Seoul, I’m in Love! (part 7)


Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-15

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6

~Sulli POV~
“Eonni, sudahlah jangan menangis!”
“Sulli, kau mengatakan itu karena kau tak mengerti perasaanku!”
“Eonni, untuk apa kau menangisi siwon? Kau hanya membuang air matamu. Rebut dia kembali dong!”
“Sulli ah, aku tak tahu apa yang harus kulakukan.”
“Aish, Tiffany kau yeoja yang babo, kalau dia diambil orang ya ambil balik dong!”
“Sulli, masalahnya aku kalah jauh dari choi sooyoung. Dia pintar, cantik, baik, populer. Aku tak bisa menandinginya! Dan aku juga tidak mau merusak kebahagiaan siwon. Aku belum pernah melihatnya sebahagia itu saat cintanya diterima sooyoung ah. Meski ini memang membuatku sakit, aku tak masalah asal siwonie bahagia. Tidak bisa membuatnya mencintaiku itu juga salahku sulli ah!”
“Ini karenamu mengejeknya dulu saat dia masih gendut!”
“Terserah katamu!”
“Aish. Ini karma namanya eon.”
“TINGGALKAN AKU SENDIRI SULLI AH!”
Eonni benar-benar babo, siwon menjadi pacar soo padahal masih bisa dia rebut. Aish.
Keesokan harinya aku ke sekolah dan MWO? Yuri bergandengan dengan Minho? Apa aku tidak salah lihat? Akupun mengikuti mereka dan setibanya Minho di kelas, dia bercerita dia sudah jadian dengan Yuri sunbae. MWO? Jangan senang Kwon Yuri. Aku tidak sebodoh eonni ku yang membiarkan siwon dan sooyoung bahagia. Lagipula kasus kami beda. Tiff eon kan yang membuat siwon membencinya dan ia menyesal saat melihat sosok siwon di sma sangat keren berbeda saat SMP. Dan satu hal lagi, ia kalah jauh dari sooyoung sunbae. Tapi aku? Jelas-jelas aku lebih pintar, cantik, dan mengenal Minho dibanding yuri sunbae. Kwon Yuri, akan kubuat kau menyesal merebut Minho dariku!

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini couple baru MinYul pergi sekolah bersama. Aku senang melihat Yuri bahagia. Sekarang kami bertiga berangkat bersama naik mobil siwon. Aku sangat senang karena akhirnya YoonYul berdamai. Tapi satu hal yang sampai saat ini kupertanyakan. Siapa Tiffany? Walau kemarin aku pura-pura tersenyum sebenarnya aku cukup gelisah kenapa Minho bertanya siapa tiffany bagi siwon. Apa dia begitu penting? Saat istirahat, aku dan siwon belajar bersama dan aku memberanikan diri bertanya.
“Oppa..”


“ne?”
“Jangan marah ya..”
“Hahha. Mana mungkin aku akan marah chagi.”
“Tiffany itu sebenarnya siapa oppa?”
“Sudah kuduga hahha.”
“Kenapa oppa tertawa? Ini serius.”
“Aku tahu itu sangat serius, kau pasti tidak bisa tidur semalam.”
“Ya! Oppa mengerjaiku?”
“Tidak. aku senang kau cemburu, berarti kau mencintaiku haha.”
“Aku tidak… ”
“tidak cemburu?”
“Aku tidak cemburu. Aku hanya penasaran.”
“Hahaha. Oke akan kujelaskan. Tiffany itu teman masa kecilku. Tapi aku membencinya karena ia selalu mengejekku gendut dulu. Tapi aku paling membencinya sejak kelulusan ia mempermalukanku di depan semua orang. Dan sejak SMA aku banyak berubah. Setelah itu saat kelas X ia malah menyatakan cintanya. Bagaimana aku tidak membencinya? Aku tidak menyukai yeoja seperti itu. Melihat seseorang dari fisik.Kau tahu, saat tua nanti semua orang akan menjadi jelek. Maka yang terpenting adalah hatinya.”
“Ooh. “

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Tiffany POV~
Seperti biasa aku mengintip dari jendela kelas siwon. Dan.. dia bersama yeoja bernama sooyoung itu. Benar. Mereka sangat serasi. Ini memang salahku mengejeknya dulu. Akupun akhirnya kembali ke kelasku. Mungkin ini memang cara terbaik agar siwon memaafkanku, dengan tidak mengusiknya dan sooyoung. Sepulang sekolah aku mendapat telepon dari eomma dan appa. Mereka memintaku ikut ke LA. Mungkin… ini memang cara terbaik bagiku untuk melupakan siwon.

~Siwon POV~
Sepulang sekolah, aku melihat rumah yang tak jauh dari rumahku. Rumah Tiffany. Mengingat soo menanyakan hal itu aku kembali teringat dengan tiffany. Aku memang hanya pernah mencintai satu yeoja yaitu soo. Tapi aku pernah menyukai tiffany sebenarnya. Dia yeoja yang baik dan cantik namun, sejak dia mempermalukanku di depan banyak temanku di smp, aku membencinya. Aku tahu mungkin tiffany memang tidak bermaksud melakukan semua itu. Tapi, hati kecilku membencinya. Aku pun pulang ke rumahku dan tak lama kemudian ada bel pintu. Itu tiffany, lama aku tak bertemu dengannya dia terlihat lebih pendek jauh dariku, padahal saat sma tinggi kami hampir sama.
“Annyeong siwonssi.”
“Annyeong fany.”
“Aku hanya ingin berpamitan, sore ini aku akan ke LA dan aku tidak akan kembali ke korea.”
“MWO? Wae?”
“Aku akan kuliah di sana. Siwon, tapi sebelum aku pergi aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Apa?”
“Jeongmal mianhaeyo siwon. Aku tahu aku bersalah padamu. Aku mengejekmu dan kau membenciku. Tapi aku tidak bisa pergi ke LA jika kau tidak mau memaafkanku. Aku menyesal, aku tahu kau tambah membenciku saat aku menyatakan cinta padamu. Tapi sebenarnya aku tidak mau kita jadi bermusuhan begini. Aku sudah menganggapmu seperti oppaku sendiri. Aku hanya bercanda mengikuti teman lain, aku tak menyangka kau akan membenciku dan kita menjadi renggang. Tapi sekarang, aku tidak akan mengusik hidupmu lagi. Aku ingin kau bahagia bersama sooyoung ah. Arraseo?”
“Aku juga minta maaf tiff. Aku terlalu emosi dan menganggapmu mengkhianatiku. Aku juga sudah menganggapmu sebagai yeodongsaengku sendiri. Jadi, aku tulus memaafkanmu. Kau juga harus bahagia. Arraseo?”
“Aku benar-benar menyesal menyakiti orang sebaikmu oppa.”
“Tak apa fany ah. Aku juga salah terlalu tempramental. Aku minta maaf sudah membencimu. Jadi kita berdamai?”

“ne.”
Tiffany memelukku.
“Oppa, seperti saat kecil dulu, bisa kau cium keningku sebagai tanda perpisahan?”
“Ne fany ah.”
Aku mencium keningnya. Ya, saat kecil aku selalu mencium keningnya saat ia merasa takut dan sedih.
“Annyeong fany. Kuharap kau bahagia”
“Annyeong oppa. Kuharap kau juga bahagia.”
Aku merasa bersalah telah mencap negatif tiffany dan menjelek-jelekannya…

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sulli POV~
Diam-diam, aku memotret eonni dan siwon berpelukan dan siwon mencium keningnya. Kwon Yuri, kau kira aku hanya akan membuat hidupmu tidak tenang? Aku juga akan membuat hidup orang yang kau cintai tidak tenang juga. Katanya kalian teman, kalau satu tidak tenang, semuanya juga harus tidak tenang. Lagipula minho dan kau bisa pacaran itu karena ulah sooyoung dan siwon. Maka mereka juga harus menanggung akibatnya. Aku memang sengaja tidak ikut ke LA. Karena misiku belum selesai. Aku tak sabar besok.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Entah kenapa aku merasa siwon menutupi sesuatu dariku. Walau ia menceritakan “Tiffany” seperti itu. Apa benar? Entah kenapa aku merasa ada yang janggal. Akupun membiarkan pikiran itu dan pulang ke rumah. Keesokan harinya, aku datang lebih pagi ke kelas karena harus mencek bahan-bahan untuk tugas organisasi. Saat aku ingin memasukkan tasku ke laci, aku sangat terkejut melihat foto siwon memeluk dan mencium kening seorang yeoja. Apa-apaan ini? Akupun membaca surat di sana.

‘Choi Sooyoung, aku adalah seseorang yang peduli padamu. Kau tahu, siwon telah membohongimu. Orang yang dipeluknya adalah Tiffany. Tiffany adalah pacar siwon yang sebenarnya. Ia tinggal di LA. Dan karena mereka berpacaran jarak jauh, siwon berpacaran denganmu dan hanya memanfaatkanmu. Saat tiffany kembali ke Korea, kau akan ditinggalkannya. Apa seorang Choi Sooyoung mau dicampakkan? Kurasa tidak. Aku hanya peduli padamu, Choi Sooyoung. Apa kau tidak curiga pada siwon?”

Air mataku akhirnya menetes. Aku mengingat kembali kejadian kemarin..
Minho bertanya “Siapa Tiffany” ke siwon
Siwon menjelek-jelekkan Tiffany tapi raut mukanya tidak seperti kesal tapi seperti bersalah
Tiffany mendatangi rumah siwon, bukankah orang yang datang ke sana adalah hanya orang yang dekat dengan siwon?
Siwon memeluknya dengan hangat, ia tidak pernah memelukku seperti itu
Siwon teman masa kecil Tiffany
Siwon mencium kening Tiffany, padahal siwon tidak pernah mencium keningku sekalipun

Dan jawabannya sudah jelas….

Kau memang bodoh soo ah
Jelas-jelas siwon membencimu
Jelas-jelas kau saingan terbesarnya
Jelas-jelas dia berkata akan balas dendam padamu
Jelas-jelas…. Tiffany lebih dekat dengannya daripadamu

Aku memang sangat bodoh. Tapi entah kenapa aku masih tidak bisa mempercayai semua ini. Pasti ada orang jahat yang menginginkan aku dan siwon bertengkar. Aku memang memungkiri kenyataan tapi aku mencoba tenang. Saat siwon datang ke kelas aku menyapanya seperti biasa. Tapi memang aku tidak bisa berpura-pura tidak tahu apa-apa. Aku berusaha menunggunya bercerita, tapi ia merahasiakan pertemuannya dengan tiffany. Padahal ia selalu bercerita apapun padaku. Akhirnya aku memutuskan menyelidikinya.
“Oppa, sudah lama ya aku tidak ke rumahmu.”
“Iya, ya. hehehe padahal dulu setiap hari kau kesana.”
“Oppa apa hari ini aku boleh masak dengan eomma mu?”
“Eomma sedang pergi ke luar negeri. Bibi juga sedang pulang ke Daegu”
“Lalu siapa yang masak untukmu?”
“Aku makan ramen haha.”
Timing yang pas! “Kalau begitu bagaimana hari ini aku ke rumahmu dan masak?”
“Aah! Ide bagus! Gomawo chagi!”
Akupun akhirnya pulang bersama siwon dan Minho. Minho pergi ke kamarnya dan tidur. Akupun membuka kulkas dan ternyata kosong.

“Oppa bisa tolong belikan bahan-bahannya? Aku akan menjaga rumahmu Minho kan tidur.”
“Oke!”
Sepertinya Dewi Fortuna berpihak padaku hari ini. Akupun mengunci pintu rumah dan pintu kamar Minho, kalau-kalau dia keluar bisa gawat. Akhirnya aku masuk ke kamar siwon. Ini memang lancang, tapi aku harus melakukan ini. Mianhae oppa, bukan karena aku tidak mempercayaimu tapi bukti itu membuatku harus memastikannya sendiri. Akupun pertama membuka laci nakasnya, dan terdapat buku diary lama. Sepertinya dia sempat menulisnya. Aku membacanya tapi tidak ada tanggalnya.

Hari ini Tiffany meminjamkan catatannya untukku. Entah kenapa aku tidak ingin mengembalikannya. (Apa-apaan ini?)
Hari ini Tiffany memberiku cupcake buatannya. Benar-benar manis seperti senyumnya (Tahan sooyoung ah, tahan)
Hari ini Tiffany duduk di sebelahku di bus. Aku sangat bahagia. Kenapa hari begitu cepat berlalu (Sabar sooyoung..)
Tiffany Hwang, saranghae. Aku ingin mengucapkan itu padamu, tapi… aku tahu kau terlalu indah untukk
u.

Akhirnya aku tak kuat lagi menahannya…… Air mataku menetes. Siwon telah membohongiku. Ia bilang ia tidak pernah mencintai yeoja lain. Tapi….. buku ini menjelaskan kalau dia pernah mencintai yeoja lain… Tiffany

Akupun mencoba memungkiri ini semua salah paham dan aku mencari bukti lainnya. Ini pasti salah paham. Akupun memeriksa meja belajarnya dan melihat foto-foto album di sana. Semuanya foto siwon, minho, dan 2 yeoja. Salah satunya pasti tiffany. Aku yakin itu. Akupun melihat sebuah frame di tumpukan buku. Itu adalah foto Siwon dan seorang yeoja yang fotonya sama dengan di album. Apa itu Tiffany? Akupun mencari bukti lain seperti apa muka si Tiffany ini. Akupun teringat foto yang kutemukan tadi di laci. Aku mencocokannya dan ternyata… Foto di frame itu memang Tiffany dan siwon. Air mataku mulai menetes lagi. Tapi aku masih memungkirinya. Akupun melihat ke bawah meja dan ada sebuah kotak di sana. Aku membukanya dan isinya berbagai macam barang. Di tiap barangnya ada tulisan.

Hadiah ulang tahun ke-10 dari Tiffany
Hadiah ulang tahun ke-11 dari Tiffany
Bungkus cupcake dari tiffany
Rajutan pertama Tiffany untukku!
Tiffany membetulkan bajuku yang sobek

Akupun tak kuat lagi membendung semua air mata ini. Sooyoung, kau memang babo. Bisa-bisanya aku mencintai siwon. Semua ucapannya palsu. Ia menyatakan cinta padamu juga palsu. Kata-katanya Tiffany bukan siapa -siapa juga palsu. Bahkan di kamarnya tidak ada satupun fotoku. Ia bahkan tidak menyimpan kotak cupcakeku. Ia tidak pernah menulis namaku di diarynya. Hanya TIFFANY TIFFANY DAN TIFFANY di sana. Bahkan Minho bertanya siapa tiffany baginya. Ia mencium kening tiffany dan aku tidak. Ia memeluk tiffany dan ia tidak pernah melakukannya padaku sebegitu hangatnya. Sooyoung harusnya kau sadar.. Siwon hanya memanfaatkanmu karena kamu musuhnya. Ia tak pernah sekalipun mencintaimu

Akupun kembali membuka diarynya setelah halaman itu. Dan isinya

Lihat saja kau Choi Sooyoung, aku pasti akan membalas dendamku padamu!

Dan itu menjadi halaman terakhir diarynya. Sooyoung bukankah memang jelas? dia membencimu. Dia membalas dendam padamu. Benar kata pengirim itu. Dia hanya ingin mencampakkanku. Dia hanya memanfaatkanku. Choi Sooyoung pikirkan dengan logikamu. Kau tidak berarti apa-apa bagi siwon. Orang tuanya bahkan biasa saja denganmu. Kau saja yang terlalu berharap tinggi. Kau memang babo Choi Sooyoung terlalu mudah mempercayai siwon. Jelas-jelas dia musuhmu. Buktinya sudah jelas. Untuk apa lagi kamu mempertanyakannya?

Akupun mendengar suara bel pintu. Choi Siwon, kau benar-benar jahat!

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Akupun akhirnya pulang ke rumah seusai berbelanja.  Aku membunyikan bel dan aku menunggu youngie membuka pintu. Beberapa lama kemudian aku melihat sooyoung membuka pintu dan.. OMO! Dia menangis?
“Youngie, gwaenchanhayo?”
“Gwaenchanhayo? Kau masih peduli padaku? ATAU KAU BERPURA-PURA PEDULI PADAKU CHOI SIWON?”
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti..”
“Siwon, aku tahu aku memang babo! Aku terlalu babo untuk mempercayaimu dan mencintaimu. Apa kau tidak tahu aku sakit siwon…”
Kulihat dia mulai menangis dan duduk di lantai.
“Ada apa youngie.. aku tidak mengerti.”
“Apa ini akan membuatmu mengerti?”
Aku sangat kaget melihat semua barang di tangannya. Di sana ada diaryku, notesku di kotak pemberian fany dan frame berisi fotoku dan tiffany. serta.. fotoku memeluk dan mencium kening tiffany.
“Youngie, aku bisa jelaskan.. ini..”
“Ini tidak sesuai bayanganku? Aku tahu siwon dan awalnya aku menyangkal ini semua. Tapi apa semua bukti ini dan kotak itu tidak bisa menjelaskannya?”

“Youngie, lihat mataku. Aku tidak berbohong. Tiffany bukan siapa-siapa bagiku.”
“Aku sudah lelah Siwon. Tiffany bukan siapa-siapa bagimu? Aku ingin bertanya padamu. pernahkah kau memelukku seperti itu? Pernahkah kau mencium keningku? Apakah ada satu saja frame di kamarmu yang berisi fotoku? Apa ada satu lembar saja diarymu yang berisi kau mencintaiku? Apakah Minho pernah bertanya di depan Tiffany siapa Choi Sooyoung bagimu? Apakah kau pernah menyimpan satu saja kotak dariku? APA PERNAH CHOI SIWON?”
Memang… aku tidak pernah melakukan semua yang kau sebutkan youngie… tapi jujur aku memang sangat mencintaimu choi sooyoung….
“Tidak pernah Siwon? Memang ada satu di kamarmu tentangku. Kau bilang akan membalas dendam padaku.. Dan kurasa sekarang kau sudah berhasil siwon.”
Aku melihatnya mulai bangun dan meneteskan air matanya. Aku benar-benar tidak kuat melihatnya begini. Dia menepuk tangannya
“Chukkhae siwon, kau berhasil membalas dendammu padaku. Aku sangat bodoh bisa mencintai orang sepertimu. Aku sangat bodoh menangisimu. Annyeong Choi Siwon. Terima kasih telah membohongiku selama ini.”
Akupun memeluknya dan ia mendorongku.
“Permainan apa lagi yang akan kau lakukan siwonssi? Kau sudah lebih dari berhasil. Kau tahu, eonniku benar. Mencintai seorang namja memang sangat menyakitkan. Dan aku menyesal telah mentertawakannya. Permisi”
Akupun menahan tangannya tapi aku memang tidak tahu lagi harus berkata apa.
“Lepaskan siwonssi. Aku tidak akan mengusikmu lagi. Bukankah itu yang kau inginkan?”
“Youngie, sungguh Tiffany memang teman masa kecilku. Oke aku memang pernah menyukainya, tapi aku tidak mencintainya. Ia hanya yeodongsaeng bagiku. Jebal, jangan tinggalkan aku.”
“Permainanmu sudah selesai siwon. Lepaskan!”

Akupun menariknya dan menciumnya. Ia pun menamparku.
“Apa aku pernah melakukan itu pada yeoja lain youngie? Percayalah.. Kalau kau mencintaiku percayalah padaku…”
“Aku memang mencintaimu dan itu hal terbodoh yang pernah kulakukan. Mianhae siwon aku tidak bisa lagi mempercayaimu. Itu hanya akan membuatku tambah sakit. KENAPA KAU SEJAHAT INI SIWONSSI!”
Iapun pergi dan aku hanya terpaku. Akupun masuk ke rumahku dan aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku memang bodoh kenapa aku harus mencium kening fany kemarin? Kenapa aku masih menyimpan semua barang darinya. Padahal sudah kubuang. Lalu diary itu. bagaimana bisa aku masih menyimpannya. Aish! Bodoh sekali kau choi siwon! Aku tak sanggup melihat youngie terluka seperti itu. Tak lama kemudian aku mendengar suara gedoran pintu dari atas. Ternyata itu kamar Minho. Akupun membuka kuncinya.
“YA! HYUNG Kenapa kau mengunciku? Aku tahu kau ingin bersama soo noona bukan berarti kau mengunciku di kamar!”
“Mwo?”
“Aish tidak usah pura-pura tidak tahu hyung. Oh ya mana soo noona.”
“Dia sudah pulang.”
“MWO?”
“Dia yang menguncimu. Bukan aku.”
“Aish. bagaimana bisa?”
Akupun menjitak kepalanya.
“Ya! Hyung kenapa kau menjitakku?”
“Ini juga gara-gara kamu!”
“Kok aku?”
“Iya! Gara-gara kamu nanya di truth or dare siapa tiffany. Sekarang soo memutuskanku karena salah paham.”
“MWO? Jangan bercanda hyung!”
“AKU TIDAK BERCANDA CHOI MINHO! INI SEMUA GARA-GARAMU! SOO JADI PENASARAN DAN DATANG KE SINI UNTUK MENYELIDIKI TIFFANY DAN DIA LIAT SEMUANYA. DIA LIAT DIARYKU, FRAME, FOTO TIFFANY, DAN HADIAH DARINYA.”
“Jeongmal mianhaeyo hyung. Aku kira kau tidak sengaja membuangnya jadi kukembalikan ke kamarmu. Itukan sangat berharga untukmu. Aku saja tidak boleh menyentuhnya. Aku tak tahu isinya dari tiffany..”
“Aku tidak kuat melihatnya menangis lagi karenaku Minho..”
“Mianhae hyung.. aku akan bertanggung jawab. Aku akan meluruskan ini semua pada soo noona.”
“Percuma min. Jika kau di posisinya kau pasti tidak percaya pada orang yang berhubungan denganku.”
“iya ya… Aish aku benar-benar babo.”
“Aku hanya heran”
“apa?”
“Kalau soal barang-barang di kamarku, kurasa itu hanya biasa saja. Yang intinya itu foto tiffany dan aku berpelukan kemarin.”
Minho malah menjitakku
“YA! Kenapa kau menjitakku.”
“Lagian hyung babo sudah punya soo noona masih meluk tiffany!”
“itu salam perpisahan! Maksudnya siapa yang foto?”
“Tiffany?”
“Tidak mungkin.”
“Jangan-jangan….”
“Pikiranmu sama denganku sepertinya.”
“Ya, hanya ada satu orang yang dicurigai.”

TBC

9 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (part 7)

  1. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding) « naturalstarsoowon

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?) « naturalstarsoowon

  3. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

  4. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 8) « naturalstarsoowon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s