[End] Ooh La La! (part 9)

Title              : Ooh La La!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Kim Hyoyeon
  • Cho Kyuhyun
  • Victoria Song
  • Lee Hyuk Jae

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship

Rating                   : PG-17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

~Seohyun POV~
Aku masih memikirkannya. Apa ya yang menghalangi mereka jatuh cinta..
“Seo?”
Masa hidup 6 bulan bersama mereka tidak memiliki perasaan apa-apa
“Seo?”
Mustahil kalau tidak ada penghalang
“SEO?”
“Ne oppa?”
“Aigo.. kau melamun?”
“Aniya..”
“Jangan bohong”
“Ne. Oppa, aku heran sudah 6 bulan soo eonni dan siwon oppa bersama, bagaimana bisa mereka tidak saling jatuh cinta?”
Kulihat dia memasang ekspresi berbeda
“Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin menanyakannya tapi aku takut salah”
“Mwo?”
“Sebenarnya, sudah 2 kali aku melihat nampyeonnya soo noona dengan seorang yeoja. Pertama di dept store, kedua di salon saat mengantar vic noona”
“YA! Oppa kenapa baru bilang!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Cellphoneku berbunyi dan kulihat itu dari eomma
“Yeobseoyo eomma?”
“Siwonie!!”
“Ada apa eomma?”
“Aish. Kau itu tidak berubah! Apa salah aku menelponmu?”
“Aniya… aku hanya bertanya”
“Siwonie, nanti malam pulanglah ke rumah dengan soo~”
“Waeyo?”
“Appamu pergi ke luar negeri. Eomma malas makan sendirian. Arraseo?”
“Ne eomma”

~Sooyoung POV~
Cellphoneku bergetar. Aku melihatnya. Ternyata ada sebuah pesan
‘Nanti malam, eomma mengajak kita makan’
-Choi Siwon-
Aish. Orang ini benar-benar.. apa dia tidak bisa ngomong langsung saja!

~Siwon POV~
Aku dan soo sampai di rumah eomma. Eomma menyambut kami dan menggandeng kami ke dalam. Kami akhirnya makan bersama dan banyak mengobrol
“Di cafe, siwon bos seperti apa soo?”
“Dia baik eomma, tapi sangat tegas”
“Jinjja?”
“Ne, dia bahkan menghukumku juga eomma”
“Itu namanya profesional” ujarku
“Iya, terlalu profesional” ujarnya
Kulihat eomma terkekeh mendengarnya
“Biasa jam segini apa yang sedang kalian lakukan?”
Biasanya jam segini. Kami sedang bertengkar. Kejar-kejaran. Dan saling meledek
“Kami.. main piano bersama eomma” bohongku
“Kya!!! Romantis sekali! Ayo mainkan sekarang!”
“Kita kan belum makan puddingnya eomma” ujarku
“Tidak ada pudding kalau tidak ada main piano bersama”
Kulihat dia memasang senyum terpaksanya dan membisikkan ‘babo’ padaku. Aku terkekeh mendengarnya

~Sooyoung POV~
Lagi. Karena kebohongannya harus ada akting palsu yang menggelikan. lagi. Kami duduk di kursi piano dan memainkan lagu. Tiba-tiba siwon merangkulku dan memainkan kunci G di piano. Aku tahu ini akting. tapi tetap saja aku merasa berdebar. Aigo…

~Siwon POV~
Aku tahu ini akting. Kenapa.. aku jadi berdebar begini ya. Setelah selesai bermain eomma menepuk tangan
“Kya!! Kalian harus selalu begini!”
Kulihat dia tersenyum. Setelah itu kami makan pudding bersama dan mulai mengobrol panjang. Akhirnya aku baru sadar kami sudah mengobrol 3 jam dan jam dinding menunjukkan pukul 10 malam.
“Eomma, kurasa sudah malam. Kami pu..”
“Bagaimana kalian menginap di sini!”
“MWO?”
“Hehehe.. sebenarnya eomma sengaja mengulur waktu biar kalian menginap di sini. Siwonie.. kau kan tahu eomma takut sendirian..”
“Tapi kami tidak membawa baju eomma” ujarku
“Kau kan punya sisa baju di sini, pakai itu saja. Nah kalau youngie, kau bisa memakai baju eomma. Jebal..”
Aku tidak tega melihat muka eomma yang memelas. Kulihat soo pun begitu. Aegyeo eomma memang tidak terkalahkan
“Baiklah. Hanya sehari.” ujarku
“Ne” ujarnya
“Kya!!!! Gomawo!!!” eomma berteriak girang dan menggandeng soo ke kamarnya. Aku tertawa melihatnya, eomma seperti anak remaja yang akan pajama party

~Sooyoung POV~
Eomma siwon menarikku ke kamarnya
“Waeyo eomma?”
“Kau pakai ini ya”
Aku kaget melihat baju yang disodorkan eomma. Ini.. lingerie?
“Eomma, inikan musim gugur. Malam sangat dingin”
“Aigo! Tapi musim gugur itu paling romantis youngie. Jebal..”
“ne”
“Kyaaaaa gomawo!! ”
Aish… tidak mungkin kan aku memakai baju aneh ini di depannya. Eottokhe!!!
“Oh ya, di sini kamar siwon”
Eottokhe!!!! masa aku harus tidur sekamar lagi dengan siwon? Aku masuk ke dalam dan kulihat siwon sedang duduk di balkon. Tiba-tiba terdengar suara pintu dikunci
“Eomma?”
Aku mencoba membukanya dan ternyata betulan dikunci. Aigo… eottokhe!!!

~Siwon POV~
Kudengar suara pintu terkunci. Aku tahu rencana eomma. Aish.. dia seperti anak-anak
“Eomma?”
Kulihat dia mencoba membuka pintunya
“Mau sampai 1 tahun kau mencoba begitu, dia tidak akan membukakannya”
“Ne?”
“Sudah tenang saja. Aku tidak mungkin berbuat apa-apa padamu. arra”
“Ne.”
Aku melihat baju yang dipegangnya
“Apa ini?”
“Ini dari eommamu. Aish… jinjja.tidak mungkin kan aku memakainya!”
Aku tertawa mendengarnya
“Ya, tidak cocok denganmu”
Dia memukul bahuku
“YA! Kau itu yeoja apa namja sih!”
“Berhenti berkata begitu! Kau punya berapa kemeja di sini?”
“Ada banyak. Waeyo?”
“Kupinjam satu ya”
“ne”
Kulihat dia mengambil sebuah kemeja dan masuk ke kamar mandi. Yeoja yang penuh ide

~Sooyoung POV~
Aku akhirnya terpaksa memakai kemejanya. Mana mungkin aku memakai baju setipis itu. Lagi-lagi namja itu membuatku dalam masalah. Untung aku memakai celana pendek di dalam rokku. Kalau tidak bagaimana caranya aku tidur hari ini. Aku memakai kemejanya dan ternyata kemeja ini sangat besar. Aish.. sudah biarkan sajalah daripada memakai dress begini

~Siwon POV~
Aku duduk di kamarku sambil menonton televisi. Tiba-tiba seorang yeoja duduk di sampingku. Aku menoleh dan aku sangat kaget melihatnya. Dia memakai kemejaku yang kebesaran di tubuhnya dan celana pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya.
“Kau suka drama?”
Aku kaget melihat televisiku. kenapa jadi program drama
“Aniya! Aku baru mau menggantinya”
“Ooh..”
Kenapa.. aku jadi merasa berdebar di sampingnya..

“Eommamu baik”
“Ne?”
“Kau tahu, aku sangat ingin memiliki eomma”
Aku menengok ke arahnya
“Kau tahu kan, eommaku meninggal dari aku kecil.” ujarnya
“Ne”
“Eomma itu orang paling baik yang pernah kukenal… aku merindukannya”
“Kenapa eommamu meninggal?” tanyaku
“Setelah melahirkan seo dia pendarahan. Itulah perjuangan seorang eomma yang kulihat.. pesan terakhirnya adalah agar aku selalu melindungi seohyun dan… kita menikah. Aku kasihan pada seo, dia belum pernah bertemu eomma”
“Ooh.. arraseo”
“Seo itu orang terpenting dalam hidupku”
“Jinjja?”
“Dia seperti sahabat, eomma, adik, sekaligus eonni bagiku”
“Kurasa dia juga menganggapmu begitu. Dia sangat menyayangimu”
“Ne. Kalau kau?”
“Maksudmu?”
“Siapa orang terpenting bagimu?”
“Kurasa.. eommaku. Dia orang yang paling mengertiku. meski kadang kekanak-kanakan.”
“Arraseo..”
“Kurasa appamu orang yang baik”
“Ne. tapi dia tetap tidak bisa membelaku jika sudah berhadapan dengan harabeoji”
Aku terkekeh mendengarnya
“Harabeojimu itu semenyeramkan apa sih?”
“Dia lebih seram daripada monster kalau marah. Tapi sangat baik seperti malaikat kalau sedang senang. Tapi aku menyayanginya”
Kami banyak mengobrol dan kurasa ternyata dia memiliki kepribadian yang baik. Choi Sooyoung, yeoja unik yang bisa berubah kapan saja. Bisa menjadi sosok yang lembut, ceria, dan menyebalkan. Yeoja yang menarik..

~Sooyoung POV~
Kami mengobrol tentang banyak hal. Tentang cafenya dan lain-lain. Ternyata dia adalah namja yang baik. Tidak semenyebalkan yang kupikirkan. Choi Siwon, namja berkepribadian ganda. Bisa menjadi sosok yang dingin, dan sosok yang hangat. Namja yang aneh…

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 12
“Kurasa sebaiknya kau tidur, sudah larut malam”
“Baiklah, aku tidur di sofa saja” ujarnya
“Mwo? Kau kan yeoja, seharusnya kau tidur di ranjang, biar aku saja yang di sofa” ujarku
“Aniya… ini kan kamarmu, kau seharusnya di ranjang. Lagipula kemarin kan sudah kau yang mengalah”
“Tapi..”
Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat
“eottokhe!!” ujarnya
“Itu pasti eomma! Cepat kita pura-pura tidur”
Kami naik ke ranjang dan cepat-cepat menyelimuti diri. Setelah itu aku memeluknya
“Sebentar sampai eomma keluar..” bisikku
“Ne..”

~Sooyoung POV~
Kenapa aku merasa jantungku berdetak kencang saat dia memelukku? Aigo.. Tuhan.. apa yang terjadi denganku.. Dipeluk dengan jarak serapat ini membuatku berdebar. Kudengar suara pintu terbuka dan suara eomma. Aku merasa lama sekali dia keluar.. akhirnya akupun terlelap

~Siwon POV~
Kenapa eomma tidak keluar juga. Aku terus memeluknya. Kenapa aku merasa berdebar di dekatnya. Ini pertama kalinya aku memeluk seorang yeoja. Aigo.. kapan eomma keluar. Aku sudah merasa sangat ngantuk dan tidak bisa menahannya. Akhirnya aku terlelap

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Matahari menembus jendela kamar. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan melihat sesosok namja yang kukenal tidur di sebelahku. Dia masih memelukku. Kenapa jantungku berdetak tidak karuan… Aku mencoba membangunkannya
“Siwonssi, irreona”
Kulihat wajahnya yang tertidur pulas. Omo.. kenapa dia terlihat sangat tampan.. Aish! Apa yang kupikirkan
“Siwonssi irreona”
“Panggil aku yeobo..”
“MWO?”
Tiba-tiba kulihat dia terbangun dan kaget
“A! Mianhae aku memelukmu! Aku ketiduran kemarin!” dia akhirnya melepaskan pelukannya
“Gwaen..chanhayo. Aku.. mandi dulu..”
Aku cepat-cepat berjalan ke kamar mandi. Aigo… Kenapa aku merasa jantungku berdetak tidak karuan begini

~Siwon POV~
Kulihat dia berjalan cepat-cepat dan menabrak pintu kamar mandi
“Appo…”
“Gwaenchanhayo?”
“Nae gwaenchanhayo”
Diapun masuk dan menutup pintu. Lucu sekali yeoja ini…

~Sooyoung POV~
Setelah selesai mandi aku keluar dan pergi ke balkon. Ternyata di sini sangat nyaman. Udaranya sejuk. Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul 7 dan aku mendatangi pintu. Ternyata belum dibukakan. Aigo.. eomma…
“Masih belum dibukakan?”
“Ne”
Kulihat dia sedang berusaha memakai dasi
“Kau tidak bisa memakai dasi ya?”
“Ne, aku tidak tahu caranya”
“Begini caranya”

~Siwon POV~
Omo! Kenapa aku merasa jantungku berdetak tidak karuan saat dia memakaikan dasiku. Aish.. ingat tiffany siwon! Ingat!
“Selesai”
“Gomawo”
Tiba-tiba aku mendengar suara tepuk tangan
“Kyaa!! Romantis sekali!!”
“Eomma, kenapa mengunci kami?” tanyaku
“Aigo! Eomma lupa kalian di dalam”

Aku sudah tahu itu pasti bohong
“Ya sudah ayo sarapan”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Hyoyeon POV~
Aku melihat siwon dan soo datang bersama. Ini pemandangan menggembirakan yang jarang kulihat
“Annyeong hyo!!”
“Annyeong soo”
Tiba-tiba aku merasa ada yang berbeda
“Waeyo?”
“Aku merasa bau shampomu beda soo. Ini seperti bau shamponya siapa ya….. OMO! Ini kan bau shamponya si…”
Dia menutup mulutku. Lagi-lagi karyawan lain datang di saat yang tidak tepat
“Siapa?”
“Aniya… aniya!!” jawab soo
Mereka semua masuk ke dalam dan soo membisikkanku
“Hyo.. kau itu bisa tidak sih tidak menyebut namanya”
“Ne, ne mianhae” ujarku
Kulihat mukanya menjadi merah
“Jadi apa yang terjadi semalam?”
“YA! Apa yang kau bicarakan! Tidak mungkin terjadi apa-apa.”
Aku memasang tampang cembetut
“Waeyo?”
“Kukira kalian..”
“KYAAA!!!!!! ANDWE! ANDWE! ANDWE! Tidak mungkin arraseo? Kau sudah ketularan yadongnya eunhyuk!”
“YA! Kenapa eunhyuk dibawa-bawa!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Hujan turun dengan begitu deras. Para karyawan sudah pulang. Aku dan soo terus menunggu di depan pintu
“Sepertinya tidak akan reda sampai malam” ujarnya
“Ne, sepertinya begitu”
“Baiklah. Terpaksa kita harus ke mobil hujan-hujanan. payungnya habis dibawa mereka semua”
Aku melepas jasku dan menutupi kepala kami
“Gomawo”
“Ne”

~Sooyoung POV~
Akhirnya kami berlari ke mobil hujan-hujanan. Meski sudah ditutupi jas, hujan yang turun begitu deras menembus jas dan kepala kami tetap basah.
“Hachi!!”
“Gwaenchanhayo?”
“Nae gwaenchanhayo”
Dia menyalakan pemanas mobil dan segera menyetir pulang ke rumah. Kenapa dia sangat keren saat rambutnya basah begitu. Aish! Soo apa yang kau pikirkan! Sesampainya di rumah kami segera mandi di kamar masing-masing. Mandi dengan air hangat di tengah hujan begini mengingatkanku pada seo. Aku sangat merindukannya. Biasanya dia mandi paling lama. Setelah selesai mandi aku turun ke bawah dan makan bersama siwon di meja makan. Dia sudah membuatkan sup kimchi
“Gomawo”
“Ne”
Kami mulai makan bersama dan tiba-tiba suara petir terdengar
JEDAR!!
“KYAA!!!!”

~Siwon POV~
Kulihat dia menutup telinganya dan berteriak
“Kau takut pe..”
JEDAR
“Appa…”
Aku baru tahu sekarang yeoja ini… takut petir. Aku menenangkannya
“Gwaenchanhayo itu hanya petir”
Tiba-tiba masalah baru muncul. Lampunya mati. Kulihat dia memelukku dan menangis. Kenapa aku merasa berdebar begini…
“Gwaenchanhayo ada aku”
“Aku takut”
“Gwaenchanhayo..”

~Sooyoung POV~
Kenapa aku merasa jantungku berdetak tidak karuan. Kenapa aku merasa nyaman dipeluknya.Dia mengusap kepalaku dan aku merasa tenang. Tiba-tiba lampu menyala kembali.
“Aku… tidur dulu ya.. annyeong”
“Jaljayo”
“Ne. Jaljayo”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Kenapa aku jadi memikirkan yeoja itu terus. Akupun akhirnya terlelap. Keesokan harinya aku datang ke cafe dan berkeliling ke dapur. Kulihat soo sedang memanjat dan mengambil coklat. Tiba-tiba tangganya goyah dan kulihat dia akan jatuh
“Kyaaaaaaaaaa!!!!!!!”
Aku cepat-cepat berlari ke sana dan menangkapnya. Tangganya rubuh dan para karyawan kaget melihatnya. Entah kenapa jantungku berdetak sangat kencang
“Goma..”
“Kau itu babo hah! Kenapa tidak minta tolong yang lain saja! bagaimana kalau tadi kau jatuh! Kenapa kau selalu membuatku khawatir!”
“Mianhae..A..aw..”
“Kakimu terkilir?”
“Aniya..”
Aku memegangnya dan dia berteriak
“YA! Babo kenapa kau memegangnya!”
“Sudah cepat naik”
“MWO?”
“Kau mana bisa berjalan dengan kaki begitu”
“Tapi a…”
Aku langsung menggendongnya ala bridal style
“KYAAAAA!!!!! Apa yang kau lakukan!”
“Kau susah sekali diberi tahu. Kaki terkilir begitu mana bisa berjalan”
“Gomawo..”
“Ne”

~Sooyoung POV~
Kenapa aku jadi merasa berdebar begini. Kenapa aku senang dia mengkhawatirkanku.. Aigo.. ada apa denganku. Dia menurunkanku di ruangannya dan kulihat dia mengompres kakiku
“Appo..”
“Tahan ya..”
Aku melihatnya dan sekarang aku baru sadar. Aku… sudah jatuh cinta

~Siwon POV~
Kenapa aku jadi merasa berdebar di dekatnya. Kenapa aku sangat mengkhawatirkannya tadi.
“Mianhae tadi aku membentakmu”
“Ne, gwaenchanhayo”
“Kau membuatku khawatir”
“Mianhae”
“Kau membuatku pertama kalinya mengompres kaki seorang yeoja”
“Mianhae”
“Gwaenchanhayo”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Eunhyuk POV~
Aku dan hyoyeon bertos ria melihat dua orang itu.
“Oppa, aku gemas melihat mereka, kapan sih mereka bersatu?”
“Molla”
Kulihat mereka akan keluar dan aku cepat-cepat bersembunyi. Kulihat siwon memapahnya. Aigo.. baru pertama kali siwon memapah seorang yeoja. Bukan. Baru pertama kali siwon khawatir, menggendong, memapah,dan mengompres kaki seorang yeoja. Bukankah itu menandakan dia… menganggap yeoja itu spesial di matanya?

~Siwon POV~
Setelah memapahnya keluar aku masuk ke ruanganku. Di sana eunhyuk sudah duduk
“Kapan kau datang?”
“Dari kau menggendong yeoja itu”
“MWO?”
“Won, mengakulah padaku. Kau mencintainya?”
“Molla..”
“Apa kau rela melakukan apapun untuk menyelamatkannya meski harus mengorbankan nyawamu?”
“Kenapa kau bertanya begitu?”
“Jika ya hanya satu yang bisa kukatakan. Kau mencintainya”
“MWO?”
“Kau tahu, kau beruntung bisa memiliki yeoja sepertinya. Dia itu pengertian, baik, ceria, manis, pintar, dan mencerahkan hidupmu. Daripada yeoja merepotkan dan bawel seperti tiffany kurasa sebaiknya kau bersamanya saja”
“Tapi..”
“Pikirkan ini lagi won. Di dekat siapa kau merasa berdebar, bahagia, sedih, dan juga merasa harimu lengkap. Di dekat Tiffany atau Sooyoung. Beri mereka ketegasan. Arraseo? Annyeong”
“Ne, annyeong”
Aku kembali memikirkannya. Dan aku baru sadar.. apa aku.. sudah jatuh cinta.. pada yeoja bernama…. Choi Sooyoung?

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Tiffany POV~
Sudah 1 minggu aku tidak menemuinya. Hari ini aku datang ke cafe siwon
“Annyeong oppa~”
“Annyeong fany. Sudah makan?”
“Belum”
“Ayo makan”
“Ne oppa”
Aku menggandeng tangannya dan kulihat dia melepaskan gandengan tanganku. Ada apa dengannya?

~Sooyoung POV~
Kenapa sih yeoja itu datang lagi
“Yeoja itu datang lagi” ujar sungmin
“Ne”

“Menyebalkan” ujarku
“Kau cemburu soo?” tanya hyoyeon
“Ne!”
“MWO?”
“Aniya!! Aniya!! Aku salah bicara”
“Jadi kau menyukai sajangnim?”
“Aniya! Aku..”
“Kami akan mendukungmu kalau kau memang menyukainya!”
“Aniya! Aku..”
Kulihat mata mereka penuh harap.
“Molla”
“Yah…”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Tiffany POV~
Daritadi siwon oppa terus diam. Kenapa sih dia. Aku memegang tangannya
“Oppa… mau jalan?”
“Tidak tiff”
Dia melepaskan tanganku kenapa sih dia

~Seohyun POV~
Akhirnya hari ini aku memutuskan ke cafe siwon oppa dan meminta penjelasan.
“Seo kurasa sebaiknya kita selesaikan baik-baik..”
“Oppa, aku tidak akan marah. Aku hanya ingin bertanya langsung pada siwon oppa”
“Seo..”
Akupun masuk ke cafenya dan ada sebuah pandangan yang menyakitkan mataku. Bukan. pemandangan yang sangat menyakitkan mataku

~Kyuhyun POV~
Kulihat yeoja itu merangkul tangan nampyeonnya soo noona dan dilepaskan. Ternyata yang kulihat itu benar
“Dia yeojanya kyu?”
“Ne.”
“Baiklah”
“SEO!”

~Seohyun POV~
Apa-apaan yeoja itu menggoda siwon oppa. Aku mengambil segelas air dan menyiramnya ke muka yeoja itu
“Apa yang kau lakukan!”
“Dasar yeoja centil! Banyak namja di luar sana! Kenapa targetmu harus siwon oppa!”
“Apa maksudmu?”
“Apa kau tidak tahu dia sudah menikah?”

~Tiffany POV~
Aku tersentak mendengarnya. Siwon. sudah. menikah?
“Ne?”
“Dia sudah menikah! Kenapa kau mau merebut suami orang!”
“Seo..”
Jadi dia istrinya siwon oppa
“Terus kenapa? Memangnya salah mencintai?” ujarku
“Beraninya kau bilang begitu!”
Kulihat dia akan menamparku dan tiba-tiba seseorang menahan tangannya
“Cukup Seo!”
“Eonni?”
Aku kaget melihatnya. Dia… adiknya choi sooyoung?

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Eonni?”
Habislah sudah aku. Semua sandiwara ini akan ketahuan dan… kurasa setelah ini aku akan bercerai secepatnya dengan siwon. Aku tahu siwon mencintai tiffany dan aku tidak mungkin merusak kebahagiaan mereka
“Eonni! Bagaimana bisa kau membiarkan tiffany mendekati nampyeonmu!”
Aku terdiam dan kulihat para karyawan kaget begitu pula tiffany
“Jelaskan padaku! Apa yang tidak kuketahui!” ujar tiffany
“Aku..”
“Dia adalah istriku” ujar siwon
Kulihat tiffany sangat kaget mendengarnya dan begitu pula para karyawan
“Mwo? Jadi dia istrimu? Choi Sooyoung istrimu?”
“Ne. Dan selamanya dia adalah istriku.”
Aku tersentak mendengarnya. Apa yang dia katakan
“Aku tidak mengerti maksudmu oppa”
“Kau akan mengerti setelah ini”
Dia menciumku lembut dan aku kaget melihatnya. Apa yang dia lakukan…
“Mianhae” ujarnya
“Si..”
“Baiklah aku akan menjelaskan pada kalian semua. Kami adalah suami istri. Kami menikah karena dijodohkan orang tua. Kami membuat perjanjian tidak saling mengusik urusan satu sama lain termasuk tidak mengakui di depan kalian semua kami sudah menikah. 7 bulan kami bersama dan aku baru sadar kalau aku.. sudah mencintainya”
Aku menangis mendengarnya. Tuhan.. apa ini mimpi?
“Mianhae karena aku membuatmu banyak susah. Saranghae choi sooyoung.”
“Oppa, kau pasti bercanda” ujar tiff
“Aku tidak bercanda. Mianhae tiff. Aku mencintainya. Aku menyayangimu sebagai dongsaeng. Dan aku mencintainya sebagai seorang yeoja”
“Kau akan menyesal oppa telah menolakku”
“Aku tidak akan pernah menyesal sayangnya”
Kulihat dia pergi dan para karyawan bersorak “Na do saranghae! Na do saranghae!”
Aku tertawa mendengarnya dan meneteskan air mata bahagia
“Na do saranghae oppa”
Dia menghapus air mataku dan memelukku. Dia menatapku
“Gomawo”
“Ne”
Tiba-tiba eunhyuk mendorongnya dari belakang dan dia menciumku
“KYAAAAAAAA!!!!!!!”
“YA! LEE HYUK JAE! APA YANG KAU LAKUKAN!”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
“Chukkhae sajangnim! Soo!”
“Gomawo!!”
“Kalian harus merayakan pesta pernikahan ulang di depan kami!” ujar hyoyeon
“MWO?”
“Kami sudah menyiapkannya!”
Mereka menarik soo ke sebuah ruangan dan menarikku ke ruangan lain. Apa rencana mereka

~Hyoyeon POV~


Aku menandadani soo dan kulihat dia sangat cantik
“Neomu yeppo!”
“Gomawo hyo~”
“Eonni kau cantik sekali”
“Gomawo seo~”
“Ayo keluar, pengantin prianya sudah menunggu!”

~Sooyoung POV~
Aku keluar dan kulihat cafe ini sedikit berubah. Ada bunga dan kue pengantin. Kapan mereka menyiapkan ini semua? Siwon menggandeng tanganku ke depan dan para tim dapur berteriak-teriak heboh. Ternyata ini rasanya pernikahan dengan cinta. Kulihat sungmin di depan dan berkata
“Apa kalian berjanji akan mencintai satu sama lain selamanya dalam keadaan apapun?”
“Ne, kami berjanji”
“Kami semua merestui kalian!”
Semuanya meniup terompet dan tertawa. Belum pernah aku merasa sebahagia ini
“Dan saat paling berbahagia wedding kiss!!”
Dia menggendongku dan menciumku. Aku memukul-mukulnya dia tetap menekan tengkukku. Tim dapur semuanya bersorak
“Apa yang kau lakukan!” ujarku
“Waeyo? Saat pertama kali menikah kan kita tidak melakukan wedding kiss”
“Kau ketularan eunhyuk!”
“Jinjja?”
Kami akhirnya makan-makan bersama dan melempar bunga. Yang mendapatkannya adalah seohyun.
“Cepat menikah kalian berdua!” ujarku
“MWO?”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Aku dan soo pulang ke rumah dan merebahkan diri di sofa
“Kau tahu, aku tidak pernah membayangkan pesta pernikahan seperti tadi” ujarnya
“Na do. Tapi ada yang tidak pernah kubayangkan”
“Apa?”
“Akhirnya, kita saling jatuh cinta”
“Ne aku juga tidak pernah membayangkannya”
“Saranghae”
“Na do saranghae. Tapi bagaimana bisa kau jadi mencintaiku?”
“Kau tahu, aku baru sadar kalau perkataanmu itu tidak naif karena aku sendiri merasakannya. Cinta… itu tidak beralasan”
Kulihat dia tersenyum
“Kau sendiri bagaimana bisa menyukai orang yang katamu ahjeossi jelek, menyebalkan, dan..”
“Karena aku bohong soal itu. Untuk menutupi perasaanku jadi aku bilang begitu”
Aku terkekeh mendengarnya
“Jangan menertawakannya!”
“Kurasa kita harus mengakhirinya”
“Mengakhiri apa?”
“Kebohongan kita dan menjalani pernikahan yang sesungguhnya. Deal?”
“Deal”
Aku tersenyum padanya dan menggendongnya
“Kyaaa!!!! Apa yang kau lakukan”
“Kan kau sendiri yang bilang kalau aku ketularan eunhyuk”
“Ooh la la! Aku salah bicara! Turunkan aku oppa!”
“Panggil aku yeobo”
“Turunkan aku yeobo!!”
“Baiklah, aku akan menurunkanmu nanti”
“Kyaa!! Turunkan aku sekarang!”
“Masa kau mau kuturunkan di tangga setelah itu kau akan menggelinding jatuh ke bawah. arraseo?”
“Lebih baik begitu daripada kau menggendongku!”
“Waeyo? akukan pangeran tampan yang selama ini kau idam-idamkan.”
“Darimana kau tahu soal itu?”
“Dari buku diarymu”
“KYAAAAA!!!!!! Kau membacanya!”
“Tidak aku hanya melihatnya. Di sana ada tulisan  Suatu hari hiduplah seorang putri yang memiliki hati dan nama yang indah. Namanya choi sooyoung. Suatu hari dia berjalan di ballroom dan bertemu seorang pangeran. Dia pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Pangeran itu sangat tampan, semua orang menyelamati mereka. Ooh La La, sepertinya aku masih sangat muda. Tapi aku percaya pada satu-satunya pangeranku itu. Ooh La La! Aku ingin menjadi putrinya. Putri yang baik untuknya.Ooh La La! Perasaan apa ini”
“KYAAAA!!!!!! Kau menghafalnya?!”
“Sepertinya begitu. Oh ya ada yang harus ditambahkan nama pangerannya Choi Siwon”
Aku menurunkannya di kamar
“Dan mereka bertemu sambil berlutut depan appa mereka”

~Sooyoung POV~
“Aku sangat malu mengingat semua kenangan itu” ujarku
“Kau ingat dulu kita pura-pura menikah, berpura-pura mesra depan orang tua kita, sembunyi-sembunyi, dan sekarang semuanya selesai.”
“Ne, kau benar”
“Saranghaeyo yeobo”
“Nado yeobo”
“Sekarang tidak ada penekanan kata yeobo ya?”
“Tidak ada hahaha”
Dia memelukku dan tiba-tiba dia memegang resleting dressku
“KYA!!!!!! Apa yang kau lakukan!”
“Waeyo? Pertama kan kita sudah sepakat membatalkan pura-puranya. Kedua, kita saling mencintai sekarang. Ketiga, katamu aku ketularan Lee Hyuk Jae”
“Ooh La la! Aku salah bicara!!!”
Akupun berlari dan jadi main kejar-kejaran lagi dengannya
“Aku pasti akan menangkapmu yeobo!”
“Buktikan saja choi siwon bo. Maksudku siwon babo”
“YA! Harusnya siwon yeobo”
“Aniya! Tidak mau”
“MWO?”

The End
Akhirnya FF ini selesai juga ^^ RCL!
Don’t be siders

22 thoughts on “[End] Ooh La La! (part 9)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s