Revenge (part 5)

Title              : Revenge

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Kim Hyoyeon

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance

Rating                   : PG-17

~Sooyoung POV~
“Hachi!!!”
“Gwaenchanhayo oppa?”
“Ne”
“Appa sih masuk ke kolam renang begitu! Seperti anak kecil saja!”
Aku terkekeh melihat kyungsan menyudutkan appanya. Benar-benar lucu.
“Oppa, kami pulang dulu ya. Annyeong..”
“Annyeong appa!”
“Annyeong.”
Kamipun pulang dan di perjalanan kyungsan bertanya
“Eomma kapan eomma dan appa menikah?”
“Molla kyungsan..”
“Kalian harus menikah secepatnya!”
“Waeyo?”
“Aku tidak sabar melihat kalian di acara orang tua! Memangnya eomma tidak mau menikah secepatnya dengan appa?”
“Molla kyungsanie. Eomma juga tidak tahu.”
“Waeyo eomma?”
Aku hanya diam. Meski aku sudah menjawab “i will” sebenarnya aku masih ada perasaan bimbang…..

———————————————————Revenge———————————————————–

~Yuri POV~
“Imo!!!”
“Wuah kyungsanie annyeong!!”
“Mana yoogeun hyung?”
“Di kamar.”
Kulihat kyungsan berlari ke kamar. Sepertinya dia benar-benar senang. Tiba-tiba kulihat soo duduk di sebelahku dan menghela nafas panjang.
“Waeyo?”
“Aku bingung yul”
“Kenapa?”
“Apa kau merasa bimbang setelah minho melamarmu?”
“Ani. Memangnya kau bimbang?”
“Ne.”
“Bukankah dia sudah berubah?”
“Memang. Tapi entah kenapa aku masih merasa bimbang.”
“Aigo.. Apa yang kau bimbangkan memangnya?”
“Kau kan tahu dulu dia bagaimana. Setelah itu dia baru saja bercerai dengan fany sebulan yang lalu. Bagaimana bisa aku langsung menikah dengannya?”
“Kau mencintainya tidak sih?”
“Ne. Aku sangat mencintainya. Tapi aku takut dibodohi lagi dengan perasaan ini. Apa yang harus kulakukan yul?”
“Kalau begitu kenapa tadi kau menerimanya!”
“Karena aku mencintainya.”
“Lalu kenapa sekarang kau bimbang!”
“Molla..”
“Aku punya sebuah saran untukmu.”
“Apa?”
“Diskusikan ini. Dengan kyungsan.”
“MWO?”

~Sooyoung POV~
Aku sekarang di kamarku. Hari ini kyungsan tidur bersamaku. Sebenarnya aku merasa aneh. Mendiskusikan hal ini dengan seorang anak berusia 8 tahun. Tapi entah kenapa aku malah mengikuti saran yuri
“Eomma belum tidur?”
“Ne, eomma tidak bisa tidur. Kyungsan sendiri belum tidur?”
“Aku sangat bahagia sampai tidak bisa tidur.”
“Waeyo?”
Dia memelukku dan entah kenapa aku merasa sangat hangat
“Eomma, ini seperti mimpi bagiku. Aku merasa sangat bahagia. Sekarang aku punya eomma dan appa.”
“Nado kyungsan.”
“Eomma..”
“Ne?”
“Kapan eomma dan appa akan menikah?”
“Molla, eomma juga tidak tahu kyungsanie.”
“Waeyo?”
“Dulu eomma sangat membencinya, appa pun begitu”
“Tapi kan sekarang appa sangat mencintaimu eomma.”
“Darimana kau bisa memastikannya kyungsanie.”
“Karena appa sudah berjanji padaku makanya aku membantunya.”
“Berjanji apa?”
“Berjanji akan menyayangi eomma dan membuatmu bahagia.”
“Jinjja?”
“Ne. Akukan tidak pernah bohong.”
“Memang apa yang kau bantu kyungsanie?”
“Itu rahasia”
Dia menjulurkan lidah padaku. Aku terkekeh melihatnya
“Apa kyungsan senang jika kita tinggal bersama appa?”
“Ne!”
“Bagaimana kalau ternyata dia bohong?”
“Sebenarnya tidak mungkin eomma, karena jika ya aku akan membalas dendam padanya!”
“Mwo? Apa yang akan kau lakukan?”
“Membuatnya menyayangiku lebih dari apapun.”
“Eomma tidak mengerti maksudmu kyungsanie.”
“Kau tahu eomma, itulah pembalasan dendam sebenarnya. Membalas dendam dengan melukainya dan membuatnya sedih bisa hilang kapan saja. Tapi membalas dendam dengan membuatnya menyayangimu lebih dari apapun akan selamanya.”
“Dari mana kau mendapatkan kata-kata itu dari film yuri imo lagi?”
“Ani. Dari buku di laci eomma.”
“Mwo?”
“Kemarin aku mencari kertas buat menggambar. Aku tidak punya jadi aku cari di laci eomma. Ada buku di sana. Tadinya mau kugambar, tapi banyak tulisannya.”
“Apa judulnya?”
“Apa ya.. seperti buku harian. Ada tulisan choi jung nam.”
“MWO?”
Aku langsung mencari buku yang dikatakan kyungsan di laciku. Choi jung nam? Itu.. buku appa? Akupun menemukan buku itu di laciku dan membacanya halaman per halaman

Aku sudah mencarimu anakku, choi sooyoung. Kau dimana?
Hari ini aku dan minho memakan es krim bersama. Aku kembali teringat putriku yang hilang. Dia sangat suka chocomint. Sooyoungie.. appa merindukanmu
Dan halaman per halaman intinya appa memang mencariku.. Appa..

“Eomma kenapa menangis?”
“Aniya…”

Aku kembali melanjutkannya
Hari ini kulihat siswa sma memakai baju kelulusan. Apa kau juga sedang merayakannya anakku? Sudah 18 tahun umurmu. Appa sangat ingin datang ke kelulusanmu..
Aku mendapat telepon dari rumah sakit Daegu. Akhirnya aku akan menemukanmu putri kecilku…Choi Sooyoung
Tuhan.. maafkan aku telah gagal menjadi appa yang menjaga anaknya. Aku sangat terpukul melihat anakku nyaris melanggar perintahMu. Maafkan aku Tuhan.. Aku sangat sedih melihatnya menangis. Terima kasih Tuhan aku sempat mencegatnya. Tuhan, kuatkanlah dia..
Hari ini aku mengantarnya ke dokter kandungan. Kulihat ia sedih melihat orang lain bersama suaminya. Tuhan… aku harus melindunginya..
Hari ini Choi Kyungsan lahir. Terima kasih Tuhan telah mempercayai anakku menjaganya. Aku akan melindunginya. Aku akan menebus semua kesalahanku selama 18 tahun padanya..

“Eomma.. sudah jangan dilanjutkan lagi! Kyungsan tidak mau eomma sedih!”
“Aniya kyungsan, eomma sangat bahagia membacanya.”

Akupun membaca halaman terakhir
Kurasa ini adalah hari terakhirku. Anakku, Choi Sooyoung. Saat kau membaca ini mungkin appa sudah tidak ada. Maka appa ingin memberitahumu maksud pembalasan dendam sebenarnya. Caramu membalas dendam dengan melukai siwon dan membuatnya sedih bisa hilang kapan saja youngie, dan itu malah membuatmu tambah menderita. Tapi membalas dendam dengan membuatnya menyayangimu lebih dari apapun akan selamanya dan membuatmu bahagia. Aku akan selalu menjagamu dari sana anakku. Aku akan selalu mencintaimu Sooyoungie. Berbahagialah dengannya. Kau tidak akan bisa membencinya, appa tahu itu. Kau seperti eommamu. Seberapa besar dia membenci appa, dia akan tetap mencintai appa karena appa adalah ayah dari anaknya.  Begitu pula appa dan kau. Seberapa besar kau membencinya tidak akan ada habisnya, maafkan dia, beri dia kesempatan kedua, semua manusia pernah salah youngie. Jangan menyakiti perasaanmu sendiri, jangan seperti eommamu. Jangan pisahkan ayah dari anaknya dan jangan pisahkan ibu dari anaknya. Seperti eommamu berpisah dengan oppamu minho dan appa berpisah denganmu. Kau tahu rasanya kan youngie? Appapun sangat menderita terutama oppamu Minho. Dia bahkan belum mengenal eomma dan akhirnya bertemu dengan eomma saat beliau sudah tiada. Selesaikan ini dengan kepala dingin, jadilah bumonim yang baik baginya. Mungkin kau lupa, saat masih kecil kau selalu memaksa appa membuat semua cerita menjadi happy ending. Kau pun begitu youngie, akhirnya akan menjadi happy ending sesuai yang kau inginkan. Mungkin awalnya berat, tapi akhirnya.. akan menjadi happy endingmu anakku. Saranghae

“Eomma.. jangan menangis…” kulihat kyungsan mulai menangis
“Kyungsanie, saranghae. Maafkan eomma…”
Dia menghapus air mataku dan aku menghapus air matanya
“Saranghae?”
“Na do..”

Appa benar.. appa, terima kasih telah membuatku tahu arti semua ini…

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini adalah hari pernikahanku, aku melihat diriku di depan cermin. Aku benar-benar bahagia dan yakin sekarang.
“Omo! Neomu yeppo!”
“Gomawo oppa, eonni yoogeun!”
“Eomma!!! Kau cantik sekali!!”
“Gomawo kyungsanie!! Eomma gugup sekali..”
“Kajja eomma! Kita ke gereja!!”
“Ne kyungsanie”
Aku dan kyungsan pun tiba di gereja dan minho oppa menjadi waliku.
“Eomma gugup sekali kyungsanie.”
“Kalau begitu aku akan bernyanyi untukmu!”
“Apa?”
“Noona neomu yeppo!!”
“Aigo…kyungsanie..eommakan bukan noonamu”
“Waeyo? Minho samchon sering bernyanyi itu pada yuri imo!”
“Ssst kyungsan jangan beritahu dong! Itukan rahasia!”
Aku tertawa melihat mereka. Kulihat kyungsan turun
“Kau mau kemana?”
“Ke appa!”
Dia pun berlari ke dalam. Aku benar-benar bahagia melihat kyungsan bahagia. Tuhan, semoga semua berjalan lancar

~Siwon POV~
Hari ini adalah hari pernikahanku. Aku sangat bahagia melihat diriku di depan cermin. Akupun sudah tiba di gereja dan duduk di depan altar. Hari ini di depan Tuhan aku akan berjanji menjaga dan menyayanginya. Tiba-tiba kulihat donghae menepuk pundakku dari belakang.
“Wuah! Chukkhae won!”
“Gomawo hae! Ini semua berkatmu hahaha.”
“Ne, akukan sudah bilang jodohmu itu soo hahaha!”
“Appa!!!”
“Wuah! Annyeong kyungsan!!”
“Won, dia lebih tampan darimu! Hahahha.”
“Aish, jangan dengarkan dia kyungsan!”
“Itukan benar appa hahaha.”
“Lihat won! Anakmu pintar menyudutkanmu! Hahhaa”
“Tapi appa lebih tampan dari Donghae ahjeossi.”
“Hahaha kau dengar hae!” aku menjulurkan lidah padanya
“Aigo.. kyungsan jangan begitu lah padaku..”
“Appa kau tahu aku sudah melihat eomma, dia sangat cantik!”
“Jinjja?”
“Ne!”
“Dimana eomma?”
“Di mobil! Sebentar lagi acaranya dimulai!”
“Aigo.. appa gugup sekali kyungsanie..”
“Tenang saja appa! Eomma juga gugup. Aku punya cara agar kalian tidak gugup nanti!”
“Apa?”
Dia membikkan padaku dan aku tertawa mendengar rencanaya.
“Darimana kau mendapat ide itu?”
“Rahasia!” dia menjulurkan lidahnya kepadaku. Dia sangat mirip denganku
“Pemberkatannya akan segera dimulai appa! Aku ke yuri imo ya, annyeong!”
“Annyeong.”
Pemberkatan dimulai, pintu gerbang terbuka. Aku berdiri menatap ke arah pintu. Kulihat soo berjalan dengan Minho. Omo! Dia cantik sekali. Aku menerima tangannya dan kulihat dia tersenyum bahagia.
“Choi Siwon, apakah kamu bersedia menerima choi sooyoung di saat senang maupun susah, saat kaya maupun miskin, saat suka maupun duka, saat sehat maupun sakit. Dan berjanji akan merawatnya dan mencintainya hingga maut memisahkan kalian?”
“Ne, saya sangat bersedia!” kudengar para undangan tertawa dan soo tertawa juga.
“Dan kau Choi sooyoung, apakah kamu bersedia menerima choi siwon di saat senang maupun susah, saat kaya maupun miskin, saat suka maupun duka, saat sehat maupun sakit. Dan berjanji akan merawatnya dan mencintainya hingga maut memisahkan kalian?”
“Ne, saya bersedia.”
Kamipun menandatangani surat menikah dan tersenyum bahagia.
“Kau boleh mencium istrimu di hitungan ketiga. Satu..”
Aku menciumnya dan kulihat semua undangan bersorak-sorak. Sedangkan dia memukul-mukul bahuku. Setelah itu aku menjulurkan lidah ke arahnya
“Kau benar-benar mirip anakmu yeobo!”
“Jinjja? Baguslah kalau begitu!”
“Daebak!!!” teriak yuri dan kyungsan membuat para undangan tertawa.
Setelah pemberkatan selesai kami berfoto bersama. Akupun menggendong kyungsan dan kami mengecup pipinya berdua. Setelah itu kami menuju tempat resepsi

~Sooyoung POV~
Kami memasuki gedung resepsi sambil bergandengan tangan. Kyungsan dan Yoogeun menjadi flower boynya. Kami sudah melewati beberapa urutan resepsi hingga tiba saatnya aku membalas dendam padanya
“Dan saat yang paling berbahagia!!! Wedding.. Kiss!!!”
Aku menciumnya duluan dan spontan para undangan bersorak kulihat dia memasang tampang kaget dan aku membalas menjulurkan lidah padanya
“Kau membalas dendam padaku?”
“Ne! Hahaha.”
“Kau benar-benar mirip kyungsan yeobo.”
“Karena itu aku mirip denganmu. Hahaha”
Resepsi berlangsung meriah dan setelah itu kami berfoto bersama. Kulihat kyungsan membisikkan sesuatu ke siwon.
“Apa yang kalian bicarakan?”
“Rahasia!!”
Aish, 2 orang ini sama saja. Hobinya rahasia-rahasiaan. Resepsi pun akhirnya selesai. Kami langsung menuju ke bandara. Ke pulau jeju. Kyungsan tinggal di rumah minyul sampai kami kembali. Setibanya di sana aku pergi ke balkon dan melihat pemandangannya
“Kau suka pemandangannya yeobo?”
“Ne, sangat indah.”
“Ada yang lebih indah daripada itu!”
“Apa?”
“Coba kau melihat ke cermin, ada malaikat surga yang ketinggalan di bumi.”
Aku tertawa mendengarnya
“Kau tahu yeobo? aku sudah berhasil membalas dendamku yang sebenarnya padamu!”
“Apa?”
“Membuatmu mencintaiku.”
“Ne, kau benar-benar berhasil soal yang satu itu. Kau bahkan membuatku melompat ke kolam renang sampai flu.”
“Hahahaha. Kau bahkan cemburu pada anakmu sendiri”
“Itukan karena aku tidak tahu itu kyungsan.”
“Oh ya apa yang kalian bicarakan tadi?”
“Kau benar-benar mau tahu?”
“Ne”
“Yakin?”
“Ne, cepat katakan aku penasaran!!”
“Dia bilang dia mau hadiah.”
“Hadiah apa?”
“Dia bilang dia mau yeodongsaeng yeobo. Tapi aku tidak akan memaksamu. Aku tahu kau belum siap. Jadi tenang saja, arraseo?”
Aku tersenyum mendengarnya dan menariknya ke dalam kulihat dia terkejut
“Aku tidak akan membiarkanmu menang lagi choi siwon! Hahaha.”

———————————————————End———————————————————–

Tunggu after storynya ^^
RCL

18 thoughts on “Revenge (part 5)

  1. Akhirnyaa~ Mereka pun menikah
    Soo nakal juga yah hahaha xD
    Kyungsan imut banget deh jadi anak *cubit pipi kyungsan*
    Ceritanya bagus! Nanti anaknya beneran perempuan nih? Atau mungkin namja, lalu mereka berdua bikin lagi *eh #plak
    *loncat ke part selanjutnya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s