After Story – Revenge

Title              : Revenge

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Kim Hyoyeon

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance

Rating                   : PG-17

~Siwon POV~
Aku terbangun melihat sosok yeoja yang paling kucintai masih tertidur pulas. Dia benar-benar seperti malaikat dan sekarang yeoja ini sudah menjadi anaeku tepatnya sudah 6 bulan usia pernikahan kami. Kulihat dia membuka matanya perlahan dan tersenyum
“Annyeong~” sapaku
“Annyeong yeobo.”
“Appa!!!!!!!!!!! Eomma!!!!”
Kulihat kyungsan masuk ke kamarku
“Waeyo kyungsanie?”
“Besok ada acara orang tua di sekolah”
“Lalu?”
“Bagaimana hari ini kita piknik?”
“Nanti kau kecapean kyungsanie.” ujarku
“Tapi aku bosan..”
“Bagaimana kita pikniknya di taman?” usul soo
“Ah! Benar!”
“Baiklah! Kajja!!”
“Tapi appa dan eomma belum mandi, kau juga”
“Tidak usah mandi! Ayo!!”
Dia menarik kami secara paksa. Lucu sekali melihatnya. Kamipun memasang tenda di taman rumah dan kulihat kyungsan sangat senang. Dia benar-benar mirip denganku saat masih kecil. Kami menggelar tikar dan makan roti selai di sana.
“Kau mau selai apa kyungsan?”
“Selai coklat saja eomma!”
“Kau mau selai apa yeobo?”
“Sama seperti kyungsan!”
Kulihat dia tersenyum dan kami makan roti selai bertiga.
“Ayo kita foto!” ujar kyungsan
“Dengan piyama?”
“Ini ceritanya pajama party eomma”
Kamipun berfoto dan melihat beberapa hasil foto kami.
“Eomma cantik ya appa!”
“Ne kyungsanie”
“Kalau sudah besar nanti aku mau memiliki yeobo seperti eomma”
“Yeobo itu artinya sayang kyungsan. Kau menyebutnya anae”
“Berarti aku mau anaeku seperti eomma!”
Aku tertawa melihatnya dia sangat menyayangi eommanya. Kami pun menghabiskan satu hari dengan bersenang-senang. Bermain dan bercanda. Malam pun tiba dan kyungsan tertidur. Aku menggendongnya ke kamarnya dan soo mencium keningnya
“Jaljayo kyungsanie..”
Aku mengusap kepalanya. Kyungsanie, appa akan menebus semua kesalahan appa padamu. Appa sangat menyayangimu

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Eomma! Appa! Ayo bangun nanti terlambat!!”
Kurasakan selimutku ditarik oleh kyungsan. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Aku melihat ke arah jam. Astaga masih jam 5 dia sudah membangunkanku. Aigo.. kyungsanie..
“Inikan masih jam 5 kyungsanie. Kau tidak akan terlambat…” ujar siwon
“Ne kyungsanie, eomma masih ngantuk”
“Kan ada acara orang tua jam 7 eomma appa!!”
“Itukan masih lama sekali kyungsanie.. Ke sekolahmu 15 menit juga sampai”
“Baiklah aku akan pergi sendiri!”
“Ne, ne, eomma bangun. Arraseo?”
“Ne, appa juga bangun.”
“Appa buatkan aku omelet”
“Mwo? Appa tidak bisa memasak kyungsanie. Kenapa tidak eomma saja?”
“Eomma sudah sering memasak, aku maunya appa!”
Kulihat siwon ditarik bajunya oleh kyungsan. Aku belum pernah melihat kyungsan semanja itu.
“Baiklah, kajja”
Aku tertawa melihatnya. Kyungsan benar-benar pintar terutama dalam hal mengerjai appanya. Akupun turun ke bawah dan kulihat siwon bingung di depan kulkas. Akupun membantunya memasak omelet untuk kami bertiga. Kulihat kyungsan tertidur di meja makan
“Aigo.. anak itu membangunkan kita jam 5 dia sendiri tidur. Hahaha.”
“Ne, keisenganmu menurun padanya yeobo,”ujarku
“Tapi itu yang membuatmu menyayanginya, karena dia mirip denganku.Hahaha”
Aku menggelengkan kepala. Anak dan appanya sama saja. Omeletnya pun jadi dan kyungsan bangun.
“Aigo.. bagaimana bisa kau bangun saat omeletnya matang?” tanya siwon
Kulihat kyungsan tertawa melihat siwon mengeluarkan aegyonya dan memakan omeletnya.
“Enak?” tanya siwon
“Mashita!”
Kami pun sarapan bertiga dan setelah itu kami bersiap ke sekolah kyungsan.

~Siwon POV~
Kami bertiga menuju sekolah kyungsan dan kyungsan menggandeng tangan kami berdua. Aku dan soo tersenyum melihatnya. Dia benar-benar bahagia. Kudengar beberapa orang tua murid berbisik
“Aigo.. pasangan itu serasi sekali.”
“Ne, appanya tampan eommanya cantik. Pantas saja anaknya tampan!”
Kamipun memasuki aula
“Appa eomma aku pasti akan mendapat piala lagi!”
“Ne, appa yakin. Melihat caramu belajar begitu pasti kau akan menang lagi”

Flashback
Aku menjemput kyungsan di sekolah. Hari ini dia pulang pagi karena ujian.
“Annyeong appa!!”
“Annyeong. Bagaimana ujiannya?”
“Bisa. Besok ujian geografi”
“Wuah! Itu pelajaran kesukaan appa!”
“Jinjja?”
“Ne!”
“Kalau begitu ayo kita belajar keliling Seoul sambil appa jelaskan geografinya!”
“Kajja!”
Kamipun berkeliling Seoul dan pergi ke Sungai Han.
“Sungai Han ini terbentuk akibat pertemuan Sungai Namhan dan Sungai Bukhan.”
“Panjangnya berapa appa?”
“514 km”
“Kedalamannya kira-kira berapa appa?”
“Molla.”
“Bagaimana kalau keluar di soal?”
“Sepertinya tidak mungkin…”
“Appa bisa berenang kan?”
“Ne, waeyo?”
Tiba-tiba kyungsan mendorongku ke sana dan aku berenang ke atas. Bajuku basah semua dan kyungsan tertawa
“Kenapa kau mendorong appa?”
“Aku ingin memastikan kedalamannya”
“Aigo.. kyungsanie…”

“Dan pada akhirnya itu tidak ditanya di soal”
“Ya, appa tahu itu tidak mungkin ditanya di soal”
“Hahahhaa, seharusnya aku melihatnya”
“Yeobo, jangan tertawa lagi aku malu mengingatnya”
Kulihat seorang sonsaengnim maju ke depan podium
“Sepertinya akan dimulai, duduk kyungsanie,” ujarku
“Ne appa”
Beberapa acara sudah berlangsung. Hingga pengumuman juara
“Peringkat terbaik tahun ini kembali jatuh pada Choi Kyungsan!!”
“Wuah!! Chukkhae!!”
Aku memeluknya dan youngie. Kyungsan maju ke depan dan menerima piala. Dia benar-benar hebat
“Kalau yang itu, menurun darimu yeobo.” ujarku

~Sooyoung POV~
Acara orang tua selesai dan kamu bertiga pergi ke mobil. Entah kenapa aku sangat lelah hari ini
“Gwaenchanhayo yeobo?”
“Nae gwaenchanhayo aku hanya sedikit kelelahan. Oh ya kyungsan kau mau pergi kemana?”
“Ayo kita ke rumah minho samchon dan yuri imo!!”
“Kajja!”
Kamipun pergi ke sana dan kulihat perut yuri sudah membesar. Dia sudah mengandung 5 bulan.
“Wuah! Annyeong!!!” sapanya
“Kyaa!! bogoshipo eonni!!!”
“Nado!!”
“Yuri imo!!”
“Wuah annyeong kyungsan! Bogoshipo!!”
“Na do!!”
“Wuah annyeong!!” sapa minho oppa dan yoogeun
“Annyeong!”
“Imo bogoshipo!!”
“Na do yoogeun!!”
“Oh ya bagaimana kita pesta buah?” ujar yuri
“Ne! Ayo!”
“Kalau begitu kami berempat main basket ya!”
“Ne, annyeong!”
Siwon, minho,kyungsan dan yoogeun main basket di taman. Kamipun pergi ke supermarket dan membelil buah-buahan. Aku mengambil strawberry, jeruk, dan kiwi. Yuri mengambil leci, melon, dan semangka. Kamipun makan buah bersama di rumah yuri.
“Youngie kau mengambil buah asam semua?”
“Ani. Ini semua manis,” kataku sambil melanjutkan makan strawberrynya
“Youngie aku minta strawberrynya ya~”
“Ne, ambil saja yul”
“Astaga youngie! Ini asam sekali!”
“Jinjja? Menurutku biasa saja.”
“Youngie…jangan-jangan kau..”
“Apa?”
“Jangan-jangan kau..”
“Apa?”
Yuri pun menyeretku ke kamarnya.
“Untuk apa kita ke sini?”
“Untuk memastikan sesuatu”

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
Aku masuk ke dalam rumah bersama Minho, Kyungsan dan yoogeun.
“Loh kemana yuri dan sooyoung?” tanya minho
“Kya!!!!CHUKKHAE!!!!!”
Kami mendengar teriakan dari kamar yuri dan segera ke sana. Kulihat yuri memeluk soo sangat erat
“Lepaskan yul sesaaaak!!!”
“Aigo!!! Siwon dan kyungsan harus tahu ini!!”
“Tahu apa imo?”
“Aigo!! Kau sudah datang. Sebentar lagi kau akan punya dongsaeng kyungsan ah!!”
“Jinjja? Wuaaaa chukkhae eomma!!”
“Jinjja?”
Kulihat soo mengangguk, akupun memeluknya dan kyungsan
“Saranghae yeobo!!!”
Aku menggendong dan memutarnya
“Kya!!!!!!Turunkan aku yeobo!!”

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
4 bulan berlalu cepat. Yuri sudah melahirkan anak keduanya bernama Choi Yun Ho. Kandungankupun sudah 5 bulan. Sekarang hari Minggu, aku sedang bermain piano.
“Kau harus makan yeobo.”
“Nanti dulu yeobo. Aku belum lapar”
“Tapi dia lapar yeobo”
“Dia tidak lapar tenang saja.”
“Aigo.. kau harus makan arraseo?”
“Kalau begitu suapi aku yeobo~”
“Baiklah.. aaa”
Akupun disuapi oleh siwon. Aku sangat senang. Entah kenapa saat mengandung bayiku yang ini aku menjadi manja dengannya. Padahal aku tidak manja sama sekali saat mengandung kyungsan. Kulihat kyungsan keluar dari kamarnya dan menggelengkan kepalanya
“Waeyo?” tanyaku
“Apa eomma seperti ini juga saat mengandungku?”
Aku terdiam

Flashback
“Youngie, kau harus makan, kasihan bayimu”
“ANDWE APPA!”
“Youngie…appa kan sudah bilang kalau kau mau membenci appanya terserah padamu, tapi jangan membenci anaknya dia juga anakmu. “
“Aku sudah tidak mau hidup lagi appa…”
Aku menangis sejadi-jadinya di kamarku. Kulihat appa keluar. Tiba-tiba seorang anak kecil masuk ke kamarku. Dia adalah yoogeun, anak oppaku
“Annyeong imo~”
“Annyeong yoogeun ah”
Kulihat dia menyodorkan sepiring cheesecake untukku
“Makan bersamaku ya imo”
“Kau saja yang memakannya yoogeun. Imo tidak lapar.”
Kulihat dia menangis.Akupun mulai panik
“Waeyo?”
“Karena imo tidak mau memakannya bersama yoogeun”
“Arraseo, imo akan makan bersamamu. Jangan menangis ya kumohon.. Nanti dikira appamu aku membuatmu menangis. Kumohon..”
“Benarkah? Baiklah ayo kita makan bersama.”
Akupun akhirnya makan bersama yoogeun. Kulihat dia sangat bahagia.
“Oh ya imo kata eomma aku akan memiliki chingu! Tapi masih 8 bulan lagi! Kenapa chingunya baru datang 8 bulan lagi?”
Aku tersenyum mendengarnya
“Kau sangat ingin bertemu dengannya?”
“Ne! Habis aku tidak punya teman di rumah. Eomma senang menonton drama. Aku bosan menontonnya. Appa pergi kerja. Makanya aku sangat senang kalau teman baru datang. Kata eomma dia sangat baik. Aku akan menjaganya, aku akan menyayanginya. Eomma dan appa bilang chingu barunya nanti akan bermain denganku. Harabeoji juga bilang begitu. Mereka semua sangat senang”
Aku terdiam. Aku tidak sadar. Aku sudah sangat egois dengan memperlakukannya seperti itu. Yoogeun benar, dia memang sangat baik. Dia tidak salah apa-apa. Mianhae eomma sudah membencimu. Eomma berjanji akan menjagamu.
“Apa imo senang chingu baru nanti datang?”
Aku meneteskan air mata “Ne, imo akan sangat senang.”
Akupun memeluk yoogeun. Terima kasih Tuhan, telah menyadarkanku dari anak ini. Dan aku bersumpah. Aku akan membesarkan anakku menjadi anak yang tegar. Menjadi anak yang baik. Dan menjadi seseorang yang berhasil karena dia adalah anugerah terindah dalam hidupku. Dia adalah satu-satunya alasanku hidup sekarang. Aku mengelus perutku. Aku yakin. Kami bisa melewati ini semua. Dan itu pasti

“Kenapa eomma menangis?”
“Aniya.. eomma hanya ngantuk saja kok. Hahaha. Eomma tidur dulu ya. Annyeong”
Kulihat siwon memperhatikanku dengan tatapan sendu. Sooyoung babo.. kenapa kau menunjukkan hal ini di depannya!!

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
Aku mengerti maksud tangisannya. Aku kembali mengingat saat itu. Ternyata sampai sekarang luka itu masih membekas di hatinya.
“Appa, apa aku salah bicara?”
Aku tersenyum mendengarnya. Meski masih anak-anak dia sangat dewasa. Dia mengerti perasaan eommanya
“Kyungsanie, lain kali jangan tanyakan itu pada eomma lagi ya. Arraseo?”
“Ne.Eomma menangis karenaku ya appa?”
“Aniya.. dia bukan menangis karenamu.”
“Benarkah?”
“Appa tidak berbohong. Itu bukan karenamu. Arraseo?”
“Benarkah appa?”
“Ne.”
“Tidak bohong?”
“Truth!”
Diapun kembali ke kamarnya. Akupun pergi ke kamar dan kulihat soo pura-pura tidur. Aku mendatanginya dan memeluknya. Kulihat dia membuka matanya
“Mianhae.”
“Waeyo?”
“Aku berjanji akan menggantikan saat itu. Arraseo?”
“Ne..”
“Saranghae?”
“Na do”
Aku mengusap air matanya
“Kau tahu, kyungsan mendesakku daritadi ‘Appa apa aku salah bicara? Benarkah bukan karenaku'”
“Hahaha anak itu benar-benar mirip sepertimu yeobo”
“Ne. hahaha.”

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
2 bulan berlalu cepat. Kini usia kandunganku sudah 7 bulan. Akupun hari ini berbelanja kebutuhan bayi dengan siwon dan kyungsan
“Eomma lihat!! Ini imut sekali untuk yeodongsaeng!!!”  dia memberi sebuah dress berwarna merah
“Darimana kau tahu dia namja atau yeoja kyungsanie?”
“Aku yakin dia pasti yeoja! Yuri imo saja mendukungku!”
“Yeoja atau namja bukan masalah kyungsanie.”
“Tapi aku yakin dia pasti yeoja. Cantik seperti eomma! Pasti yeoja! Pasti!”
Aku tertawa mendengarnya. Dia mirip yuri soal yang satu ini

Flashback
“Annyeong soo ah!!!”
“wuah annyeong yul!! Mana yoogeun dan yunho?”
“Mereka diurus minho hari ini. Aku datang ke sini untuk memberi strawberry ini!!”
“Wuah gomawo!!”
“Annyeong imo!!”
“Wuah!! Annyeong kyungsanie!!”
Mereka berpelukan. Akupun memakan strawberry itu
“Soo ah! Lama aku tidak bertemu denganmu kau terlihat berbeda. Kau bahkan memakai dress sekarang hahaha.”
“Ne, entah kenapa aku senang memakainya sejak hamil lalu aku senang makan strawberry”
“Dia pasti yeoja!”
“Molla”
“Aish.. aku yakin pasti yeoja! Iyakan kyungsan?”
“Ne! Pasti yeoja!”
Aku tertawa melihat mereka, seperti ibu-ibu arisan sedang menggosip
“Namja atau yeoja bukan masalah”
“Tapi aku yakin dia pasti yeoja! Pasti yeoja! Pasti!” ujar yuri
“Ne! pasti yeoja!”
“Kyaa! Lihat kyungsan mendukungku!”
Aku hanya bisa menggeleng melihat mereka berdua

“Eomma memang tidak bertanya pada euisa?”
“Eomma memintanya merahasiakannya dari eomma dan appa”
“Ah, tidak seru”
“Justru biar seru kyungsanie” ujar siwon
“Baiklah aku akan tetap mengambil ini”
Kulihat kyungsan sangat semangat mengambil barang-barang bayi. Mulai dari botol susu sampai topi. Akupun sangat bahagia. Akhirnya aku sama seperti ibu lainnya berbelanja dengan suaminya, bukan bahkan dengan anaknya!

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
“Yeobo irreona~”
Kulihat jam dinding masih menunjukkan pukul 12 malam
“Waeyo yeobo?”
“Aku mau cheesecake~”
“Besok saja yeobo, ini sudah malam kasihan bayi kita”
“Dia yang menginginkannya yeobo.irreona~”
“Tapi yeobo..”
“Baiklah, aku yang akan mencarinya!”
“Ne, ne aku akan mencarinya.”
“Yeay! Gomawo yeobo!!”
“Kau tunggu di rumah ya..”
“Aku ikut!”
“Ini sudah malam yeobo, lagipula kyungsan dengan siapa?”
“Kita bawa kyungsan!”
“Mwo?”
“Ne dia pasti senang”
Kulihat dia menuju kamar kyungsan dan ternyata kyungsan belum tidur. Akupun menyetir ke toko cheesecake langgananku dan membeli 4 potong cheesecake strawberry. Kamipun memakannya di mobil.
“Eomma ini ada-ada saja ya, malam-malam makan cheesecake”
“Ini bukan kemauan eomma kyungsan. Ini kemauan dongsaengmu”
“Untung aku sedang libur.”
Kulihat soo tertawa. Ini seperti kyungsan appanya dan dia anaknya. Lucu sekali melihat kyungsan menasehatinya.
“Eomma aaaa”
Kyungsan menyuapi soo. Aku senang melihatnya tertawa seperti ini.Youngie, kyungsan, calon bayiku, saranghae

———————————————————Revenge———————————————————–

2 bulan kemudian….

~Siwon POV~
Hari ini aku rapat bersama para karyawan. Tiba-tiba kudengar handphoneku berbunyi. Seisi ruangan memperhatikanku. Akupun ragu melihatnya sampai aku melihat penelponnya.
“Yeobseoyo youngie..”
“Appa! Cepat pulang ke rumah sakit Seoul! Aku sedang di jalan bersama yuri imo. Eomma akan melahirkan!”
“MWO?”
Kudengar ada suara soo dan yuri di sana
“Tahan soo ah!!”
“Kya!!! Siwonie appo!!”
Aku mulai panik dan bersiap
“Ne, appa akan ke sana!”
Aku menutup teleponnya
“Mianhaeyo semuanya, rapat harus ditunda, istriku akan melahirkan. Annyeonghaseyo.”
“Wuah!! Chukkhae sajangnim!”
“Ne,gomawoyo”
Akupun berlari ke parkiran dan menuju rumah sakit. Ternyata aku sampai bersamaan dengan soo. Aku menggendongnya ke dala dan menemani persalinannya.
“Kyaaa!!! Siwonie appo!!”
“Kau pasti bisa youngie! Fighting!”
“Kyaaa!!!”
“Terus youngie!!”
Akupun memegang tangannya dan dia berteriak kesakitan. Jadi ini yang dialaminya dulu sendirian. Mianhae youngie.
“Kau pasti bisa youngi!”
“Siwonie appo!!”
“Kau pasti bisa karena kau istriku yeobo!”
“Hyaaa!!”
Kudengar suara tangisan bayi membahana. Aku mencium kening soo
“Gomawo yeobo”
“Ne.”
“Chukkhae! Anak kalian yeoja yang cantik dan sehat.”
“Wua! Dia benar-benar yeoja yeobo!”
“Ne, hahaha.”
Soo dipindahkan ke kamar biasa. Kulihat Kyungsan, Yuri, Minho, dan 2 anaknya datang.
“Chukkhae eomma appa!!”
“Chukkhae!!!”
“Gomawo”
Mereka langsung mendatangi soo dan bayi kami tertidur di rangkulannya
“Wuah! Jadi dia namja atau yeoja?” tanya yuri
“Menurutmu?” tanya soo
“Pasti yeoja!” ujar kyungsan dan yuri
“Ne!”
“Wuaaaah!! Apa aku bilang! Pasti yeoja!”
Aku tertawa melihat mereka berdua. Benar-benar seperti 2 eomma yang berbahagia saat tahu tebakannya benar.
“Namanya siapa?”tanya minho
“Choi Ye Eun!” ujar kyungsan
“Kau sudah mencari namanya?” tanyaku
“Ne! Aku tadi melihat nama itu di buku nama yuri imo!”
“Baiklah. Choi Ye Eun saranghae” aku dan soo mencium pipinya.
“Yeodongsaeng saranghae!!”
Kulihat kyungsan memeluknya
“Wuah! Dia mirip eomma!” ujar kyungsan
“Jinjja?”
“Ne!” ujar yuri dan minho setuju
“Mulutnya mirip appanya!”
“Hidungnya juga”
Kamipun tertawa bersama. Tiba-tiba mataku tertuju pada koper yang dibawa kyungsan
“Itu koper siapa kyungsan?”
“Koperku dan appa”
“Untuk apa?”
“Aku akan menjaga eomma dan ye eun di sini bersama appa!”
“MWO?”

~Sooyoung POV~
Kulihat kyungsan tertidur di sofabed dan siwon duduk di sampingku.Ye Eun tidur di ranjang bayi di sampingku
“Kau tahu yeobo, ini seperti keajaiban bagiku.”
“Waeyo?”
“Kau sangat hebat. Baru pertama kali aku melihat proses persalinan. Aku merasakan kesakitanmu. Gwaenchanhayo?”
“Nae gwaenchanhayo. Kau tahu melihat ye eun saja rasa sakitku seakan hilang semua”
Dia tersenyum melihatku
“Kau sangat pantas menjadi eomma.”
“Kau juga sangat pantas menjadi appa”
“Jinjja?”
“Ne. Tidak semua orang sanggup menemani proses persalinan. Kata appa dia tidak sanggup melihat proses persalinan minho oppa. Hahaha.”
“Mianhae aku tidak menemanimu saat melahirkan kyungsan.”
“Gwaenchanhayo. Yang penting aku tahu sekarang kau mencintaiku. Itu semua sudah lebih dari cukup”
“Na do.”
“Kau tahu semuanya seperti mimpi bagiku”
“Apa?”
“Aku berhasil membalaskan dendamku padamu.”
“Itu sangat youngie”
“Hahaha aku bercanda yeobo. Kau tahu ada yang lebih indah dari itu.”
“Apa?”
“Sekarang kita punya satu malaikat kecil lagi dan hidup kita sangat bahagia. Kau tahu, ini bukanlah akhirnya tapi aku yakin akhirnya pasti happy ending seperti yang kita inginkan”
“Ne, aku juga yakin yeobo. Saranghae”
“Na do saranghae”
Dia menciumku lembut. Tiba-tiba ada suara tepuk tangan yang mengagetkan kami
“Kyaaa!! Aigo.. romantis sekali! Baru pertama kali aku melihatnya secara langsung!”
“YA! Kyungsanie! Kau pura-pura tidur!”

———————————————————End———————————————————–
Gimana readers? ^^
Akhirnya tetep happy ending
RCL

15 thoughts on “After Story – Revenge

  1. \(´▽`)/! Anaknya yeojaa~
    Kyungsan nakal banget sih~ Ngeliat omma dn appanya ciuman gitu xD pake tepuk tangan segala lagi~ xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s