Undesired Marriage {Part 1}

Title              : Undesired Marriage

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon

Other Cast  :

  • Tiffany Hwang
  • Choi Minho
  • Kwon Yuri
  • Kim Taeyeon
  • Leeteuk

Type                      : Twoshoot

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-17

~Author POV~

Salju turun dengan lebatnya. Seorang putri yang kabur dari istana menapaki jalan-jalan bersalju. Miris, melihat rakyatnya sangat menderita. Namun apa daya, apa yang bisa ia perbuat. Salju menutupi lahan pertanian. Kerajaan kini diambang kebangkrutan. Sudah 2 bulan rakyatnya tidak bisa bekerja dan kelaparan. Putri menangis, menyesali tiada yang bisa ia perbuat. Padahal ia seorang putri singgasana. Putri yang seharusnya bisa menyejahterakan rakyatnya. ‘Tuhan, tolong berikan jalan’ batinnya.

~Sooyoung POV~
Hari ini aku kabur dari jendela istana meratapi rakyatku yang kelaparan dan membagikan roti bagi mereka. Namun, harus berapa lama lagi rakyatku tidak bekerja dan kelaparan? Persediaan makanan semakin hari semakin berkurang. Tuhan, tolong berikan jalan bagi mereka. Aku merasa gagal menjadi seorang putri yang tidak bisa mengeluarkan rakyatku dari masalah ini.. Akupun pulang ke istana dan penasihat Kim datang menemuiku.
“Annyeonghaseyo Tuan Putri, Raja memanggilmu.”
“Ne, aku akan segera ke sana.”
Akupun tahu apa yang akan dibicarakan appa padaku.
“Annyeonghaseyo appa.”
“Ne, annyeonghaseyo soo ah, duduk di sini.”
Kami pun duduk bersama penasihat Kim dan Minho adikku.
“Kau tahu kan apa yang terjadi pada rakyat kita sooyoungie?”
“Ne, appa.”
“Appa sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini tapi kami terpaksa melakukannya sooyoungie.”
Kulihat appa hanya diam. Aku tidak mengerti
“Tuan Putri, hanya ada satu cara untuk mengeluarkan rakyat kita dari masalah ini,” ujar penasihat Kim.
“Bagaimana caranya?”
“Tuan Putri harus menikah dengan pangeran Choi Palace untuk menyelesaikan masalah ini.”
Akupun terdiam.
“Andwe! Bagaimana bisa noona menikah di usia 17 tahun appa!” jawab Minho
“Appa juga tidak ingin melakukan cara seperti ini Min, tapi kita terpaksa!”
“Sudah. Cukup. Ne, appa aku akan menikah dengannya jika itu adalah satu-satunya cara menyelamatkan kerajaan kita aku akan melakukannya.”
“Noona..”
“Min, noona berterima kasih kau membela noona, tapi kita harus menyikapinya dengan dewasa min. Ini sudah menjadi tanggung jawab noona sebagai seorang putri. Arraseo?”
“Ne, noona.”
Min pun memelukku
“Jika wangjanim Choi Palace berani berbuat jahat padamu, kau harus memberi tahuku arraseo?”
“Ne, min. Gomawoyo.”
Akupun memeluk min dan pergi ke kamarku. Aku menangis di sana. Andai eomma di sini dia pasti mengerti perasaanku. Tapi eomma sudah meninggal. Eomma.. apa ini memang jalan yang terbaik untukku?

~Minho POV~
Aku merasa tidak berguna sebagai seorang adik. Aku sangat mengerti perasaannya. Bagaimana bisa seorang yeoja berumur 17 tahun menikah dengan seseorang yang tidak pernah ditemuinya sekalipun. Aku pernah bertemu dengan pangeran itu sekali, namanya Choi Siwon. Memang dia adalah namja yang tampan dan pintar, tapi aku tidak mengetahui sifatnya. Seingatku dia sangat dingin saat pertama kali appa bertemu dengan appanya. Sebenarnya aku tidak rela noona menikah dengan namja semacam itu. Tapi apa yang bisa kulakukan. Akupun pergi ke kamar noona dan kulihat dia sedang menangis.
“Noona, gwaenchanhayo?”
“Ne, min. haha aku hanya tidak menyangka menikah secepat ini.”
“Jangan bohong noona, aku tahu kau tidak menginginkan pernikahan ini.”
Akupun memeluknya
“Menangislah noona jika itu membuatmu tenang”
“Ani, gwaenchanhayo Min. Aku hanya penasaran seperti apa dia.”
“Aku pernah bertemu dengannya sekali.”
“Benarkah?”
“Ne, namanya Choi Siwon, dia tampan dan pintar. Tapi sepertinya dia sangat dingin noona.”
“Ooh, arraseo..”
“Tapi kalau dia berani berbuat jahat padamu, kau harus mengatakannya padaku noona, aku akan memberinya pelajaran arraseo?”
“Ne, min. Aku sangat beruntung memiliki namdongsaeng sepertimu.”
“Aku yang beruntung noona memiliki noona setegar dirimu.”
“Kapan aku akan menikah Min?”
“Kata appa minggu depan. Kau tenang saja noona, kalau kau bosan kau bisa bermain ke sini atau aku akan ke sana. Arrseo?”
“Ne, min gomawoyo”

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~

Aku melihat diriku di cermin dengan kesal. Hari ini aku akan menikah dengan seorang putri bernama Choi Sooyoung. Aish. Benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa aku menikah dengan yeoja yang belum pernah kutemui. Appa benar-benar kejam menyuruhku menikah dengannya. Dia pasti seperti putri yang pernah kutemui lainnya. Manja dan menyebalkan. Mau dilayani dan merepotkan. Bagaimana bisa aku menikah di usia 18 tahun.
“Annyeonghaseyo wangjanim. Wah! Kau tampan sekali!” ujar penasihatku Leeteuk
“gomawo. Tapi aku sangat kesal hari ini.”
“Aigo.. waeyo?”
“Aku pasti akan menikah dengan seorang putri manja, menyebalkan, merepotkan, dan mau dilayani. Aish jinjja..”
“Aigo.. wajangnim kau salah besar.”
“Waeyo?”
“Aku sudah bertemu calon istrimu, dia sangat cantik dan baik!”
“Kebohongan macam apa lagi yang kau katakan padaku.”
“Ini serius wajangnim! Dia sangat cantik dan baik! Berbeda dengan putri-putri sebelumnya!”
Aku tidak mempercayai ucapannya. Tidak mungkin ada putri yang seperti itu. Akupun keluar dari ruangan dan bertemu appa, eomma, dan yeodongsaengku Tiffany dengan memasang senyum yang dibuat-buat
“Aigo.. Kau gagah sekali siwonie!” ujar eomma
“Ne, kau mirip appa dulu hahhaa.”
“Oppa!! Akhirnya kau menikah juga!! Aku tak sabar melihat kakak iparku nanti!”
“gomawoyo.”
“Ayo kita segera ke gereja, mereka sudah menunggumu.”
“Ne, appa.”
Akupun akhirnya menaiki mobil limousine berwarna putih. Kami menuju ke gereja. Aku pun tiba dan di sana sudah banyak wartawan memotretku. Akupun memasang senyum terpaksa dan pengawal mencegat mereka mendekatiku. Akupun berdiri di depan altar dan tak lama kemudian acara dimulai.
“Mempelai wanita silakan memasuki ruangan”
Kulihat sesosok yeoja berjalan menuju altar dengan appanya. OMO! Dia cantik sekali. Aish Choi Siwon, jangan mudah jatuh cinta padanya! Setelah ini kau akan tahu sifat aslinya! Akupun menggandeng tangannya dan tersenyum. Kenapa bibir ini tersenyum sendiri aigo..
“Choi Siwon, apakah kau bersedia menjadi suami dari Choi Sooyoung yang setia padanya di kala suka maupun duka, di kala sehat maupun sakit, di kala susah maupun senang, dan menjadi suami yang baik baginya?”
“Ne, saya bersedia” kenapa aku menjawabnya dengan mantap. Aigo.. Tuhan aku berdusta atau tidak?
“Choi Sooyoung, apakah kau bersedia menjadi istri dari Choi Siwon yang setia padanya di kala suka maupun duka, di kala sehat maupun sakit, di kala susah maupun senang, dan menjadi istri yang baik baginya?”
“Ne, saya bersedia.” jawabnya
Pendeta pun memberi cincin pernikahan kami dan aku memasangnya di jari manisnya. Diapun memasang cincin di jari manisku. Kini kami resmi menjadi sepasang suami istri yang sah.
“Kau boleh mencium istrimu.”
Aku pun mendekatkan wajahku padanya dan menciumnya. OMO! APA YANG KULAKUKAN!

~Sooyoung POV~
“Kau boleh mencium istrimu”
Aku sangat takut sebenarnya. Aku takut dia betulan menciumku karena sebelumnya aku tidak pernah melakukannya sama sekali. Dia pun mendekatkan wajahnya padaku dan mencium bibirku. Ya Tuhan, cobaan macam apa lagi ini. Dia merebut First Kiss ku! Setelah acara itupun kami harus terus tersenyum di depan media dan pergi ke ballroom. Di mobil, aku dan dia hanya diam saja. Aku takut melihatnya. Orang ini benar-benar keterlaluan bisa-bisanya dia mencium yeoja yang baru ditemuinya. Aigo…Choi Sooyoung tabahkan hatimu…

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Kamipun tiba di istana dan pelayan mengajaknya berkeliling istana. Sambil menunggunya aku mandi dan setelah itu aku kamar dan menggambil pakaian. Tiba-tiba kudengar teriakan seorang yeoja
“Kyaaaaaaaaa!!! Apa kau selalu seperti itu!”
“YA! Kenapa kau tidak mengetuk pintu!”
“Kau sendiri kenapa keluar dengan baju handuk begitu! Cepat pergi!”
Akupun berinisiatif menjahilinya, siapa suruh dia berani menyuruhku pergi dari kamarku sendiri. Aku pun memojokkannya ke tembok
“Waeyo memangnya salah? Bukannya kau istriku Choi Sooyoung?”
“YA! Jangan macam-macam kau Choi Siwon!”
Diapun mendorongku. Aigo.. dia yeoja tapi tenaganya besar sekali. Akupun semakin ingin mengerjainya. Aku menahan tangannya
“KYAAA! Apa yang kau lakukan Choi Siwon!”
“Waeyo. Kau takut?”
“ANI! Aku tidak mungkin takut padamu!”
“Oh ya?”
Akupun mendekatkan wajahku padanya dan dia berteriak
“Kyaa!! Tolong!”
Tiba-tiba seseorang membuka pintu. Akupun reflek melepaskan tanganku
“Ada apa Tuan Putri. OMO! Mianhae wangjanim, saya tidak tahu, permisi.”
Aku pun tertawa
“Hahaha rupanya kau benar-benar takut Choi Sooyoung. Kau kalah dariku. Hahaha.”
“Ne! Aku memang takut padamu! Kau itukan wangjanim yadong! Kau bahkan telah merebut first kissku! Aku benar-benar membencimu!”
“Kau kira aku tidak membencimu! Aish.. Choi Sooyoung bahkan karena kerajaanmu aku harus terpaksa menikah denganmu!”
“Kau kira aku tidak terpaksa! Baik kita membuat perjanjian!”
“Perjanjian apa?”

“Kita berpura-pura menjadi suami istri  hanya di depan media dan orang tua kita. Setelah itu terserah apa yang mau kau lakukan dan apa yang mau kulakukan. Jika tidak di depan orang tua kita atau media tidak ada pelukan, ciuman, dan merangkul. Juga kau tidak boleh menyentuhku! Bagaimana?”
“Ne, Deal!”
“Deal!”

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Sooyoung POV~
Malampun tiba aku merebahkan diriku di ranjang karena lelah. Tiba-tiba namja menyebalkan itu datang dan tidur di sampingku.
“MWO! Apa yang kau lakukan!” kataku
“Kau tahu, setiap ruangan di sini punya kunci cadangan di tangan eomma. Dia bisa masuk kapan saja. Kau jangan percaya diri tinggi, aku tidak akan melakukan apa-apa arraseo?”
“Aish.. siapa juga yang berpikir seperti itu. Arraseo, aku akan tidur membelakangimu dan kau juga harus begitu!”
“Ne! Jika kita mendengar suara pintu, kita harus tidur berhadapan arraseo?”
“Ne!”

~Siwon POV~
Tiba-tiba aku mendengar suara pintu dibuka dan aku langsung menghadap ke soo, kulihat sepertinya dia sudah tidur dan tidak menyadari pintu dibuka. Akupun langsung memeluknya dari belakang. Entah kenapa aku merasa pintu tidak ditutup-tutup dan akupun akhirnya terlelap

~Sooyoung POV~
“Hoaam!”
Akupun bangun dari tidurku, kenapa aku merasa sesak. Akupun ingin berdiri tapi tidak bisa, seperti ada yang menahanku. Akupun membalikkan badanku dan siwon memelukku
“AAA!!!!!!!!!”
“Ada apa sih berisik sekali.”
“Kau memelukku babo!”
“Sudahlah, aku masih mengantuk.”
“YA! Lepaskan tanganmu!”
“Kau berisik sekali. Sudah tidur lagi saja” dia memelukku tambah erat dan tanganku tidak bisa bergerak
“Mwo? Apa katamu? Lepaskan wangjanim yadong!”
“Aish.. kenapa kau berisik sekali Choi Sooyoung? Aku masih ngantuk”
“Oppa, eonni sara.. OMO! Mianhae, aku tidak mengetuk pintu,” kata Tiffany. Justru aku yang harusnya bilang gomawo fany ah! Jeongmal gomawoyo, oppamu ini sangat menakutkan Tiffany.
“OMO! Mianhae Sooyoungssi! Aku tidak tahu aku memelukmu!” dia langsung melepaskan pelukannya
“YA! Tidurmu itu separah apa sih siwonssi! Kau bahkan memeluku daritadi.”
“Mianhae, aku kira kau guling.”
“MWO?”
“Aigo.. sudah jam segini, kita harus sarapan di bawah! Kajja.”
Dia pun menggandeng tanganku paksa ke bawah. Aigo.. orang ini benar-benar.
“Ingat ya, kau harus tersenyum nanti”
“ne, arraseo.”
“Annyeong appa, eomma, Tiff,” sapa kami dengan senyum
“Ne, annyeong. Duduklah.”
Pelayan pun datang membawa roti dan berbagai macam selai.
“Kau mau yang mana yeobo?” tanyanya padaku. Aku sebenarnya benci dengan adegan romantis begini. Tapi mau bagaimana lagi, kami di depan orang tuanya.
“Yang rasa coklat saja yeobo. kau mau omelet?”
“Ne, aku mau. Ini roti selai coklat”
“Aigo.. lihat mereka yeobo, romantis sekali!”
“Ne, aku jadi ingat saat kita menikah dulu hahaha.”
“Mashita gomawoyo yeobo. Kau mau?” Dia langsung menggigitnya
“gomawo. Kau mau coba omeletnya? aaa.”

Akupun terpaksa memakannya dan pura-pura tersenyum setelah itu siwon makan dengan garpu yang sama. Aigo.. ini kan ciuman tidak langsung namanya.
“Oppa mianhae aku tidak mengetuk pintu,” kata Tiffany
“Gwaenchanhayo fany ah. Haha.”
“Aish, fany kau mengganggu mereka saja,” ujar eomma.
“Tidak eomma. Aku malah harus berterima kasih padanya,” jawabku.
“MWO?”Matilah aku mengucapkannya aduh… babo kau sooyoungie
“Karena.. Siwonie sangat agresif eomma!” selaku. aish… babo kau sooyoungie.. jeongmal baboya…
“Ooh hahhaa. Aku tidak merasa bersalah kalau begitu hahhaa,” ujar tiffany. Syukurlah dia tidak bilang mianhae lagi
“Aish, siwonie apa yang kau lakukan?”
“Ani! Aku.. aish yeobo kenapa kau mengatakannya pada mereka?”
“Habis daritadi Tiffany terus berkata mianhae, padahal aku kan harusnya yang berterima kasih yeobo. Benarkan?”
“Aish,jinjja.” jawabnya. Lihat kau siwonssi ini pembalasanku untuk yang kemarin karena kau bermain-main dengan Choi Sooyoung.

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

~Siwon POV~
Choi Sooyoung, kau benar-benar membuatku malu di depan keluargaku sendiri. Kenapa kau mengatakan hal seperti itu. Akupun akhirnya bersiap-siap berkeliling melihat rakyatku, tiba-tiba dia datang
“Kau mau kemana?”
“Aku ingin melihat rakyatku waeyo?”
“Aish babo! Kalau kau mau melihat keadaan mereka yang sebenarnya, jangan dengan banyak orang!”
“Waeyo?”
“Mereka itu menunjukkan kebahagiaan di depan raja. Tapi banyak yang mereka sembunyikan sebenarnya!”
“Jinjja?”
“Kau tidak percaya? Baik akan kubuktikan! Kau tidak punya baju penyamaran ya?”
“Ani..”
“Aish, tunggu di sini, aku akan mencarikannya sebentar.”
Diapun mengambil tali dari kopernya dan mengikatnya di balkon
“YA! Kau mau mati ya!”
“Ssst! Jangan berisik, aku akan kembali sebentar lagi.”
Tak lama kemudian dia kembali dengan beberapa baju dan menyuruhku memakainya.
“Bagus! Penyamaran kita berhasil!”
“Kau yakin tidak aneh keluar dengan baju begini?”
“Yang aneh itu keluar dengan baju kerajaan! Ayo kita keluar!”
“Dengan tali?”
“Ne! Nanti yang lain tahu kalau tidak!”
“Aish, kau itu putri bukan sih?”
“Kau justru yang pangeran atau bukan! masa memanjat saja kau tidak bisa!”
“Aku bisa!”
Akupun keluar dari istana untuk pertama kalinya dengan baju rakyat dengannya.
“Ayo kita lihat. Kau ingin kemana?”
“Pertambangan.”
“kajja!”
Kamipun naik kendaraan umum ke sana. Kurasakan kendaraan umumnya sangat panas dan bobrok. Kamipun keluar dari kendaraan umum.
“Bagaimana bisa kendaraan umum seperti itu?” tanyaku
“Makanya kan sudah kukatakan kau harus menyamar agar tahu kondisi rakyatmu yang sebenarnya.”
Dia pun mengajakku ke pertambangan dan aku melihat rakyatku di sana sangat menderita. Mustahil, padahal 1 minggu yang lalu aku ke sini mereka semangat bekerja! Sekarang mereka sangat kelelahan
“Kau lihat mereka diperlakukan seperti apa sebenarnya?”
“Ne. kau benar. Jahat sekali pemimpinnya memberi makan hanya 2 kali dan bekerja tiada henti.”
“mereka akan pura-pura baik di depan raja. Tapi di belakangnya inilah yang terjadi.”
Akupun terdiam. Aku merasa gagal menjadi pangeran. Bagaimana bisa aku tidak tahu kondisi sebenarnya rakyatku.
“Ayo kita makan siwonssi!”
“ne.”

Akupun mengikutinya dan makan bersamanya
“Kau kaget melihatnya?” tanyanya
“Ne. Padahal saat aku datang mereka sangat semangat dan makan bersama.”
“Awalnya aku tidak percaya keadaan rakyatku. Sampai aku pergi sendiri membuktikannya. Kau tahu, dunia ini kejam pada rakyat kecil. Makanya aku sering kabur dari istana untuk membantu mereka dan memantaunya.”
“Lalu bagaimana caramu membantu mereka?”
“Dengan setuju menikah denganmu.”
“MWO?”
“Karena rakyatku sangat membutuhkannya. Mereka bahkan kelaparan dan kedinginan. Sawah ditutupi salju. Mereka tidak bisa bekerja. Satu-satunya cara menyelamatkan mereka hanya dengan aku menikah denganmu. Awalnya aku menolaknya tapi aku berfikir ini lah satu-satunya cara aku merasa pantas menjadi seorang putri. Setidaknya aku bisa melakukan sesuatu hal bagi rakyatku.”
Dia benar. Dia memang pantas menjadi seorang putri .

Akupun tiba-tiba mendapatkan ide.
“Sooyoungie, aku tahu apa yang bisa kulakukan agar aku pantas menjadi seorang wangjanim.”
“Mwo?”

———————————————————Undesired Marriage———————————————————–

Gimana readers? :D RCL Ditunggu
Siders bertobatlah segera!!

18 thoughts on “Undesired Marriage {Part 1}

  1. ceritanya seru bnget nihhhh…..
    Soo dan Siwon punya hati yang bagus ya,,,,,sama2 prihatin ama rakyatnya….salut..
    Nggak sabar nungguin mereka jatuh cinta :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s