Seoul, I’m in Love! (part 2)


Title              : Seoul, I’m in Love!

Main Cast    :

  • Choi Sooyoung
  • Kwon Yuri
  • Im Yoona
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Lee Donghae

Other Cast  :

  • Seo Joo Hyun
  • Cho Kyuhyun
  • Leeteuk
  • Kim Taeyeon
  • Tiffany Hwang
  • Victoria f(x)
  • Choi Sulli
  • Kang Sora
  • Jessica Jung

Type                      : Chapter

Genre                    : Romance, friendship

Rating                   : PG-15

~Yoona POV~
Lagi-lagi aku gagal menjawab soal ini. Tetapi aku percaya suatu saat aku pasti bisa mahir di matematika. Hwaiting Yoona! Entah kenapa daritadi aku merasa Donghae memperhatikanku. Apa iya ya? Semoga.. karena sebenarnya aku sudah mengaguminya sejak lama. Aku masuk cheerleader agar bisa dekat dengannya karena dia kapten basket. Ya Tuhan, semoga ini pertanda baik
~Yoona POV End~

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Sooyoung POV~
Bel pulang sekolah berbunyi. Aku benar-benar senang. Selain akhirnya selesai dari kelas aneh itu, aku akan memasak bersama teman-temanku di organisasi sosial untuk dibagikan ke orang yang membutuhkan. Menjadi berguna bagi orang lain sangat menyenangkan. Setelah memasak bersama teman-temanku, kami pergi ke jalan di depan sekolah dan membagi nasi box itu ke orang-orang yang membutuhkan. Aku benar-benar bahagia melihat ekspresi mereka. Namun tiba-tiba aku mendengar suara orang berteriak “hei!”
akupun melihat ke arah suara itu, di tengah jalan. Ternyata ada seorang anak kecil yang hampir tertabrak mobil elite berwarna hitam. Akupun mendekati anak itu dan memastikan ia tidak terluka.
“Kamu tidak apa-apa?”
“Iya, noona.”
Akupun melihat mobil itu dan sepertinya aku mengenali namja yang menyetirnya. Omo! Dia Choi Siwon?
“Kalau nyebrang pakai mata dong! Kalau kecelakaan bagaimana?”
Emosiku pun memuncak, jelas-jelas dia yang salah. Orang sepertinya memang menyebalkan.
“Hei! Yang salah itu kamu. Kenapa malah kamu yang membentaknya! Kamu yang ngebut nyalahin orang. Dasar namja tak berperasaan! Kau seperti kuda! Bisanya lari dari masalah.”
“Apa katamu?”
“Aish. Choi Siwon. Aku kira kamu namja pintar yang pendiam. Ternyata kamu sangat payah. Mengakui kesalahanmu saja kau tidak bisa. Kelakuanmu tidak sekeren namamu. Ayo, kita pergi.”
Akupun meninggalkan Siwon si sombong itu dan menenangkan anak kecil itu. Benar-benar jahat si Choi Siwon itu. Kukira dia orang baik ternyata aku salah. Dia tak lebih dari manusia yang tidak berperasaan.
~Sooyoung POV End~

~Siwon POV~
Benar-benar yeoja menyebalkan. Yang salah kan anak itu menyebrang tiba-tiba. Kenapa dia malah memarahiku? Aish, tadinya kukira dia yeoja yang manis, ternyata dia sangat menyebalkan. Tunggu, kenapa aku menyebutnya manis? Aish Choi Siwon sadar. Akupun tiba di perusahaan appa dan ke ruangannya. Ya, ini kegiatanku sepulang sekolah. Belajar di kantor appa tentang dept store nya. Sangat membosankan apalagi besok aku harus melihat yeoja itu di sekolah. Waktu berlalu cepat, akupun pulang dari kantor appa dan tiba di rumah. Aku benar-benar kesal hari ini, kubanting tasku ke sofa dan ternyata Minho duduk di sana.
“YA! Hyung kenapa kau melempar tasmu ke dongsaengmu ini?”
“Mian. aku tidak melihatmu.”
“Kau sedang kesal hyung?”
“Ya. Aku SANGAT kesal.”
“Kenapa?”
“Kau tau Choi Sooyoung?”
“Saingan hyung itu? Kenapa dia mendapat 100 lagi?”
“Aish. lebih menyebalkan dari itu. Hari ini dia mempermalukanku di jalan.”
“Mwo?”
“Tadi ada seorang pengamen kecil yang menyebrang jalan sembarangan. Hampir aku menabraknya. Aku keluar dan membentaknya bagaimana kalau sampai aku mati konyol karenanya. Choi Sooyoung datang dan malah membela anak itu. Dia bahkan mengataiku kuda.”
“Hahahahahhahahaahahahha”
“YA! Choi Minho kenapa kau malah menertawakan hyungmu?”
“Habis hyung lucu. Masa dikatain gitu aja marah. Choi Sooyoung benar-benar hebat.”
“YA! Kenapa kau membelanya?”
“Hyung. Jangan terlalu membencinya. Nanti kau bisa jatuh cinta padanya.”
“Itu tidak akan pernah terjadi!”
“Jika ya?”
“Tidak mungkin terjadi”
“Jika ya, kau harus mentraktirku es krim!”
“aish. tidak akan pernah terjadi!”
“Kita lihat saja nanti.”
Aish bocah itu benar-benar. Mana mungkin aku akan menyukai Choi Sooyoung. Lihat saja Choi Sooyoung aku akan membuatmu menyesal sudah mengataiku kuda.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Yuri POV~
Seusai klub renang aku pulang ke rumah dan kulihat Sooyoung sedang duduk dan mengumpat sendiri. Sebenarnya apa lagi yang terjadi dengan anak ini.
“Ya! Choi Sooyoung kenama mukamu ditekuk begitu.”
“Aku sedang kesal.”
“Kesal? bukannya hari ini ada kegiatan sosial? Bagaimana bisa seorang Choi Sooyoung kesal pada..”
“Bukan pada mereka. Aku sangat menyayangi mereka. Aku kesal dengan Choi Siwon.”
“Mwo? Siwon?”
“Ya. Namja kuda itu. Bayangkan saja tadi dia hampir menabrak anak kecil dan membentaknya. Sungguh tidak gentle.”
“Aigoo. Sooyoung mungkin dia sedang kesal hari itu karena nilainya kalah lagi darimu.”
“Kenapa kamu membelanya Yul? Aku sangat membenci namja sombong seperti itu!”
“Aigoo.. Soo jangan terlalu membenci seorang namja, nanti kau bisa-bisa mencintainya.”
“Mwo? tidak akan pernah Yuri, TIDAK AKAN!”
“Jika ya?”
“Jangan berandai-andai itu tidak akan pernah terjadi.”
“Jika ya, traktir aku makan es krim!”
“Jangan mimpi Kwon Yuri.”
Sooyoung pun pergi ke kamar. Aku pun meneriakinya “Kita lihat saja Choi Sooyoung! Kau pasti akan mentraktirku es krim!”

Dan mungkin kita bisa menjadi ipar karena sebenarnya… aku sudah jatuh cinta pada Minho, adik Siwon sejak pertama kali aku menolongnya di parkiran.

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Kyuhyun POV~
Sudah jam 3. Akupun bersiap pulang dan kulihat Seohyun duduk sendiri di kantinnya. Sebenarnya aku merasa bersalah padanya. gara-gara kantinku, kantinnya sepi. Padahal aku membuka kantin untuk survey, sedangkan dia untuk hidup. Akupun mendatanginya dan dia menatapku sinis.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Aku kesal padamu.”
“Mianhaeyo. Aku tidak bermaksud menyaingimu. Bagaimana kita join? Jadi kantin kita digabung?”
“Aku tak butuh bantuanmu.”
“Yah.. sayang sekali padahal jika kau mau keuntungannya kita bagi dua.”
“Benarkah?”
“Ya. Kita bagi dua. Sebenarnya aku membuka kantin untuk survey. Aku baru lulus dan ingin membuka restoran. Bagaimana kalau kita join?”
“Mwo?”
“Anggaplah ini sebagai permintaan maafku. Kita berteman. Deal?”
Cukup lama dia berfikir dan akhirnya dia menjabat tanganku “Deal!”

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Leeteuk POV~
Hari ini rapat guru dan aku terpaksa pulang lebih telat. Aku dan guru lainnya membicarakan perlombaan yang akan diadakan sekolah karena tahun ini sekolah ini menjadi tuan rumah Seoul High Competition. Yang akan dilombakan adalah cerdas cermat, menulis lirik, basket, dan peragaan hanbok. Tentunya sebagai tuan rumah kami harus mengadakan pertunjukan lainnya. Kami mulai membahas pesertanya.
“Jadi siapa yang akan kita ikutkan di lomba cerdas cermat?”
“Sudah pasti dua Choi,” jawab Sora dan dibalas dengan anggukan guru lainnya. Dua Choi itu adalah Choi Sooyoung dan Choi Siwon. Mereka sangat terkenal di kalangan guru-guru karena nilai keduanya selalu bersaing. Kulihat taeyeon hanya diam. Sebenarnya aku mengerti isi hatinya, dalam lomba cerdas cermat kelasnya memang tidak mungkin diikutkan.
“Bagaimana perlombaan lainnya?”
“Kurasa yang lainnya biar mereka yang mendaftarkan sendiri dan kita adakan audisi. Menulis lirik kan siapa saja boleh, hanbok juga. Kalau basket sudah jelas tim inti yang ikut,” jawab Sora. Dia memang sangat realistis. Itu yang membuatku mengaguminya. Tetapi sebenarnya, yang kucintai adalah Taeyeon. Dia sangat baik dan pengertian. Dan sangat cantik..
“Untuk mengisi acaranya bagaimana Kim Songsaenim yang bernyanyi mewakili para guru?”
“Nae?”
“Ya, suaramu sangat bagus.”
Yang lainnya pun mengangguk. Setelah itu kami membicarakan pertunjukkan siswa dan konsep dekor. Dan rapat pun berakhir. Semoga acara ini berjalan lancar.
~Leeteuk POV End~

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Author POV~
Keesokkan harinya para siswa sibuk melihat papan pengumuman. Di sana tertempel pengumuman pendaftaran lomba.  Semua siswa berdesakkan melihatnya kecuali seorang yeoja dan seorang namja yang dipanggil ke ruang guru. Mereka berdua saling melihat satu sama lain dengan tatapan sinis dan memiliki perasaan tidak enak masuk ke ruang guru itu seakan akan diberitahukan berita buruk.

~Sooyoung POV~
“Kalian berdua akan mewakili sekolah kita di lomba cerdas cermat.”
“MWO?” ucap kami bersamaan
bagaimana bisa aku disuruh bekerja sama dengan kuda si namja sombong dan tidak berperasaan ini? Andwe!!
“Sonsaengnim apa tidak ada orang lain?” tanya kami berdua serempak. Kenapa sih ucapannya sama denganku.
“Choi Sooyoung, Choi Siwon. Kalian berdua ini murid terpintar di sekolah ini. Bagaimana bisa saya menyuruh orang lain. Tolong turunkan ego kalian. Demi sekolah ini,” ujar Kang Sora sonsaengnim. Aish kalau bukan kang sonsaengnim yang memintaku aku pasti sudah menolaknya.
“Baiklah, sonsaengnim.” Aish kenapa ucapan kami sama lagi. Dia mengikuti omonganku ya?
“Ohya, mulai besok kalian juga harus belajar bersama setelah kegiatan klub di sekolah bersamaku atau Lee sonsaengnim.”
“Mwo?” lagi lagi ucapan kami sama kenapa sih dia selalu mengikuti ucapanku.
“Dan mengenai kegiatan klub, harus dilakukan bersama mulai besok.”
“Kenapa begitu sonsaengnim.”
“Karena permusuhan kalian ini. Kalian itu harus kompak dan akrab untuk lomba. Bagaimana bisa kalian bertengkar dan ikut lomba yang membutuhkan kerjasama. Kegiatan organisasi sosial hari senin, selasa, rabu. Basket kamis, jumat, sabtu. Pas kan?Pokoknya kegiatan bakti sosial sooyoung, siwon harus ikut. Saat siwon di klub basket, sooyoung harus ikut. sampai lomba selesai. berarti 1 bulan”
“Aigoo. sonsaengnim itu lama sekali.”
“Kalian mau menang atau kalah?”
“menang.”
“Makanya turuti saja. Nah, bel sudah berbunyi ayo masuk kelas.”
Aish hari buruk apa lagi ini harus bersama siwon 1 bulan. andweeeeee

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

~Siwon POV~
Mimpi buruk macam apa ini harus bersama Choi Sooyoung aish jinjja. Mau tak mau aku harus bersamanya 1 bulan. Appa bahkan mendukungku ikut kompetisi ini dan aku boleh cuti belajar di kantornya 1 bulan. Memang ada untungnya tapi tetap saja merugikan. Aish jinjja bagaimana bisa aku bisa ikut kegiatan klubnya yang aneh itu. Tapi aku malas bercerita pada Minho, dia pasti meledekku lagi.Biar dia tau sendiri saja nantinya. Sepulang sekolahpun dengan terpaksa aku ikut kegiatan klubnya. Aku hanya duduk saja melihatnya memasak. Setelah itu aku melihatnya membagikan nasi box itu ke anak-anak jalanan. Sebenarnya apa sih yang dipikirkan orang ini.
Tapi entah kenapa melihatnya tersenyum sambil membagi makanan ke anak-anak itu… Ia seperti malaikat. Aish Choi Siwon kenapa kau malah memujinya? jelas-jelas dia itu menyebalkan. Akupun hanya memandangnya dari jauh dan tiba-tiba ia mendatangiku.
“Boleh minta tolong?”
“apa?”
“Tolong berikan ini pada anak yang ada di sana.”
Iapun pergi dan membagi bagikan nasi box lain sedangkan aku masih terpaku melihat anak yang dia tunjuk. Anak itu adalah pengamen kecil yang hampir kutabrak kemarin. Akupun menghampirinya dan memberinya nasi box. Awalnya ia ragu tapi akhirnya ia menerimanya dan tersenyum “Gomawo, hyung.”
Perasaan apa ini? Entah kenapa aku sangat senang melihat anak ini tersenyum.
“Sekarang kamu tahu rasanya berbagi dengan orang lain?”
Akupun menoleh ke sebelahku dan ternyata itu sooyoung.
“Ya. Sangat menyenangkan. entah kenapa aku merasa bahagia.”
“Kamu tahu, anak itu sangat hebat. Appanya dan eommanya tidak tahu kemana. Dia disini bersama adiknya. Dia mengamen untuk memberi makan adiknya.”
Akupun terkejut mendengar ceritnaya. Ternyata anak ini sangat hebat. Ia bahkan lebih tegar daripada aku. Akupun mengerti maksudnya. Aku mendatangi anak itu.
“Mianhae, kemarin aku bersalah padamu.”
“Gwaenchanhayo hyung.”
Akupun tersenyum melihat sooyoung. Tak kusangka ia sebaik ini.
“Mianhae, sooyoungssi. Aku bersalah padamu juga.”
“Gwaenchanhayo, siwonssi.”
“Chingu?”
“Chingu.”
Kamipun tersenyum aneh. Setelah melihat dia tersnyum seakan semua rasa kesalku padanya hilang seketika. Choi Sooyoung.. apa dia benar-benar manusia? Dia lebih seperti malaikat. Sejak itupun aku selalu memperhatikannya dan mengobrol dengannya. Dia sangat cantik. Kenapa aku baru menyadarinya? Dia juga sangat baik. Satu kata untuknya. Sempurna. Dia baik, pintar, cantik, religius, mandiri, sopan, ramah. Aish. Choi Sooyoung yeoja tanpa cela.
Saat aku bemain basket di klub dia dengan setia menungguku di bangku taman dan terkadang menyemangatiku. Entah kenapa aku merasa sangat bahagia dengan lomba ini dan permintaan kang sonsaengnim. Sudah 2 minggu aku bersama Choi Sooyoung entah kenapa serasa sudah lama mengenalnya. benar-benar aneh.
“Minho, jika kamu tidak bisa mengalihkan perhatianmu dari seorang yeoja. Ingin selalu melindunginya dan berada di dekatnya. Berubah menjadi lebih baik karenanya. Senang melihatnya tertawa. Deg deg kan saat berada di sampingnya. Itu apa?”
“Itu cinta hyung.”
Cinta? …… Tuhan,apa aku…… jatuh cinta?

~Sooyoung POV~
Tuhan, perasaan apa ini. Kenapa aku sangat nyaman di dekat siwon. Aku merasa dia sangat berbeda. Dia yang kukira dingin, sombong, dan acuh ternyata sangat hangat, baik, dan ramah. Choi Siwon, kenapa aku selalu memikirkannya. Sejak dia berubah menjadi lebih baik aku sangat mengaguminya. Satu kata untuknya, sempurna. Dia baik, pintar, tampan, berkarisma, dan ramah. Dia banyak berubah sekarang. Aku senang melihatnya. Dia sangat keren saat bermain basket. Saat aku melihatnya tertawa memasukkan bola ke ring, aku ikut bahagia. Saat dia menang, dia memelukku dan kenapa… aku merasa deg deg kan? Choi Siwon, apa yang kau lakukan?
“Yul, jika kamu selalu memikirkan seseorang dan tersenyum saat melihatnya bahagia. Deg deg kan saat berada di sampingnya. Nyaman berada di dekatnya.Itu kenapa?”
“Itu cinta.”
Tuhan, apa aku…. sudah jatuh cinta?

———————————————————Seoul I’m in Love———————————————————–

1 minggu menjelang lomba…….

~Minho POV~
Aku sedang bermain basket di lapangan. Dan saat aku mengoper bola ke temanku ternyata meleset dan aku mengenai kepala seorang yeoja. Setelah itu dia pingsan. Habislah aku. Akupun mendekati yeoja itu dan betapa terkejutnya aku melihat yeoja itu. Dia yuri noona! Astagaa.. akupun menggendongnya ke UKS dan teman-temanku panik semua. Hari sudah sore dan ia masih belum bangun. Teman-temanku sudah pulang untung hari ini hyung ada pelajaran tambahan jadi aku bisa pulang telat tanpa dicurigainya. Haduh cepatlah sadar. Tak lama kemudian Yuri noona sadar dan dia teriak begitu melihatku “AAAAA Apa yang kamu lakukan?”
“Mianhae yuri noona, aku tidak sengaja melempar bola basket ke kepalamu dan noona pingsan.”
“Aish jinjja. Jam berapa ini?”
“Jam 3.”
“huh.. untung sooyoung masih di sekolah kalau tidak aku tidak bisa pulang.”
“Memang yoona noona sudah pulang?
“Sudah. Untung sooyoung ada pelajaran tambahan.”
“Mwo? Sama dengan hyungku. Siwon hyung juga ada pelajaran tambahan”
“Jangan-jangan..MWO? MEREKA BELAJAR BERSAMA?”
Aku dan yuri noona berlari ke kelas XI-1, kelas Sooyoung noona dan Siwon hyung. Dan.. benar mereka berdua belajar bersama!
Omo!
“Omo, aku tak menyangka akan ditraktir es krim secepat ini,” katanya.
“Mwo? Siwon hyung juga. Kalau dia sampai menyukai Sooyoung noona dia akan mentraktirku es krim!”
“Wahh kita sama kalau begitu.”
Akupun ber high five dengan yuri noona dan aku terkejut melihat bajunya.. namanya “yoona?”
“Noona, bukankah kamu yuri noona?”
“Iya, memang kenapa?”
“Kenapa nama di bajumu yoona?”
“Ooh tertukar lagi haha. Bajuku suka tertukar dengan yoona.”
“Mwo?” berarti yang dulu menolongku itu……. yuri noona apa yoona noona?
“Memang kenapa? Daritadi kamu menanyakan yoona terus. Kamu menyukainya?”
Akupun memberanikan diri menjawab “Ya. Noona bisakah kamu membantuku mendekatinya?”
Dia hanya diam dan kulihat ekspresinya terkejut. “Sainganmu sangat banyak Minho.”
“Aku tidak peduli noona. Aku menyukai yoona noona sejak pertama melihatnya.”
“Oh, romantis sekali.” Entah kenapa melihat yuri noona tersenyum aku merasa ada yang janggal dengan senyumannya. benar-benar aneh. kenapa aku merasa bersalah telah membuatnya sakit?
hyung dan sooyoung noona pun keluar dari kelas dan kaget melihat kami berdua.
“Kalian…”
“Sooyoung-ah ayo kita pulang. Minho, siwon annyeong.”
Mereka pun langsung pergi. Apa aku salah bicara pada yuri noona? Kenapa hatiku sakit melihat yuri noona langsung pergi begitu?
“Minho? Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Harusnya aku yang bertanya hyung! Apa hubunganmu dengan sooyoung noona?”
“Sebenarnya kami harus mengikuti lomba cerdas cermat jadi kang sonsaengnim meminta kami belajar bersama.”
“Jadi dia yeoja yang kau maksud hyung?”
“…… aku harus mentraktirmu es krim.”
“Hahahhaa kau kalah juga hyung. lupakan itu hyung. aku ingin menggantinya.”
“Mwo?”
“Kau belajar di rumah dengan sooyoung noona.”
“MWO? Kau gila?”
“Ini serius hyung! Ini juga menguntungkan buatmu. Pertandingannya 1 minggu lagi. kalian harus menang!”
“Minho…. Kau benar-benar adik terbaikku! Saranghae!!”
“YA! hyung lepaskan!”

TBC

29 thoughts on “Seoul, I’m in Love! (part 2)

  1. Aw, this was a really nice post. In concept I wish to put in writing like this additionally – taking time and actual effort to make a very good article… but what can I say… I procrastinate alot and on no account appear to get one thing done.

  2. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story – The Wedding) « naturalstarsoowon

  3. Pingback: Seoul, I’m in Love! (Where’s Kang Sora sonsaengnim?) « naturalstarsoowon

  4. Pingback: Seoul, I’m in Love! (After Story-Wedding Life) « naturalstarsoowon

  5. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 9) « naturalstarsoowon

  6. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 8) « naturalstarsoowon

  7. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 7) « naturalstarsoowon

  8. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 5) « naturalstarsoowon

  9. Pingback: Seoul, I’m in Love! (part 6) « naturalstarsoowon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s