Ooh La La! (part 8)

Title              : Ooh La La!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Kim Hyoyeon
  • Cho Kyuhyun
  • Victoria Song
  • Lee Hyuk Jae

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship

Rating                   : PG-17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

~Siwon POV~
Aku akhirnya menjenguk tiffany
“Annyeong fany”
“Annyeong oppa”
“Kau sudah baikan?”
“Ne.”
“Mianhaeyo”
“Waeyo?”
“Kurasa ini karena spaghetti itu”
“Gwaenchanhayo”
“Baiklah, aku pulang dulu ya..”
Tiba-tiba dia menahan tanganku
“Temani aku di sini”
Aku tersenyum padanya
“Ne”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku akhirnya sampai di rumah. Menyenangkan sekali hari ini membalaskan dendam pada yeoja itu hahaha. Tiba-tiba telepon berbunyi
“Yeobseoyo?”
“Eonni!!!”
“Wuah! Seohyun ah, bogoshipo!!”
“Na do eonni! Oh ya, jangan makan dulu ya kita akan makan bersama nanti”
“MWO? memangnya ada acara apa?”
“Aish! Kau lupa! Hari ini harabeoji ulang tahun!”
“Aigo! Bagaimana bisa aku lupa!”
“YA! Eonni cepat siap-siap dengan siwon oppa! Kurang lebih 1 jam lagi kami sampai di rumahmu!”
“Aigo!! Siwonnya belum pulang!! Eotokkhe!!”
“Suruh dia pulang sekarang! Kau kan tahu harabeoji itu orangnya bagaimana! Aku akan membantumu mengulur waktu tapi tidak bisa lama-lama”
“Ne ne arraseo. Gomawo seohyun ah”
Aku menutup telepon dan segera mencari nomor seseorang. Aish.. lagi-lagi begini

~Siwon POV~
Aku sedang mengobrol dengan fany dan tiba-tiba cellphoneku berbunyi dan kulihat itu dari soo. Aish.. untuk apa yeoja ini menelponku!
“Nuguseyo oppa?”
“Ini.. eommaku”
“Angkatlah mungkin saja penting”
Aku tersenyum padanya
“Sebentar ya”
Akupun menjauh dan mengangkat teleponnya
“Yeobse..”
“YA! Kau dimana! Cepat pulang! Darurat”
“MWO? Memangnya ada apa?”
“Harabeoji akan ke sini! Dia ulang tahun dan mengajak kita makan! Kau harus cepat pulang!”
“Tapi aku sedang menemani fany! Kau kan tahu dia sakit!”
“Aish! Sakit perut tidak akan membuatnya mati kalau sendirian! Cepat pulang! Kalau tidak kau yang akan mati nanti!”
“YA! Kenapa kau mengancamku!”
“Kau kan tahu harabeojiku seperti apa!”
“Ne Ne ARRASEO aku akan pulang!”

~Tiffany POV~
Karena penasaran aku mengikutinya dan menguping pembicaraannya
“MWO? Memangnya ada apa?”
Sepertinya memang ada sesuatu yang penting..
“Tapi aku sedang menemani fany! Kau kan tahu dia sakit!”
MWO? Berarti itu tidak mungkin eommanya. Pertama, siwon tidak mungkin memanggil eommanya dengan sebutan “Kau”, kedua eommanya mana mungkin tahu aku sakit
“YA! Kenapa kau mengancamku!”
Apalagi mengancamnya, sepertinya dia bohong. Itu tidak mungkin eommanya
“Ne Ne ARRASEO aku akan pulang”
Tapi.. dia akan pulang? Dia kan tidak punya adik atau kakak. Dan penelponnya tidak mungkin bumonimnya jadi… itu siapa?
Kulihat dia menutup telepon. Aku segera berlari ke kamarku. Bisa gawat kalau dia tahu aku menguping

~Siwon POV~
Aku kembali ke kamar fany
“Ada apa oppa?”
“Mianhaeyo fany, aku harus pulang.”
“Gwaenchanhayo”
“Annyeong”
“Annyeong oppa”
Akupun menyetir secepatnya ke rumah. Aish.. lagi-lagi yeoja itu merusak hariku

~Sooyoung POV~
Kudengar suara bel pintu berbunyi, aku membuka pintunya, itu siwon
“Ppali!”
“Ne”
Dia langsung berlari ke kamarnya dan aku bersiap di kamarku. Aish.. hari ini benar-benar. Aku membuka lemari pakaianku. Aigo! Kemana semua bajuku! Akupun baru ingat. Aigo!! Semuanya kan ada di kamar siwon gara-gara bumonimnya! Kemarin bumonimnya, hari ini bumonimku. Mereka itu kompak sekali menghancurkan hariku. Akupun masuk ke kamarnya dan mencari bajuku. Yang mana ya yang harus kupakai? Aigo.

~Siwon POV~
Kulihat dia berdiri di depan lemariku. Untuk apa dia ke sini
“Kenapa kau masuk ke kamarku!”
“KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!! Kenapa kau suka sekali sih memakai baju handuk keluar!”
“YA! Kau sendiri kenapa masuk ke kamarku babo!”
“Aku mau mencari pakaianku! Kemarin kan gara-gara bumonimmu aku harus memindahkan semua bajuku ke sini!”
Aku melihat isi lemarinya dan memilihkan pakaian untuknya
“Pakai santai saja. Ini kan acara keluargamu”
“Ne, gomawo”
Kulihat dia cepat-cepat pergi. Yeoja yang unik

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Aku selesai bersiap dan turun ke bawah. Tiba-tiba kulihat sesosok yeoja yang kukenal turun dari tangga. Omo! Kenapa aku baru sadar… dia… sangat cantik. Dia terlihat berbeda. Aku tidak menyangka dia benar-benar memakai baju pilihanku.

“Kau kenapa?”

~Sooyoung POV~
Aku menuruni tangga dan kulihat sosok namja yang kukenal duduk di sofa. Kenapa aku baru sadar.. omo dia sangat tampan.. Kulihat dia terus melihatku
“Kau kenapa?”  tanyaku
“Aniya…”
“Apa aku cocok memakai ini?”
“Kau pakai baju apa saja juga tidak cocok”
Aish.. namja ini benar-benar
“Kau juga! Kau pakai apa saja juga jelek!”
“YA! Kau..”
Ting tong.. suara bel berbunyi. Itu pasti harabeoji

~Seohyun POV~
Aku memencet bel pintu rumah oppa dan eonni. Kulihat mereka membuka pintu
“Wuaah!! Bogoshipo seohyun ah!!”
“Na do eonni!!!”
Aku memeluknya dan kulihat siwon oppa tersenyum
“Annyeong oppa”
“Ne annyeong”
Kulihat harabeoji dan appa turun dari mobil
“Annyeong siwon, youngie”
“Annyeong appa, harabeoji Saengil chukkhae!!”
“Gomawo. Bolehkan kita ke dalam dulu? Kami ingin melihat rumah kalian. Harabeoji belum pernah melihatnya”
“Ne appa, harabeoji”
Kamipun masuk ke dalam dan kulihat banyak foto pernikahan mereka di sana. Kami menaiki tangga dan ada 2 kamar di sana. Kami memasuki kamar yang pertama dan di sana ada foto pernikahan mereka
“Ini kamar kalian?”
“Ne harabeoji”
“Rapi..”
Harabeoji membuka lemarinya. Aku sangat kaget melihat ada baju mereka berdua di sana. OMO!

~Sooyoung POV~
Kulihat seohyun memasang tampang kaget. Aku mengerti maksudnya
“Kau jangan berpikir yang tidak-tidak. Kami sudah menyiapkan semuanya, appa dan harabeoji bisa curiga kalau tahu kami tidur terpisah” bisikku
Kulihat dia menghembuskan nafas lega
“Arraseo”
Aish.. anak ini benar-benar..

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Seohyun POV~
Kami akhirnya makan bersama dan kulihat oppa-eonni memulai aktingnya. Aish.. mereka kapan menghentikan akting itu dan membuatnya menjadi betulan sih. Padahal mereka berdua sangat cocok. Sebenarnya kenapa mereka bisa tidak saling jatuh cinta. Mereka tinggal di satu rumah 6 bulan, kalau aku jadi mereka mungkin sudah saling jatuh cinta. Di film-film juga. Kenapa mereka tidak. Apa yang menghalangi mereka saling jatuh cinta? Aku gemas melihat mereka. Kapan couple ini akan bersatu sih

~Sooyoung POV~
Kulihat seo terus memperhatikan kami. Dia kenapa sih sebenarnya
“Seo, bagaimana kabarmu dan kyu?”
“Baik-baik saja”
“Kau harus membawa namjachingumu ke sini kapan-kapan! Dia kan akan menjadi keluarga kita juga” ujar siwon
“Ne oppa”
Kulihat dia mulai tersenyum.
“Oh ya eonni, sepertinya kau sudah lebih pandai memilih baju sekarang”
“Bukan aku yang memilihnya, siwon yang memilihnya”
“Jinjja?”
“Ne”
“Wuah! Kalau begitu kau harus memilihkan bajunya setiap hari siwonie!” ujar harabeoji
“Nah itu baru nampyeon yang baik! Dia harus tahu pakaian yang paling cocok untuk anaenya!”
“Uhuk..” aku tersedak mendengar kata-kata appa. Kenapa kupingku sangat sensitif mendengar kata ‘nampyeon’ dan ‘anae’
“Gwaenchanhayo yeobo?”
“Nae gwaenchanhayo”
“Oh ya harabeoji, kami punya hadiah untukmu”
Aku kaget melihatnya. Dia memberi sebuah jam untuk harabeoji. Darimana jam itu? Dia membelinya tadi?
“Gomawo! Kau bahkan memilihkan model kesukaanku hahaha”
Darimana dia terpikir?
“Aku kan tidak babo YEOBO aku tahu kita harus memberinya hadiah” bisiknya padaku
Aku menginjak kakinya
“Aw..”
“Gwaenchanhayo siwonie?” tanya harabeoji
“Nae gwaenchanhayo..”
Aku tersenyum evil padanya
“Aku. sangat. kesal. mendengar. kata. itu. arraseo. YEOBO” bisikku
“Ne, arraseo”
Setelah selesai makan, kami makan hidangan penutup. Tiba-tiba harabeoji memulai pembicaraan

~Siwon POV~
“Apa kalian tahu harapanku tahun ini?” tanya harabeoji
“Molla. Apa harabeoji?” tanya kami
“Aku ingin tahun ini, seohyun lulus dengan nilai yang baik”
“Amin harabeoji” ujar seo
“Dan….”
Aku melanjutkan makanku
“Tahun ini aku menimang seorang cicit dari kalian”
“Uhuk…”
“Gwaenchanhayo yeobo?” tanyanya
“Nae gwaenchanhayo”
“Kapan kalian akan memberi kami cucu? Appa dan bumonim siwon sudah ingin menggendongnya” ujar appa
“Appa kami kan baru 21 dan 24 tahun. Masih terlalu muda menjadi bumonim” ujar soo
“Kalian selalu beralasan begitu. Soo, itu kan menurutmu. Bagaimana dengan siwon? Kalau kalian tidak segera memiliki anak nanti siwon bisa berpaling! Hahaha”
Aku tersentak mendengarnya. Bagaimana mungkin kami memiliki anak. Aigo… ada-ada saja mereka

~Sooyoung POV~
Bagaimana bisa appa bilang begitu. Aigo…. Kami selesai makan dan aku pulang bersama siwon. Di perjalanan kami banyak diam. Aish.. aku sangat benci suasana ini
“Mianhae mereka berkata macam-macam” ujarku
“Gwaenchanhayo.”
“Bagaimana kau dengan fany? Kapan kau akan menyatakan cinta padanya?”
“MWO?”
“Tidak usah pura-pura. Aku tahu kau mencintai tiffany”
“Ne..”
“Kapan kau akan menyatakan cinta padanya?”
“Waeyo?”
“Jadi kau terbebas dari pertanyaan konyol appaku dan bumonimmu”
“Hm..Molla”
Kulihat dia tersenyum
“Apa sih yang membuatmu mencintai tiffany?”
“Dia.. cantik, matanya bersinar, dan dia mengertiku”
Aku melihatnya
“Kurasa kau tidak mencintainya, kau menyukainya”
“Mwo?”
“Kau tahu, aku memang tidak pernah jatuh cinta, tapi semua chinguku yang merasakannya bilang. Jika kau mencintainya kau tidak akan bisa menyebutkan kenapa kau mencintainya”
“Hm.. kurasa itu terlalu naif. Mana mungkin mencintai seseorang tanpa alasan yang jelas”
“Mungkin..”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Kami sampai di rumah dan aku masuk ke kamarku. Meski aku berkata begitu aku sendiri jadi bimbang. Apa aku.. hanya sebatas menyukai tiffany, bukan mencintainya? Lalu.. aku mencintai siapa?

~Eunhyuk POV~
Hari ini aku pergi ke cafe siwon karena ingin menyerahkan undangan pernikahanku. Aku akan menikah dengan hyoyeon bulan depan. Aku pun masuk ke ruangan siwon
“Annyeong won!”
“Wuah! Annyeong hyuk! Duduk!”
“Gomawo”
“Tumben kau ke ruanganku biasanya ke ruangan yeojachingumu saja hahaha”
“Justru itu. Aku ingin menyerahkan ini”
Aku menyerahkan undangan pernikahanku padanya
“Wuah! Kau akan menikah! Chukkhae!!”
“Ne, gomawo won”
Kami lama mengobrol dan tiba-tiba  siwon bertanya
“Apa yang membuatmu mencintainya?”
“Apa ya…”
Aku mulai berpikir apa yang membuatku mencintai hyoyeon?
“Kurasa tidak ada”
“MWO?”
“Kau tahu, kalau kubilang cantik, banyak yang lebih cantik di luar sana. Kalau kubilang manis, banyak yang lebih manis. Kurasa.. aku tulus mencintainya dan aku tidak tahu kenapa”
“Jinjja?”
“Ne. Kenapa kau menanyakannya?”
“Aniya..”

~Sooyoung POV~
“CHUKKHAE HYO!!!!!! KYAAAA!!! Kau akan segera menikah!!!”
“Gomawo youngie~”
Kulihat eunhyuk keluar dari ruangan
“Ingat hyuk, jaga eonniku ini baik-baik”
“Ne, pasti soo haha”
Aku memeluk hyoyeon. Melihatnya bahagia membuatku bahagia

TBC
RCL ^^
Don’t be siders!

8 thoughts on “Ooh La La! (part 8)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s