia juga bukan noonaku? Lalu siapa
“Lalu siapa yang lahir dengan golongan darah B?” tanyaku
“Menurut catatan.Tanggal 10 Februari, hanya ada 5 bayi lahir. Bayi bapak Choi bergolongan darah O satu-satunya. 2 bayi bergolongan darah A. 1 orang bergolongan darah AB. Dan satu orang bergolongan darah B”
“Lalu.. siapa yang bergolongan darah B?”
“Dia bayi ibu Im Soojin. Namanya Im Sooyoung”

———————————————————Mine———————————————————–

~Sooyoung POV~
“PERGI KALIAN!”
“Kumohon, aku hanya ingin memastikan dia anakku atau bukan”
“Kumohon ahjumma! Aku harus memastikan dia noonaku atau bukan!”
“Dia anakku! Pergi!”
“Saya dari pihak rumah sakit memohon maaf nyonya”
“PERGI!”
Aku pergi ke luar dan melihat eomma mengusir 3 orang namja yang berlutut di depannya
“Eomma?”
“KAU! CEPAT MASUK!”
“Anakku?”
Aku tersentak mendengarnya. Dan kulihat sesosok namja yang kukenal berdiri
“Kau! Cucunya nenek itu kan?”
“Ne, kita bertemu lagi noona”
“Ada apa kenapa kalian berlutut begitu”
“Agassi, sebelumnya kami dari pihak rumah sakit memohon maaf kami..”
“AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN MENGETES DNA NYA!”
“MWO?”
“Nyonya, tenang dulu. Sepertinya terjadi kesalahan. Sepertinya anak anda tertukar pada tanggal 10 Februari di Seoul Hospital”
“Anakku tidak lahir di sana!” ujar eomma”
“Ne. Aku lahir di sana pada tanggal 10 Februari” ujarku
PLAK! Aku memegang pipiku, ini pertama kalinya eomma menamparku
“Eomma..”
“Kau mau pergi dari rumah ini ya! Kau tidak mau mempunyai eomma sepertiku hah! Kau mau hidup menjadi orang kaya dengan bapak ini! JAWAB!” ujar eomma
“AKU TIDAK BOHONG EOMMA! AKU MEMANG LAHIR DI SANA!”
“DIAM IM SOOYOUNG!”
Tiba-tiba kulihat ahjeossi itu menenangkanku. Entah kenapa aku merasa hangat
“Begini saja. Kita tes DNA. Jika hasil tesnya membuktikan dia anakku, maka aku akan mengembalikan anakmu padamu” ujar ahjeossi itu
“AKU TIDAK MAU! DIA ANAKKU! Apa-apaan kau datang dan berkata anakku tertukar dengan anakmu dan mau mengambil sooyoung!” ujar eomma
“Nyonya, kami mohon. Kalau memang dia ternyata anakmu, yang penting kasus ini menjadi jelas.”
“Bersikaplah dewasa. Kau itu orang tua atau bukan!” ujar ahjeossi itu
“Baik! Kita buktikan lewat tes DNA! Dia anakku! Im Sooyoung adalah anakku!”

———————————————————Mine———————————————————–

~Minho POV~
Akhirnya kami menunggu hasil tes DNA Yoona noona dan Sooyoung noona. Sebenarnya aku merasa bingung sekarang. Siapa noonaku? Bagaimana bisa tertukar? Aish.. ini sangat membingungkan! Euisa keluar dan membawa sebuah amplop. Dia memanggil kami ke ruangannya

~Sooyoung POV~
Euisa menjelaskan semuanya padaku. Mengenai gempa saat hari kelahiranku dan kasus golongan darah. Sekarang aku sangat bingung. Sebenarnya siapa orang tuaku? Siapa ahjeossi ini dan siapa eomma? Setelah itu dokter keluar dan memanggil kami ke dalam ruangannya
“Menurut hasil tes DNA… Im Sooyoung 100% akurat anak bapak Choi Jung Nam dan Choi Yoona adalah akurat anak ibu Im Soojin”
“MWO?”
Choi Yoona? Choi Jungnam? Jadi… yang tertukar denganku itu…. YOONA?
“Putriku….”
“Appa…”
Aku menangis memeluknya. Tuhan… apa aku sedang bermimpi?

~Yoona POV~
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku… Ini… dimana?
“Kau sudah sadar sayang?”
“Eomma?”
“Kau kecelakaan.. sekarang kau baik-baik saja.. kau mau makan?”
“Ne eomma”
Eomma menyuapiku dan tiba-tiba seseorang membuka pintu
“Annyeong..” sapa appa dan minho
“Yeobo.. Min..”
“Ada yang harus kita bicarakan di luar. Yoona kau disini dulu ya”
“Ne appa”

~Sooyoung POV~
Sekarang aku menjadi takut melihat sesosok yeosong keluar dari ruangan yoona dan menemuiku. Dia… eommaku? Aku takut dia tidak menyukaiku…
“Gwaenchanhayo” bisik minho, adikku
“Ne”
“Jadi ada apa?” tanya yeosong itu
“Yeobo… ada yang ingin kujelaskan. Ini memang sulit kau percaya tapi… yoona bukan anak kita”
“ANDWE! SAMPAI KAPANPUN! YOONA ANAK KITA! DIA CHOI YOONA!”
Dugaanku tepat.
“DIA ANAKKU!” ujar Im Soojin, eomma yoona
“MWO?”
“Yeobo.. tenang dengarkan ini..”
Appa dan euisa menjelaskannya pada eommaku. Aku harap-harap cemas melihat hasilnya…
“Dan dia… adalah anak kita yeobo.. Dia Choi Sooyoung”
Aku menunduk. Aku tidak berani menatapnya… Aku merasa dia tidak menyukaiku
“Eomma…”
Plak! Aku merasakan sesuatu yang sangat sakit.. bukan karena dia menampar pipiku. Karena aku merasa.. eommaku bahkan tidak menginginkanku
“YEOBO APA YANG KAU…”
“SEHARUSNYA KAU TIDAK USAL MUNCUL DI SINI! KAU! AMBIL SAJA ANAK INI! AKU HANYA BUTUH YOONA! DAN JANGAN SEKALI-KALI KAU MEMANGGILKU EOMMA!”
“CUKUP YEOBO!”
“LIHAT! KARENAMU SUAMIKU MEMBENTAKKU”
“Eomma… jangan begini..”
“DIAM CHOI MINHO! POKOKNYA CHOI YOONA ADALAH NOONAMU SAMPAI KAPANPUN! TITIK. Dan kau! Jangan pernah berharap akan menggantikan posisi yoona di keluarga choi!”
Untuk pertama kalinya.. aku meneteskan air mata di depan orang lain… Kulihat eomma yoona menampar eommaku
“KAU ITU SEORANG ORANG TUA ATAU BUKAN! BISA-BISANYA KAU BERKATA BEGITU PADA ANAK KANDUNGMU!”
“KAU YANG APA-APAAN! BISA-BISANYA MENAMPARKU! BAGAIMANA BISA KAU MEMNGAMBIL YOONA DARIKU! DIA TIDAK SANGGUP HIDUP SUSAH BERSAMAMU! AKU LEBIH BISA MEMBAHAGIAKANNYA!”
“Aku memang miskin. ya, kuakui.. TAPI SETIDAKNYA LEBIH BAIK DIA TINGGAL DENGAN ORANG TUANYA DARIPADA DENGAN ORANG YANG TIDAK DIKENALNYA!”
“DIA MENGENALKU! DIA ANAKKU!”
“CUKUP YEOBO!”
Kulihat semuanya diam
“AKU KEPALA KELUARGA DI SINI DAN AKU SUDAH MEMUTUSKAN. KALIAN TIDAK BISA MENGGANGGU GUGAT KEPUTUSANKU!”
“Appa..”

TBC
RCL :D
Don’t be siders!

25 thoughts on “Mine [Part 1]

  1. Aku baru lihat-lihat blog, dan ternyata ada ff baru, daebak chingu..
    Aku jadi benci sama eomma yoona, maksudnya eomma sooyoung yg kaya itu, bukan yg miskin..
    Yang miskin itu baik ya meski dia keras..
    Yoona di benci keluarga selain eomma, dan sooyoung di sukai keluarga selain eomma.. Lucu juga, terbalik gitu.. ^^
    Next di tunggu..

  2. Annyeong..
    Yuni sampai nahan napas baca ff ini XD
    Sumpah tuh eomma kandung Soo eonnie apa gak merasa ikatan batin? Kok malah neneknya yg ngerasa=o=”
    Okelah, yuni mau baca part selanjutnya. Gomawo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s