Seoul, I’m in Love! (part 4)

Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-15

~Author POV~
Keesokkan harinya, Yoona, Yuri, dan Sooyoung masuk sekolah namun selama di perjalanan yuri tidak mengucapkan sepatah katapun pada Yoona. Sebenarnya, Soona sudah mengetahui hal ini, tapi mereka tetap teguh pada rencana mereka.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
“Yoong, aku tidak tega melihat yuri seperti itu.”
“Ya, Youngie biarkan saja. Ingat rencana kita.”
Sebenarnya aku merasa Yuri benar-benar menyukai, bukan.. mencintai minho
Akupun masuk ke kelas dan duduk, tapi tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang.
“YOUNGIE!!! Akhirnya kamu masuk juga!”
Aku benar-benar mengenali suara ini… Siwon… haduhh bagaimana ini jantungku kenapa tidak bisa diajak kompromi.. Kulihat semua orang memperhatikan kami. Haduh malu sekali.
“Siwonie, lepaskan.”
“Ah ya. Maap..aku terlalu senang.”
“MWO?”
“Ani.. maksudnya.. kelas sepi sekali tanpamu haha.”
“Ooh maaf ya, gara-gara aku pelajaran tambahannya batal.”
“Ani.. itu bukan salahmu. Oh ya, bagaimana mulai besok kita belajar di rumahku setelah pelajaran tambahan? Agar lebih konsentrasi?”
“Baiklah.”

Ya Tuhan, hadiah macam apa ini.. ini terlalu indah..

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Haishhh siwon bisa-bisanya kamu memeluknya. Akhirnya akupun pulang ke rumah bersama Minho dan Youngie, tapi di parkiran tiba-tiba Minho duduk di kursi belakang.
“Waeyo?” tanyaku
“Aku ngantuk hyung, aku mau tidur.”
“YA! Memangnya aku supirmu? Masa aku duduk sendiri di depan?”
“Gwaenchanhayo siwonssi, aku duduk di depan.”
Youngie duduk di sebelahku. Omo, Tuhan perasaan apa ini… Aish bocah itu benar-benar
Kami pun pulang ke rumah dan ahjumma menyuruh kami makan bersama eomma. Ini seperti pertemuan keluarga…
“Sooyoung kenalkan ini eommaku.”
“Annyeonghaseyo ahjumma, joneun Choi Sooyoung imnida.”
“Annyeong. Silakan duduk.”
“jal meoggetsebnida”
Kami pun makan bersama berempat dengan Minho karena appa belum pulang dan tiba-tiba eomma menanyakan sesuatu.
“Siwon ah. Dia yeojachingumu?”
“Uhuk..” Sooyoung dan aku langsung tersedak. Minho hanya tertawa melihatnya
“Lihat eomma, mereka sangat kompak ya. Tersedaknya sama-sama,” ujar Minho.
Aish awas kau Choi Minho.

Aku dan sooyoungpun belajar di ruang tengah dan appa pulang. Sooyoungpun berdiri dan membungkuk
“Annyeonghaseyo ajeossi, joneun Choi Sooyoung imnida.”
“Annyeonghaseyo Sooyoungssi.”
Appa melihat kami dengan tatapan senang. Aku tahu isi pikirannya. Appa meninggalkan kami. Akupun kembali belajar dengan soyoung dan teingat pertanyaan yang ingin kutanyakan
“Youngie, apa kau marah padaku?”
“Ani. Memang kenapa?”
“Apa aku yang membuatmu sakit.”
“Ani..”
“Jujurlah youngie.”
“…. ne.”
“Jadi perkataan yoona benar?”
“Hahhahahaa. Ani oppa. Bukan kau yang membuatku sakit. Yoona membohongimu.”
“Jinjja? Aish anak itu haha.”
Akhirnya kamipun selesai belajar dan sooyoung pulang ke rumahnya. Setelah mengantarnya keluar appa dan eomma melihatku antusias.
“Jadi, sudah berapa lama kalian berpacaran?”
“Ani.. kami chinguya.”
“Jujur saja siwon-ah..”
“Aku jujur, kami hanya chingu.”
“Kenapa kalian belajar di rumah?”
“Untuk lomba itu. Akukan sudah bercerita.”
“Appa setuju kalian pacaran. Haha. Dia yeoja yang sopan, pintar, baik, dan cantik. Appa mengenal orang tuanya”
“Eomma juga setuju!”
“Aish, eomma dan appa sama saja…. JINJJA? Appa mengenal orang tuanya?”
“Ne. Mereka pemilik Choi group, investor terbesar perusahaan kita.”
“MWO?”
“Memangnya kenapa?”

“Dia itu ketua organisasi sosial, tinggalnya bersama 2 temannya. Bagaimana bisa orangtuanya pemilik Choi group?”
“Orang tuanya di Busan, dia ke Seoul untuk mandiri. Mendengar ceritanya saja appa sangat kagum padanya. Ternyata kau mengenalnya. Hahhaa.”
“Dia sangat baik. Makanya eomma menyukainya. Kau?”
Aku hanya diam.
“kau pasti menyukainya kan, hyung?”
Minho ikutan berbicara akhirnya. Aku disudutkan.
“Christian tidak boleh berbohong kan, hyung?”
Aish. anak ini..
“Ne. Kalian puas?”
“Kyaaa!!” Semuanya berteriak sebahagia inikah mereka.
“Siwon-ah! Kau harus mengajaknya ke sini setiap hari. arraseo?”
“ne.”
Tapi sebenarnya aku cukup lega direstui appa dan eomma. haha.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Minho POV~
Aku pergi ke kantin dan memakan es krim. Tak lama kemudian, aku melihat yuri noona disana.
“Yuri noona!”
Tapi dia malah mengabaikanku dan aku mengejarnya.
“Yuri noona!”
Aku memegang tangannya dan dia menepisnya.
“Waeyo?”
“Aku tidak akan membantumu mendekati Yoona.”
“Mwo?”
“Permisi.”
Entah kenapa  aku merasa sakit melihatnya dingin padaku. Kenapa ini?

~Sulli POV~
Aku melihat Yuri sunbae menepis tangan Minho. Yes. Ini berarti aku memiliki harapan besar mendekati Minho akupun menghampirinya.
“Oppa, ada apa?”
Dia kaget melihatku apalagi aku memanggilnya oppa.
“Tidak, Sulli-ah. Annyeong.”
Aish masih saja dia dingin padaku. Minho, kapan kau sadar akan perasaanku?

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Hari ini aku kembali belajar bersama Siwon dan ke rumahnya. Aku sangat senang dengan keluarganya. Mereka sangat ramah. Tapi aku juga sedih karena 3 hari lagi kompetisi dan aku takut ini semua berakhir. Aku sangat menyukai eommanya. Kami sering memasak bersama sejak seminggu ini dan baru 4 hari aku belajar di rumahnya, serasa sudah lama dekat dengan keluarganya. Saat hari Minggu, eomma siwon memintaku datang ke rumahnya, ia mengajakku ke gereja bersama.


Akupun ke rumahnya dan eomma siwon memintaku membangunkan siwon. Sebenarnya aku sangat malu karena ini pertama kalinya masuk ke kamar namja. Saat aku pergi ke lantai atas, aku membuka pintu kamar siwon dan dia sedang tidur, Aigo.. dia tampan sekali. Omo, sooyoung-ah! Apa yang kau pikirkan?
“Siwonie, bangun.”
“youngie…”
kudengar dia mengigau, kenapa dia menyebut namaku? Ya Tuhan, kenapa jantungku berdetak sangat kencang
“Siwonie, bangun.” aku menggoyangkan tubuhnya.
“minho ya kau merusak mimpiku!” ia langsung memelukku dan menarikku
“KYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!”
Siwon pun bangun dan aku kaget setengah mati.  Untung ruangan ini kedap suara, jika tidak eomma siwon pasti sudah ke sini.
“Omo, sooyoung ah maaf kukira kau minho.”
“Mianhae, aku merusak mimpimu.”
Kulihat muka siwon memerah
“Ani.. kau tidak merusak mimpiku. Sudah ya aku mandi dulu.”
Iapun cepat-cepat keluar dan aku melihat sekeliling kamarnya. Cukup rapi bagi kamar namja. banyak buku di sana dan ada sebuah kotak di atas meja. Sebenarnya aku sangat penasaran, tapi kitakan tidak boleh melihat milik orang lain tanpa izin. Akupun keluar kamar dan ikut makan dengan keluarga siwon. Seperti makan keluarga di pagi hari. MWO? YA! Choi Sooyoung apa yang kau pikirkan.
Kamipun akhirnya pergi ke gereja bersama dan setelah itu siwon mengajakku berkeliling seoul
“Youngie, appa, eomma, dan minho akan ke dept store. bagaimana kita berkeliling seoul?”
“Good idea.”
Akhirnya kami pergi ke sungai Han dan siwon bercerita banyak.
“Dulu, aku paling sering pergi ke sini sendirian.”
“Waeyo?”
“Eomma dan appa sibuk dengan urusannya dan terkadang aku berfikir mereka tidak memikirkan anak mereka. Sekarang aku sadar mereka sangat baik.”
“Orang tuamu memang baik. Semua orang tua pada dasarnya menyayangi anaknya. Appaku melarangku ke Seoul dan akhirnya ia memperbolehkanku ke Seoul.”
“Kau hebat.”
“Mwo?”
“Ya, kau bisa mandiri, rendah hati, baik, dan pintar. Aku heran apa yang tidak dimiliki seorang choi sooyoung.”
“Namjachingu”
“Mwo?”
“Ya, aku tidak pernah pacaran. Hahhaa”
“Aku… sedang menyukai seseorang, Ani.. aku mencintainya sayangnya sepertinya aku bertepuk sebelah tanagn.”
“Darimana kau tahu dia menyukaimu atau tidak. Katakan perasaanmu padanya baru kau tahu perasaannya.”
“Aku takut jika aku mengatakannya, hubunganku dengannya tidak dekat lagi” perasaanku mulai cemas…
“Siapa dia?”
“Seorang yeoja yang sempurna, baik, pintar, cantik,  membuatku membencinya, tapi juga membuatku mencintainya. Orang tuanya sangat dekat dengan orang tuaku.”
Satu hal yang kutahu siwon.. aku bukan yeoja itu. Aku tidak cantik, aku tidak sempurna, orang tuaku tidak pernah mengenal orang tuamu. dan aku.. tidak membuatmu mencintaiku.
Siwonnie, apa kau tahu perasaanku saat tahu yeoja yang kau suka bukan diriku? sakit. sangat sakit siwonnie. Karena aku sangat menyadarinya kini.. kalau aku mencintaimu dan takut kehilanganmu. Tapi aku mencoba untuk menahan air mataku. Choi Sooyoung kamu memang berharap terlalu tinggi dan terlalu tinggi bermimpi menjadi yeojachingu siwon.
“Wah. bagus! Kamu tidak perlu takut mengatakannya siwonnie. Kamu tidak akan pernah tau jika tidak mencoba. Kamu harus memberi tahuku jika sudah jadian dengannya!” ucapku sambil mengalihkan perhatian ke langit dan tersenyum palsu

dan siwon, saat itu aku yakin aku tidak akan sanggup mendengarnya.
“Tenang saja, aku akan mengatakannya di depanmu. Jika kita memenangkan kompetisi itu, aku akan menyatakan perasaanku padanya saat pertunjukkan seni seusai pengumuman semua lomba.”
Siwon, apa kau benar-benar ingin membuatku hancur? bahkan menyatakannya di depan mataku?
Akupun tidak bisa lagi menahan air mataku, kenapa kau selemah ini choi sooyoung?
“Sooyoung ah? Kenapa kau menangis?”
“Ani…haha. Aku hanya berfikir aku payah. Aku bahkan tidak bisa jujur tentang perasaanku pada namja yang kusukai.”
“Kau menyukai seorang namja?”
“Ya. Tapi sama sepertimu kurasa aku bertepuk sebelah tangan.Siwonie, apa jika kau bisa menyatakan perasaanmu kau akan bahagia?”
“Ne. Aku akan sangat bahagia.setidaknya aku tahu perasaannya padaku.”|
Baiklah siwonnie, aku… akan berjuang memenangkan pertandingan itu agar auk bisa bahagia. meski itu.. pasti akan membuatku sakit.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Yoona POV~
Akupun menganggur di rumah. Yuri dari kemarin tidak mau mengajakku ngobrol. Sebenarnya aku juga tidak tega melihatnya, tapi ya.. biarkan minho menyadari perasaannya dulu. Sebenarnya aku melihat Yuri menepis tangan Minho dan ekspresi minho berbeda. Dan kurasa, Minho sebenarnya sedih melihat Yuri menepis tangannya. Aku gemas melihatnya. Kenapa Minho bisa tidak tahu sih yang menolongnya itu Yuri bukan aku. meski seragam kami tertukar, apa setidaknya dia mengenali sedikit ciri-ciri penolongnya itu. Aish..
Sooyoung juga. Akhir-akhir ini dia selalu belajar di rumah siwon. Akupun sendiri di rumah dan Donghae sedang berada di Mokpo hari Minggu ini menjenguk neneknya. Aku benar-benar kesepian. Pukul 1 siang. Aku mendengar suara bel pintu. Yah, sooyoung tidak mungkin pulang jam segini, apalagi sama siwon perginya.  Tapi ternyata aku salah. Sooyoung pulang ke rumah dengan lesu dan duduk di sofa. Perlahan aku melihatnya meneteskan air mata. Akupun mulai panik
“Soo ah ada apa?”
“Yoong, inikah sakitnya mengetahui kamu bertepuk sebelah tangan?”
“Mwo? Siwon memangnya jadian dengan siapa?”
“Ani. Ia mengatakan ia akan menyatakan perasaan pada yeoja yang disukainya. Di depan mataku. Dan yeoja itu bukan aku.”
Kulihat ia tersenyum pilu sambil meneteskan air mata.
“Soo ah. Jika kamu ingin menangis, menangis saja. Aku pilu melihatmu tersenyum begitu.”
“Yoong. Aku memang mencintainya. Tapi aku egois jika menginginkannya membalas perasaanku juga. Jika itu memang bisa membuat siwon bahagia. Aku akan melakukannya.”
“Youngie…”
“Yoong, aku bersumpah akan memenangkan kompetisi itu.”
“MWO?”
“Siwon akan menyatakan perasaannya jika kami memenangkan kompetisi itu. Dengan begitu siwon akan bahagia.”
“Youngie, kau benar-benar sudah gila. Jika aku jadi kau, aku malah akan menggagalkannya agar dia tidak jadi mengungkapkan perasaannya.”
“Aku memang merasa bodoh melakukan hal yang jelas-jelas merugikanku. Mencintai memang terkadang berakhir menyakitkan, tapi ini lebih baik yoong daripada aku melihat siwon tersiksa.”
“Youngie..”
“Yoong, terima kasih ya sudah mau mendengarkanku.”

Akupun memeluk Youngie. Youngie.. kenapa kamu begitu baik? Siwon benar-benar babo namja yang membuatmu begini!

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Author POV~
3 hari menjelang kompetisi sekolah diliburkan karena akan didekorasi. Sooyoung dan Siwon memutuskan tidak belajar bersama selama 3 hari itu dengan alasan untuk istirahat. Padahal sebenarnya, selama 3 hari itu, Sooyoung mati-matian belajar untuk kompetisi. Bahannya adalah semua mata pelajaran dari kelas X sampai XII dan ia tidak tahu soal apa yang akan dikeluarkan. Sedangkan Siwon, ia berlatih basket bersama Minho dan Donghae dengan perasaan khawatir dengan Sooyoung karena terakhir mereka di Sungai Han, Sooyoung pulang dengan alasan ia merasa demam. Siwon memang anggota klub basket, tapi karena ia diutus untuk lomba cerdas cermat, ia tidak diperkenankan mengikuti perlombaan basket. Minho pun sebenarnya masih memikirkan Yuri yang menepis tangannya, namun ia harus tetap profesional dalam perlombaan dan memenangkannya sebagai anggota reguler. Yoona dan tim cheerleadernya berlatih menyemangati tim basket. Sedangkan Yuri, ia menunggu perlombaan yang diikutinya secara rahasia. Ia mengikuti perlombaan menulis lirik. Lirik yang ia tulis adalah berdasarkan perasaannya pada Minho. Perasaan sakit karena mengetahui Minho menyukai Yoona. Perasaan kecewa pada dirinya karena tidak bisa membuat Minho menyukainya.
3 hari memang terasa cepat dan berlalu begitu saja. Dan hari kompetisi pun tiba….

TBC

16 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (part 4)

  1. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding) « naturalstarsoowon

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?) « naturalstarsoowon

  3. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

  4. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 11-end) « naturalstarsoowon

  5. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 7) « naturalstarsoowon

  6. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 5) « naturalstarsoowon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s