Undesired Marriage {Part 2 – End}

Title              : Undesired Marriage

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon

Other Cast  :

  • Tiffany Hwang
  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Kim Taeyeon
  • Leeteuk

Type                      : Twoshoot

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-17

~Sooyoung POV~
“Sooyoungie, aku tahu apa yang bisa kulakukan agar aku pantas menjadi seorang wangjanim.”
“Mwo?”

“Kita akan menjadi mereka.”
“Apa maksudmu?”
“Aku ingin memahami perasaan mereka. Kita akan tinggal di desa, seperti rakyat pada umumnya. Kau mau ikut?”
“Ne! Sepertinya menyenangkan! Tapi apa alasan yang harus kita katakan pada bumonim?”
“Kita katakan saja pada appa dan eomma kita akan honeymoon ke luar negeri.”
“MWO?”
“Jadi mereka tidak curiga babo!”
“Aish. Jinjja. Jika bukan karena rakyat, aku tidak akan melakukan kebohongan menyebalkan seperti itu.”
“Choi Sooyoung, ini demi rakyat kita. Arraseo?”
“Ne. Deal! Ingat perjanjian tetap berlaku!”
“Ne! Aku tahu itu!”

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Akhirnya aku dan soo membeli beberapa baju untuk penyamaran. Bajunya sangat unik. Ternyata ini yang digunakan para rakyat. Akupun pulang ke istana menaiki tali dan pergi bersamanya ke bumonim.
“Appa, eomma ada yang harus kami bicarakan.”
“Ne, apa siwonie?”
“Kami ingin bulan madu ke luar negeri selama sebulan. Apa kalian tidak keberatan?”
“Tidak masalah. Kalian akan ke mana?”
“Rahasia. Hahha.” jawabku
“Ne. Kalian ingin pergi sendiri atau diantar?”
“Kami ingin pergi sendiri. Tenang saja kami akan menyamar, tidaka akan ada yang tahu kami dari kerajaan.”
“Baiklah. Kalau kalian dalam masalah cepat kembali. Arraseo?”
“Ne, appa, eomma. Gomawoyo.”
Yes rencana kami berhasil! Kamipun kembali ke kamar dan berhigh five. Aku tidak sabar menunggu besok.

~Sooyoung POV~
Sekarang kami sedang ada di perjalanan ke desa. Aku tidak sabar berpetualang begini. Ini pertama kalinya aku benar-benar menyamar menjadi warga desa. Kami pun tiba di desa dan mencari rumah yang disewa. Ternyata ada sebuah rumah yang disewakan di dekat puncak gunung. Aku dan siwon pun pergi ke sana.
“Apa tidak masalah bagimu kita tinggal di sini?” tanyaku
“Kenapa memangnya? Aku ingin benar-benar melihat keadaan rakyat sebenarnya.”
“Ne. Kajja kita ke dalam.”
Kami menyewa rumah itu selama sebulan. Rumahnya cukup bersih dan rapi. Ada 2 ruangan. Ruangan pertama menjadi kamar, dapur, ruang makan, dan ruang keluarga. Dan ruang kedua adalah kamar mandi. Di sana tidak terdapat tempat tidur hanya sebuah tikar.
“Jadi, kita tidur di mana?” tanyanya
“Kita akan tidur di tikar ini.”

“MWO?”
“Kenapa? Semua petani tidur di sini. Tadi kau yang bilang mau merasakan hidup seperti rakyatmu.”
“Ne. Arraseo.”
Akupun mengambil guling dan membatasi tikar itu.
“Wangjanim, mau tidak mau kita akan tidur di sini bersama. Ini adalah pembatasnya. Ini daerahku dan itu daerahmu. Kita tidak boleh melewati daerah satu sama lain. Arraseo?”
“Ne, Sooyoungie.”
“MWO? Kau memanggilku sooyoungie?”
“Kitakan chinguya!”
“Oh, ne. Kalau begitu kajja kita cari pekerjaan!”
“Pekerjaan apa?”
“Katanya kau mau menjadi petani. Ayo!”
“Kajja.”
Kamipun mulai mencari pekerjaan.
“Annyeonghaseyo, ahjeossi. Apa ada lowongan pekerjaan di sini?”
“Ne. Kebetulan kami mencari seseorang untuk memanen padi. Upahnya 500 won perhari. Bagaimana?”
“Mwo..” aku menutup mulutnya dan mensela omongan siwon “Ne. Gomawoyo ahjeossi.”
Kamipun menjauh.
“YA! Kenapa kau membiarkanku digaji 500 won per hari!”
“Aish. Choi Siwon, kau itu kan ingin merasakan apa yang rakyatmu rasakan.”
“Aish. arraseo nyonya choi”
“MWO? Kau bilang aku nyonya choi?”
“Ani.. maksudku kau bawel seperti ahjumma!””
“YA!”

~Siwon POV~
Hari berganti malam. Kulihat soo sedang memasak di tungku.
“Bagaimana bisa kau tahu cara menyalakan apinya?”

“Karena aku sering kabur dari istana. Aku pernah diajari rakyatku”
“Ooh. Ne. Choi Sooyoung memang apa saja yang pernah kau lakukan bersama rakyatmu?”
“Kami memanen bersama. Kami menanam padi, memanen buah dan sayur. Tapi sejak musim dingin sawahnya tidak bisa dipakai.”
“Kapan pertama kali kau kabur dari istana?”
“Bersama eomma ku. Kurang lebih saat aku berusia 3 tahun”
“MWO? Lalu..”
“Lalu sejak eommaku meninggal, aku pergi sendirian. Minho melarangku keluar istana, tapi aku bersikeras. Akhirnya aku kabur dengan tali.”
“Lalu kapan kau belajar semua pelajaran kerajaan?”
“Saat sore. Saat pagi dan siang aku kabur.”
“Kau benar-benar berbeda.”
“Waeyo?”
“Aku pernah bertemu banyak putri. Mereka inginnya dilayani. Mereka ingin disanjung, dipuji, dan sangat manja. Tadinya kukira kau seperti itu. Ternyata aku salah.”
“Aku benci hidup seperti itu. Kalau bisa aku tidak ingin menjadi putri. Tapi setelah aku menyadari aku bisa memanfaatkannya untuk menolong rakyatku, aku senang terlahir menjadi putri. Kau sendiri?”
“Awalnya aku benci menjadi wangjanim. Karena aku ingin seperti rakyat lain, menikah dengan orang yang dicintai, hidup normal, tidak pusing dengan pemerintahan, dan bisa mendalami arti hidup. Tapi sekarang aku sangat bersyukur dan..”
“Siwonie, makanannya sudah matang! Ayo kita makan.”
“Ne.” Kamipun makan bersama. Setelah itu kami tidur dengan saling membelakangi. Entah kenapa hari ini aku merasa gugup. Aku hanya berada di sebuah rumah dengan seorang yeoja, bagaimana bisa aku tidur begitu saja. Aish! Choi Siwon tenangkan dirimu!

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Sooyoung POV~
Keesokan harinya, aku dan siwon pergi ke sawah dan aku mengajarinya memanen padi. Dia cukup cepat belajar dan bisa memanen dengan baik. Kulihat keringat mengucur deras di wajahnya. Aku pun mendatanginya dan mengelapnya. Kulihat dia tersenyum. Omo kenapa dia tampan sekali. Aigo.. Choi Sooyoung, ada apa denganmu. Aku pun membantunya memanen dan selesai saat siang. Kami pun makan di pondok dekat sawah bersama beberapa orang lainnya.
“Selamat makan.” ujar kami semua. Aku melihat seorang bapak yang hanya memakan nasi dan siwon membagi sayur yang kubuat. Aku tersenyum melihatnya
“Gomawoyo.”
“Ne, ahbeoji.Ahbeoji sudah berapa lama bekerja di sini?” tanya siwon
“Sudah 15 tahun.”
“Wah, lama sekali.”
“Ne. Kau baru pindah ke sini dengan istrimu?”
“Ne, ahbeoji.” sebenarnya aku sangat malu disebut istrinya, tapi kenapa aku senang mendengarnya menjawab begitu. Aigo…
“Kalian sangat serasi hahaha.” Kulihat wajahnya memerah sepertiku
“Gomawoyo” ucap kami berdua. Aigo.. kenapa aku mengatakannya..
“Tapi kalau kalian ingin maju jangan di sini..” ucapnya
“Waeyo ahjeossi?”
“Gajinya sangat kecil. Kami digaji 5.000 won sebulan karena sudah tua.”
“Aigo.. kejam sekali” katanya
“Ne. Tapi mau bagaimana lagi. Ini mata pencaharian kami satu-satunya.”
“Kapan hari yang paling membahagiakan bagi kalian ahjeossi?” tanyanya
“Saat wangjanim Choi Palace menikah. Saat itulah kami diberi bonus 100 won karena banyak pesanan beras.”
“Aku harap ia segera memiliki anak, karena pasti akan diadakan pesta lagi setelah itu. Hahaha.” ucap ahjeossi yang lain
“Uhuk..” aku tersedak
“Minumlah, yeobo.” MWO? Dia memanggilku yeobo?

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Malamnya aku makan bersama soo.
“Aku baru tahu..”
“Apa?”
“arti 100 won yang sebenarnya.”
“Ne. Kurasa kau harus melakukan sesuatu agar mereka tidak ditindas lebih dari ini.”
“Kurasa aku setengah berhasil menjadi pangeran hahaha.”

“Ani. Kau sudah berhasil siwonie.”
“Waeyo?”
“Kau sudah memahami perasaan mereka. Kau mau mengerti mereka. Kebanyakan pangeran tidak mau melakukannya. Kau bahkan mau mencoba tinggal di sini. Ternyata pendapatku tentangmu salah.”
“Memang apa pendapatmu?”
“Kukira kau pangeran yang sombong, seenaknya, dan suka menyuruh. Ternyata kau sangat berbeda.”
“Dulu aku memang seperti itu. Tapi aku berubah karena seseorang.”
“Nugu?”
“Kurasa dia adalah cinta pertamaku.”
“Ooh, arraseo. Dia pasti sangat beruntung dicintai wangjanim sepertimu. Mianhaeyo, karena kau menikah denganku kau tidak bisa menikah bersamanya. ”
“Gwaenchanhayo. Aku justru yang harus meminta maaf padamu. Karena kau menikah denganku kau tidak bisa bersama orang yang kaucintai.”
“Molla,aku tidak tahu rasanya jatuh cinta.”
“Jinjja?”
“Ne, aku tidak tahu bagaimana sesuatu dapat dikatakan jatuh cinta.”
“Kau tidak akan menemukannya di buku manapun sooyoungie, kau akan merasakannya.”
“Memang bagaimana rasanya saat kau jatuh cinta?”
“Kau akan berdebar saat berada di sisinya, kau akan terus memikirkannya, dia membuat harimu lebih indah, kau senang jika orang lain mengira kalian sepasang kekasih, dan dia akan mengubahmu menjadi seseorang yang lebih baik.”
“Itukah yang dinamakan cinta?”
“Ne. “

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari demi hari berlalu, kami terus mengamati warga di sekitar kami. Ternyata kekejaman perlakuan pada buruh di negara Siwon lebih parah dibanding negaraku. Kamipun sudah mencari tahu apa saja yang mereka butuhkan. Sekolah di desa harus diperbaiki fasilitasnya karena atapnya sudah rusak. Persediaan air bersih pun harus disiapkan. Masyarakat harus diberi sosialisasi mengenai kesehatan. Harus dibuat peraturan  baru untuk mengubah kekejaman ini. Tapi yang sekarang sangat menganggu pikiranku adalah perkataan siwon saat itu. Apa aku jatuh cinta? Bagaimana bisa…

~Siwon POV~
Sudah 3 minggu kami berada di sini. Tiba-tiba kulihat awan mendung dan aku melepas jaket dan menutupi kepala kami berdua. Kami pun tiba di rumah dan menyalakan tungku. Hujan turun sangat deras
“Hujannya deras sekali.” kataku
“Ne, dingin sekali siwonie.”
Akupun menyelimuti kami berdua dengan selimut. Tiba-tiba ada petir yang menghambar
“Kyaaaaa!”
Dia memelukku. Kulihat dia menangis.
“Kau takut petir?”
“Ne..”
Akupun memeluknya “Gwaenchanhayo ada aku..”
“Aku takut siwonie..”
Entah kenapa aku merasa jantungku berdetak sangat keras. Akupun kini sangat menyadarinya.. aku memang jatuh cinta pada yeoja ini..

~Sooyoung POV~
Aku sangat takut mendengar bunyi petir. Tapi entah kenapa aku merasa jantungku berdetak sangat keras. Tuhan,apa aku memang sudah jatuh cinta pada Choi Siwon?

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Aku terbangun dan aku masih memeluknya. Hujan sudah berhenti dan aku membangunkannya.
“Sooyoungie bangun..”
Kulihat mukanya pucat dan aku segera memegang dahinya. OMO! Panas sekali!
“Sooyoungie gwaenchanhayo?”
Dia tidak merespon.
“Sooyoungie, jangan bercanda. Aku khawatir sekarang!”
Ternyata dia memang tidak sadarkan diri. Apa yang harus kulakukan? Akupun menggendongnya ke luar dan menanyakan di mana dokter pada warga. Mereka menjawab tidak ada dokter di desa ini. Akupun tidak punya pilihan lain selain pulang ke istana. Kumohon sooyoungie bertahanlah..

~Tiffany POV~
Sudah 3 minggu lebih oppa dan eonni pergi. Aku kesepian di sini. Aku pun berjalan-jalan keluar taman. Tiba-tiba kulihat seseorang datang. OMO! Dia Siwon Oppa! Kenapa dia menggendong Sooyoung eonni dan memakai pakaian seperti itu?
“Oppa!”
“Tiffany! Tolong bukakan pintu kamar.”
“Ne, oppa.”
Akupun membuka pintu kamar dan kulihat oppa sangat panik. Sebenarnya ada apa.
“Tiff tolong panggilkan dokter.”
“Ne, oppa.”
Akupun segera memanggil Yuri, dokter istana dan ia memeriksa eonni.
“Suhunya 39 derajat, tidak heran dia pingsan. Sepertinya dia kelelahan dan kehujanan. Saya berikan obat dan tolong jaga kesehatannya.”
“Ne,euisa gomawoyo”
Akupun mendatangi oppa dan bertanya “Sebenarnya apa yang terjadi oppa?”
“Tiff, berjanjilah kau tidak menceritakan ini pada eomma dan appa.”
“Ne. Sebenarnya kenapa?”
“Jadi…”
Ia pun menceritakan padaku ia pergi ke desa untuk melihat keadaan warga yang sebenarnya, menyamar menjadi warga bersama sooyoung eonni, digaji 500 won, kehujanan, dan sakit. Aku terkejut mendengarnya tapi aku senang mendengarnya karena oppaku sangat hebat sekarang. Dia sangat dewasa. Semua ini berkat sooyoung eonni. Dan dari raut muka oppa melihatnya aku bisa melihat kalau oppa .. sangat mencintainya

~Sooyoung POV~
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Ini dimana.. Aku pun bangun dan merasa sedikit pusing
“Kau sudah sadar!”
Kulihat siwon memelukku. Memang apa yang terjadi..
“Siwonie kita dimana?”
“Kita di istana. Kau demam tinggi dan pingsan. Lalu aku terpaksa membawamu pulang.”
“Mianhae aku merepotkanmu.”
“Aku justru yang minta maaf membiarkanmu ikut bersamaku ke sana.”
“Ani… aku bahkan minta maaf karena kita pulang. Padahal kau sangat senang berada di sana.”
“Kau membuatku panik.”
“Ne, aku kan sudah minta maaf.”
“Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.”
“Waeyo? Aku sendiri yang ingin ikut ke sana, kenapa kau yang tidak bisa memaafkan dirimu sendiri?”
“Jika terjadi sesuatu padamu, aku bukan hanya tidak pantas jadi pangeran, aku juga tidak pantas menjadi namja, apalagi menjadi nampyeon mu. Karena aku mencintaimu Choi Sooyoung!”
“MWO?”
Kami berdua sama-sama kaget dan dia memegang tanganku.

“Choi Sooyoung, awalnya kukira menikah denganmu adalah bencana terbesar dalam hidupku. Tapi saat melihatmu berjalan ke altar, entah kenapa aku seperti seorang namja yang menunggu yeoja yang dicintainya. Dan entah kenapa, aku mengucapkan janji itu dengan sepenuh hatiku. Setelah itu aku pergi ke desa bersamamu dan kurasa stigmaku padamu salah besar. Kau bukan putri manja yang ingin dilayani, kau adalah putri yang ingin melayani. Setelah itu aku sadar bahwa kau lebih hebat dariku. Aku pun berubah menjadi lebih baik karenamu dan saat memelukmu aku sadar kalau kau memang cinta pertamaku dan menikah denganmu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Saranghaeyo Choi Sooyoung.”
“Choi Siwon, awalnya aku merasa bersalah karena pada seorang namja yang terpaksa menikah denganku demi rakyatku. Tapi setelah melihat kelakuannya aku menganggap dia pangeran yang menyebalkan. Setelah itu aku ingin membuatnya berubah. Aku mengajaknya melihat rakyatnya. Dan dia memintaku ikut petualangannya aku sangat senang. Aku tidak tahu rasanya jatuh cinta dan namja itu memberi tahuku. Ya, aku merasa nyaman di sisinya dan selalu memikirkannya. Aku senang saat dia memanggilku yeobo di hadapan orang desa. Dan menurutmu.. apa aku sudah jatuh cinta pada namja itu?”
Kulihat dia tersenyum dan berkata “Kurasa kau sudah mencintainya.”
Aku tersenyum melihatnya dan dia mendekatkan wajahnya kepadaku. Dia menciumku lembut
“Kau tahu, kau sudah merebut first kiss ku waktu itu!” kataku
“Apa kau tahu juga, kalau itu juga first kiss ku.” katanya
Kami sama-sama tertawa. Keesokan harinya kami menceritakan kejadian sesungguhnya pada eomma dan appa. Mereka sedikit terkejut tapi setelah itu mereka berkata salut pada keberanian kami. Choi Palace pun membuat peraturan baru untuk memberi upah minimum bagi buruh dan memperbaiki fasilitas di desa. Di pertambangan pun sudah diberi waktu efektif bekerja. Sosialisasi sudah dilakukan oleh dokter kerajaan, Kwon Yuri. Minho pun ikut membantunya dan ia ternyata berpacaran dengan Yuri. Sangat mengejutkan bukan? Tapi itulah hidup yang tidak diduga. Awalnya ini pernikahan paksaan dan akhirnya malah menjadi pernikahan bahagia. Siwon pun kini diangkat menjadi raja dan aku diangkat menjadi ratu Choi Palace. Kerajaan kami telah  bersatu dan seluruh rakyat hidup makmur.  Aku sangat bahagia sekarang karena akhirnya pernikahan yang tidak kuinginkan ini malah menjadi pernikahan yang sangat membahagiakan.

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Kini aku dan youngie duduk di balkon memandang rakyat kami dari atas. Mereka semua sudah sangat bahagia sekarang
“Kau sudah berhasil menjadi raja yeobo.” katanya
“Aku belum berhasil yeobo jika perjanjian itu belum dipatahkan”

“Perjanjian apa?”
“Kau mencintaiku?”
“Apa kau masih harus menanyakannya. Menurutmu?”
“Kuanggap jawabannya ya berarti kau mematahkannya.”
Akupun menggendongnya ala bridal style ke dalam dan semua rakyatku bersorak
“YA! Apa yang kau lakukan yeobo!”
“Kau tadi berkata ya, berarti perjanjiannya batal.”
“Perjanjian apa?”
Aku mengunci pintu kamar dan menindihnya di atas tempat tidur.

“Kau tidak ingat?”
“Tidak. Yang mana?”
“Perjanjian yang kita berpura-pura menjadi suami istri  hanya di depan media dan orang tua kita. Lalu jika tidak di depan orang tua kita atau media tidak ada pelukan, ciuman, dan merangkul. Oh satu lagi, yang aku tidak boleh menyentuhmu.”
Aku menarik pita hanboknya.
“KYAAA!! Apa yang kau lakukan!”
“Kau sudah terlanjur mematahkannya Choi Sooyoung. hahaha.”

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

Kyaaa gimana ffnya readers? ^^
RCL ditunggu

22 thoughts on “Undesired Marriage {Part 2 – End}

  1. Yey. . .
    Akhirnya SooWon saling jatuh cinta juga. . . .

    Won oppa yadong juga ya. .

    Ayo dong SooWon cepetan punya anak*reader yadong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s