Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding)

Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-17

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8 | Part 9 | Part 10 | Part 11-End
After Story
The Wedding | The Marriage Life | Where’s Kang Sora sonsaengnim?

~Sooyoung POV~
Besok adalah hari pernikahan Yoona dan Donghae. Aku dan Yuri hari ini tidur bersama Yoona mengingat masa SMA kita dulu.
“Dulu kita tidur bertiga pas baru SMA, besok yoona jadi istri donghae.” kata yuri
“Ne. Cepat sekali ya 5 tahun haha.” kataku
“Aku akan merindukan masa-masa tidur bertiga begini.” kata Yoona
“Kita kan bisa sleepover kapan aja yoong.”
“Ne. Tapi mulai besok kita akan tinggal terpisah.”
Kulihat Yoona mulai meneteskan air mata
“YA! Yoona kau tidak boleh menangis! Besok kan hari pernikahanmu bagaimana kalau matamu bengkak?” kataku
“Ne. aku hanya terharu mengingatnya kembali.”
“Kau ingat dulu saat kita pindah ke Seoul soo menangis di Busan dan memohon pada orang tuanya agar bisa ikut hahhaa.”
“Tapikan kita jadi bisa tinggal bertiga!” belaku
Kamipun berpelukan
“Yoong kitakan masih bisa bertemu. Arraseo?”
“Ne. Hahahaha.”
“Aku bisa membayangkan bagaimana hidupmu dan donghae nanti hahaha.”
“Aku juga.” jawab yul
“Aku tidak bisa membayangkannya. Bagaimana bayangan kalian?”
“Rahasia hahaha.”
“aish kalian!”
“Sudah tidur besok kan kau harus bangun sangat pagi yoong.”
“ne.”
Kami bertiga pun tidur

~Siwon POV~
Hari ini adalah hari pernikahan Donghae. Aku dan anak-anak klub basket datang ke rumahnya dan kulihat dia sudah memakai tuxedo putih dan sangat berbeda. Dia beda dari Donghae yang biasanya. Dia terlihat lebih dewasa.

“Chukkhae Hae!”
“Ne. gomawo. Haha. Kalian harus cepat menyusulku! Terutama kau siwon!”
“Ne. kalau aku bisa mendapat bunga lemparanmu hahaha.”
“hahaha.”
“Aku tak menyangka kau menikah hari ini. Seingatku kemarin kita masih main basket!”
“Ne. aku juga tidak menyangka akan secepat ini!”
Kamipun tertawa bersama dan menuju ke gereja.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Author POV~
Yoona pun masuk ke pintu gereja dengan gaun putih yang sangat indah. Pernikahan Yoonhae berlangsung dengan sakral dan janji mereka berhasil mereka ucap dengan mantap. Setelah itu resepsi pernikahan berlangsung dan tibalah saat pelemparan bunga..

~Yoona POV~
1..2..3! Akupun melempar buket bungaku ke penonton dan yang mendapat bunganya adalah siwon. Kulihat dia tersenyum ke youngie dan youngie membalasnya.
“YA! Choi Siwon! Kau harus segera menikah kalau begitu!” ucap donghae dan membuat para undangan tertawa
Aku benar-benar bahagia hari ini. Kini aku resmi menjadi anae donghae. Donghae saranghae

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Resepsi yoonhae selesai dan mereka langsung honeymoon ke jeju. Akupun pulang bersama soo dan minho bersama yuri karena dia sudah pandai menyetir.
“Mereka serasi sekali ya Oppa.”

“Ne. Mereka sangat serasi hahaha. Mereka curang, aku kan melamarmu duluan.”
“Ne hahaha. tapi kan mereka jadian duluan oppa.”
“Ne kau benar hahaha. Youngie aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat.”
“Ayo kita ke sana oppa!”
Akupun mengajaknya ke sebuah gereja. Gereja dimana appaku melamar eomma. Dari dulu aku sudah memimpikan akan melamar yeoja yang kucintai di gereja ini.
“Youngie kau tahu ini tempat apa?”
“Ini Gereja oppa.”
“Aku pun mengajaknya ke depan altar dan memegang tangannya.”
“Youngie ini adalah gereja tempat appaku melamar eomma. Kau tahu, sejak dulu aku selalu bermimpi melamar yeoja yang kucintai di gereja ini. Aku ingin Tuhan menjadi saksi janjiku. Sooyoungie, maukah kau menjadi istriku?”
Kulihat dia tersenyum dan mengangguk
“Oppa, kurasa aku sudah menjawabnya di rumah sakit waktu itu.”
“Youngie, itu adalah lamaranku menjadi tunanganmu. Tapi yang ini sungguh, aku melamarmu menjadi istriku. Choi Sooyoung bersediakah kamu menjadi istri Choi Siwon? Menjadi istri yang ada di kalah susah maupun senang, kala sehat maupun sakit. Kala suka maupun duka. Dan menjadi istri yang baik baginya dan ibu yang baik bagi anak-anak kita kelak?”
“Ne. Choi Sooyoung bersedia. Dan apa kau Choi Siwon, bersedia menjadi suami Choi Sooyoung? menjadi suami yang ada di kala susah maupun senang, kala sehat maupun sakit. Kala suka maupun duka. Dan menjadi suami yang baik baginya dan ayah yang baik bagi anak-anak kita kelak?”
“ne. Choi siwon bersedia!”
Akupun menciumnya dan kami tersenyum bahagia. Setelah kami memberitahukan bumonim mengenai rencana ini, mereka semua bahagia dan mereka mengurus semuanya. Mereka paling bersemangat dalam hal ini. Aku dan Soo pun memutuskan tinggal di rumah orang tuaku. Kamarku pun didekor ulang. Kami akan menikah tanggal 10 Februari, tepat saat ulang tahun kami. Yuri dan Minho juga ikut andil dalam pernikahan kami. Dan akhirnya.. besok adalah hari pernikahan kami. Hari ini aku tidur bersama Minho dan dia tertawa daritadi.
“Kenapa kamu tertawa Min?”
“Aku tidak menyangka hyung menikah besok. hahaha.”
“Ne. Aku juga tidak menyangkanya Min.”
“Kurasa setelah ini aku dan Yuri akan segera menyusulmu hyung!”
“wuah! Kau harus mendapatkan bunganya kalau begitu!”
“Semoga saja hyung. haha.”
“Aku tidak menyangka akan menikah dengannya.”
“Aku sudah menyangkanya sejak kau berkata kau sangat membencinya haha.”
“hahaha. Gomawo Min.”
“Untuk apa?”
“untuk menjadi dongsaeng yang baik bagiku.
“Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, kau dan soo noona yang membuatku dekat dengan yuri.”
“Ne, Min haha.”
Aku melihatnya memainkan handphonenya dan dia tertawa
“Kau tahu hyung, soo noona dan yuri tidak bisa tidur sama seperti kita.”
“Hahaha. apa semua calon pengantin seperti ini ya?”
“ne. donghae dan yoona juga.”
Akupun mengirim pesan pada soo untuk tidur dan akhirnya aku tidur.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Sejak pagi aku sudah didandani di salon. Akupun melihat diriku di kaca. Ini adalah hadiah ulang tahun terindah bagiku. Tak lama kemudian aku melihat yoonyul masuk.

“SAENGIL CHUKKHAE!!!!”
“GOMAWOYO!!!”
“OMO! Youngie neomu yeppo!” ujar mereka
“gomawo hehe. Yul kau harus menyusul kami!”
“Makanya kau harus melempar bunganya ke aku youngie!”
“Mana bisa begitu yul haha.” jawab yoona
Tak lama kemudian eommaku dan eomma siwon masuk
“OMO! Youngie neomu yeppo!”
Entah kenapa aku merasa ekspresi mereka sama dengan yoonyul
“Gomawo eomma.”
“Kajja, kita ke mobil.”
Kamipun berangkat ke gereja dan tiba di sana. Aku sangat gugup dan berdiri di depan pintu bersama appa.
“Tenang youngie, ada appa di sebelahmu, tersenyumlah.”
“Ne appa.”
Pintu gerbang terbuka dan aku memasuki gereja. Kulihat siwon sudah berdiri di depan altar.

Omo, dia sangat tampan. Appa menyerahkan tanganku ke tangannya dan siwon menuntuntunku ke altar.
“Choi Siwon, apakah kau bersedia menjadi suami dari Choi Sooyoung yang setia padanya di kala suka maupun duka, di kala sehat maupun sakit, di kala susah maupun senang, dan menjadi suami yang baik baginya?”
“Ne, saya bersedia” jawabnya dengan mantap
“Choi Sooyoung, apakah kau bersedia menjadi istri dari Choi Siwon yang setia padanya di kala suka maupun duka, di kala sehat maupun sakit, di kala susah maupun senang, dan menjadi istri yang baik baginya?”
“Ne, saya bersedia.” jawabku mantap
Pendeta pun memberi cincin pernikahan kami dan siwon memasangnya di jari manisku. Akupun memasang cincin di jari manisnya. Kini kami resmi menjadi sepasang suami istri yang sah.
“Kau boleh mencium istrimu.”
Siwon pun mendekatkan wajahnya kepadaku dan menciumku lembut. Yuri, yoona, donghae, minho, dan semua teman-teman kami yang hadir bersorak dan bertepuk tangan. Sekarang saatnya meminta restu di depan orang tua kami. Eomma siwon memelukku dan mencium pipiku begitu pula eommaku memeluk dan mencium pipi siwon. Aku memeluk appa siwon dan appaku memeluknya. Pemberkatan selesai dan aku pergi ke tempat resepsi. Kami mengadakan pesta kebun dengan konsep putih. Benar-benar dekor yang indah. Banyak orang yang datang menyelamati kami, semua teman SMA kami datang dan juga teman kuliah kami. Tiffany dan Sulli pun datang ikut memberi selamat. Leeteuk dan Taeyeon sonsaengnim juga datang bersama anak mereka. Sayangnya aku tidak bisa menemukan alamat Kang Sora sonsaengnim. Kamipun memotong kue bersama dan tiba-tiba lagu Happy Birthday diputar. Semua orang bernyanyi “Saengil chukkahamnida!” kami tertawa. Aku dan Siwon pun akhirnya melempar bunga…

~Yuri POV~
Aku segera menarik Minho saat Siwon dan Soo ingin melempar bunga. Minho tersenyum melihatku dan 1…2…3 bunga pun berhasil dilempar dan kami menangkapnya bersama.
“Choi Minho, Kwon Yuri, itu artinya kalian harus segera menikah!” ujar soowon
Kamipun tertawa mendengarnya. Seperti de javu donghae mengatakan itu pada siwon. Jika nanti aku melemparnya siapa yang menangkapnya hahaha.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Setelah resepsi aku dan soo langsung pulang ke rumahku dengan baju hanbok, sesuai tradisi keluargaku. Aku mengantarnya menuju kamar kami.
“waah oppa kamarmu berbeda sekali sekarang.”
“Tentu youngie, ini semua ide eomma kita hehe. Barang-barangmu sudah ditata.”
“Ne, cantik sekali. Oh ya oppa apa itu?”
Dia menunjuk setumpukan kotak hadiah yang ada di resepsi kami.
“Itu hadiah pernikahan kita. Ayo kita buka bersama youngie!”
Aku dan soo mulai membuka satu per satu hadiahnya. Hadiah pertama dari Yoona dan Donghae
“Wah! Jaket couple oppa!”
“Ne, mereka memang suka memberi barang couple haha.”
Kamipun membuka hadiah kedua dari Minho dan Yuri
“Gelas kembar Youngie!”
“Ne, imut sekali. kyaaa!”
Kulihat dia sangat senang membuka hadiah-hadiahnya. Kamarku kini penuh bekas bungkus kado. Banyak yang memberi frame, barang couple, dan pesan-pesan. Dan hadiah terakhir adalah dari 2 eomma kami. Kado yang terbesar.
“Ini apa ya oppa?”
“Molla. Kita buka saja.”
Dan ternyata isinya adalah 10 pasang piyama kembar sesuai tanggal pernikahan mereka
“Wuaa daebak banyak sekali!” katanya
“Ada berbagai macam warna youngie! haha semuanya warna kesukaan kita”
“Ne, ada pink, merah, hijau muda, biru muda, biru tua, oranye, putih, coklat, abu-abu,dan emas. Aku bingung memilihnya.”
“Aku juga oppa, bagaimana kita pakai warna merah? Merah kan sama-sama warna kesukaan kita.”
“Ne, kau benar.”
Akhirnya soo mengambil piyama merah dan menggantinya di kamar mandi, setelah itu aku juga memakainya. Rasanya lucu memakai piyama kembar seperti ini. Akupun mempersiapkan kejutan untknya.
“SURPRISE! HAPPY BIRTHDAY SOOYOUNGIE!
“HAPPY BIRTHDAY SIWONIE!

Kamipun akhirnya meniup dan memakan kue sambil menonton televisi, aku merangkulnya dan ia bersandar di bahuku. Tak lama kemudian aku melihatnya sudah tidur. Aigoo.. dia cantik sekali. Akupun menggendongnya dan menyelimutinya. Aku tidur di sebelahnya. Terima kasih Tuhan, telah mempersatukan kami

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku terbangun di pagi hari dan kulihat siwon tertidur pulas di sampingku aku tersenyum melihatnya, dia tampan sekali. Kulihat dia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan terbangun

“annyeong..” akupun mencium pipinya “morning kiss.”
Kulihat dia mulai bangun dan kami turun ke lantai bawah. Di sana eomma dan appa siwon serta minho sedang makan.
“annyeong eomma, appa, minho.” sapa kami
“ne, annyeong. duduklah, ayo kita makan”
kami duduk dan mulai makan. Akupun mengoleskan selai coklat di roti siwon dan memberikannya padanya
“gomawo yeobo.”
tiba-tiba eomma siwon tertawa dan berkomentar “aigo.. yeobo kau ingat saat kita menjadi pengantin baru dulu, aku juga melakukan hal yang sama.”
“ne hahaha.”
Kami semua pun tertawa. Tadinya kami ingin pergi ke kantor, tapi eomma siwon melarang kami dan appa pergi sendiri.
“oppa aku bosan.”
“nado youngie.”
“bagaimana kita menengok yoonhae?”
“ne! ide bagus!”
Akhirnya kami mengunjungi rumah yoonhae
“annyeong!”

“Wuahh! pasangan baru datang oppa!” teriak yoona
“wuahh! ayo masuk!” jawab Donghae
Kamipun masuk ke rumah yoonhae. Di sana banyak sekali barang kembar. Karena mereka tinggal terpisah dari orang tua, seluruh isi rumah ini bercirikan yoonhae.  Donghae dan siwon pergi ke lapangan dekat rumah mereka dan bermain basket. Biar sudah menikah, mereka tetap sama sejak zaman SMA. Yoona pun menghampiriku dan berbisik
“Soo ah bagaimana semalam?”
“Bagaimana apanya?”
“Aigo.. jangan-jangan kalian tidak berbuat apa-apa.”
“berbuat apa?”
Yoona menjitak kepalaku
“YA! Lee Yoona kenapa kau menjitakku?”
“Aigo, kau babo sekali. Kasihan sekali siwon. Jadi kalian diam semalaman?”
“Tidak kami membuka bungkus kado,menonton, lalu aku ketiduran.”
“Aigoo.. jadi malam pertama kalian hanya membuka bungkus kado? Kalian itu harusnya melakukan ‘itu’!”
” ‘itu’? itu apa?”
“kau benar-benar babo rupanya.” Yoona pun membisikkan sesuatu padaku
“MWO? YA KENAPA HARUS BEGITU!”
“Itulah darimana kau berasal babo!”
“Jadi kau dan Donghae..”
“Ada apa denganku?” tiba-tiba donghae dan siwon datang dan bertanya
“ani… maksudnya jadi kau dan yoona membeli semua barang kembar di rumah ini?”
“Ooh, tidak ada beberapa yang diberikan haha.”

~Siwon POV~
Aku pun akhirnya bermain basket dengan donghae.
“Choi Siwon, ceritakan padaku apa yang terjadi semalam?”
“Tidak terjadi apa-apa, kami hanya membuka bungkus kado dan menonton.”
“Jadi malam pertama kalian hanya membuka bungkus kado? Hahaha.”
“YA! Donghae kau yadong sekali! memang harus melakukannya di malam pertama?”
“Tidak juga sih.. Hahhaa. memang kenapa tidak kau lakukan?”
“Karena dia ketiduran di sofa.”
“hahahaha. Choi Sooyoung benar-benar hebat!”
“YA! Jangan mentertawakanku! Lagipula aku ingin kami siap dulu jadi orang tua!”
“Kurasa semua yeoja ingin punya nampyeon sepertimu siwon hahaha.”
“Terserah apa katamu yang jelas, aku ingin dia siap.”
“Ne. aku tak menyangka kau lebih dewasa dariku won haha. Ayo kita kembali.”
Kamipun pulang ke rumah Donghae dan saat kami membuka pintu kami mendengar mereka berbicara
“Jadi kau dan Donghae..”
“Ada apa denganku?” tiba-tiba donghae dan siwon datang dan bertanya
“ani… maksudnya jadi kau dan yoona membeli semua barang kembar di rumah ini?”
“Ooh, tidak ada beberapa yang diberikan haha.”

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Aku kembali mengingat pesan yoona tadi dan aku merasa bersalah pada siwonie
“Youngie, daritadi kau melamun terus gwaenchanhayo?”
“Ne, oppa.”
“Apa yang yoona katakan padamu?”
“Mwo? Dia tidak mengatakan apa-apa.”
“Jangan bohong Youngie. Melihatmu begini saja aku sudah tahu.”
“Mianhae oppa aku ketiduran kemarin.”
“Sudah kuduga pasti masalah itu. Gwaenchanhayo yeobo. Aku tidak akan memaksamu. Aku kan menikah denganmu karena aku tulus mencintaimu. Aku tahu kau belum siap. Kau bahkan masih memanggilku oppa haha. Kalau kau sudah siap, kau pasti memanggilku yeobo.”

“Ne, aku bersyukur punya nampyeon sepertimu oppa.”
“Aku juga yeobo hehe”
Dia mengusap kepalaku. Kami pun pulang ke rumah dan hari kembali malam.
“Oppa, kita pakai piyama yang mana? Bagaimana yang pink?”
“Ne yeobo”
Akupun dan siwon memakai piyama pink itu bersama dan kami makan malam bersama. Tiba-tiba Minho memulai pembicaraan
“Appa, eomma, hyung, noona, aku ingin berbicara”
“Ne? Ada apa Minho?” tanya eomma
“Aku sudah lulus kuliah. Aku sudah memiliki pekerjaan. Bolehkah aku meminta izin untuk bertunangan dengan Yuri?”
“Apa kau benar-benar mencintainya? Apa bedanya kau menikah dengannya dan tidak?”
Aku kaget mendengar perkataan appa tapi aku mencoba diam, sedangkan siwon hanya tersenyum.
“Aku sangat mencintainya appa. Aku ingin benar-benar tulus mencintainya. Aku menikah dengannya karena aku ingin serius menjaganya. Aku ingin semua orang tahu dia milikku dan tidak ada yang mengusiknya. Tolong restui kami appa.” Omo, romantis sekali, seharusnya yuri ada di sini!
“Apa benar karena itu?”
“Ne.”
“Appa merestuimu Choi Minho, bawa Yuri ke sini besok.”
“Benarkah appa? GOMAWOYO!”
“Eomma merestuimu.”
“Hyung sangat merestuimu!”
“Chukkhae noona juga sangat merestuimu!”
Setelah itu kami menyelesaikan makan bersama. Setelah makan, aku dan siwon pergi ke kamar.
“Siwonnie, appa sangat menyeramkan tadi. Kukira mereka tidak direstui”
“Aku sudah tahu mereka akan direstui. hahaha.”
“MWO? Bagaimana bisa?”

“Karena appa menanyakan hal yang sama saat aku berkata ingin melamarmu.”
“Lalu kau jawab apa?”
“Apa menurutmu jawaban Minho sangat menyentuh?”
“Ne. Jawabannya sangat romantis siwonie.. Coba ada yuri di sini.”
“Minho mengikuti jawabanku.”
“MWO?”
“Berarti kau sudah memujiku romantis nyonya choi hahaha.”
“Ne, kali ini aku mengakuinya. Kau romantis sekali yeobo.”
“Kau memanggilku yeobo?”
“Ne, memangnya salah?”
“Ani.. aku… Gomawo Choi Sooyoung”
Kulihat siwon memelukku. Siwonie, jeongmal saranghaeyo. Dia pun menciumku lembut. Dan aku menghentikannya
“wae?”
“Kita harus mengunci pintu yeobo, bagaimana kalau appa atau eomma atau bahkan minho yang masuk?”
Dia pun tertawa

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Aku terbangun dan melihat yeoja di sampingku masih terlelap. Aku tersenyum melihatnya. Dia pun bangun dan tersenyum melihatku
“Annyeong..” sapaku.Akupun mencium keningnya
“morning kiss.”Aku memeluknya
“yeobo, bangun, eomma dan appa sudah menunggu kita di bawah.”
“Gwaenchanhayo, hari ini kan minggu youngie. Bangun siang bukan masalah.”
“aku tidak enak bangun kesiangan. Lagipula nanti kan yuri ke sini”
“Kalau begitu aku mandi duluan.”
Akupun mandi setelah itu soo.  Kami pun turun ke bawah dan semuanya sedang sarapan. Kami ikut makan bersama. Yuri datang saat makan malam, jadi aku membantu soo dan eomma menyiapkan makanan. Setelah memasak kami bersiap menyambut kedatangan Yuri. Kau tahu kan sandiwara appa setelah ini.
“Ne. Hahaha.”

Flashback~Sooyoung POV
Hari ini aku akan meminta restu orang tua siwon. Aku sangat gugup. Saat aku datang eommanya sangat ramah dan menyuruhku masuk ke dalam. Aku pun makan bersama dengan keluarganya.Mereka semua diam, jadi aku ikut diam. Setelah itu appa siwon memanggil kami ke ruang tengah dengan wajah tegang. Aku pun menjadi takut
“Appa sebenarnya tidak merestui kalian!”
Aku sangat kaget mendengarnya
“Appa…” jawab siwon
“Appa tidak merestui hubungan ini.”
“Waeyo appa?” tanya siwon. Aku hanya diam
“Meski orang tuanya teman appa, appa tidak menyukainya.”
“Kenapa appa harus mengatakan ini di depannya?”
“DIAM KAU CHOI SIWON!” Aku sangat kaget melihat appanya sepertinya dia sangat menentang hubungan ini.
“Kau lihat? Demi kau dia berani melawan appanya.”
“Ahjeossi, jeongmal mianhaeyo. Aku meminta maaf apabila aku melakukan sebuah kesalahan yang membuat ahjeossi membenciku. Tapi aku tidak pernah membuat siwon melawan appanya. Aku juga memiliki appa, dan ahjeossi mengenalnya. Aku tidak pernah melawan appaku maka aku tidak mungkin membuat siwon melawan ahjeossi.”
“Kau lihat Siwon? Dia berani membela dirinya?”
“Appa, kenapa appa jadi begini? Bukankah appa tadinya mendukung kami?”
“ne. itu dulu.  Tapi setelah melihatmu berani melawan appa, appa tidak mendukung kalian.”
“Kapan aku melawan appa?”
“Lihat, sekarang kau melawanku!”
“Mianhaeyo appa, tapi jujur, aku tidak terima appa menghina sooyoung. Aku sangat mencintainya appa.”
“Appa tidak akan pernah menyetujui kalian.”
Aku dan siwon pun akhirnya berlutut dan menunduk 90 derajat depan appanya
“Appa, kami mohon.”
“Appa tidak akan merestui kalian. Apa kau akan tetap berani menikah dengannya jika appa tidak merestui kalian?”
Kulihat siwon hanya diam..
“Kalau kau tidak melawan appa kau tidak akan menikahinya tanpa restu appa.”
“Memang appa. Aku tidak akan melawan appa. Jika appa tidak merestui kami aku tidak akan menikah dengannya. Tapi aku hanya akan tetap mencintainya. Aku tidak akan pernah mencintai yeoja pilihan appa.” Siwon memegang tanganku dan tersenyum
“Ahjeossi, meski ahjeossi tidak merestui kami, meski kami tidak bisa menikah. Kami akan tetap saling mencintai dan saya berani bersumpah hanya akan mencintai choi siwon.”
“Apa kau yakin tidak akan mencintai yeoja pilihan appa siwon?” Aku benar-benar serasa ditusuk. Tuhan kuatkan aku..
“Ne.”
“Apa kau tidak menyesal? Yeoja itu bernama choi sooyoung, siwonie.”
Aku kaget mendengarnya
“Jadi appa.. merestui kami?”
“Mianhae, appa hanya ingin menguji kalian. Appa merestui kalian.”
“Gomawoyo Appa!” Siwon menunduk 90 derajat dan aku juga “Gomawoyo ahjeossi!”

“Aku benar-benar kaget saat itu.” jawab soo
“Aku juga. Aku tidak tahu apa-apa. hahaha.” jawab siwon
“Tadinya aku hampir menangis. Oh ya Minho tau soal ini?”
“Molla, dia tidak tahu soal saat kita meminta restu. Yuri?”
“Dia juga tidak tahu. haha. Aku tidak sabar tertawa nanti. “

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Yuri POV~
Sesuai permintaan appa minho, aku datang ke rumahnya hari ini. Aku membunyikan bel dan minho membukakan pintu
“Annyeong chagi.”
“Annyeong oppa”
“Kau sudah ditunggu, masuk yul”
Akupun masuk ke dalam dan duduk di meja makan.
“Appa yuri sudah datang.”
Ahjeossi hanya mengangguk. Aku duduk di sebelah Minho dan suasana selama makan hening. Soo duduk di depanku dan dia hanya diam saja. Sebenarnya ada  apa. Aku pun ikut diam. Setelah makan appa minho memanggilku dan minho, sooyoung dan siwon ke atas. aku tidak mengerti

~Sooyoung POV~
Aku benar-benar tidak tahan untuk tertawa melihat yuri diam begitu. Aku dan siwon pergi ke kamar kami dan tertawa terbahak-bahak di sana. Ruangan ini kedap suara, tidak mungkin terdengar ke luar. Kamipun mengintip dari atas.
“Terus terang, Appa tidak menyukai calon istrimu ini Min!” appa memulai sandiwaranya aku dan siwon menahan tawa di atas
“Waeyo appa?”
“Dia tidak memenuhi kriteria calon menantu keluarga choi!”
“Kenapa appa harus mengatakan ini di depannya sedangkan appa menyuruhnya ke sini?”

“Kau lihat Yurissi? Dia berani membentak appanya demi dirimu. Ini kenapa aku tidak menyukainya!” Yuri hanya diam. Aku sudah menahan tawa di atas dengan siwon, kami masuk kamar sebentar dan tertawa. Setelah itu kami keluar lagi
“Mianhaeyo ahjeossi. Memang kriteria apa yang tidak saya penuhi sampai ahjeossi menolakku.”
“Lihat kau berani melawanku!”
“Appa, Kalau appa tidak menyukainya appa harus punya alasan.”
“Apa kau lihat perlakuannya! Dia akan sering menjawab andwe padaku!”
“Darimana appa tahu dia akan menjawab andwe?”
“Lihat dari dia sekarang sudah berani melawan appa.”
Kulihat yuri berlutut dan minho ikutan. Aku menahan tawa dengan siwon di atas.
“Ahjeossi jeongmal mianhaeyo jika aku bersalah. Tapi aku tidak akan menjawab andwe.”
“Kalau begitu kau tidak boleh menikah dengan minho apa jawabanmu ne?” kulihat minyul terdiam
“Lihat kau diam, berarti kau menjawab andwe. Minho apa kau akan tetap menikahinya meski appa melarang?”
Minho hanya diam
“Kau durhaka jika menikah tanpa restu orang tua. Dan ini semua karena dia!”
“Cukup appa. Aku tidak akan menjadi anak durhaka dan menikah tanpa restu orang tua. Tapi aku akan tetap mencintainya.”
“Na do ahjeossi.” kulihat mereka bersungguh-sungguh. tiba-tiba appa memanggil eomma
“yeobo, tolong panggilkan siwon dan sooyoung.”
Eomma pergi ke atas dan menahan tawa bersama kami. Setelah itu kami semua ke bawah
“Ada apa appa?” tanya siwon
“katakan pada mereka jika kalian jadi mereka apa yang kalian lakukan selanjutnya!”
“Membungkuk 90 derajat!” ujar siwon. Aku menahan tawa melihatnya
“Sooyoung katakan apa maksud semua ini pada mereka.”
Aku, siwon, eomma, dan appa langsung tertawa. Minyul bingung melihat kami
“Kalian telah ditipu appa! Hahahaha”
“Apa maksudnya youngie?” tanya yuri
“Appa merestui kalian!” ucap appa
“MWO? Gomawo appa!” kulihat minho memeluk appa
“Gomawo ahjeossi!” kulihat yuri membungkuk 90 derajat. Setelah itu kami mengantar Minho dan Yuri ke luar.
“YA! Hyung! Noona! Bagaimana bisa kalian ikut sandiwara ini!” ujar Minho
“Karena dulu kami juga ada di posisi kalian. hahaha.”
“Aish Choi Sooyoung, Choi Siwon! Kalian tahu aku hampir pingsan mendengar ahjeossi menolakku!” ujar yuri
“Kau pikir aku tidak Yul? Kami bahkan dikerjai lebih parah dari kalian.” balasku
“Jinjja? Baiklah aku pulang ya. Annyeong!”
“ne annyeong.”
Aku dan siwon pun ber high five dengan appa dan eomma. Sandiwara kami berhasil!

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Sebulan berlalu. Minho dan Yuri pun menikah hari ini. Kami semua benar-benar bahagia. Akhirnya adikku itu menikah juga. Mereka mengucap janjinya dengan mantap. Resepsi berlangsung meriah.Sulli mendapat buket bunganya. Yoona sudah hamil 2 bulan dan aku tidak menyangka Donghae akan menjadi seorang ayah.Kami semua benar-benar bahagia. Sepulang dari resepsi, Minho dan Yuri pulang ke rumah kami. Mereka tinggal di kamar Minho, kamar di sebelahku dan Youngie. Tapi sepulang resepsi aku melihat youngie ke kamar mandi. Aku mengetuk pintunya “Youngie, gwaenchanhayo?” Dia pun keluar dan aku menuntunnya.
“siwonie, dari tadi aku merasa pusing dan mual.”
“Mungkin kecapean mengurus pernikahan mereka? Besok kita akan ke dokter, tidurlah.”
“Ne.”
Keesokan harinya kami semua makan berenam di meja makan, bersama pasangan baru ini. Aku melihat minho dan Yuri. Mereka memakai piyama kembar berwarna biru muda, sama seperti yang aku dan youngie pakai sekarang. Aku terkekeh melihatnya. Tiba-tiba kulihat youngie mengambil selai strawberry, aneh padahal biasanya dia mengambil selai cokelat. Setelah makan, aku mengajaknya ke dokter dan kami pergi ke sana.
“Nyonya Choi apa keluhanmu?”
“Aku merasa pusing dan mual.”
“Apa anda sudah haid bulan ini?”
“Iya ya, bekum”
Dokter itupun memeriksanya.
“Nyonya apa ini suamimu?”
“Ne. Waeyo euisa?”
“Chukkhae! Istrimu mengandung 1 bulan.”
“MWO?” Kami berdua kaget
“Anda jangan terlalu banyak bergerak, jangan menggunakan heels, saya beri resep beberapa vitamin.”
Akupun menggendong dan memeluknya
“GOMAWO CHOI SOOYOUNG! SARANGHAEYO!”
“NA DO CHOI SIWON!”
Kami segera menyampaikan kabar ini ke orang tua soo, yoonhae, dan orang tuaku. Aku benar-benar bahagia. Minho dan Yuri juga sangat kaget mendengarnya. Malamnya aku menemani soo makan strawberry karena entah kenapa dia jadi suka sekali dengan strawberry
“Aku tidak menyangkanya.”
“Na do. Kita akan jadi bumonim hahaha.”
“Lebih dari itu. Bayangkan choi siwon. Dulu aku sangat membencimu, sekarang aku sangat mencintaimu. Dulu kau musuhku, sekarang kau appa dari calon anak kita. hahaha.”
“Na do.Aku juga tidak menyangkanya. Sekarang aku sangat sangat mencintaimu. hehe.”
Akupun mencium keningnya. Soo ah, saranghaeyo

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–
Wuahh gimana readers?  ^^
RCL ditunggu!

8 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding)

  1. Pingback: Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?) « naturalstarsoowon

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s