Revenge (part 3)

Title              : Revenge

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Kim Hyoyeon

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance

Rating                   : PG-17

~Siwon POV~
Aku melihat donghae masuk ke ruanganku
“Ada apa kau memanggilku won?”
“Hae, aku benar-benar bingung sekarang.”
“Wae?”
“Kau ingat Shin Sooyoung?”
“Yeoja berkacamata itu? waeyo?”
“Aku melihat seorang yeoja yang mirip persis dengannya.”
“MWO?”
“Dia investor terbesar dept storeku. Namanya Choi Sooyoung.”
“Aigo.. bagaimana bisa nama dan muka mereka sama. Tapi.. marganya Choi?”
“Ne. Tapi mereka sangat berbeda. Kau tahu Choi Sooyoung sangat cantik.”
“Aigo.. Won, kupikir kau sudah bertobat. Ternyata kau masih sama saja playboy. Ingat tiffany!”
“YA! Aku bukannya playboy! Aku hanya mencurigai satu hal.”
“Apa?”
“Rahasiakan ini dari Tiffany dan Eunhyuk!”
“Ne, tenang saja.”
“Kemarin aku bertemu dengan si Choi Sooyoung ini dan adiknya. Kau tahu, adiknya sangat mirip denganku. Umurnya 7 tahun. Entah kenapa aku mencurigai dia anakku.”
“MWO? YA! MEMANG KAU DAN DIA…”
“Sebenarnya saat itu dia menolakku. AKU MERASA DIA MERENDAHKANKU! Aku bisa menaklukan banyak yeoja cantik dan populer. Bagaimana bisa aku ditolak yeoja sepertinya. Jadi.. aku terbawa emosi.”
“Astaga Choi Siwon, kau benar-benar keterlaluan! Tahu begini aku tidak akan mau menyuruhmu taruhan! Kau!Aish.. JEONGMAL BABOYA!”
“Memang. Setelah itu aku sangat menyesalinya. Tapi shin sooyoung hilang. 8 tahun kemudian sejak kejadian itu aku bertemu dengan seorang yeoja yang sangat mirip dengannya. Namanya Choi Sooyoung. Wajah mereka mirip. Tapi marganya berbeda. Dia membawa adiknya namanya Choi Kyungsan, meski kyungsan memanggilnya noona, aku merasa perhatian choi sooyoung padanya seperti ibu kepada anaknya. Umur Kyungsan 7 tahun, jika kuhitung dari tahun kejadian itu, dan jika choi sooyoung memang shin sooyoung, maka kyungsan adalah anakku. Setelah itu kemarin dia ke sini dan dia memintaku berpura-pura menjadi appanya. Entah kenapa aku sangat senang. Lalu kami bertiga main truth or dare. Choi Sooyoung berkata cinta pertamanya membohonginya dan sangat jahat lalu dia menangis. Entah kenapa aku merasa tangisannya seperti Shin Sooyoung. Lalu anaknya sangat mirip denganku hae. Aku bingung sekarang!”
“Lalu apa yang mau kau lakukan?”
“Pertama aku akan mencari tahu hal-hal mengenai choi sooyoung.”
“Kalau ternyata dia shin sooyoung?”
“Berarti kyungsan anakku”
“Kalau dia anakmu?”
“Maka aku akan menjadikannya anakku dan Tiffany.”
Donghae malah menjitak kepalaku.
“YA!APA YANG KAU LAKUKAN!”
“Kau gila Siwon! Kalau misalnya choi sooyoung benar-benar shin sooyoung dan kyungsan benar-benar anakmu, maka kau sudah menelantarkan mereka babo! Kau benar-benar kejam kalau merebut kyungsan darinya! Lalu bagaimana dengan Tiffany. apa dia mau mengurus anakmu dan shin sooyoung itu! Seberapa hebat tiffany membesarkannya dia pasti akan lebih mencintai eommanya babo!”
“Aish.. terus aku harus bagaimana hae?”
“Kurasa lupakan saja shin sooyoung. Hidup bahagialah bersama tiffany sudah cukup. lagipula belum tentu choi sooyoung adalah shin sooyoung. arraseo?”

“Ne. Tapi aku akan tetap membuktikan choi sooyoung adalah shin sooyoung!”
“Terserah padamu. Aku hanya bisa memberi saran. Annyeong.”
“Ne.”

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Sajangnim ini rekaman pembicaraan siwon dan chingunya.” ujar hyoyeon
“Ne, gomawoyo hyoyeonssi.”
Akupun mendengarnya. Aku tidak habis pikir dengan Choi Siwon. Bisa-bisanya dia mau merebut kyungsan dariku. Bisa-bisanya dia ingin menghancurkan hidupku lebih dari ini. Kau tidak akan menang. Kau malah akan membuatku tambah menghancurkanmu Siwon. Lihat saja nanti. Akupun pulang ke rumah dan menemui kyungsan.
“Kyungsanie.. noona pulang. Ada cake untukmu!”

“Wuaaaa gomawoyo noona.”
Aku melihatnya makan dengan lahap. lucu sekali
“Kyungsanie..”
“ne?”
“Saranghae.”
“Nado noona.”
“Kau benar-benar menyayangi noona?”
“Ne. Waeyo?”
“Berarti kau mau menuruti perkataan noona.”
“Ne aku akan menuruti perkataanmu noona.”
“Jangan mau berbicara atau dekat dengan siwon hyung ya.”
“Waeyo?”
“Dia orang jahat. Dia sangat jahat pada noona. Noona takut dia menjahatimu juga.”
“Jinjja?”
“Ne. Dia dan Tiffany sangat jahat. Kau tidak boleh mengobrol dengan mereka ya. Siwon sangat jahat pada noona. Dia sering membuat noona menangis.”
“Arraseo noona.”
Aku memeluknya  “Saranghae kyungsan. berjanjilah kau tidak pernah meninggalkan noona.”
“Ne, noona. nado saranghaeyo.”
Sebenarnya eomma tidak ingin menjelek-jelekkan appamu di depanmu kyungsan. Tapi eomma terpaksa karena eomma takut dia merebutmu. Berjanjilah kyungsan.. kau tidak akan meninggalkan eomma

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
“Saya sudah memiliki data mengenai Choi Sooyoung sajangnim”
“Baik, katakan padaku.”
“Namanya Choi Sooyoung. Dia presdir perusaahn Choi. Orang tuanya meninggal 6 tahun lalu. Setelah itu dia menggantikan appanya. Dia lulusan Seoul Management university. TK-SMAnya di Seoul International High School. Dia lulus dengan predikat terbaik. Dia tinggal bersama oppanya Minho, iparnya Yuri. Dan adiknya Choi Kyungsan. Choi Kyungsan lahir 7 tahun yang lalu. Choi Sooyoung lahir dan besar di Seoul.”
“MWO? Kau yakin Kyungsan adiknya? Dia lulusan Seoul International High School? Dia besar di Seoul?”
“Di catatan sipil, nama orang tua kyungsan adalah Choi Jung Nam. Sama seperti Choi Sooyoung. Dia adiknya. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Choi Sooyoung besar di Seoul. TK-SMA di Seoul ini kopian sertifikatnya”
Kulihat sertifikat ini memang asli sepertinya.
“Gomawoyo atas infonya.”
“Ne, sajangnim”
Apa benar choi sooyoung bukan shin sooyoung.. kenapa aku masih tidak yakin

~Sooyoung POV~

“Kau sudah mengatakan apa yang kusuruh padanya?”
“Ne sajangnim.”
“Gomawoyo Hyoyeon. Aku sangat mengagumimu.”
“Ne sajangnim.”
Choi Siwon babo. Bisa-bisanya dia percaya dengan semua itu. Tapi aku tetap harus berhati-hati

———————————————————Revenge———————————————————–

~Minho POV~
“MWO? Dia mau merebut Kyungsan?”
“Ne oppa.”
“Aigo.. jahat sekali dia.” ujar yuri
“Ne. Makanya aku harus melindunginya.”
Choi Siwon.. beraninya kau ingin lebih menghancurkan hidup yeodongsaengku..

~Tiffany POV~
Entah kenapa dari kemarin aku merasa pusing dan mual. Akupun akhirnya diantar siwon ke dokter
“Chukkhae!Kau mengandung sebulan!”
“Jinjja? Gomawoyo yeobo!!”
Siwon memelukku dan membawaku ke mobil
“Tiff sepertinya kita harus merayakannya”
“ne, siwonie.”
Kamipun mengendarai mobil menuju restoran.
“Saranghae.”
“nado”
Siwon pun menciumku tapi..
“SIWON AWAS!”
Kami menabrak seorang anak kecil.Aigo.. bagaimana ini. Kamipun turun dari mobil dan melihat siapa yang kami tabrak. Omo dia..!

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku sedang berlari di lobi rumah sakit. Tuhan.. tolong anakku… Yuri menelponku katanya Kyungsan tertabrak. Tuhan.. tolong aku benar-benar takut..
“Euisa, dimana kamar Choi Kyungsan?”
“Dia baru dipindahkan ke ICU agassi.”
Aku meneteskan air mata. Tuhan.. tolong jangan ambil dia dariku.. Hanya dia yang kupunya di dunia ini. Akupun datang ke ICU. Kulihat dia tidak sadarkan diri. Banyak perban di tubuhnya. Ia bernapas dengan selang oksigen. Tuhan.. tolong jangan ambil dia.. aku tidak tahu lagi harus hidup bagaimana tanpanya.. dia belum memanggilku eomma. Akupun menjatuhkan tubuhku di depan ruang itu. Bagaimana bisa tadi dia tertawa dan sekarang di ICU..
“Sooyoung ah mianhae. aku tidak bisa menahannya berlari ke jalan..” ujar yuri
“Gwaenchanhayo ini bukan salahmu..”
“Sooyoung ah kau harus tahu siapa yang menabraknya.”
“Nuguya?”
“CHOI SIWON!”
Aku marah, sedih, dan takut sekarang. Aku marah pada siwon, aku sedih melihat kyungsan, dan aku takut kehilangan kyungsan. Kulihat siwon dan tiffany berjalan ke arahku dan aku menghampirinya dan menamparnya. Aku sudah tidak bisa menahannya

“APA KAU BELUM PUAS SUDAH MENGHANCURKAN HIDUPKU CHOI SIWON! APA BELUM CUKUP AKU MENDERITA KARENAMU! APA BELUM CUKUP KAU MEMBUANGNYA! APA BELUM CUKUP CHOI SIWON!
Dia menantapku bingung. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi
“YA CHOI SIWON KAU BENAR. DULU NAMAKU SHIN SOOYOUNG. KAU TELAH MENGHAMILIKU 8 TAHUN YANG LALU CHOI SIWON! KAU TELAH MERUSAK MASA DEPANKU. DI HARI AKU TAHU AKU MENGHAMILI ANAKMU EOMMAKU MENINGGAL! DAN AKU TADINYA INGIN MATI BERSAMANYA. KAU PUAS SIWON!”
“Sooyoungie..”
“KAU BENAR. CHOI KYUNGSAN ADALAH ANAKMU. KAU MEMBUATKU MELAHIRKANNYA SENDIRIAN. KAU MEMBUATKU MEMBENCINYA DULU. KAU MEMBUAT DIA MEMANGGILKU NOONA! APA KAU MENGERTI PERASAANKU? AKU SANGAT SAKIT SIWONSSI!”
“Sooyoungie…”
“Dan sekarang, kau mau mengambilnya dariku? APA KAU GILA CHOI SIWON? KAU TIDAK BERPERASAAN. KAU MENELANTARKANKU DAN DIA DULU. SEKARANG KAU MENCELAKAKANNYA DAN SETELAH INI KAU MAU MENGAMBILNYA? KAU BENAR-BENAR KEJAM CHOI SIWON! KAU BUKAN MANUSIA!”
“Sudah youngie..” pinta yuri padaku
“APA KAU TAHU PERASAANKU MENDENGARNYA BERKATA EOMMANYA SUDAH MENINGGAL? APA KAU TAHU PERASAANKU INGIN DIPANGGIL EOMMA OLEHNYA? APA KAU TAHU SEBERAPA SAKITNYA AKU CHOI SIWON? AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUATMU MERASAKAN PENDERITAANKU!”
“Youngie, ini rumah sakit..” kata yuri
“Aku tidak peduli Yul! Dan kau Tiffany. Apa setelah ini kau masih ingin bersamanya? Kurasa kau orang yang cukup pintar untuk memikirkannya. Permisi.”
Akupun meninggalkan mereka dan mendatangi Kyungsan. Aku menangis sejadi-jadinya di sana.
“Kyungsanie.. jika kau sadar nanti eomma berjanji. Kau akan memanggilku eomma. Arraseo? Maka kau harus bangun Kyungsanie bukankah dari dulu kau senang memanggilku eomma?”
Kulihat kyungsan masih tertidur di kasurnya. Kyungsanie.. hanya kau seorang yang eomma punya.. ppali irreona..

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
Aku terpaku mendengar perkataannya. Aku telah mencelakakan anakku sendiri. Aku telah membuatnya banyak menderita. Kau manusia bukan choi siwon? Kulihat Tiffany tiba-tiba memegang perutnya dan darah menetes di kakinya tiba-tiba dia pingsan
“Yeobo?”
Akupun menggendongnya ke UGD. Kumohon.. jangan sampai terjadi apa-apa padanya..
“Maaf Pak, istri anda keguguran.”
Bagaimana bisa? Baru saja tadi dokter mengatakan dia hamil. Dan sekarang… dia keguguran? Aku sudah tidak tahu bagaimana sekarang.Kulihat Tiffany menangis di UGD dan memegang perutnya. Mianhaeyo yeobo..
“KAU BUKAN MANUSIA CHOI SIWON!”
“Mianhae Tiff aku..”
“JIKA SEJAK AWAL AKU TAHU KAU MELAKUKAN HAL ITU, AKU TIDAK AKAN MAU MENIKAH DENGANMU! KAU SANGAT KEJAM!”
“Tiff..”
“Kita cerai.”
“MWO?”
“Aku tidak sanggup lagi hidup denganmu Siwon. Kau membuatku kehilangan bayiku. Kau membohongiku. Kau menghamili yeoja lain saat SMA. APA KAU MASIH NORMAL CHOI SIWON!”
“Mianhaeyo tiff aku..”
“Katakan itu pada choi sooyoung bukan padaku!”
Akupun keluar dari UGD dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Tuhan, apakah ini pembalasan untukku karena sudah menelantarkannya. Aku pun pergi ke ICU dan kulihat Kyungsan masih terbaring lemah di sana. Tuhan.. maafkan aku. Bahkan aku telah mencelakakan anakku sendiri.
“Apa kau puas Choi Siwon?” tanya seseorang padaku
“Nuguya?”
Dia menonjokku
“Aku adalah kakak Choi Sooyoung. Apa kau tahu penderitaan adikku?”
Aku terdiam
“Baiklah, aku akan memberitahumu yang tidak tahu apa-apa ini. Choi Sooyoung membuang dirinya yang bernama Shin Sooyoung habis-habisan. Dia merubah penampilannya, kepribadiannya, dan identitasnya. Dia memang di Daegu karena bumonim bercerai dan dia ikut eomma. Setelah menemukan adikku aku sangat bahagia tapi saat appa bercerita dia menemukannya di atap rumah sakit karena ingin bunuh diri aku membencimu saat itu juga. Setelah itu dia berbelanja kebutuhan bayi sendirian. Saat bayinya lahir, appa yang menemaninya. Dia mencari nama bayinya bersama anaeku bukan dengan appa dari anaknya itu. Dia berbelanja bersama anaeku dan melihat calon eomma lain berbelanja dengan suaminya. Saat dia melahirkan kyungsan, appa memaksa kyungsan terdaftar sebagai anaknya, bukan anak sooyoung agar tidak dikucilkan. Sejak itu kyungsan memanggilnya noona. Dia selalu menahan tangisnya mendengar kyungsan berkata eommanya sudah meninggal. Dia selalu berharap kyungsan memanggilnya eomma. Dia kuliah setahun kemudian dan lulus cepat. Dia langsung menggantikan appa. Dia menyesal pernah mencintaimu Choi Siwon. Tapi dia tidak pernah menjelek-jelekkanmu di depan kyungsan sampai dia tahu kau ingin merebut kyungsan darinya. Kau tahu, dia selalu mengajar kyungsan agar mendapat ranking 1 karena dia mau kyungsan memanggilnya eomma meski sehari saja. Kau tahu siwon saat memeriksa kandungannya bersama yuri apa perasaannya? Apa kau tahu dokter selalu menanyai di mana suami anda. Apa kau tahu perasaanya atau setidaknya memikirkan dampak emosimu padanya?”
Aku terdiam dan tidak bisa berkata-kata
“Kurasa dosamu tidak terbalas padanya dan meski kau meminta maaf padanya. Kurasa dia tidak akan memaafkanmu. Dan satu hal lagi. Kurasa kau sudah tidak pantas menjadi appa kyungsan. Permisi.”

Aku melihat kaca di ruang ICU. Kyungsanie… mianhae

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
Setelah kecelakaan Kyungsan aku menarik semua sahamku di perusahaan siwon. Tega atau tidak tega aku akan tetap melakukannya. Dia sudah terlalu menyakiti Kyungsan. Kudengar perusahaannya terancam bangkrut dan Tiffany menceraikannya. Seharusnya aku bahagia karena dendamku terbalaskan. Tapi kenapa aku merasa bersalah. Kau tidak boleh merasa bersalah padanya Choi Sooyoung. Ingat sampai hari ini Kyungsan belum sadar karenanya. Aku pun hanya bisa pasrah pada keadaan kyungsan.
“Kyungsanie, eomma datang..”
Aku mendatanginya dan mengelus kepalanya
“Kyungsanie, eomma membawa cheesecake kesukaanmu. Apa kau mau?”
“Kalau kau tidak bangun eomma tidak akan memberikannya.”
Akupun memakan cheesecake itu dan meneteskan air mata..
“Rasanya hambar kyungsanie..”
Aku sudah tidak bisa menahannya
“Kyungsan, eomma takut.. Eomma takut kehilanganmu…. Eomma hanya punya kyungsan.. Apa kyungsan tidak sayang eomma?”
“Kenapa kyungsan diam? Kyungsan selalu bilang sayang pada eomma. Kalau kyungsan tidak bangun tidak bisa memanggilku eomma.”
“Kyungsan irreonaaaa.” aku menangis di depannya. Tuhan.. aku benar-benar takut kehilangannya. Tiba-tiba kurasakan tangannya bergerak
“Kyungsan?”
“Appa…”
Dia… memanggil appa…
“Kyungsan kau dengar eomma?”
“Eomma…”
Akupun segera memanggil dokter dan dokter memeriksanya
“Dia sepertinya menunjukkan respon positif. Terus ajak dia bicara. Arraseo?”
“Ne, euisa.”
“Oh ya, kalau bisa bawa appanya ke sini. Dia memanggil appanya dari tadi.”
“Ne.”
Apa yang harus kulakukan…

~Siwon POV~
Aku pun frustasi sekarang. Perusahaanku berantakan, Tiffany menceraikanku, dan aku telah menyakiti Kyungsan. Aku pun masuk ke ICU saat malam agar tidak diketahui sooyoung.
“Annyeong kyungsanie..”
Aku mencium keningnya
“Kyungsanie.. mianhae appa menyebabkanmu seperti ini..”
Aku meneteskan air mata. Bagaimana bisa seorang anak kecil berusia 8 tahun terbaring koma di rumah sakit.
“Kyungsanie.. kau tahu aku sangat bersalah padamu. Aku bukan appa yang baik. Aku menghamili eommamu. Aku membuatnya  banyak menderita. Aku membuatmu berkata bumonimmu telah meninggal dan memanggil eommamu noona. Apa aku masih pantas menyebut diriku appa?”
“Dan sekarang.. aku yang menabrakmu.. mianhaeyo anakku…”
“Kyungsanie, appa berjanji jika kau sadar appa akan menuruti semua keinginanmu. Meski kau menyuruh appa pergipun akan appa lakukan asal kau bisa memaafkan appa.”
“Appa..” kudengar dia berbicara
“Kyungsanie?”
“Appa..”
“Kyungsanie appa di sini.”
“Eomma..”

“Siwonssi..”
Aku menengok ke arah pintu, kulihat sooyoung ada di sana.
“Sooyoungssi, aku….”
“Appa..” kudengar kyungsan memanggilku lagi. Sooyoung duduk di seberangku dan meneteskan air mata
“Kau tahu siwonssi, sebenarnya aku benci menyadari kyungsan sangat membutuhkan seorang appa…”
“Sooyoungssi..”
“Siwonssi, aku memang sangat membencimu. Kau lebih dari menghancurkan hidupku tapi satu hal yang tidak bisa kupungkiri.. kau.. adalah appa dari anakku.”
“Sooyoungssi, jeongmal mianhaeyo..”
“Siwonssi. Aku harus mengakuinya. Sebesar apapun aku membencimu, sebesar apapun aku ingin membalas dendamku padamu, sebesar apapun usahaku menghancurkan hidupmu.. Aku tidak bisa melakukannya karena aku… aku sudah mencintaimu dan kau adalah appa dari anak kita.”
“Sooyoungssi..”
“Aku memang mencintaimu.. Dan aku menolakmu karena eomma melarangku berpacaran sebelum berkarir. Setelah itu kau malah mengecewakanku dan aku sangat membencimu. Tapi setiap melihat kyungsan tersenyum seakan aku tidak tega menyakitimu karena aku merasa menyakitimu sama dengan menyakiti kyungsan… aku..”
Akupun memeluknya
“Sooyoungie, aku minta maaf telah menghancurkan hidupmu. Aku memang bukan namja yang baik. Aku banyak bersalah padamu.Aku telah berdosa besar padamu dan kyungsan. Aku juga sedih mendengarnya berkata appanya sudah meninggal dan aku sedih mendengarnya memanggilku hyung. Aku bahagia saat kita bermain pura-pura dengannya. Dan sekarang aku sadar kalau aku… nado saranghaeyo choi sooyoung..”
“Siwonie…”
“Appa,eomma..”
Kulihat kyungsan mulai mengerjapkan matanya.
“Kyungsanie?”

———————————————————Revenge———————————————————–

Wuahh gimana reader ^^
RCL ditunggu

23 thoughts on “Revenge (part 3)

  1. Apa Soo onnie mau maafin Won oppa? ?

    Ish, Siwon oppa mau ngrebut Kyungsan? ?gak tau malu. . , trus skarang nbrak Kyungsan lagi. . .
    Kalo aku jadi Won oppa aku bkal ngrasa bersalah bnget t t t t t. . .

  2. Pada awalnya sihh aku mahu aja membunuh Siwon oppa kerna bikin Kyungsan sampe koma…
    Tapi ya mahu diapaain, Siwon tetep appanya Kyungsan jadinya mereka bertiga harus bisa bersama akhirnya….
    bagus chingu ffnya….sampe bikin aku nggak berhenti nangis….sob..sob

  3. Siwon mau ngambil kyunsan dr soo enak aja…soo kenapa kau mau memaafkan siwon ih..sukurij u won perusahaan u bangkrut trus ditinggal tiffany

  4. semudah itukah siwon minta maaf ma sooyoung eonn???
    Kl qw jdi soo eon qw gag bakal maafin diya sampe kapanpun
    Ayolah soo eon sesekali buat siwon benar-benar menderita

  5. Hueee..
    Siapapun yang membuat ff ini *yang udah kuanggap chinguku^^
    Kamu harus tanggung jawab. Aku hampir nangis nih. Padahalkan lagi puasa..
    Udah deh =D Yuni mau baca next part. Bubbye..

  6. Kyungsan udah sadar! Manggil SooUnnie dan Wonoppa dgn embel2 omma dan appa~
    Mau lanjut dulu yah thor! Penasaran~
    *ngilang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s