Revenge (part 2)

Title              : Revenge

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Other Cast  :

  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Lee Donghae
  • Lee Hyuk Jae
  • Kim Hyoyeon

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance

Rating                   : PG-17

(Author buat sambil denger lagi It’s Okay Even If It Hurt nya Seohyun, dengerin deh. Author nangis dengernya sambil baca ini TT_TT)

~Sooyoung POV~
“KYAAAAA!! APPA SAKT!”
“Bertahanlah youngie! Kau pasti bisa!”
“Kau bisa soo ah!” ucap yuri, istri oppaku minho sambil menggendong anaknya
“Ne, kau pasti bisa saeng!” ucap minho oppa
Akupun masuk ke ruang bersalin bersama appa. Aku benar-benar tidak kuat lagi..
“KYAAAAAAAAAAAA!! APPA!”
“Gwaenchanhayo youngie! Kau pasti bisa!”
“HUAA!!!!!”
Dan akhirnya aku mendengar suara tangisan bayi
“Chukkhae anak pertamamu laki-laki.”
“Chukkhae youngie!” ucap mereka semua.
Aku meneteskan air mata melihatnya. Appa benar, aku tidak sepantasnya membencinya. Dia tidak bersalah. Aku kasihan padanya, lahir tanpa appa di sisinya.
‘Choi Kyungsan, saranghaeyo. Eomma berjanji akan membuat appamu menyesal’ batinku.

~Siwon POV~
Aku kini sudah resmi menikah dengan Tiffany. Dia adalah yeoja yang sangat cantik. Dia berbeda jauh dengan yeoja berkacamata itu. Akupun kini sudah bertobat menjadi playboy karena Tiffany.
“Wuah chukkhae won, kau sekarang sudah tobat hahhaa!”
“Ne, hae, hyuk, gomawoyo.”
“Chukkhae tiff!”
“Ne, gomawoyo.”
Kulihat dia tersenyum padaku, Tiffany saranghaeyo

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Sajangnim, nanti kita akan menemui perusahaan Choi Group.” kata sekretarisku Hyoyeon
“Ne, aku sudah tahu.”
“Permisi.”
7 tahun sudah berlalu. Kini aku sudah menjadi presiden direktur perusahaan appa. Aku kini sudah sangat berbeda dari sooyoung yang dulu. Aku bukan Shin Sooyoung, aku Choi Sooyoung. Aku sudah membuang jauh Shin Sooyoung yang bodoh, kuper, dan culun. Kini aku sudah menjadi Choi Sooyoung yang tegar dan kuat. 7 tahun sudah aku berjuang menjayakan perusahaan ini. Appa meninggal 6 tahun yang lalu dan aku berjanji akan memajukan perusahaan ini. Dan aku.. akan membalas dendam pada siwon karena sudah membuat hidupku menderita. Ia membuatku hancur dan aku harus dipanggil noona oleh kyungsan. Bayangkan perasaanku. Aku adalah ibunya tapi dia memanggilku degan sebutan noona. Appa takut dia dikucilkan di sekolah karena statusnya maka ia tercatat menjadi anak appa secara hukum. Dan aku menjemputnya di sekolah. Dia tumbuh sangat cepat menjadi anak yang pintar. Meski wajahnya sangat mirip dengan siwon..

“Noona! Aku mendapat 100 lagi!”
“Wuah! Kau pintar sekali!”
“Noona tadi bu guru menyuruhku bercerita tentang eomma dan appa dan kukatakan aku sudah tidak memiliki bumonim, tapi aku punya noona yang sangat hebat. Dia bisa menjadi appa dan eomma bagiku.”
“Wuah gomawoyo. Saranghae Kyungsanie.”
“Na do noona.”
Aku memeluknya dan meneteskan air mata.
“Noona kenapa menangis.”
“Ani.. noona kelilipan hahhaa.”
Sebenarnya aku sangat ingin dia memanggilku dengan sebutan ‘eomma’. Tapi aku tidak bisa… Kyungsanie, maafkan eomma. Kau memiliki eomma kyungsanie, dia masih hidup. Tapi eomma memang tidak ingin kau menganggapnya appamu. Terlalu menyakitkan bagiku..

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
7 tahun berlalu, aku dan Tiffany masih berdua. Tiffany tidak bisa memiliki anak, tapi aku tetap mencintainya. Meski terkadang aku sedih melihatnya menangis. Akupun ingin menghiburnya
“Yeobo, hari ini kita akan bertemu investor besar perusahaan kita!”
“Ne, yeobo. Kajja!”
Kamipun bersiap, sebentar lagi kami akan bertemu presdir Choi Company, investor besar perusahaan kami. Akupun menyetir ke restoran tempat perjanjian kami. Aku memesan ruang VIP untuk pertemuan ini karena ia adalah investor terbesar yang harus kami hormati. Aku penasaran seperti apa orang ini. Akupun melihat pintu terbuka dan aku membungkuk bersama Tiffany
“Annyeonghaseyo”
Betapa terkejutnya aku melihat yeoja ini.. dia… Sooyoung?

~Sooyoung POV~
Hari ini aku akan bertemu dengan siwon sebagai presdir Choi Company. Aku sangat gugup. Aku takut kekesalanku pada siwon kembali aku harus menahannya.
“Kau harus tenang soo.” ujar minho dan yuri


“Aku tahu oppa, eonni.”
Akupun ingin pergi dan tiba-tiba Kyungsan mendatangiku

“Aku ingin ikut noona!”
“Kau tidak usah ikut kyungsan.” ujar Minho
“Tapi aku ingin bersama noona.”
“Ne, kajja.”
“Sooyoungie..”
“Gwaenchanhayo yul. Ayo bersiap kyungsan.”
“Ne, noona.”
Setelah itu aku menyetir mobil ke arah restoran tempat perjanjian. Siwon, aku akan membuatmu menyesal. Akupun masuk ke dalam dan menuju ruang VIP. Aku membuka pintu dan kulihat siwon bersama seorang yeoja. Sebenarnya hatiku sakit tapi aku berusaha tenang, kau akan merasakan apa yang kurasakan 7 tahun lalu siwon. Aku bersumpah
“Annyeonghaseyo..” sapa mereka

“Ne, annyeonghaseyo.”
“Shin… Sooyoung?”kata siwon terbata-bata, sepertinya dia sangat kaget
“Mwo? Apa yang kau katakan?” ucapku pura-pura
“Apa yang kau katakan hyung! Noonaku namanya Choi Sooyoung!” ujar Kyungsan.
“Mianhae. Joneun Choi Siwon imnida.”
“Joneun Tiffany imnida”
“Joneun Choi Sooyoung imnida. Ini ..”
“Joneun Choi Kyungsan imnida. Aku namdongsaengnya.”
Kamipun makan bersama dan kulihat siwon terus memperhatikan kyungsan

~Siwon POV~
Aku masih tidak percaya. Aku yakin dia benar-benar Shin Sooyoung, tapi tidak mungkin. Pertama marga sooyoung Shin bukan Choi. Kedua, diakan keluarga sederhana bagaimana bisa dia menjadi presdir Choi Company. Ketiga dia sangat cantik tidak seperti Shin Sooyoung. Keempat, shin sooyoung tidak tahu brand bagaimana bisa dia memakai barang-barang branded. Kelima, ini seoul, shin sooyoung di Daegu. Tapi namanya sama-sama sooyoung. Wajahnya mirip, meski dia jauh lebih cantik. Tapi entah kenapa aku seperti mengenalnya dan kulihat namdongsaengnya. Kenapa wajahnya sangat mirip denganku. Akupun mulai pembicaraan.
“Kyungsan, kau umur berapa?”
“Apa hyung tidak tahu kalau makan tidak boleh berbicara?” ucapnya
“Kyungsan, kau tidak boleh berkata begitu meski kau benar.” ujar Choi Sooyoung itu.
Aku melihat choi sooyoung sangat memperhatikan kyungsan. Kenapa aku merasa perhatian sooyoung padanya bukan sebagai noona melainkan sebagai eomma…

~Tiffany POV~
Aku bingung melihat siwon. Siapa shin sooyoung? Teman lamanya? Kenapa dia kaget melihat choi sooyoung? Aku sangat bingung. Kuperhatikan daritadi dia melihat kyungsan. Entah kenapa aku merasa kyungsan memang mirip dengannya.

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
Makan-makan selesai dan kulihat siwon terus memperhatikan kyungsan. Gawat kalau dia sampai tahu aku Shin Sooyoung yang dulu, bisa-bisa dia menghancurkan hidupku lagi. Aku harus mencari cara. Akupun melihat tas Tiffany. Aku tahu bagaimana cara dia tidak curiga
“Tiffany, bukankah itu tas Bonia?”
“Ne, waeyo?”
“Kau tahu edisi barunya akan keluar bulan ini.”
“Jinjja?”

“Ne, katanya model barunya akan simple dan berpita, kurasa kau akan menyukainya.”
“Wuaah gomawoyo.”
Kulihat siwon bingung menatapku. Ya, shin sooyoung kan tidak mengerti brand. Dia tidak akan mencurigaiku.

~Siwon POV~
Aku tetap tidak yakin dia bukan shin sooyoung. Akupun bertanya pada kyungsan
“Kyungsan, apa sekarang hyung boleh ngobrol denganmu.”
“Ne. Apa yang mau hyung tanyakan?”
“Berapa umurmu?”
“Aku 7 tahun”
Aku kaget mendengarnya. 7 tahun yang lalu adalah tepat 1 tahun sejak aku lulus. Bagaimana bisa… apa jangan-jangan..
“Kyungsan kenapa kau ikut noonamu ke sini?”
“Aku bosan di rumah. Minho hyung, Yuri noona, dan yoogeun pasti tidur. Aku malas sendirian jadi aku ikut noona.”
“Orang tuamu dimana?”
“Appa sudah meninggal, eomma juga.”
Kenapa hatiku sangat sakit mendengarnya berkata appanya sudah meninggal. Kulihat ekspresi sooyoung juga sama. Apa artinya.
“Lalu..”
“Siwonssi, bisakah kau tidak menginterogasinya lagi? Kau sangat tidak sopan,” ujarnya
“Mianhaeyo..”
Kulihat tiffany melirikku tajam dan dia berbisik ‘apa yang kau lakukan’
“Oh ya, tadi kau mengatakan aku Shin Sooyoung memangnya dia siapa?”
Aku tersentak mendengarnya dan kulihat Tiffany melihatku
“Dia.. dia teman lamaku. Wajahnya mirip sekali denganmu. Kukira kau dia.”
“Jinjja? Dia temanmu?”
“Ya.. aku cukup mengenalnya.”
“Ooh.. arraseo. Ternyata chingumu. Kalian memang sudah tidak berkomunikasi sampai kau mengiraku dia?”
“Ne.”
“Lucu sekali. Namanya bisa sama denganku dan mirip denganku. Ternyata benar ada 7 orang yang mukanya sama hahaha.”
“Ne, kau benar haha.”
“Baiklah, gomawoyo sudah mengundang kami ke sini. Buat aku tidak menyesal menginves di perusahaanmu. Arraseo?”
“Ne.”
“Annyeong siwonssi, tiffanyssi.”
“Annyeong sooyoungssi, kyungsanie.”
Kulihat mereka pergi. Memang cara berjalannya saja berbeda dengan shin sooyoung. Gaya pakaiannya, sifatnya. Sepertinya aku salah

———————————————————Revenge———————————————————–

~Yuri POV~
Kulihat Sooyoung pulang menggendong Kyungsan setelah itu aku mengikutinya ke kamar Kyungsan. Dia menaruhnya di tempat tidur dan pergi ke luar. Kulihat dia meneteskan air mata
“Bagaimana soo?”
“Dia sudah menikah. Dia sangat kaget melihatku dan Kyungsan. Awalnya dia curiga tapi aku berhasil mengelabuinya. Dia sangat babo.”
“Ooh, arraseo.”
Akupun memeluknya dan kulihat dia menangis, aku mengerti perasaannya, aku bahkan sangat mengerti
“Tadinya aku ingin menamparnya. Tapi kutahan. Bisa-bisanya dia mengatakanku chingunya dulu.”
“Sabar sooyoungie…”
“Aku sebenarnya sangat ingin menamparnya dan mengatakan Kyungsan adalah anaknya. Tapi aku tidak bisa yuri ah..”
“Jangan lakukan itu sooyoungie.. kau harus bisa menahan emosimu..”
“Ne, akan kubuat dia menyesal telah menyakiti kyungsan dan aku. Bayangkan yuri jika yoogeun adalah anakmu dan dia memanggilmu noona. Aku sangat sakit yuri ah.”
“Ne, aku mengerti perasaanmu..”
Memang sooyoung sangat hebat. Dia bisa membesarkan kyungsan sendirian, membuat kyungsan memanggilnya noona, namun tetap menjadi orang terpenting baginya. Jika aku menjadinya aku tidak akan sanggup. Bayangkan saja, dia hamil di usia 18 tahun tanpa suami yang setia menemani dan menjaganya. Dia melahirkan kyungsan sendirian, menamai anaknya sendiri, melakukan baby shower denganku bukan appa dari anaknya, anaknya memanggilnya noona, anaknya berkata orang tuanya sudah meninggal di depannya, dan dia… telah membuang dirinya yang dulu habis-habisan..

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
Entah kenapa aku masih merasa dia Shin Sooyoung. Kenapa denganku
“Siwon, entah kenapa aku merasa kyungsan mirip denganmu.” kata Tiffany
“Ne, aku juga merasa begitu hahhaa.”
“Andai kita punya anak, dia pasti akan seperti Kyungsan. Mianhae.”
“Aish.. sudahlah Tiffany, yang penting bersamamu aku sudah bahagia. Arraseo?”
“Ne, gomawo yeobo.”

~Sooyoung POV~
“Sajangnim, saya sudah menemukan infonya.”
“Ne, apa yang kau dapat hyoyeon?”
“Siwon menikah 7 tahun yang lalu, nama istrinya Tiffany. Mereka tidak memiliki anak. Tiffany adalah ibu rumah tangga. Siwon anak tunggal Choi Group.”
“Gomawoyo atas infonya.”
“Ne, sajangnim.”

Kini satu hal yang kutahu… aku menang dari Tiffany. Akupun menjemput Kyungsan di sekolahnya.
“Noona, besok ambil rapot! Aku pasti dapat peringkat 1 lagi!”
“Wah.. jinjja?”
“Ne. Kalau aku bisa noona harus mengajakku keliling. Noona harus berpura-pura menjadi eomma sehari. Bagaimana?”
“Baik! Deal.”
Sebenarnya aku tidak mau berpura-pura menjadi eommamu sehari, kyungsanie. Karena aku memang eommamu selamanya.

———————————————————Revenge———————————————————–

~Siwon POV~
Hari ini aku berkeliling dept storeku untuk memantau pegawai. Tiba-tiba kulihat choi sooyoung menggandeng kyungsan berkeliling dept store.
“Annyeong.. ” sapaku
“Ne annyeong.” sapa mereka
“Kalian mencari apa?”
“Hari ini noona menjadi eommaku hyung.”
“Mwo?”
“Ne, aku berhasil mendapat peringkat satu jadi noona harus mau berpura-pura menjadi eommaku sehari.”
“Wuah.. chukkhae! Kalau begitu aku akan memberi hadiah untukmu. Kau mau apa?”
“Kalau begitu kau berpura-pura menjadi appaku sehari!”
“Waeyo?”
“Karena noona belum punya nampyeon atau namjachingu seperti yuri noona dan minho hyung jadi tidak ada yang pura-pura jadi appa. kau saja!”
Aku tersenyum mendengarnya.
“Kyungsanie, dia kan sudah punya anae.”
“Aku tidak mau tahu noona, dia kan sudah berkata akan memberi hadiah untukku.”
“Baiklah, aku akan berpura-pura menjadi appamu. Kajja! Kau mau kemana?”
“Aku mau makan es krim!”
“Kajja jagoan!”
Kamipun makan di tempat es krim bertiga. Beberapa orang memperhatikan kami.
“Lihat pasangan itu, aigo.. serasi sekali yang satu tampan, yang satu cantik. mesra sekali makan es krim bersama anaknya.”
“Uhuk..”kulihat sooyoung tersedak
“gwaenchanhayo?” aku menepuk bahunya dan dia menepisnya
“ne.”
Entah kenapa aku merasa dia membenciku.
“Noona payah main pura-puranya”
“Kyungsanie, nanti anaenya marah kalau kita main pura-pura dengannya”
“Aku tidak mau, habis noona cocok sekali dengannya.” kenapa aku merasa senang ya.. aigoo ingat tiffany! ingat!
“Kyungsanie…”
“Kajja kita main truth or dare saja!” kataku
“Apa itu appa?”
“Itu jujur dan berani. Kau harus menjawabnya dengan jujur atau kau harus berani melakukan tantangannya.”
“Mau! Ayo eomma kau harus ikut juga.”
“Ne.”

~Sooyoung POV~
Aku sebenarnya sangat kesal mendengar kyungsan memanggilnya appa. Tapi aku senang mendengarnya memanggilku eomma dan bahagia seperti itu. Siwon pun memutar pen dan yang kena adalah aku.
“Truth” jawabku
“Apa eomma pernah jatuh cinta?”
Aku tersentak mendengarnya. Bagaimana bisa kyungsan menanyakan itu
“Dari mana kau mendapat kata-kata itu kyungsanie?”
“Dari minho hyung. Dia bilang dia menikah karena jatuh cinta pada yuri noona. Jadi apa eomma pernah jatuh cinta.”
“Ne.”
“Seperti apa cinta pertamamu?” tanya siwon. sebenarnya aku tidak mau menjawabnya. Ini terlalu menyakitkan
“Dengan seorang namja. Aku sangat membencinya.”
“Waeyo eomma?”
“Dia membohongiku.”
“Bohong itu apa?”
“Apa yang dia lakukan?”
“Ada kyungsan di sini. Aku tidak bisa menjawabnya. Mianhae.”
“inikah truth eomma kau harus menjawabnya.”
“Aku hanya menjawab sampai di sini. Dia sangat jahat.” kenapa aku meneteskan air mata.. kuat sooyoungie. Kulihat kyungsan menghapusnya dan aku tersenyum.
“Aigo.. kalau aku bertemu dengannya akan kupukul dia!” jawab Kyungsan. aku terkekeh mendengarnya
“Dari mana kau mendapat kata-kata itu kyungsan?”
“Dari film yang ditonton yuri noona.”
“Aigo.. kau tidak boleh menonton dengannya lagi kyungsanie.” ucap siwon

~Siwon POV~
Entah kenapa melihat sooyoung meneteskan air mata aku jadi ingat pada shin sooyoung. Aigo siwon! Tidak mungkin mereka jauh berbeda. Sooyoung memutar pen dan mengenaiku
“Truth”

“Apa appa pernah bohong?”
“Kenapa kau menanyakannya?”
“Karena eomma berkata bohong. Bohong itu apa?”
“Aku harus jujur?” tanyaku
“Tentu saja.”jawab soo
“Ne. Aku pernah”
“Aigo.. semua namja sama saja.”
“Kyungsan kau benar-benar tidak boleh menonton lagi bersama yuri noona.” ujar soo. Aku terkekeh melihatnya seperti eomma yang menasehati anaknya
“Apa yang kau bohongkan?” tanya soo
“Aku.. sangat jahat padanya. Sepertinya aku mendapat karma sekarang.”
“Karma itu apa?” tanya kyungsan
“Sesuatu yang buruk terjadi padamu karena kau jahat pada seseorang.”
“Karma apa yang kau dapat?” tanya sooyoung
“Aku tidak bisa memiliki anak dari Tiffany.”
“Aku tidak mengerti apa lagi yang diucapkannya eomma. Apa itu bohong, karma,namja, cinta, anak, dan lainnya.”
“Kau memang tidak perlu mengertinya. Kau akan mengertinya saat dewasa.”
“Kalau begitu sekarang Kyungsan. Aku pilih jujur.”
“Siapa noona bagimu?” tanyaku
“Dia seperti eomma, appa, dan noona bagiku. Aku sangat sayang pada noona. Dia orang yang paling dekat denganku. Aku sangat menyayanginya. Noona yang selalu mengambil rapot dan merayakan ulang tahunku. Dia seperti eomma bagiku.”
Kulihat sooyoung meneteskan air mata dan tertawa. Aku benar-benar curiga padanya. Perhatiannya pada kyungsan tidak seperti seorang noona ke dongsaengnya. Tapi seperti ibu ke anaknya

———————————————————Revenge———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku menggendong Kyungsan yang tertidur.
“Gomawo siwonssi sudah menemani kami. Maaf dia menganggumu.”
“Gwaenchanhayo. Aku sangat senang. Dia anak yang baik.”
“Mianhae, dia bertanya macam-macam.”
“Ne. Bagaimana aku yang menggendongnya? Sepertinya dia berat.”
“Gwaenchanhayo, aku sudah terbiasa menggendongnya sendiri dari dia lahir.”
“Mwo?” aigo.. aku salah berucap
“Eomma meninggal saat dia lahir. Setahun kemudian appa. Jadi aku yang selalu menggendongnya”
“Ooh, arraseo. Kau benar-benar hebat.” siwonie, bahkan aku yang membesarkannya sendirian dan tidak diakui eommanya
“Gomawo, aku permisi dulu. Annyeong.”
“ne, annyeong.”
Aku menggendong kyungsan ke mobil. Kulihat dia sangat bahagia. Kyungsan meski eomma sangat sakit tapi melihatmu tersenyum seakan semuanya hilang begitu saja. Kyungsan.. dia memang appamu. Tapi.. kau tidak boleh mengakuinya… sampai kapanpun kau tidak boleh mengakuinya karena dia sudah membuang kita

———————————————————Revenge———————————————————–

Wuaah part 2 :) RCL~
Don’t be siders!

22 thoughts on “Revenge (part 2)

  1. Tentu aja Kyungsan mirip dgn mu, kan dia anakmu Siwon oppa. . .
    Siwon oppa udah dpet karma dari Tuhan,,
    siapa suruh dlu m’mperkosa Soo onnie ampe hamil,trus ditinggal lagi. .ckckck

    next part’a jngan lama” ya. .

  2. Bener-bener deh qw gag rela pas siwon bilang dya berhanri jadi playboy gara2 tiffany
    Knp dya gag berhenti setelah diya menyesal udah berbuat jahat ma soo eon
    Pengen qw tendang tuwh siwon
    Ckckckkckck,,,ngegemesin banget sie ceritannya

  3. Mau ngomong apalagi nih yuni. Bingung. Yang ada dipikiran sekarang rasa penasaran next partnya gimana :D
    okelah, yuni mau baca next part. Bye bye =D

  4. Waaaah daebak bgt nih part. Kyungsannya polos banget xD SOOWON Momentnya juga paaaaaaaaaaassssssssssssss

  5. Kyungsan imut deh *cubit pipinya Kyungsan*
    Pertanyaannya aneh-aneh aja nih si Kyungsan~ xD
    Oke. Mau lanjut dulu~ Bubayy *lambai-lambai tangan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s