Seoul, I’m in Love (After Story-The Babies-End)

Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

 

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

 

Other Cast  :

  • Jessica
  • Kyungsan
  • Ye Eun

 

Type                      : Chapter

 

Genre                    : Romance, friendship

 

Rating                   : PG-15

 

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11-End
After Story
The Wedding | The Marriage Life | Where’s Kang Sora sonsaengnim?

~Siwon POV~
“saengil chughahabnida, saengil chughahabnida, saranghae uri kyungsan, saengil chughahabnida!”
Aku dan soo meniup lilin angka 6 itu. Hari ini kyungsan genap berumur 6 tahun.
“Saranghae Choi Kyungsan!”
Kami menicium pipinya. Sekarang rumahku sangat ramai. Minho dan Yuri sudah memiliki anak bernama choi yoogeun berumur 5 tahun. Anak donghae dan yoona, Lee Hae Won sudah berulang tahun seminggu yang lalu.
“Saranghae Kyungsan oppa.” kata Ye Eun dan dia mencium pipi Kyungsan
Ye Eun adalah anggota baru keluarga kami. Ye Eun kini berumur 4 tahun. Jika mengingatnya kembali aku merasa sangat lucu. Soo sangat berbeda saat mengandung Kyungsan dan Ye Eun. Saat mengandung Ye eun dia lebih tenang dan senang memakai rok. Tetapi saat mengandung Ye Eun 7 bulan dia mulai menjadi sangat manja…

-Flashback Siwon POV-
“Siwonie, aku ingin minum jus tomat..”
“Ne, aku akan meminta bibi mengejusnya.”
“Aku tidak mau, aku ingin kau yang mengejusnya..”
“Aku sudah telat soo ah, aku akan meminta bibi mengejusnya.”
“Baiklah, aku akan turun dan mengejusnya..”
Kulihat dia seperti kesal dan akupun takut dia jatuh seperti kejadian Kyungsan
“Arraseo, nyonya choi. Aku akan mengejusnya.”
“Gomawoyo yeobo!!”
Akupun mengejusnya dan dia meminumnya sampai habis.
“Mashitaa. Annyeong.”
Akupun mencium keningnya dan mengelus perutnya. Keesokan harinya adalah hari Minggu dan dia membangunkanku
“Yeobo, irreona..”
“Waeyo youngie?”
“Ayo kita buat cupcake.”
“Mwo? Nanti saja sooyoungie aku masih ngantuk.”
“Arraseo tuan choi, aku akan membuatnya sendiri.”
“Ne, ne aku bangun. Oke. Kajja.”
Kulihat dia sangat senang memasak cupcake. Eomma dan appa tertawa melihatnya. Akupun menunggu cupcake itu sendiri karena youngie mengurus kyungsan.Setelah matang aku membawanya ke atas
“Youngie, cupcakenya matang..”
“Kyungsan kau mau?”

“Ne,eomma.”
“Aaaa.”
Kulihat kyungsan makan dengan lahap
“Mashita. Eomma aaa”
Kyungsan menyuapinya. Benar-benar lucu
“Mashita gomawoyo kyungsanie”
“Appa aaa”
akupun memakannya
“MASHITA! Gomawoyo kyungsanie!!”
Setelah itu kyungsan mengelus perut youngie
“Eomma, kapan dongsaeng lahir?”
“2 bulan lagi. Waeyo?”
“Aku ingin bermain dengannya”
Kamipun tertawa. Malamnya aku memijit youngie
“Kau lelah yeobo?”
“Ani. Aku malah sangat bahagia. Saranghae yeobo.”
“nado.”
Akupun memeluknya dan dia tersenyum.
“Ayo kita main piano!”
“Ini sudah malam sooyoungie, bagaimana kalau yang lain bangun.”
“Kita mainkan yang tenang siwonie, kajja.”
Kamipun bermain piano dengan pelan.
“Siwonie ayo kita buat soal Fisika!”
“Ini sudah malam Youngie, apa kau tidak lelah?”

“Ani. Anak kita menginginkannya! Kajja”
Akupun menemaninya membuat banyak soal. Ini kesamaannya mengandung Kyungsan dan Ye Eun, suka mengerjakan soal. Keesokan harinya soo dan kyungsan ikut ke dept storeku untuk membeli beberapa baju bayi. Meski ini dept store kami, kami memiliki peraturan untuk tetap membeli seperti pelanggan lainnya.
“Yeobo, ini sangat lucu yaaa.”
“Ne, youngie, dia pasti sangat lucu memakainya.”
“yeobo lihat warnanya pink, kita beli ya!”
“Ne, youngie.”
Aku sangat senang melihatnya seperti anak kecil begitu. Dia sangat senang melakukan baby shower.
“Eomma, ini lucu untuk adik bayi.” kyungsan menyerahkan kaus kaki untuknya
“Ne! Gomawo kyungsanie..”
2 bulan kemudian adalah kelahiran ye eun. Saat itu  soo tiba-tiba datang ke dept storeku.
“KEJUTAN!”
“OMO! Youngie, kau kan sedang hamil 9 bulan, bagaimana bisa kau pergi ke sini?”
“Aku bosan di rumah terus siwonie. Kajja kita makan pancake!”
“Ne, kajja.”
Kamipun pergi ke mobil dan menuju restoran pancake. Tiba-tiba kulihat youngie jadi diam dan mukanya pucat
“Youngie, gwaenchanhayo?”
“Ne, gwaenchanhayo..”
“Benarkah? Mukamu pucat sekali youngie..”
“Siwonie..”
“Ne?”
“huaaa siwonie perutku sakit..”
“MWO? Ayo kita ke rumah sakit!”
Akupun menyetir secepat mungkin ke rumah sakit dan sesampainya di sana aku menggendongnya ke dalam. Ia terus menjerit kesakitan dan aku yang panik segera menelpon eomma
“Yeobseoyo eomma, kyungsan akan melahirkan!”
“MWO? Kyungsan?”
“Ah, anii!! Maksudku sooyoungie!”
Saking paniknya aku salah menyebut namanya jadi kyungsan. Aish.. jinjja. Selama persalinan aku memegang tangannya
“SIWONIE!!! AKU TIDAK KUAT!”
“Hwaiting Youngie! Kau pasti bisa.”
“KYUNGSANIE!!”
“Ayo Youngie!”
“SIWONIE! APPO!”
“Kau bisa Youngie, ayo terus!”
Setelah itu Ye Eun lahir dan youngie kembali terharu melihatnya
“Chukkhae, anak kedua kalian bayi perempuan yang sehat.”
“Gomawoyo youngie.”
“Ne, siwonie. Saranghae.”
“na do. Siapa namanya?”
“Choi Ye Eun.”
“Saranghae Choi Ye Eun.”
Setelah itu ruangan kembali ramai dan kyungsan melihat Ye Eun dan mengatakannya ‘cantik seperti eomma’ Kami semua tertawa.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Setelah ulang tahun Kyungsan, aku dan Ye Eun menemaninya membuka kado
“Wuaa! Ini mobil-mobilan dari Donghae samchon dan Yoona imo.”
“Ne, itu dari bumonim Hae Won.”
“Halmeoni memberi robot ini eomma.”
“Wuah, bagus ya oppa!”
Aku merasa lucu, Kyungsan sepertiku dulu berkata pada eomma pemberi hadiah-hadiahku. Tak lama kemudian aku melihat Yuri masuk bersama yoongeun
“Annyeong..”
“Yuri ah,yoogeun masuk”
“Kau sedang apa Kyungsan?”

“Aku membuka hadiahnya imo Kau mau membantuku?”
“Ne, ayo kita buka bersama yoongeun dan ye eun!”
Kulihat yuri sama antusiasnya dengan 2 anak itu sangat lucu melihatnya.
“Oh ya imo punya hadiah untuk kalian! Kau mau tidak?”
“Mau imo.” jawab mereka berdua
“na do eomma.” jawab yoogeun
Kulihat wajah merekalucu sekali..
“Taraa! Besok minggu kita pergi ke taman bermain bersama dengan haewon juga!”
“Wuaaa gomawoyo imo! Aku sayang imo!” jawab kyungsan dan ye eun
“Saranghae eomma!” jawab yoogeun
“Na do!!”
“Aku sayang Yuri imo!!” kataku
“YA! Sooyoungie memangnya kau Kyungsan atau Ye eun”
Kamipun tertawa

~Siwon POV~
Akhir minggu ini keluargaku akan pergi bersama keluarga yoonhae dan minyul. Lucu sekali memanggil keluarga begini.
Aku pun memakaikan baju kyungsan dan kulihat ye eun dan soo sedang memilih baju. Mereka lucu sekali

“Ye eun cantik tidak eomma?”
“Neomu yeoppo chagiya!”
Ye Eun memeluknya. Lucu sekali mereka berdua. Akupun sarapan bersama keluargaku.
“annyeong semuanya!!” sapa kami
“annyeong.” jawab mereka semua
Kamipun makan bersama.

Setelah sarapan, kamipun pergi bersama keluarga minyul dan yoonhae. Setibanya di taman bermain, kami mulai menaiki banyak wahana. Komedi putar, istana boneka, dan mengunjungi tempat souvernir. Setelah itu kami makan es krim di sebuah toko. Aku melihat minyul makan es krim couple bersama yoogeun dan kulihat soo tertawa
“Waeyo soo?” tanya yuri
“Yuri, kau ingat dulu saat kami mentraktir kalian? Setelah bertahun-tahun akhirnya kalian makan es krim couple sekarang. Haha.”
“Iya ya.” Jawab Minho dan dia tertawa
Aku dan soo makan es krim couple sedangkan kyungsan dan ye eun makan sendiri-sendiri
“YA! Kalian bahkan begitu di depan anak kalian!” kata Yoonyul protes
“Waeyo? Mana cukup kami makan berempat haha.” jawab soo
Aku terkekeh melihatnya, youngie,yoona,yuri tidak berubah dari dulu padahal mereka sudah menjadi eomma. Kulihat soo mengeluarkan kameranya
“kyungsanie, lihat eomma…”

Dia pun memotret kyungsan
“aigoo lucu sekali. Aku akan mengirimnya pada eomma. Ye Eun, appa lihat sini..”

Dia memotretku dan ye eun.
“Lihat ye eun cantik ya.”
“Ne eomma.” jawab ye eun aigoo lucu sekali. Setelah itu aku gantian memotretnya dengan kyungsan dan ye eun dan minyul tidak mau kalah
“Minho, yoogeun smile!”

“Aigo.. yeobo, yoogeun lebih tampan darimu.”
“Appa katanya aku lebih tampan darimu!”
“Ne, arraseo nyonya choi, tuan choi.”
Tiba-tiba kulihat yoona berteriak
“Yeobo, Hae Won mana?”
“OMO! Hae Won?”
Kamipun mulai panik dan mencari-cari hae won. Kami bertanya pada penjaga toko dan katanya yoonhae tidak membawa anak ke sini. Kami mulai panik. Yoona mulai menangis dan donghae menenangkannya

“Ini salahku yeobo, kenapa aku tidak menyadarinya..”
“Ini bukan salahmu yoong, ayo kita cari, dia pasti tidak jauh dari tempat bermain.”
Kamipun mulai mencarinya. Soo dan yuri dan anak-anak menenangkan yoona. Aigoo kenapa bisa begini

~Sooyoung POV~
“Tenang yoong, dia pasti ditemukan.” kata kami
“Bagaimana aku bisa tenang, aku tidak tahu anakku di mana youngie, yul.”
Yoona mulai menangis dan kulihat ye eun menangis
“Gwaenchahayo ye eun?” tanyaku
“Imo, jangan menangis..”
Aigo.. kenapa jadi dua-duanya menangis begini. Tak lama kemudian aku melihat kyungsan dan yoogeun menangis. Aigo.. Hae Won dimana sebenarnya

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Aku sudah mencari ke segala tempat tapi aku tidak menemukan hae won di mana-mana. Aigo.. aku pun mengangkat telepon youngie
“yeobseoyo?”kudengar banyak suara tangisan di sana
“siwonie, ye eun dan kyungsan menangis aku sudah berusaha menenangkannya tapi mereka tetap menangis.”
“arraseo, aku akan ke sana.”
Saat aku ke sana kulihat ye eun, kyungsan, yoogeun, dan yoona menangis. Yuri menangis meminta yoogeun berhenti menangis. Youngie terlihat bingung melihat semuanya menangis. Astaga…sekarang anak kecilnya bertambah 2 kalau begini. Akupun menggendong ye eun dan soo menggendong kyungsan.
“Youngie, ayo kita cari hae won bersama.”
“Ne, yeobo.”
Aku menelpon minho dan donghae agar mereka bisa menenangkan yoonyul dan yoogeun. Untunglah ye eun dan kyungsan berhenti menangis. Aku dan youngie mencari haewon ke tempat yang tadi kami kunjungi. Tapi tidak ada dimana-mana
“Appa..”

“Ne, kyungsan?”
“Kenapa tidak ke pusat informasi saja?”
Aku kaget mendengarnya. Kenapa aku tidak tefikir ke sana
“Aigo.. kyungsan kau pintar sekali, kajja.”jawab soo
Kami pun ke pusat informasi dan mereka mengumumkan pemberitaan ini. kamipun tetap berusaha mencarinya. Malam pun tiba, kulihat kyungsan dan ye eun sudah tertidur. Hae won masih belum ditemukan. Aku dan soo kembali ke tempat kami bertemu dan tidak seorangpun menemukannya. Yoona menangis keras, yuri dan youngie memeluknya. Donghae pun sudah sangat lemas. Tiba-tiba ada pengumuman dari pusat informasi ‘ditemukan seorang anak bernama Lee Hae Won, bagi orang tuanya silakan datang ke pusat informasi’ yoona langsung berdiri dan berlari ke pusat informasi, kami semua menyusulnya. Betapa terkejutnya kami menemui seseorang yang kami kenal di sana
“Jessica?”
“Ne? Ah! annyeong semua.”
Aku lega melihat hae won di sana. Yoona menangis dan memeluknya
“Hae won eomma mencarimu kemana-mana. Kenapa kau meninggalkan eomma?”
“Eomma dan appa yang meninggalkanku! Aku mengejar kalian tadi tapi kalian cepat sekali. Lalu aku ditolong Jessica ahjumma.”
“Mwo? Jeongmal gomawoyo Jessica. Aku tak tahu harus berterima kasih bagaimana lagi.”
“Ne, yoona donghae gwaenchanhayo. Oh ya, aku pulang dulu ya annyeong.”
“ne, annyeong. Sekali lagi, jeongmal gomawoyo.”
“ne.”
Aku melihat jessica pergi dan segera pulang ke rumah. Aku dan soo hari ini tidur bersama ye eun dan kyungsan karena mereka kelelahan.
“Jessica ternyata baik ya.” kata soo
“Ne, waeyo?”
“Tadinya kukira dia sangat menyebalkan. Dia dulu menyukai donghae kan?”
“Kudengar sih iya.”
“Tapi dia sekarang malah menolong haewon. Kurasa banyak orang sudah berubah.”
“Ne. Bumi ini selalu berputar youngie, begitu pula hidup. Banyak orang berubah. Dan kurasa jessica berubah menjadi lebih baik.”
“Ne, kau benar yeobo.”
“Kau juga berubah.”
“Aku?” tanyanya
“Ne, kau.”
“Apa perubahanku?”
“Kau sekarang sudah menjadi istri choi siwon dan eomma dari kyungsan ye eun. Dulu kau memanggilku kuda, lalu chingu, lalu oppa, dan sekarang yeobo. Hahaha.”
“Kau juga sudah menjadi suami choi sooyoung dan appa dari kyungsan ye eun. Hahaha.”
“Tapi ada satu yang tidak berubah sooyoungie.”
“Apa?”
“Saranghaeyo.”
“Na do yeobo.”
Aku pun mencium keningnya dan kami melihat kyungsan ye eun.

“Aku ingin melihat mereka cepat dewasa.”
“waeyo?”
“Aku ingin mendengar kyungsan bercerita padaku mengenai yeoja yang disukainya dan ye eun mengenai namja yang disukainya. Hahaha.”
“Kalau aku ingin mengerjai calon menantu kita seperti appa. Haha.”

Itu memang bukan akhir cerita kami, tapi kami akan membuat happy ending. Ya, membuatnya karena happy ending ada karena kamu berusaha, bukan datang dengan sendirinya. Betul kan youngie?

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

Akhirnya selesai juga Seoul I’m in Love :’)
RCL ditunggu readers :)
Don’t be a siders! :D

14 thoughts on “Seoul, I’m in Love (After Story-The Babies-End)

  1. ak suka ak sukaaa!! wwkkw butuh 2 jm sii untuk bca smua part2 na tpi gag nyesel kokk daebaakkk!! ak suka smua couple2 na keep writing ya thor ;) author, soowon, yoonhae, minyul jjang!!

  2. Aduuhh mian author bru smpet comem dsni , sumpahh ff.a kerenn tpi sayang moment yoonhae.a sdkit hahaha maklum pyros !! But this is nice ff !! Aku sukaaa

  3. mian aku baru koment di part ini kakak,,
    aku baru pertama ini baca FF d sini
    aku nggak bermaksud jadi siders,,,beneran deh,,,
    bener2 daebak bgt,,, :)
    aku suka ceritanya,,,
    konfliknya dapet bgt,,,
    walaupun banyak tokohnya tapi nggak membuat bngung,,,
    semangat ya kakak,, :)

  4. Aaaaaaa cutee sekali ceritanya. Soowon emg the best. Ohiya, sekedar saran aja nih. Banyak ff yg menggantung di website ini. Awalnya aku baca sampe chapter 3 (baby, don’t cry) tp smpe skrg gaada lanjutannya. Author tambahkan lg ffnya yg bagus yaa!! Aku lebih senang kalo ceritanya berakhir dengan berkeluarga dan memiliki anak. Haha. Gomawo!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s