Seoul, I’m in Love! (part 8)

Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

~Yuri POV~
Aku membuka pintu dan soo menarikku dan yoona ke kamarnya. Kulihat matanya bengkak seperti habis menangis
“Soo ah. Apa lagi yang diperbuatnya.”
“Hahahhahaha.”
Aku kaget dia malah tertawa
“Youngie. Ada apa?”
“Kalian tahu. Aku selama ini ditipu Choi Siwon. Aku bodoh ya.”
“Apa maksudmu youngie.”
“Yoong, yul. Jika donghae atau minho memeluk yeoja lain dan mencium keningnya padahal ia tidak pernah melakukannya padamu. Apa pendapatmu.”
“Aku tidak lebih spesial dari yeoja itu.”
“Ia mengkhianatiku.”
“Perfect. Kalian tahu. Siwon melakukannya.”
“MWO?”
“Yoong, yul. Kenapa aku bisa jatuh cinta semudah ini….”
Ia mulai meneteskan air matanya
“Aku terlalu lemah soal namja. Kenapa aku selalu menangis untuknya.”
“Cup cup Youngie…. Jangan menangis.”
“Aku tidak menangis. Aku akan melupakannya.”
“Apa kau salah paham?” aku mencoba menengahkan
“Yul, kalau isi diary minho semuanya tentang yeoja lain, frame di kamarnya foto yeoja lain dan tidak ada fotomu, kotak bekas cupcake yeoja lain disimpan dan darimu dibuang, halaman terakhir diarynya bertuliskan akan membalas dendam padamu apa yang akan kau pikirkan.”
“Dia tidak mencintaiku dan hanya ingin balas dendam padaku…” jawabku jujur
“Itu juga yang kupikirkan. Youngie.. gwaenchanhayo?”
“Ne. Aku seharusnya sadar selama ini aku dimanfaatkan.”
“Sabar ya youngie…” Kami bertiga berpelukan. Siwon! Jahat sekali namja itu mempermainkan perasaan youngie!

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Donghae POV~
Dari kemarin kulihat yoona yuri dan sooyoung sibuk dengan rencana mereka menyudutkan siwon. Aku sudah mendengar dari yoona kalau siwon memanfaatkan soo untuk balas dendam. tapi entah kenapa aku tidak yakin. Di klub basket kuliat siwon juga jadi kacau. kalau dia memang balas dendam kenapa dia jadi sekacau itu. Akupun mendatanginya
“Siwon, gwaenchanhayo?”

“Aish. Donghae aku benar-benar bingung.”
“Wae?”
“Kau pasti sudah tahu masalahnya dari yoona.”
“Ne.. apa benar?”
“Tentu tidak! Aku mencintai choi sooyoung tapi aku bingung harus bagaimana lagi. Aish….”
“Lagian kau babo memeluk dan mencium kening yeoja lain. Kau kan tahu perasaan yeoja sangat sensitif.”
“Ya.. ”
“Coba soo mencium namja lain…”
“ANDWE!”
“nah! Kenapa kau boleh! Kau babo Choi Siwon!”
“Aish tiffany itu yeodongsaeng bagiku!”
“Tapi karena dia bukan yeodongsaengmu, kau jadi terlihat mencintainya babo!”
“Aish.. aku memang salah, tapi Minho biang utamanya kenapa dia menanyakan tiff dengan sooyoung dan mengembalikan diary dan kotak yang sudah kubuang.”
“Aish. Coba kalau kau putus terus demam atau flu pasti lebih mudah melunakkan hatinya.”
“Melunakkan hatinya.”
“Iya. yeoja  itu suka adegan romantis. seperti hujan-hujanan. memang konyol. tapi menurut mereka itu romantis.”
“Begitu ya apa aku coba saja ya…”
“YA! CHOI SIWON! Jangan kau lakukan! Kau babo apa kalau sampai hujan-hujanan demi seorang yeoja. Memangnya kau yeoja apa? Kalau menurut yeoja feminim baru kau romantis dan sungguh mencintainya. Tapi kalau buat choi sooyoung, kau malah babo di depan matanya!”
“Babo depan matanya….”
Akupun meninggalkan namja gila itu. Tidak mungkin dia sebabo itu. Tiba-tiba dia tersenyum dan mendatangiku
“THANKS BRO!”
Dan pergi. Aish benar-benar aneh

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Soo jebal, dengarkan aku…”
“Siwon, sudah tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.”
sebenarnya aku tidak tega melihatnya begini. Tapi siwon, aku sudah tidak mau kau sakiti lagi. Aku tidak bisa mempercayaimu lagi. Akupun pulang ke rumah bersama YoonYul.
“Youngie, sebenarnya aku tidak tega melihatnya memohon terus begitu.” kata Yoong
“Tidak Yoong, dia sudah menyakiti youngie! Kalau donghae begitu dengan jessica apa pendapatmu yoong!”
“YA! Kok Donghae sama Jessica dibawa-bawa! Aish.”
“Sudah. Diam.”
Akhirnya kami pulang bertiga dan siwon tetap mengikuti kami. Sebenarnya aku kasihan melihatnya tapi aku tidak tahu ini bagian dari rencananya atau bukan. Akupun berlari bertiga saat mendekati gerbang rumah dan menguncinya sehingga siwon tidak bisa masuk. Aku yakin dia pasti pulang. Akupun tertidur dan saat terbangun aku melihat 7 pesan di cell phone ku. Semuanya dari siwon. OMO!
Sooyoungie, aku akan tetap di sini sampai kau membuka pintu
Chagiya, saranghaeyo
Aku tahu aku salah, tapi jebal dengarkan aku
Aku memang berbohong dan pernah ingin membalas dendam padamu, tapi akhirnya aku mencintaimu
Choi sooyoung hujan turun apa kau tak kasihan padaku? ^^
Aku tahu kau masih mencintaiku
Sooyoungie, hujan berhenti ^^ Aku percaya kau masih mencintaiku. Aku akan tetap di sini
Kulihat dari jendela hujan turun dan aku langsung membuka tirai. OMO! Siwon masih disini? Kulihat dia kedinginan di depan pagar. Dia itu babo atau apaan sih. Aku melihat waktu pengirimannya. Dia hujan-hujanan 1 jam?! Choi Siwon, bagaimana aku bisa membencimu kalau begini… Akupun keluar dari rumah dan kulihat ia tersenyum ceria. Aku membuka gerbang dan dia langsung memelukku. Badannya panas sekali!

“Youngie aku tahu kamu pasti ke sini.”
“Oppa! Kau panas sekali!”
Tak lama kemudian siwon jatuh sambil memeluk bahuku.
“Yoong, Yul! bantu aku!”
“Ada apa youngie? OMO!”
Mereka akhirnya membantuku membawa masuk siwon. Ya Tuhan, dia demam. Saat kuukur dia demam 39 derajat. Tinggi sekali. Jeongmal mianhe oppa…

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Akupun mengerjap-ngerjapkan mataku. Entah kenapa aku merasa pusing. Saat bangun aku merasa ini kamarku dan Minho ada di sebelahku.
“Kau sudah sadar hyung?”
“Aku kenapa?”
“Kau babo sekali hujan-hujanan 1 jam sampai bajumu kering sendiri. Jelas kau sakit. Hyung babo.”
“Kenapa aku bisa di sini?”
“Yuri menelponku dan menyuruhku membawamu pulang.”
“Itu saja?”
“Iya. Memang apa yang kau harapkan?”
“Aish. Benar kata donghae, kalau buat yeoja sepertinya pasti aku dianggap babo.”
“Maksudmu soo noona?”
“Iya. masa yuri mu.”
“Ooh. Siapa bilang dia menganggapmu babo.”
“MWO?”
“Aish, malas aku berbicara denganmu.”
“YA! CHOI MINHO ceritakan!”
“Kau itu betulan sakit atau tidak sih? Masih bisa teriak-teriak.”
“Mianhae. Ceritakan minho yaaa…”
“YA! Jangan gunakan aegyeomu! Oke. tadi soo noona memegang tanganmu dan mengusap-usapnya. Dia menyelimutimu dan memintaku membawamu pulang. Dia juga berpesan padaku untuk menjaga hyung yang babo. Lalu di mobil dia menyelimutimu dan menyalakan pemanas. Kau membuatku menderita hyung.”
“MWO? Di mana selimutnya?”
“Di mobil.”
“Aish! mana kuncinya?”
“ini. untuk apa hyung?”
Akupun menyambar kuncinya dan mengambil selimutnya. Aku merasa pusing tapi kupaksakan. Aku mengambilnya dan membawanya ke kamar. Minho menggeleng-gelengkan kepalanya
“Ternyata benar.”
“Apa?”
“Orang gila karena cinta.”
“YA! Akukan bukan orang gila.”
“Untuk mendapatkan selimut soo noona kau sampai ke mobil. Astaga..”
“Kau akan mengerti nanti Min.”
Akupun menyelimuti diriku dengan selimut soo. Benar-benar hangat. soo ternyata aku benar. kau masih mencintaiku.

Meski pusing, aku senang soo masih memperhatikanku. Donghae benar. Kalau untuk cewek pasti hatinya jadi lunak. Keesokan harinya aku tidak pergi ke sekolah. Tapi panasku masih tinggi. Aneh. Memang salahku hujan-hujanan begitu. Akhirnya aku di rumah sendirian karena minho sekolah, orang tuaku ke luar negeri, dan bibi pulang kampung. Seharusnya ja segini Minho sudah pulang. Aneh, kenapa dia belum pulang. Akupun membuka pintu rumah.
“Minho kau lama seka…. YOUNGIE?”

“Oppa, kau seharusnya tidur, bukan jalan-jalan begini.”
Diapun membawaku masuk. Tuhan… apa ini pertanda baik bagiku?
“Bagaimana bisa kau turun dari tangga padahal sepanas itu?”
“Karena aku kesepian.”
“Oppa. kau benar-benar membuatku khawatir. Kenapa kau hujan-hujanan begitu?”
“Youngie. Jika aku tidak melakukan itu kau tidak mau mendengar penjelasanku.”
“Tapi tidak begitu caranya oppa.”
“Lalu bagaimana chagiya.”
“Jangan memanggilku begitu!”
“Kau sendiri memanggilku oppa!”
“Mianhae.”
“Wae?”
“Mianhae. Aku yang menyebabkanmu sakit. Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya. Apapun hubunganmu dengan Tiffany dan meski ini terkesan babo aku harus mengakui kalau aku…. aku masih mencintaimu oppa. Mianhae, karena aku terbawa emosi dan aku sadar. Itu salahku. Kenapa aku tidak bisa membuat diriku lebih spesial bagimu aku…”
“Youngie, aku lebih bersalah darimu. Dulu aku menyukai tiffany tapi akhirnya aku sadar dia hanya yeodongsaeng bagiku. Tapi perasaanku padamu beda. Kau membuatku berubah. Soal aku memeluknya itu salam perpisahan karena dia akan ke LA selamanya. Aku tidak bisa menemuinya lagi maka ia memintaku memeluk dan mencium keningnya sebagai perpisahan. Dia pun menyuruhku membahagiakanmu. Aku merasa bersalah mengatainya nenek sihir karena dia begitu baik ternyata. Soal hadiah itu tadinya sudah kubuang dan diarynya juga, tapi malah dikembalikan oleh Minho. Aku sendiri tidak tahu itu masih ada. Soal frame itu hadiah darinya dan soal tidak ada fotomu di frameku karena kutaruh di dompetku. Mianhae youngie. Aku memang lebih bersalah. Soal balas dendam tadinya aku memang sangat ingin balas dendam padamu tapi akhirnya aku merasa cintaku lebih besar dan kamu mengubahku. Jadi.. kita impas?”
“Ne. Apa pipimu sakit oppa?”
“Kenapa?”
“Karena aku menamparmu.”
“Saat itu aku tidak tahu harus berbicara apa. Dan aku speechless setiap melihatmu menangis.
“Mianhae aku memang childis. Saat itu aku mendapat pesan dari seseorang dan ada fotomu itu.Maka aku terbawa emosi dan kebetulan saat aku melihat kamarmu banyak tiffany di sana.”
“Youngie, jika aku menjadimu aku juga akan emosi. Aku mengerti perasaanmu. Yang jelas kau percaya padaku?”
“Ne oppa.”
“Kita balikan?”
“Kita kan tidak pernah putus oppa.”
“MWO?”
“Memangnya aku pernah berkata kita putus? Tidak kan. aku hanya bilang tidak ada lagi yang perlu dijelaskan.”
“Hahahahaha. Saranghae?”
“Na do oppa.”
Akupun mencium keningnya.
“Tapi oppa kenapa kau baru sekarang mencium keningku sedangkan kau sudah mencium kening tiffany duluan!”
“Hahaha. Bagiku itu pertanda kakak adik. Kalau ini…”

Akupun langsung menciumnya
“Itu pertanda couple”
“Oppa! Kau menyebalkan sekali!Oh ya oppa dari mana kau mendapat ide seburuk itu?”
“Ide apa?”
“Hujan-hujanan sampai sakit. Seorang choi siwon tidak akan memiliki ide se babo dan seromantis itu.”
“Dari donghae. Aku juga tidak mengerti kenapa aku mengikuti idenya. Tapi saat dia bilang aku babo kalau melakukan semua itu, aku ingat saat kau menerimaku dulu kau juga mengataiku babo jadi kulakukan. Apa salahnya mencoba?”
“Salahnya kau sakit sekarang oppa. Hahahaa”
“Ne. tapi ternyata seorang choi sooyoung luluh juga dengan ide itu hahaha.”
“Akukan juga yeoja oppa. Awalnya aku berfikir kau memang babo tapi mengingat itu karenaku aku merasa bersalah dan aku sadar kalau aku…”
“Memang mencintaimu oppa. Hahahhaa.”
“Oppa!”

TBC

11 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (part 8)

  1. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding) « naturalstarsoowon

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?) « naturalstarsoowon

  3. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

  4. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 9) « naturalstarsoowon

  5. chingu^^ bsa tidak yah yoong dan minho bersatu??
    soal ee aku suka bgt sama pasangan ini,, lebih cocok daripada yuri dan minho..
    just coment^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s