Ooh La La! (part 5)

Title              : Ooh La La!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Kim Hyoyeon
  • Cho Kyuhyun
  • Victoria Song
  • Lee Hyuk Jae

Type                      : Series

Genre                    : Romance, Friendship

Rating                   : PG-17

Author balik dengan lanjutan ff ini ^^
Mungkin beberapa ada yang udah lupa saking lamanya ni ff
Mian kelamaan ^^
RCL ya!!
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

Jangan lupa vote ending FF Confusion! Klik sini buat liat Teaser sama Vote

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Youngie, kapan kau dan siwon akan memberi kami cucu?” tanya jonmo padaku
“Uhuk..”
“Gwaenchanhayo yeobo?” apa-apaan dia memanggilku yeobo. Aish.. benar-benar menggelikan. Gara-gara sandiwara ini aku terpaksa menerimanya begitu saja
“Nae gwaenchanhayo”
“Eomma,kami kan masih sangat muda. Kami juga baru menikah. kami belum siap jadi orang tua.”
“Ne eomma.” ujarku. Namja ini memang benar-benar pintar berkata-kata
“Aigo… tapi eomma sangat ingin menggendongnya.”
“Eomma, kami pasti akan memberi kalian cucu saat kami sudah benar-benar siap menjadi orang tua.”
“MWO?”

~Siwon POV~
“MWO?”
Aish, dasar yeoja babo bagaimana dia tidak sadar ini sandiwara. Akupun mencari alasan lain
“Lihat eomma, mendengarnya saja dia kaget haha. Makanya tolong beri kami waktu.”
“Ne. Terserah kalian saja. Tapi jangan lama-lama, arra?”
Aku hanya mengangguk saja.

~Seohyun POV~
Eonni memang tidak pintar berbohong. Aish jinjja.. untung eomma siwon oppa tidak curiga

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Akupun akhirnya sampai di mobil dan terbebas dari pertanyaan aneh mereka. Kulihat namja di sebelahku dengan tampang kesal. Tiba-tiba dia menyentil jidatku
“YA! Apa yang kau lakukan!”
“Kau benar-benar babo ya. Bisa-bisanya berkata MWO di depan eomma”
“Mianhae! Tapi itukan karena bohongmu kelewatan!”
“Kau pikir aku juga mau berbohong begitu!”
“Aish, sudahlah aku malas berdebat denganmu. Kajja kita pulang, aku capek”

~Siwon POV~
Selama perjalanan kami hanya diam. Kamipun sampai di rumah dan aku melihat yeoja di sampingku tidur. Sepertinya dia benar-benar lelah.
“Sooyoungssi irreona..”
Kulihat dia hanya diam. Akupun menggoyangkan tangannya
“Sooyoungssi?”
Kulihat dia sudah tertidur pulas. Kalau dilihat dari dekat… dia cantik juga…
AISH! Choi Siwon apa yang kau pikirkan! Ingat Tiffany! Mau tidak mau aku menggendong yeoja ini ke dalam. Aku menggendongnya perlahan agar dia tidak terbangun. Dia terlihat sangat manis kalau sedang tidur. Aish choi siwon! sadarlah!

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Aku di kamar? Yang kuingat terakhir kali aku tidur di mobil. Kulihat ke arah cermin, aku masih memakai dress kemarin. Kapan aku turun dari mobil ya? Aish, mungkin aku sangat ngantuk kemarin. Aku pergi ke meja makan dan kulihat sebuah kertas di sana

‘Aku ada urusan jadi aku pergi duluan. Makanlah, tidak ada racunnya ^^ Aku jamin’

Aku tersenyum membacanya.

Jadi dia membuatkanku makanan? Akupun membuka tudungnya. MWO? YA! Aish.. namja itu benar-benar. Ini mah sama saja aku memasak sendiri. Di dalamnya ternyata ada sebungkus ramen. Kulihat notes di sana

‘Tidak mungkin ada racunnya, tersegel ^^’
Aish.. Iseng sekali orang ini

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Siwon POV~
Aku sedang di lokasi syuting tiffany. Dia memintaku menemaninya. Aku sangat bosan di sini. Tiba-tiba aku tertawa mengingat sebuah hal. Pasti yeoja itu sedang kesal memasak ramen itu.
“Kenapa kau tertawa oppa?”
“Aniya.. Kau sudah selesai syuting?”
“Ne oppa. Mau pergi makan?”
“Ne, kajja”

~Hyoyeon POV~
Kulihat soo datang dan mengabsen dengan muka kesal
“Waeyo?”
“Pagi-pagi aku sudah dikerjai namja itu”
“Apa lagi yang dia lakukan?”
“Kau tahu, dia meninggalkan notes ‘Makanlah’ kukira dia membuatkan makanan untukku, ternyata di dalamnya sebungkus ramen. Dia mau menyuruhku makan mie kering?”
Aku tertawa mendengarnya.
“Jadi hanya karena itu kau kesal? Hahaha. Kau tahu, lama-lama kau bisa mencintainya sooyoungie!”
“Aish, itu tidak akan pernah terjadi, kalaupun terjadi hanya akan terjadi di mimpimu saja. Annyeong aku mau ke dapur”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Tiffany POV~
“Oppa ini enak kau mau mencicipinya?”
“Ne!”
“Aaa”
Akupun menyuapinya. Aku benar-benar serasa menjadi pasangan kekasih dengannya. Oppa.. kapan kau akan menyatakan perasaan padaku lagi? Yang kali ini aku berjanji.. aku takkan menolaknya

~Siwon POV~
Entah kenapa aku merasa tiff juga menyukaiku. Aish.. sabar siwonie, jangan tergesa-gesa menyatakan perasaanmu, nanti kau ditolak lagi

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kulihat namja itu kembali ke cafe membawa yeoja centil itu lagi. Aish. Jadi ini yang dia sebut urusan. Dating bersama yeoja itu. Apa dia tidak sadar dia sudah punya istri? MWO? YA! KENAPA AKU MENYEBUT DIRIKU ISTRINYA! Andwe! Andwe! Ingat choi sooyoung ini hanya pura-pura ya.. hanya pura-pura. Kudengar orang di sebelahku berbisik-bisik
“Lagi-lagi sajangnim pergi seenaknya dan datang sore bersama yeoja itu”
“Ne, bagaimana bisa dia menyuruh kita bekerja ekstra kalau dia sendiri bisa keluar masuk sembarangan begitu”
“Ne kau benar. Bonus saja tidak ditambah tapi dia berlaku begitu”
“Apa kau tahu? Hyoyeon bahkan kewalahan tadi menelpon produsen coklat.”
“Jinjja?”
“Ne”
Sepertinya aku harus bicara dengan siwon. Bisa gawat kalau dia begini terus

~Siwon POV~
Tiff pulang dan aku kembali ke ruang direktur. Tiba-tiba kulihat seseorang yang sangat kukenali masuk
“Waeyo?”
“Jadi itu yang kau sebut ‘urusan’ sajangnim?”
“Bukan urusanmu”
“Jelas urusanku. Kau itu direktur di sini. Bagaimana bisa kau keluar masuk seenaknya dan menyuruh Hyoyeon mengatur segala-galanya. Apa itu pedoman yang kau berikan pada bawahanmu?”
“YA! Apa maksudmu?”
“Apa kau tidak pernah berfikir? Bos nya saja bisa keluar masuk dengan bebas. Kenapa pegawainya tidak boleh. Aku berbicara di sini mewakili chef mu lainnya. Mereka semua membicarakanmu di dapur. Kau seorang atasan, tapi kau tidak memberi contoh yang baik”
“Mwo?”
“Pikirkan hal ini. Pertama, karyawan di sini memang tidak tahu kita menikah tapi bagaimana kalau eomma atau appamu ke sini? Kedua, bagaimana kalau bumonimku atau bumonimmu mendengar pembicaraan karyawan? Ketiga, kalau kau benar-benar merasa pantas menjadi direktur di sini dan ingin mempertahankan martabatmu sebaiknya kau mengoreksi dirimu. Annyeong”
Akupun berpikir. Sepertinya dia ada benarnya juga…..

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Tiffany POV~
Hari ini aku ada syuting, akupun menghubungi siwon
“Yeobseoyo?”
“Oppa, apa kau bisa menemaniku ke..”
“Mianhae Tiff. Aku tidak bisa. Aku harus mengurusi cafeku”
“Bukankah ada sekretarismu?”
“Ne, tapi aku juga harus tetap di sini. Mianhae tiff”
“Ne, gwaenchanhayo.Tapi apa kau bisa menjemputku di salon jam 6?”
“Ne, aku akan menjemputmu. Annyeong”
Tak apalah, yang penting hari ini aku bisa bertemu siwon oppa

~Sooyoung POV~
Kulihat dia masuk pagi. Akupun terbengong melihatnya bersama karyawan lainnya
“Ajaib, hari ini dia tidak pergi bersama yeoja itu”
“Ne. Sepertinya kita salah menduganya”

Aku tersenyum mendengarnya. Syukurlah, namanya tidak buruk lagi di mata karyawan

~Siwon POV~
“Sajangnim, stok daging habis”
“Ne”
Akupun menelpon produsennya. Tak lama kemudian Hyoyeon masuk
“Sajangnim, stok almond habis”
“Ne”
Aku menelpon produsennya. Jadi ini kesibukan di cafe. Aku pun melihat ke arah dapur dan sangat sibuk di sana.
“Hwaiting semuanya!”
“Gomawo Sajangnim”
Pantas saja mereka protes. Soo benar, aku enak-enakan di luar sedangkan semuanya bekerja keras di sini. Kulihat dia sedang mendekor cheesecake dengan indahnya. Melihatnya bekerja keras begitu dia terlihat berbeda..
“Sooyoungssi, tolong bungkuskan satu saat pulang nanti”
“Ne sajangnim”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Tiffany POV~
“Annyeong fany~”
“Wuah, annyeong oppa!!”
“Taraa! Aku membawa cheesecake untukmu”
“Wuah!! Gomawo!!”
“Ayo kita cicipi”
Akupun mencicipinya. Omo! Ini bahkan lebih enak daripada The Cheese
“Ini buatan sooyoung, pastry chef yang kemarin datang ke ruanganku”
Seketika aku kesal mendengar namanya. Jadi ini buatan yeoja menyebalkan itu. Sepertinya dia spesial sekali di mata siwon
“Enakan buatanku”

~Siwon POV~
“Enakan buatanku”
Aku melihat ekspresinya seperti tidak senang. Akupun terpaksa bohong. Ya.. inikan white lie, tidak salah
“Ne, jelas enakan buatanmu tiff!”
“Gomawo oppa”
“Ne”

~Kyuhyun POV~
Aku terpaku melihat 2 orang yang mengobrol itu
“Kau lihat apa lagi kyu?”
“Noona, kau lihat itu benar-benar kakak iparnya seohyun!”

“Aish, kau pasti salah lihat”
“Aniya noona!”
“Benar atau tidak kau tidak boleh mengikutcampuri urusan rumah tangga orang lain. Arra?”
“Ne noona”
Noona benar, mungkin aku salah lihat lagi. Masa 2 kali? Aish, sudahlah vict noona benar, ini bukan urusanku

~Victoria POV~
Mendengar nama seohyun sudah membuat kupingku sakit. Aku malas mendengarnya lagi.

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Kenapa namja ini belum pulang-pulang sih. Aish.. dia tidak membawa kunci lagi. Kalau dia bawa kan setidaknya aku bisa tidur. Karena dia tidak membawanya mau tidak mau harus kutunggu. Akukan juga berperasaan, mana mungkin dia tidur di luar. Ini musim gugur, udaranya cukup dingin di luar. Kudengar bel pintu berbunyi. Akhirnya dia pulang juga

~Siwon POV~
Setelah mengantar tiff, aku pulang dan kulihat yeoja itu membuka pintu dengan tampang kesal
“Kenapa mukamu begitu!”
“YA! Kau ini tidak tahu diri sekali sih! Sudah bagus kutunggu!”
“Kau menungguku?”
“Kau kan tidak membawa kunci. Kalau tidak kutunggu bagaimana caramu masuk.”
“aigo! Aku lupa. Mianhae”
“Ne. Aku tidur dulu ya. Annyeong”
“Ne, annyeong. Gomawo”
“Ne.”
“Mianhae”
“Ne”
“Jalja..”
Kulihat dia sudah menutup pintu kamarnya
“yo”

———————————————————Ooh La La!———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku terbangun dan kubuka pintu kamarku. Tiba-tiba kulihat namja di depanku juga membuka pintu
“Kau baru bangun?”tanyanya
“Ne”
“Ayo kita makan”
Kamipun turun ke bawah dan membuka kulkas isinya kosong semua
“Baiklah, kita makan ramen hari ini”
“Ne”
Kami memasak ramen masing-masing dan membawanya ke meja makan, saat akan memakannya tiba-tiba ada bel pintu
“Jangan-jangan.. eomma” ujarku
“Ayo kita lihat”
Kamipun mengintip dari jendela dan betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang datang….Eottokhe?!!!

~Tiffany POV~
Hari ini aku berniat datang pagi ke rumah siwon. Jadi kami bisa berangkat bersama setidaknya aku menemuinya sebentar. Akupun berniat membuat kejutan. Aku tidak memberitahu kedatanganku. Setibanya di rumahnya aku memencet bel

~Siwon POV~
Eottokhe? Kenapa tiffany yang datang
“Aigo… bagaimana ini?”
“Baiklah, kau sembunyi di kamarmu cepat”
“Ne”
Dia berlari ke atas dan aku membukakan pintu untuk tiff
“Wuah! Annyeong tiff”
“Annyeong oppa! Kenapa lama sekali membukanya?”
“Aku tadi masak ramen”
“Ooh..”
Dia pun masuk ke ruang makan
“Kau memasak 2 ramen?”
“Ne.. aku tidak tahu kenapa memasak 2, mungkin ada feeling kau akan datang haha. Mau makan bersama?”
“Ne”

~Sooyoung POV~
Aish, sudah jam 7, mau tidak mau aku mandi. Akupun mandi dan bersiap kerja. Kuintip dari atas, mereka sedang makan berdua. MWO! Dia memakan ramenku! Aish, yeoja menyebalkan. Aku menunggu dia pulang. Lama sekali yeoja ini. Sudah jam 7.30. Aigo.. aku akan telat… Akupun menelpon rumah dengan handphoneku

~Siwon POV~
Kudengar telepon berbunyi aku mengangkatnya
“Yeobseoyo?”
“Kapan yeojamu pulang babo!”
“YA! Apa katamu!”
“Aish.. jangan keras-keras lihat dia memperhatikanmu”
“Ne Ne”
“Aku harus ke cafe! Kau juga kan! Ingat kau belum mandi! Cepat suruh dia pulang”
“Tidak bisa begitu dong”
“Aish! Kau pintar mencari alasan pada bumonimmu pada dia saja tidak bisa.”
“Ne Ne. Annyeong”

Akupun melihat tiff
“Nugu?”

“Ada yang harus kuurus di cafe”
“Ooh ne.. Aku akan menunggumu, sekalian aku ingin makan cake di cafemu”
“Ne, sebentar ya aku bersiap dulu”
“Ne”
Akupun pergi ke atas, ke kamarku dan bersiap ke cafe. Akupun memilih baju di lemariku. Tiba-tiba aku mendengar teriakan yeoja
“KYA!!!!!!!!!!!!!! Apa kau..”
Akupun mengunci pintu kamar dan menutup mulutnya. Kudengar ketukan pintu dari luar

~Sooyoung POV~
Aish.. lama sekali namja ini. Akupun tidak sabar. Aku keluar dari kamarku dan kulihat di bawah hanya ada tiffany. Berarti siwon di kamarnya. Lama sekali dia. Sudah jam 7.45 aku akan telat. Akupun masuk ke kamarnya. OMO! Kenapa dia cuma memakai baju handuk begitu. Akupun refleks menutup mataku dan berteriak
“KYA!!!!!!!!!! Apa kau..”
Tiba-tiba dia menarik, menutup mulutku dan mengunci pintu. Kenapa aku merasa berdebar begini. Tiba-tiba kudengar ketukan dari luar
“Gwaenchanhayo oppa?” itu tiffany. Aish, yeoja ini
“Ne, tiff. Tadi itu.. ring toneku, ya ring tone” dia memang pintar berkata-kata dan berbohong
“Ganti ring tone mu oppa, kukira ada yeoja di kamarmu hahaha” Kau benar fany ah
“Tidak mungkin fany ah.”
“Baiklah aku tunggu di bawah”
Saat kudengar langkah kaki menjauh dia melepaskan tangannya
“Babo! Bisa-bisanya kau berteriak!”
Akupun tetap menutup mataku. Bisa-bisanya namja ini memelukku dalam keadaan begini. Aigo… choi sooyoung kuatkan hatimu

~Siwon POV~
“Lagian kau sendiri babo! Keluar dengan baju handuk begitu! Cepat pakai bajumu!”
Kulihat dia masih saja menutup matanya dengan tangannya dan mukanya mulai merah. Akupun berniat mengerjainya
“Kau mengatai nampyeonmu babo?”
Aku mendekatinya dan dia menendang perutku
“Aku jijik mendengar kata itu. Sudah aku mau ke kamarku. Annyeong”


Lucu juga yeoja ini. Hahhaa

————-TBC————-
RCL ^^

13 thoughts on “Ooh La La! (part 5)

  1. Annyeong..
    Hmm chingu. Mianhae sebelumnya ne.. Yuni rasa POV Vict itu gapenting sekali. Hanya sepotong2 begitu. Kyuhyun juga. Kesannya itu merusak feel ff yg ada gitu chingu=o=”
    Semoga next part/next ff yg akan dibuat nanti jauh lebih baik^^ Hwaiting~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s